" Maukah kau berdansa denganku? " ujar pria bertopeng itu dengan menyunggingkan senyum.
" Aku sering ke tempat ini hanya untuk memberi makan burung-burung ini " ujarnya sambil melemparkan remahan roti.
" Aku punya ide, lukisan wajahku biar kau yang simpan dan lukisan wajahmu aku yang simpan agar jika aku rindu padamu aku bisa melihat lukisan wajahmu " ujarnya sembari menyobek lukisan itu.
" Jika aku pergi maukah kau tetap ke tempat ini dan memberi makan burung-burung ini? " tanyanya dengan penuh harap.
Tiiiiit Tiiiiiiiitttt Tiiiiiiiittt
Aku menoleh ke samping dan kulihat mobil itu sudah oleng, ku pikir sedetik kemudian aku pasti akan mati tertabrak mobil itu namun tiba-tiba dia datang entah dari mana. Dekapannya sangat kuat menggendongku hingga ke tempat yang aman.
Meski hanya dalam beberapa detik tapi aku bisa melihat jelas wajahnya, dia Rocky. Yang selalu tersenyum dan membuat hari-hari ku lebih berarti lagi, tapi dia tak mengenaliku! dia pergi begitu saja setelah menyelamatkan ku.
* * *
Ahhhh..... Hhhhhhh Hhhhhh Hhhhh
" Aarrhhhh... sial! "
Aku sudah frustasi, ini sudah setahun lebih sejak kami berpisah tapi aku masih belum bisa melupakannya. Setiap ucapannya selalu bisa ku dengar jelas, senyumnya yang menawan, dan kenangan-kenangan yang telah kami lalui bersama. Bahkan mimpi buruk ku yang hampir tertabrak mobil selalu membuatku terbangun dengan kaget.
Cerita ini berawal dari pertemuan kami di acara peragaan busana milik tante Janet, saat itu di adakan juga sebuah pesta topeng. Aku tampil sangat berbeda sehingga tante Janet memanggilku 'Nona'.
Seorang pemuda mengajakku berkenalan di pesta itu dan memperkenalkan dirinya sebagi Rocky, belum sempat aku menjawab tante Janet memanggilku dengan nama 'Nona' menanyakan anaknya. Rocky yang salah paham mengira itu adalah namaku.
Kami bertemu lagi di sebuah taman tanpa sengaja, saat itu aku memakai penutup wajah sehingga ia dengan mudah mengenaliku tapi aku baru tahu wajah aslinya saat itu, dia begitu tampan dan putih.
Entah mengapa duduk bersamanya, mengobrol hingga bercanda sangat menyenangkan. Hari berlalu dan kutahu aku mencintainya dia pun sama, tapi tiba-tiba saat aku akan menyatakan perasaan ku dia berkata harus pergi dan mungkin tak akan kembali.
" Anna, habiskan makanan mu! kenapa kau melamun? " ujar ayah membuyarkan lamunan ku.
" Baik ayah ".
Segera ku habiskan makanan di piring ku dengan cepat, setelah selesai aku pun segera pergi untuk bersiap.
Malam ini adalah giliran ku berjaga dengan kak Ryu, kami bertugas mengawasi sektor C. Jika beruntung kami bisa melewati malam ini dengan tenang dan aku bisa menghemat waktu ku yang akan ku gunakan di siang hari untuk bersekolah.
Aku membawa peralatan ku dan tak lupa buku mantra serta tongkat sihir ku, tepat tengah malam kami sudah sampai di lokasi dan berjalan mengawasi setiap rumah.
" Menurut tim penyelidik di pemukiman ini semua orang sudah tidur pulas, tidak ada yang mempunyai pekerjaan malam bahkan seorang wanita penghibur tak pulang larut biasanya mereka tidur di tempat klien kecuali ada keadaan darurat " ujar Kak Ryu memberitahu.
" Menurut mu mereka akan menyerang manusia yang sedang tidur? " tanya ku.
" Biasanya tidak, mereka hanya akan mengambil darah secukupnya lalu pergi tapi sekarang kita sedang berada dalam keadaan genting. Mereka tiba-tiba melanggar perjanjian dan menyerang secara acak untuk itulah kita di tugaskan membantu prajurit berjaga "
" Aku tidak mengerti, selama aku belajar di Akademi yang ku tahu mereka menjunjung tinggi peraturan. Mereka menganggap diri mereka seorang bangsawan yang berwibawa tapi penyerangan yang mereka lakukan sangatlah liar " tukas ku berpikir keras.
" Bahkan para dewan pun tidak tahu apa yang terjadi "
Cliiiinggg
Seketika mataku waspada, suara itu adalah jebakan yang ku buat di jalan agar kami mengetahui jika makhluk itu datang. Aku dan kak Ryu segera bergerak menuju lokasi, dengan hati-hati kami bersembunyi di balik pepohonan.
Meski tempat itu gelap dan aku tak bisa melihat dengan jelas tapi panca indera ku cukup tajam untuk mengetahui makhluk itu ada di sana.
" Anna di belakang mu! " teriak kak Ryu.
Criiinngg
" Cih, sial! "
Di berhasil menangkis pedangku hanya dengan kuku-kukunya, makhluk itu memang kuat. Mereka memiliki kuku dan gigi yang tajam, kulihat bahkan pupil matanya sudah berubah menjadi ungu.
Ssshhhhhhh
Desisnya penuh haus, aku tahu dia menatap tajam pada leherku dimana aliran darah mengalir deras di sana. Aku tahu aku adalah mangsa baginya!.
Door
Dia mengelak degan cepat dan mundur beberapa langkah dari kami, kak Ryu hendak menembak lagi tapi aku menahannya.
" Dia... berbeda... " ujarku meneliti.
" Apa maksud mu? " tanya Kak Ryu tetap waspada.
" Dia hanya umpan! "
Brruuuukkkk
Aahhhh...
Kepala ku terbentur aspal, seketika pandang ku kabur. Meski begitu aku tahu seseorang tengah memperhatikan, bukan makhluk itu karena dia berdiri tegak dan mampu menyerang ku dengan tepat sasaran.
" Para prajurit... ternyata kalian hanya sekumpulan penyihir lemah " ujarnya.
Kurasakan tangan dinginnya menggenggam bahuku dan membantuku bangkit, dalam kesempatan itu ku ambil satu pil kekuatan di kantung kecil.
" Kau punya kulit yang bagus, ku harap darahmu juga berkualitas bagus " bisiknya.
Ah....
Dia menggores tanganku dengan kuku tajamnya dan mulai menghisap, kurasakan nyeri dari luka itu tapi ku manfaatkan kesempatan itu untuk memakan pil kekuatan.
Chhhaaaaassss
Ku tahu tebasan belati ku hanya memotong udara tapi setidaknya dia berhenti menghisap dan mundur dariku, beberapa detik kemudian efek pil itu sudah bekerja. Membuatku mampu bangkit dan bertenaga lagi, maka ku ambil pedangku dan mengacungkan nya tapi....
" Rocky..... " panggilku pelan.
Aku tahu itu dia.. kecintaan ku.
" Kau masih mampu bangkit rupanya " ujarnya menyeringai, menunjukkan sisa-sisa darah ku yang menetes dari mulutnya.
Ku lihat Kak Ryu terkapar dan sepertinya tak sadarkan diri, aku ingin sekali memastikan keadaannya tapi aku harus tetap waspada.
" Rasanya... aku pernah melihatmu, apa kita pernah bertempur di tempat lain? " tanyanya yang menyayat hatiku.
Sekian lama kami bersama dan dia tak tahu siapa aku, wajar saja. Karena selama kami bersama aku selalu memakai penutup kepala, hanya satu kali kami bertemu dan ku nampakkan wajahku. Itu adalah saat aku hampir tertabrak mobil dan dia yang entah datang dari mana menyelamatkan ku tapi saat itu ia tak Mengenaliku, sama seperti sekarang.
" Kau pernah menyelamatkan hidupku saat aku hampir tertabrak mobil, sore itu... entah kau datang dari mana tiba-tiba menggendong ku ke tempat yang aman " jawab ku mengingatkan.
Rocky terdiam sejenak mencoba mengingat dan akhirnya ia menjawab.
" Oh astaga! aku tak menyangka yang ku selamatkan adalah pengincar jiwaku, ku pikir kau manusia biasa untuk itu aku selamatkan. Karena aku tidak mau sumber makanan ku berkurang sedikit pun "
Aku tak bisa menahan diri, rindu yang sekian lama terkurung akhirnya mendobrak keluar. Ku sobek bagian bawah bajuku dan ku gunakan sebagai topeng, dengan perlahan ku angkat wajahku agar ia bisa melihatnya.
" Kau menemuiku setiap hari di taman, kita memberi makan burung-burung dan meminta pelukis jalanan untuk melukis wajah kita " ujarku dengan suara tertahan.
Kini ekspresi Rocky berubah, ia menatap mataku dengan tajam. Dia sangat mengenaliku, karena itu ia tak mampu berkata apa-apa.
" No.... na.... " panggilnya akhirnya.
Aku berjalan perlahan untuk mendekatinya, dengan penuh keputusasaan yang mengikat hatiku.
" Aku sudah curiga, selama kita bersama ada banyak hal yang aneh pada dirimu. Namun mengetahui nya.... kali ini.... dengan mata kepalaku sendiri aku.... ".
Tak mampu ku selesaikan kalimatku, terlalu menyakitkan!
" Kau... seorang penyihir! prajurit penyihir! kau musuh bebuyutan kami... Nona.... "
Jleb....
Ssssstttttt
Bisikku saat pedang yang ku genggam tepat menusuk jantung nya. Rocky tak dapat bergerak maupun berkata dia sudah kalah!
" Namaku Nona.. aku mencintaimu! dan tak bisa hidup tanpa mu " ujar ku lirih sambil mencoba menahan air mataku.
Tapi ku buka topeng yang sedari tadi menutup sebagian wajahku, dengan tajam ku tatap matanya yang memerah. Ku tekan lagi pedangku agar dapat melihat kerutan keningnya sebagai tanda menahan sakit.
" Namaku Anna... aku adalah keturunan murni penyihir, aku yang terbaik di kelasku! dan aku selalu membuat keputusan yang bagus agar aku tetap menjadi nomor satu "
Tamat
Wuihhhh... gak nyangka cerpennya panjang... 🤣🤣 terus nulis sambil ngebayangin berada di posisi mereka, klw bener-bener masuk ke cerita kadang semua berjalan gtu aja smpe gk nyadar ceritanya udah panjang.
Nama tokoh dan sebagian besar cerita memang di ambil dari novel ku yang sedang up, tapi tentu di sini ku buat lebih dark lagi menyesuaikan dengan tema.
Di novel yang asli tentu Anna gk ngebunuh Rocky, karena dia waras! meski memang dia lebih memilih berpihak kepada keluarga dan klannya.
Semoga para kalian yang membaca mau mampir di novelnya, dan bersedia meninggalkan jejak ( kritik dan saran) agar novelnya bisa lebih baik lagi...
Di tunggu kehadirannya....