Di ujung malam yang sepih.
Ku berjalan seorang diri.
Mengayunkan langka perlahan, entah mengapa hatiku mulai gelisah. Ada apa denganku, apa yang salah?. Tanyaku dalam hati.
Bukankah jalan ini tak asing buatku, so jalanan ini hampir tiap hari ku jalani dulu. Terus salahnya dimanah?. Kenapa saat ini jalan ini terasa sangat.....!!!!
Ku usaaaapppp air mataku yang terasa membasahi pipiku. Apa yang terjadi dengan hati ini yah Tuhan.
Ketus ku dalam hati, sambil memandang jalan yang begitu sepih.
Jalan ini......!!
Dulu disini ada tawa anak mudah yang baruh beranjak dewasa.
Bermain disini sepulang sekolah,berkejaran sudah menjadi rutinitas kami.
Oh kawan....jalan ini masih sama dengan yang dulu.
Cumaaaa......
Tak lagi tawa kalian kawan.
di jalan ini ada begitu banyak cerita yang membuat perut terasa sakit karena tertawa terbahak- bahak.
Bolos sekolah salah satu kenakalan kita bersama.
Tak ada rasa takut ketika bersama.
Masa itu akankah terulang kembali?
Masa SMA, masa dimana berjutah cerita telah terucap.
Jalan ini pernah menjadi saksi, dimana aku dan Dia saling berpegangan tangan.
Waktu begitu cepat berputar, mengambil semua kenangan kami.
Ku langkakan kaki secara perlahan menyusuri jalan yang sepih.
Ingin rasanya ku kembali ke masa itu. Dimana berjalan bersama sambil bergandeng tangan. Tawa selalu mengiasi hari-hari kita.
Kenapa yang tinggal cuma kenangannya!
Apa yang sebenarnya terjadi?? Ku menatap langit di atas sanah yang bertaburan bintang yang begitu indah.
Langkah kaki ku terhenti sejenak.
Bintang tolong titipkan rasa ini untuknya.Semoga dia yang entah dimanah bisah merasakan rindu ini.
Masa SMA ternyata paling indah buatku. Kenakalan bersama teman-teman dan jatuh cinta kepada Meylisa.
Yah...namanya Meylisa gadis yang berhasil mencuri hatiku.
Ahahahha mmmmmm....
Ups!
Meylisa adalah gadis yang menjadi idolah sekolah kami. Bertemunya pun tak ku sengajah.
Plakkk.....
Aduh...siapa sih yang melemparkan buku ini.
Ma....aaaaa aaafff kak kata Meylisa merasa bersalah kepadaku.
Maaaaaafff....kakkk aku ngak sengajah.
Aduhhh lain kali hati-hati ya.Bagaimana kalau seandainya kepala aku bocor?
Emang kamu punya stock kepala di rumah untuk gantikan kepala aku ini.
Ku tersenyum tipis tertawa ngeledek si gadis yang ada di depan ku ini.
Iiiiii......kaka bisah sajah.
Emang kepala bisah diganti ketus Meylisa balik membalas candaanku.
Dasar gadis polos yang kuper.
Apahhhh
Teriak Meylisa ketika mendengar perkataanku.
Aduhhhh pelan-pelan Sajah kali kalau ngomong. Ngomong kok kayak pake toa.
Huuuuuu dasar cowok, sukanya ngelek sajah. Atau apa karena merasa senior jadi tingkanya kayak gitu.
Guman Meylisa dalam hati sangat kesal dengan sikap cowok seniornya itu.
Aaammmpuunnnnm Dj kayak cakep aja!songongnya selangit.
PLAK.....bunyi meja terdengar kencang.membuat Meylisa kaget bukan main.
Oh my GOD!
Siapa lagi ini.
Ternyata ada satu cowok yang datang di kelas itu.
Siapa yah cowok ini?kata Meylisa dalam hatinya.
Haloooo cantik ....goda cowok yang baruh sajah datang menambah rusaknya suasana.
Kok diam sajah sih,lagi datang bulan ya.l!
ei.....sembarang sajah ketus Meylisa.
Wihhhhh galak juga nic cewek.
Tapi..ngak apalah,gua suka cewek kayak gini.
Galak-galak menggemaskan.hahahaha tertawa kecil.
Tanpa basah-basih Meylisa membalikkan badan beranjak dari tempat itu.
Lebih baik menghindar,takkan selesai menghadapi kaka senior itu.
Guman Meylisa sambil berjalan menjauh dari kaka seniornya.
Siapa yang bisah berani ngelawan kaka senior?
melawan sama sajah masuk di kandang singah lapar
***********
heeeeeiiiii...Anton Plak... !!!. Duuuuhhhh sakit nic.
Yosua mengusap-usap kepalanya yang di tampar oleh Anton.
Kasar amatsih bencong teriak Yosua kesal.
Hahahhaha org cuma bercanda kok, malah dibawah marah.
Bercanda sih bercanda bencong tapi ngak gitu juga.
Apa kamu mau otakku ini terbagi menjadi sepuluh.oh now Anton membalas kata Yosua yang sudah keliatan sedikit emosi.
Cuma bercanda kok,ngak ada niat untuk membunuhmu.
*********
Kamu ada masalah apa sih sama cewek tadi?
kayaknya dia kesal banget ngeliat loe.
Ngak ada apa-apa Ton. Cuma masalah biasa ajah.
Ceweknya sajah ngak bisah di ajak bercandaan,padahal gua cuma bercanda ajah tadi sama dia.
Sudah...sudah...Sudah...
Yuk Kita ke kantin! Ajak Anton ke Yoshua.
Akhirnya mereka meninggalkan ruangan kelas itu.
Yosuaaaaaa .....dengan cepat tangan Anton menarik lengan baju Yosua.
aduhh bencong....ada apalagi nic?,gatal banget ketus Yosua.
Sini....sini....coba liat itu!
Anton menunjuk ke arah gadis yg duduk di sudut kantin."Gadis itu adalah Meylisa"
Oh itu!!!!
Balas Yosua sambil memperbaiki duduknya.
Seakan tak peduli dengan gadis itu.
Bukan apa-apa gadis itu yang membuat hati Yosua sampai saat ini kesal.
Yos...kalau di perhatikan cewek itu lumayan juga. Apanya yang lumayan? Kini Yosua memotong pembicaraaan Anton.
Jangan macam-macam sama anak orang ya !!
Huuuuuu...belum juga di apa-apain, sudah dapat ancaman duluan.
Dengan kesal Anton akhirnya mengambil sebatang rokok di atas meja.
Dengan santainya sambil menikmati kopi lonceng kelaspun berbunyi, tanda jam istirahat sudah berakhir.
Yuk masuk kelas ajak Anton ke Yosua.
Ah kamu masuk ajah deh duluan, tanggung nic kopinya belum abis.
kalau kayak gitu! Kita bolos aja deh ajak Anto!
waw ideh bagus tuh.
Mereka tertawa kecil...
Gadisssss itu...!
Kok ngak masuk ke kelas ya?
Apa dia?????
Wah..wah...wah...ada yang tidak beres nic disini, guman Yosua.
Iya nic Yos,mataku tak bisah berhenti memandang cewek jutek itu, walaupun sedikit masih kampungan dengan gaya kayak gitu,tapi.....dia sangat mempesona ditambah kulitnya yang mulus putih bagaikan.....!!
Anton tertawa kecil.ups...salah ngomong deh.
Anton menutup mulutnya dengan tangannya sambil tertawa lepas.
Yah udah daripada ngoceh terus menerus disitu, mending kamu temani dia disana. Jangan lupa bayarkan makanannya yah!
Kini giliran Yosua yang menggoda Anton.
Anton adalah sahabat Yosua sejak dulu, mereka dari SD sampai SMA selalu bersama.
Meski sering bertengkar, mereka tak pernah ada niat untuk saling bermusuhan.Anton dan Yosua sudah seperti adik kaka.
Apalagi ketika Ayah Anton telah tiada,betapa terpukulnya Anton saat itu. Untung sajah Yosua temannya selalu setia menemani.
Mama Yosua pun sudah menganggap Anton sebagai anaknya.
Sejak kepergian Ayah nya Anton yang harus menjaga Ibu Nya seorang diri.
Sebagai anak tunggal dia harus memikul beban seorang diri.
**********
BERSAMBUNG...