Aku tak akan bersedih kembali, bersedih tidak akan dapat pernah menyelesaikan masalah. Masalah yang tidak berasal dariku namun menjadi milikku seutuhnya. Aku tidak membutuhkan apapun maupun siapapun. Kebutuhanku hanya sebuah harapan. Harapan yang mungkin tidak sulit tetapi mustahil. Tertawa lalu menangis itulah duniaku saat ini.
Menunggu itu adalah sebuah kesalahan, jika tidak dapat menunggu aku harus melawannya. Melawan itu seperti berburu serigala tanpa adanya senjata. Itu terlihat mustahil dilakukan olehku, mencobanya aku tidak mempunyai keberanian seperti itu. Menunggu kematian, itu bukan suatu harapan. Mungkin menunggu hanya jalan satu-satunya.
Menunggu malaikat kematian datang menjemput ku dari sini, menuju siksaan selanjutnya yaitu siksaan keabadian alam lainnya dengan sambil tersenyum akan kebahagiaan.