Hy Namaku Marsya aku berumur 18 Tahun dan baru lulus tahun ini , semua orang yang mengetahui kelebihan ku pasti bilang anak indigo tapi menurut ku tidak aku hanya sensitif dengan "mereka" dan jarang bisa untuk mengajak "mereka" berbicara.
Seperti seorang anak perempuan yang pernah aku temui di rumah ku , waktu aku masih duduk di kelas 5 SD aku mengalami hal ganjil yang mungkin tidak semua orang mengalami, saat itu sepulang sekolah aku langsung menuju ke kamar tidurku untuk menaruh tas dan mengganti seragam dengan baju main ku, dan tanpa sengaja aku melihat ke arah jendela di kamar ku karena kamar ku dekat sekali dengan ruang makan dan jendela ku langsung menuju ke sana , aku melihat seorang anak perempuan mungkin dia masih berumur 9 tahun , saat itu aku terus menatapnya dan berfikir "apakah dia anak dari tamu ? tapi sepertinya tidak ada tamu" gumam ku
aku terus menatapnya dan didalam kepalaku tetap bertanya tanya siapa kah dia.
Karena dia membelakangi aku akupun tidak melihat wajahnya yang aku tahu dia memakai gaun pesta dan memakai bando di kepalanya rambutnya panjang sepinggang, karena aku terus menatapnya dia akhirnya melihat aku juga dan yang benar saja mukanya yang lusuh pucat dan didadanya terdapat noda darah aku panik tetapi mencoba diam dan aku perlahan menutup cendela kamar ku,
Malam hari aku diteror sama anak yang aku lihat itu, yang tiba tiba ada suara kelereng, terdengar suara ketukan di dalam lemari, serta tulisan yang berisi ajakan bermain di kaca lemari ku. aku mencoba tetap tidak peduli tetapi teror itu semakin menjadi akhirnya aku berpindah kamar tidur dan tidur dengan ibuku. Keesokan harinya aku kira teror itu sudah tidak ada tetapi aku salah , disaat waktu yang sama di malam hari ketika aku menutup mata dan membukanya aku terkejut melihat sosok itu tepat didepan muka ku. Aku mencoba untuk menutup mata lagi dan membukanya ternyata dia masih ada di depan ku , aku langsung bergegas duduk ditempat ranjang ku , "apa sih yang dia mau dari kemarin neror terus" batin ku.
Dan yang benar saja dia menjawab pertanyaan yang aku ungkapin di batin ku , "aku hanya ingin bermain dengan mu karena yang bisa melihat ku hanya kamu di rumah ini" ungkapnya
"namaku Bella apakah kamu takut denganku" lanjutnya
aku terkejut dan terheran heran kenapa dia bisa mengetahui isi hatiku apakah yang dikatakan mereka benar kalau "mereka" bisa mendengar isi hati kita. Aku diam sejenak dan berkata "aku tidak takut dengan mu tetapi caramu yang seperti ini sangat menggangguku"
"aku tidak bisa bermain dengan mu maaf" lanjut ku
"baiklah aku tidak akan seperti ini lagi , tapi apakah kamu mau berteman dengan ku" ucapnya
"bisa saja asal kamu tidak jahat kepadaku"
dia hanya tersenyum ketika mendengar jawaban ku dan berkata "aku tidak jahatin kamu kok dan tidak akan pernah jahatin kamu"
aku membalas senyuman itu.
lalu keesokan harinya dia menungguku bangun tidur dia berdiri didekat ranjang ku ketika aku bangun dia tersenyum dan mengucapkan selamat pagi untukku , aku membalas ucapan itu dan melanjutkan aktivitas ku seperti biasa , dia mengikuti aku sampai disekolah dan pulang kerumah setiap hari dia melakukan itu, tapi terkadang dia juga memperingatkan aku tentang "mereka" yang lain untuk tidak boleh berurusan dengan "mereka" karena ingin menjahati ku bisa dibilang dia melindungi ku .
Entah apa karena aku sudah sangat percaya dengan dia aku selalu berbagi suka duka ku dengannya , ya salah satu penyebab ku untuk memilih cerita dengan dia karena orang terdekat ku tidak pernah mau berbagi suka duka dengan ku hmm ya aku udah terbiasa seperti ini sejak kecil aku sampai merasa kalau aku hanya hidup untuk dijadikan tempat pelampiasan untuk mereka karena itu aku lebih memilih percaya dengan teman baruku itu. Dan tak terasa sampai saat ini pun dia tetap berada di sebelah ku dan tidak meninggalkan aku .