Di sebuah kastil tua, tumbuhan merambat hijau dedaunannya. Tak ada kehidupan disiang hari, hanya hewan-hewan berdarah yang sedang bermain disekitar kastil tua itu.
Seorang pemuda terlihat berlari tergesa-gesa dengan sebuah kantung ditangannya. Tanah yang tidak pernah diinjak itu, kini membekaskan telapak kaki sang pemuda. Taman yang indah dan dipenuhi bunga, kini hancur tak bersisa.
Sekelompok orang datang mengejar sang pemuda dengan sembilan golok ditangannya. Melihat sang pemuda yang memasuki area terlarang itu, mereka kemudian berbalik dan pergi dari sana. "Sang pencuri tak didapat asal nyawa selamat" itulah suara hati mereka.
"Hahah dasar pengecut!!" Ucap sang pemuda yang bernama Louis itu senang.
"Hei pencuri bodoh, jika kau ingin kehilangan nyawamu tetap lah disana. Lagi pula kau tidak akan pernah keluar dari sana!!" Teriak seseorang dari sekelompok pemuda tadi.
"Apa maksudnya, sudahlah. Lagian ini adalah bisnis besar, kastil tua ini pasti menyimpan banyak harta. Haha aku akan kaya!!!" Ucap pemuda itu senang sambil berjalan masuk kedalam kastil dengan gembira.
Waktu terus berjalan, matahari mulai terbenam. Pelita didalam kastil mulai bercahaya, api yang muncul secara tiba-tiba membuat siapapun akan merasa bahwa itu sangat aneh.
Louis, yang sedari tadi menaiki dan menuruni tangga itu tetap saja tak menemukan benda yang bisa memuaskan nafsu duniawi nya. Tiba di sebuah ruangan tanpa cahaya, tirai lebar menutupi jendela, kusam, Kumal, berdebu dan banyak kelelawar didalamnya. Tapi hal itu hanya sesaat, ketika sang Surya tenggelam dan berganti dengan bulan, kegelapan menyelimuti, bintang gemerlap berkedip manis. Ruangan yang semula tak layak huni itu, tiba - tiba berubah menjadi begitu bersih dan mewah.
Disaat para makhluk hidup menutup matanya, makhluk hidup lain membuka mata dan bangkit.
Tak tak tak
Suara kertakan yang berasal dari lemari kayu nan megah itu. Muncul sesosok wanita dengan pakaian berwarna hitam pekat dengan mata merah menyala seperti api. Membakar setiap jiwa yang bertatapan dengannya, gigi taring yang runcing dan panjang itu membuat siapapun yang melihatnya bergidik ngeri.
Louis, yang melihat hal ganjil itu langsung keluar dari ruangan itu dengan cepat.
Vergelia seorang pemimpin klan Vampir darah murni. Berwatakan licik dan dingin, dia merupakan Vampir yang paling disegani didalam klannya.
"Ku harap kau baik-baik saja" gumam Vergelia sambil tersenyum licik.
"Sialan!!, Apa tadi itu?, Kenapa seram sekali?, Sebenarnya tempat apa ini?!" Ucap Louis bingung.
"Aroma manusia!!" Ucap seorang pria.
"Ap apa?" Ucap Louis takut.
"Disana!!! Graaaghhh" ucap pria itu mengejar Louis.
Srettt
Brakk
Seseorang menarik paksa Louis untuk masuk kembali ke dalam rungan. Mata tajam menyayat jiwa terpancar dari kedua mata sang nona yang bernama Vergelia.
"Si siapa kau?" Ucap Louis takut.
"Seharusnya aku yang bertanya, kau siapa?" Ucap Vergelia.
"Ka... Kau... Kau vampir?!" Ucap Luois.
"Jadilah makanan ku" ucap Vergelia, kemudian menusukkan taringnya keleher Louis dengan kuat.
"Aaaarrrggggghhhhhh!!!!" Teriak Louis.
Rasa sakit itu adalah rasa sakit yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya. Cairan merah kehitaman mengalir dengan lancar dan langsung masuk ke mulut sang Vergelia. Empat titik mewakili rasa sakit yang tak terobati, gigi runcing dan tajam menusuk ke daging urat syaraf bocor memuncratkan cairan merah.
Darah, cairan berharga yang mengalir ditubuh kini tersedot keluar. Beberapa orang mungkin berfikir itu adalah akhir, tapi takdir berkata lain.
Lima tahun sudah sang pemuda yang sebelumnya berprofesi sebagai perampok harta itu, kini menjadi budak darah sang wanita perkasa klan Vampir. Kehidupan mereka sangat indah, bagai sang angsa yang hanya memiliki satu pasangan seumur hidup, hati mereka sama hanya saja tak berani berkata.
"Hei kau" ucap Vergelia mendongakkan kepala Louis dengan menggunakan jari telunjuknya.
"Hmm?" Louis yang dulu merupakan pemuda yang tampan dan gagah, kini berkulit pucat dan bermata panda. Jika dia orang biasa, mungkin sudah lama mati. Namun dia istimewa.
"Jadilah pengantinku" ucap Vergelia.
"Apa?!, Tapi nona, dia seorang manusia. Ini melanggar hukum klan" ucap seorang pria berpakaian hitam dengan jubah merah di punggungnya.
"Apa kau tak terima?, Kau pikir aku mau menikah dan hidup dengan seorang manusia yang memiliki umur yang singkat?" Ucap Vergelia.
"Maaf nona"
"Semuanya dengarkan, aku akan mengubah orang rendahan ini menjadi Vampir" ucap Velgelia yakin.
"Tapi nona..."
"Ya, darah indahnya tak boleh disia-siakan. satu gigitan terakhir" ucap Vergelia, bergerak mendekati leher Louis yang tak berdaya.
Jika dia ingin, dia bisa saja mengakhiri hidupnya sendiri dan tak lagi disiksa hingga kehabisan darah. Kau tau kenapa Louis tak membunuh dirinya sendiri?, karena dia mencintai Velgelia, orang yang menenangkannya ketika katakutan. Membuat hari - harinya yang memilukan terasa lebih ringan.
Tak perduli wanita itu Vampir atau pun manusia, dia tetap mencintainya.
End
Piww...
Hallo para pencinta horor!!!
Jangan lupa like ya, karena mengetik cerita tak semudah menyentuh tombol like:)
Sehat selalu
Arigato🙏
Sayonara.....