Jangan lupa, likenya ya ♥️♥️
Terima kasih :)
Lomba Cerpen ke 2, Enjoy~~~
Tema : Jatuh Cinta dengan Vampire
🧛♀️🧛♀️🧛♀️🧛♀️🧛♀️🧛♀️🧛♀️🧛♀️🧛♀️🧛♀️🧛♀️🧛♀️🧛♀️🧛♀️🧛♀️🧛♀️🧛♀️🧛♀️
"KYAAAAAAAAAAA!!!" Teriakku, saat melihat hal mengerikan pada leherku.
BRAK
"Ada apa, Mel?!" Tanya seorang pemuda, yang merupakan pacar dari Mella.
Mendengar pacarnya sampai mendobrak pintu kamar mandi saat Mella berteriak, lantas Mella langsung berlari memeluk pacarnya itu dengan sedikit terisak dan tubuh yang gemetaran.
"Hiks, bagaimana ini Vier" Mella memeluk pacarnya yang bernama Vier itu dengan sangat erat.
"Apanya yang bagaimana, Mella? Aku tidak mengerti" Dengan perlahan, Vier melepaskan pelukan Mella.
Vier mengelus kepala Mella agar ia berhenti menangis, kemudian Vier juga mengelap air mata Mella. Namun, tiba-tiba Mella mendorong Vier menjauh dengan muka yang terlihat ketakutan.
"A.. Apa yang ada di sisi mulutmu, Vier?" Dengan tatapan aneh, Mella menyuruh Vier untuk berdiri di depan kaca.
Walaupun merasa ada yang aneh dengan Mella, Vier tetap menuruti pacarnya itu dan berdiri di depan kaca. Dengan malas, Vier menghadap ke arah kaca. Namun, pada saat yang sama dia diam membatu melihat hal aneh di sisi mulutnya.
"I.. Ini.. Darah?!" Ucap Vier, dengan tatapan tidak percaya.
"Bagaimana bisa semua ini terjadi, bahkan di saat yang bersamaan. Terlalu naif, untuk di bilang kebetulan" Mella berjalan mundur, menjauhi Vier sambil menggelengkan kepalanya.
"Tunggu Mella, aku sendiri tidak mengerti apa yang terjadi disini. Dan, apa maksudmu?" Tidak ingin Mella menjauh, Vier menarik tangan Mella agar menjelaskan maksudnya.
"Siapa kau sebenarnya, Vier?" Dengan mata menahan tangis dan kekecewaan, Mella bertanya terus terang pada Vier.
"Apa maksudmu, Mella?"
"Tentu saja, aku ini Vier. Aku ini pacarmu, Mella"
Vier benar-benar tidak habis pikir, bagaimana bisa Mella menanyakan hal yang sudah jelas. Sejujurnya, pertanyaan Mella cukup membuat emosi Vier naik saat ini.
"Pertama, aku terbangun dan melihat bekas gigitan penuh darah dengan tidak wajar"
"Kedua, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri. Kalau, di sisi mulutmu ada bekas darah"
"Apa ini semua wajar kalau, dibilang hanya kebetulan?"
Di saat itu juga, Vier seperti di hantam oleh ribuan ingatan yang selama ini terkubur rapat dalam pikirannya. Namun, Vier menganggap ini semua tidak lebih dari khayalannya. Ya, Vier menolak kenyataan bahwa dirinya berbeda dari manusia biasanya.
"Kenapa? Kau sudah ingat siapa dirimu?" Dengan nada sinis, Mella bertanya pada Vier.
"Bukan, ini semua bohong. Ini semua, hanya mimpiku saat tertidur!!" Vier berteriak penuh amarah, dia kecewa karena Mella tidak percaya padanya.
"Vier.. Dengarkan aku dulu, kumohon" Mella mencoba menghentikan amarah Vier yang sedikit demi sedikit semakin parah.
"Jangan, jangan mendekat! Menjauh dariku, Mella!"
Betapa terkejutnya Mella, karena saat ini dia melihat perubahan pada pacarnya itu. Ia pikir, semua kesimpulannya itu salah. Namun, saat ini Mella sendiri melihat bahwa Vier sudah sepenuhnya berubah menjadi vampire di depannya.
"Matamu menjadi merah dan gigimu mengeluarkan taring, Vier" Dengan nada lembut, Mella ingin Vier menerima kenyataan pada dirinya.
"Aku.." Vier kehabisan kata-kata, bahkan dia sendiri bingung dengan semua hal yang terjadi saat ini.
"Ternyata, selama ini aku adalah monster"
"Vier, kau bukan monster" Rambut Vier yang berantakan, di rapikan oleh Mella.
"Bagaimana bisa selama ini, aku hidup sebagai monster?"
"Dengarkan aku, Vier. Kau bukan monster, kau bahkan melindungiku dari bahaya" Kalau ditanya, tentu saja Mella merasa cukup takut.
Namun, Mella tidak ingin melihat Vier merasa hancur seperti saat ini. Di satu sisi, Mella mungkin memang takut. Tapi, Mella tidak memiliki pikiran ingin meninggalkan Vier di saat seperti ini.
"Melindungimu? Aku bahkan, ancaman terbesar bagimu Mella"
"Sudahlah Mella, mari kita selesaikan saja hubungan ini"
"Aku menolak, Vier"
"Tapi Mel, aku ini Vampir dan kamu manusia. Bagaimana bisa kita bersama?"
"Aku tidak peduli, mungkin akan butuh waktu menerima semuanya"
"Tapi, aku masih mencintaimu Vier" Mella memeluk Vier dengan erat, mencoba membuang rasa takutnya.
Karena bagaimana pun juga, Mella sudah menetapkan pilihannya. Pilihan bahwa, dia akan mencoba menerima Vier apa adanya. Karena bagi Mella, vampire seperti Vier juga memiliki hak untuk dicintai bukan?
"Tapi, aku bisa saja meminum darahmu Mella"
"Kalau begitu, jadikan juga aku vampire sepertimu"
"Tidak, pikirkan dengan baik Mella. Kenapa kamu membuang kehidupanmu, sebagai manusia dengan sia-sia begitu?"
"Kau sendiri tahu, Vier. Aku sudah, muak dengan semua ini"
"Baiklah, aku akan coba mencari tahu. Karena, aku sendiri masih asing dengan sosokku ini"
Mella tersenyum, melihat mata Vier yang kembali terlihat hidup. Mereka berdua berjalan ke arah balkon, sambil menggandengkan tangan bersama. Kemudian, mereka saling bertatapan satu sama lain.
"aku mencintaimu, Mr. Vampire" Ucap Mella, sambil menahan tawanya.
"Aku juga mencintaimu, Miss. Human" Balas Vier, sambil mengecup jidat Mella.
END.
Absurd ya, tapi mohon dukungannya!! 😣🥺♥️🙏