Di pagi yang sangat sejuk aku lari pagi di taman dekat rumah, aku melihat ada seorang laki-laki yang sedang melihat ke arah aku. Aku menatap nya kembali, namun tak lama kemudian dia pergi menghilang entah kemana.
Beberapa menit kemudian aku duduk sebentar, ketika aku ingin minum tiba-tiba minuman aku hampir saja jatuh ke tanah, tetapi
Ada seseorang yang mengambil air minum milik aku, aku menoleh ke arah nya mengatakan terima kasih saat dia memberikan air minum yang hampir saja jatuh kepada aku, tetapi ternyata orang yang telah mengambil air minum aku adalah laki laki yang sedari tadi melihat ke arah aku.
Setelah memberikan minuman, dia langsung pergi begitu saja, siapa dia? mengapa dia melihat aku, malah... sekarang dia menolong aku. Diluar dari itu mengapa dia sangat tampan.
Di malam hari aku tidur di kamar, aku merasakan seperti ada seseorang yang sedang melihat aku tidur, dan ketika aku membuka mata ternyata benar ada seseorang di samping kaca, siapa dia? aku pun langsung menyalakan lampu tetapi tidak seorang pun ada disana, apalagi aku hanya tinggal dengan bibi saja, tidak mungkin selarut ini bibi masuk ke kamar aku.
"Mungkin hanya perasaan aku saja." kata aku, tak lama kemudian akupun melanjutkan untuk tidur.
~Disisi lain
"Kenapa lu ketawa, Digo?" kata tristan, tristan adalah kakak nya digo.
Digo menggeleng dan berkata "Gua gapapa."
Digo yang ingin masuk ke kamar, di tahan oleh tristan kakak nya.
"Gak mungkin kalo gak apa apa, adik gua yang satu ini ketawa tawa seperti ini."
"Seperti sedang bahagia." sambil tersenyum kepada digo, beberapa menit kemudian digo akhirnya menjelaskan apa yang terjadi pada nya. Semua keluarga digo pun datang menghampiri tristan dan digo.
"Itu loh tristan, gua udah nemu prilly."
Semua kaget mendengar ucapan digo.
"Serius lu itu emang prilly?" liora yang seperti bertanya tanya kepada digo
Digo mengatakan bahwa dia serius, dan lagi benar benar serius.
Tristan yang mendengar kabar bahagia dari digo pun tersenyum tak henti henti, tak lama kemudian tristan berkata "Tunggu apa lagi?"
Digo bingung dengan apa yang dimaksud tristan, tristan yang tau digo bingung dengan perkataannya pun segera menaikkan alis nya dan berkata.
"Kenapa gak lu tembak aja dia nya."
Semua keluarga nya digo tersenyum pada nya, dan sangat mendukung digo.
"Tapi gua,"
Digo menghela nafas, lalu dia pun berkata.
"Oke... akan gua coba."
~Kebesokannya
*Ting tung bel rumah aku berbunyi, aku yang mendengar nya langsung membukakannya, setelah aku buka, apa ini kenapa laki laki kemarin, dan ada keperluan apa dia kesini. Aku bertanya ada apa dia kesini, dia hanya menjawab gua. Apa dia nervous dan mengapa dia tiba tiba menjadi salah tingkah.
Keluarganya yang sedang mengintip digo dari semak semak melihat digo yang tiba tiba nervous dan salah tingkah membuat mereka semua sebagai keluarga nya ingin sekali membantu digo tetapi yasha menahan nya. Digo pun memberanikan diri nya, dan berkata kalau dia suka sama aku, aku yang mendengar nya hanya terdiam kaku, tak lama kemudian aku berkata.
"Bukannya kita baru bertemu kemarin."
Digo menjawab kalau wajah aku mirip seperti pacar nya yang dulu.
"Reinkarnasi maksud kamu?" ucap aku sambil tersenyum kepada nya.
"Iya itu, reinkarnasi maksud aku."
Aku menyuruh nya masuk ke rumah karena menurut aku rasa nya tidak etis, jika tamu berada di luar rumah. Didalam rumah aku dan laki laki ini pun saling mengobrol, dan ternyata nama dia adalah Digo Syarif Argavira.
*Skip
Aku tak menyangka benar benar tak menyangka kalau aku ternyata akan menjadi pacar nya, lima bulan telah berlalu banyak kisah romantis yang telah kita lewati bersama. Digo, menurut aku adalah pria idaman yang mungkin hanya satu di muka bumi ini.
Satu tahun telah berlalu~
Aku yang sedang berada di rumah digo, tak menyangka kalau aku akan mendengar hal ini.
"Digo, apa kamu sudah tidak bisa waras. Berpacaran dengan manusia." ujar ayah nya digo kepada digo.
"Tapi yah,"
"Kamu harus ingat bahwa kamu adalah vampire." ujar ayah nya kembali.
"Dia gak akan berani macam macam yah, percaya sama digo." sambil menatap ke arah ayah nya.
Ayah nya pun meninggalkan digo.
Aku yang mendengar nya langsung keluar dari rumah digo, tetapi tiba tiba digo menahan tangan aku.
"Kok kamu pergi?" tanya digo kepada aku.
"Aku udah tau kamu siapa digo, hiksss." kata aku sambil menangis. Digo menggendong aku dan membawa aku ke suatu tempat.
Sesampai nya disana digo bertanya kepada aku,
"Apa yang kamu tau tentang aku, kasih tau aku... sekarang juga."
"K-kamu... vampire."
Digo yang mendengarnya kaget, karena aku yang sudah mengetahui kalau dia adalah vampire, digo menggendong aku dan tak lama kemudian aku di bawa oleh nya ke rumah sedangkan digo pergi begitu saja. Setelah aku mengatakan hal tersebut, digo seperti menghilang begitu saja aku sempat ke rumah nya tetapi seperti nya tidak seorang pun berada di dalam rumah. Aku pulang dengan basah kuyup, karena saat ini sedang turun hujan.
Aku berteriak kalau aku benci digo, dan kemana semua janji janji yang dia buat. Benci aku, aku sangat benci dia, aku benci digo.
Seminggu berlalu~
*Ting tung bel rumah aku berbunyi tetapi kali ini bibi yang membukakan pintu. Setelah bibi membukakan pintu, bibi lari menuju kamar aku dan mengatakan kalau pacar aku yang datang.
Aku yang mendengar hal tersebut dari bibi, antara kesal dan senang menjadi satu.
Terlihat ada digo di depan rumah aku.
"nyariin ya." sambil mengedipkan mata dan tersenyum kepada aku. Aku pun langsung menggebuk nya, tak lama kemudian digo memberikan aku coklat. Aku memeluk nya dan menangis, digo yang mendengar aku tiba tiba menangis langsung mencoba menenangkan aku.
"Cup cup, aku cuma pergi sebentar dong kok kemarin."
Kisah cinta aku berlanjut kembali sampai suatu malam, aku seperti melihat digo di dalam hutan, aku mencari digo dan aku melihat digo yang sedang berkelahi dengan serigala. Banyak vampire disana dan banyak juga serigala, digo yang melihat ada satu serigala yang mencoba mendekati aku pun langsung berlari ke arah aku tetapi,
Tiba tiba digo di gigit oleh serigala tersebut, keluarga digo yang melihat digo di gigit oleh serigala langsung mendatangi digo.
Aku menangis, dan aku berkata.
"Kan udah aku bilang digo, pliss kamu jangan ikut perkelahian ini. Aku sayang banget sama kamu digo, hiksss."
"Gapapa sayang, sampai kapanpun aku akan melindungi kamu." kata digo yang saat ini sedang sekarat.
"Gaada cara lain." kata liora.
"Lu harus ngorbanin diri lu sisi, kalo lu mau digo sembuh." kata thea sambil melihat ke arah aku.
Aku pun langsung melihat ke arah digo, yang dimana tatapan digo seperti berkata jangan sisi, jangan. Aku mendekatkan leher aku kepada digo dan berkata,
"Gigit saja aku, digo."
Tak lama kemudian yang awal nya digo menahan agar tidak menggigit aku, karena digo tidak tahan dengan virus serigala digo pun mau tidak mau harus menggigit aku. Digo yang menggigit aku, aku pun teriak.
Tiga hari kemudian aku membuka mata aku, terlihat disana ada digo dan saudara nya. Digo terlihat sangat tampan, dengan memakai jas hitam dan celana hitam belum lagi rambut yang berjambul. Disana juga terlihat ayah nya digo yang tersenyum kepada aku, seperti menyambut kedatangan aku, mungkin karena saat ini aku sudah terlahir kembali menjadi... Seorang vampire.