plak..
plak..
plak...
suara tamparan itu bergema dirumah mewah nan megah itu. tamparan itu berasal dari ibu tirinya yaitu Ratih Purwasih kepada loli Puspita Wijaya.
dasar anak tidak tau di untung ..
siapa yang mengajarimu mencuri barang milik kakakmu????
bentak Ratih kepada loli ..katakan siapa yang mengajari mu haa???
ia menjambak rambut loli dengan kuat.
Ampuni aku ibu,,,,,,aku tidak mencuri barang milik kak Gisel .. sungguh ibu aku tidak mencuri nya hiks..hiks...hikss...
loli menangis dengan pilunya meratapi nasibnya.
oh jadi kami tidak mau mengaku juga haa???
dasar anak pembangkang kamu...
sini kamu saya hukum...berani sekali kamu mencuri milik putriku.
Ratih menjambak rambut loli dengan sangat kuat dan menyeretnya ke gudang. loli hanya bisa memejamkan matanya. kepalaku rasanya sangat sakit.
Gisel yang menyaksikan ibunya menyiksa adik tirinya itu sangat iba .
hentikan ibu jangan sakiti adik ku ibu . mungkin bukan loli yang mengambil barang Gisel ibu ...jangan ibu siksa ia seperti ini ibu.
jangan mendekat Gisel ibu tau dia yang mencuri gelang mu dia kan selalu iri denganmu...
tidak ibuu.. hentikan ibu ..Gisel tidak mengapa jika gelang itu hilang ibu ...
apa yang kau bicarakan ini Gisel ?? apa kau tidak mengerti juga dia ingin merebut semua darimuu...pertama ia dan ibunya telah merebut papamu dari kita .
dia dan ibunya sama saja ..
aku benci kauu.. Ratih membentak loli dengan sangat keras...
Ratih kembali menjambak rambut loli hingga rontok.
ibu maafkan aku hikss.hikss.hiks...
loli kembali meminta maaf kepada ibunya
namun nihil Ratih tidak ingin mendengar permintaan maaf dari anak tirinya itu.
ibu sudah hentikan ucap Gisel.....
dia tidak mengerti apa-apa ibu . Gisel mohon hentikan semua ini kejadian ini kan sudah lama ibu.. mengapa ibu selalu mengungkit kejadian itu ibu.
loli tidak bersalah ibu...
mengapa ibu menghukumnya begini.
ibunya yang salah kenapa ibu selalu menumpahkan kekesalan ibu kepada loli..
salah anak ini adalah dia lahir kedunia ini .. kamu tau Gisel ibu tidak bisa menerima semua ini ucap Ratih. ibu hanya ingin mempertahankan hak mu maka dari situ tolong jangan hentikan ibu Gisel.
pergilah dan jangan ikut campur urusan ibu.
loli bingung? apa yang telah dibicarakan oleh kakaknya pasalnya dia tidak tahu apa-apa tentang dirinya....dan soal merebut papa apa maksud ibu berbicara seperti itu????
loki kemudian datang menemui Gisel dan bertanya apa maksud perkataan ibunya tadi..
kakak loli mohon pada kakak ceritakan pada loli apa sebenarnya yang terjadi kak?
apa maksud yang dikatakan ibu kak?
dan apa yang telah aku rebut dari ibu dan kakak?
kakak aku mohon ceritakanlah kepada adikmu ini hikss.hiks..hiks...
tidak adik kau tidak boleh berkata seperti itu .. tidak ada yang kau rebut dari kami ..jangan menangis ..ibu sangat menyanyangi kita berdua mungkin ibu ada Maslaah di luar sana jadi ibu melampiaskan kekesalannya kepadamu ....
kau tenang saja aku ada bersama mu kau tidak perlu bersedih. Gisel memeluk loli dengan rasa bersalahnya..
Gisel apa yang telah kau katakan ha... jangan pernah membela dia ..dia ini anak pembawa sial...sial..sial..
Loki terkejut dengan perkataan ibunya ..
kata -kata ibunya selalu terngiang-ngiang di telinganya. apa yang telah aku rebut dari kakak dan ibu ..kenapa ibu berkata sekasar ini kepadaku hiks..hiks..hiks..
loli asal kau tahu saja kau bukanlah anak kandung ku .
jedarrrrr bak disambar petir di siang bolong .. kata-kata yang baru diucapkan oleh ibunya itu sangat menyakitkan Walaupun itu kebenarannya..
hentikan ibu... hentikan Gisel mohon kasian loli ibu dia tidak mengerti apa-apa mengapa ibu mengatakan itu kepadanya...
flashback
.
.
.
Ratih mengajak Gisel anaknya untuk bermain ke taman hiburan . bertepatan pada hari Minggu. mereka berangkat diantar supir pribadi mereka . sesampainya di taman hiburan mereka langsung membeli tiket wahanayang ada di taman hiburan .
Gisel dan Ratih sangat menikmati momen mereka Walaupun ayahnya selalu sibuk dengan urusan kantornya dan jarang sekali meluangkan waktu kepada mereka. ketika Ratih melihat suaminya bersama selingkuhan nya Juga ada di taman hiburan tersebut. suami dan selingkuhannya ternyata sudah mempunyai anak perempuan. tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap mereka dari kejauhan ia adalah Ratih.
rasa sesak bercampur aduk menjadi satu kini dirasakan Ratih. tak terasa air mata kini lolos dengan derasnya membasahi pipi ibu anak satu itu.
ia menatap tak percaya bahwa suaminya tega melakukan itu kepadanya.
Ratih mengajak Gisel pulang kerumah mereka. disepanjang perjalanan air mata terus membasahi pipinya ia seakan tak percaya dengan apa yang baru ia lihat.
suaminya yang selama ini ia bangga banggakan ternyata sudah mengkhianatinya.
sesampainya dirumah Gisel bertanya-tanya pada ibunya mengapa mereka tiba-tiba pulang kerumah, padahal tiket wahana yang mereka beli sebelumnya masih sangat banyak.
ibu kenapa kita tiba-tiba pulang? Gisel kan belum puas bermainnya ibu..
oh iya sayang ibu lupa ternyata ibu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan . lain kali saja ya kita kesana lagi.
tapi ibu pekerjaan ibu kan bisa diselesaikan nanti setelah kita pulang bermain.
tidak Gisel pekerjaan ibu tidak bisa ditunda lagi ibu harus bisa menyelesaikannya.
tapi ibu..
Gisel... bentak Ratih.. berhenti bertanya dan masuklah ke kamarmu.
Ratih membentak Gisel dengan sangat kuat ..Gisel berlari ke kamar nya sambil menangis.
hiks..hiks..hiks.. ibu kenapa membentak ku apa salahku aku kan hanya bertanya kenapa ibu marah sekali hiks..hiks..hiks..
sementara itu diruang tamu Ratih tersadar atas perbuatannya itu ia telah membentak putri kesayangannya itu.hiks..hiks..hiks..gisel maafkan ibu.. apa yang harus ibu lakukan Gisel ...papamu telah mengkhianati ibu sayang. Ratih terus meratapi nasibnya.
pada malam harinya bertepatan pada pukul 20.30 Ratih menerima telepon dari rekan kerja suaminya. ia sangat terkejut dan sangat syok mendengar apa yang telah disampaikan oleh rekan kerja suaminya
tanpa Ratih sadari ia menjatuhkan telepon rumah ke lantai. ternyata sepulang dari wahana telah terjadi kecelakaan. mobil yang dibawa suaminya masuk ke dalam jurang . suami dan selingkuhannya dibawa kerumah sakit. namun naas saat di perjalanan menuju rumah sakit suami dan selingkuhannya meninggal dunia . beruntung putri mereka loli bisa terselamatkan.walaupun kondisinya saat itu sangat kritis.
seminggu kemudian loli pun melewati masa kritisnya dan berangsur pulih . dokter sudah mengijinkan loli pulang kerumah. Ratih pun dengan berat hati membawa loli pulang kerumahnya. Dengan tegar hati Ratih membesarkan loli dan Gisel seorang diri. sayangnya ia tidak bisa memberikan cintanya kepada loli sebesar kasih sayangnya kepada Gisel.