Di malam yang sunyi, dia memandang langit yang di terangi oleh taburan bintang bercahaya.
Mata hitam sekelam malam itu menatap tajam bulan purnama, dia merasakan hembusan angin yang menerpa wajah mulus nya.
Seorang pria dengan rambut pendek berwarna hitam pekat, dia lalu menundukan kepala nya dan menatap ke bawah.
Ternyata dia ada di atas sebuah gedung, dari atas dia melihat orang-orang yang sedang berlalu-lalang.
Berbagai macam wajah dia lihat dan juga berbagi ekspresi di pandang nya, manusia.
Manusia, Makhluk yang saling membutuhkan kan terutama Cinta.
Apa itu cinta? entahlah yang ku tau hanya sebuah rasa empati.
Di bawah nya dia melihat ribuan manusia yang saling berpasangan, di atas langit dia melihat kegelapan malam yang sempurna dengan cahaya bintang dan bulan.
"Menyedihkan" Satu kalimat yang terucap dari mulut pria berwajah pucat.
"Aku ingin mengenal cinta, dapatkah aku merasakan cinta" Lirih nya pada diri sendiri.
"Kau manusia, tentu saja kau dapat merasakan cinta" Suara yang terngiang di dalam kepala nya
Entah siapa yang mengajak nya berbicara, tapi saat mendengar suaranya itu terasa sangat menyedihkan.
Ingin rasa nya dia menangis, tapi kenapa dia harus menangis? kenapa harus menangis karena suara yang entah milik siapa.
Ya benar, itu adalah cinta.
Dia tidak seperti manusia lain nya yang memiliki seseorang di samping nya, dan tidak seperti langit yang berteman dengan Bintang.
Lalu siapa yang menjadi pasangan nya? bukan kah semua memiliki pasangan?
Yah dia juga memiliki pasangan nya, Pasangan dia adalah KEMATIAN
Dia hidup, karena kehidupan berpasangan dengan kematian.