Hallo....
Nama ku Jesyla Nadia Syadika, dulu aku mempunyai sahabat karib bernama adam, aku tak tau nama lengkapnya siapa yang aku tau aku sering memanggilnya adam, dia teman baik ku di kota ini. Dia orang nya cuek tapi dia baik dan sayang sekali pada ku, berbanding terbalik dengan ku yang ceria penuh cerita.
Adam adalah satu satunya teman masa kecilku, kami sering bermain bersama dia sering memangil ku nadi karena menurut nya nadi adalah salah satu urat dipergelangan tangan yang jika itu putus maka akan mati, maka dari itu dia ingin selalu bersama ku dan memegang tangan ku agar kami tak putus. Tapi, setelah dewasa kami berpisah. Dia pergi saat dia menginjak kelas 1 SMP, jujur aku sangat kesepian karna dia adalah teman satu satu nya untuk ku. Aku tak tau alasan dia pergi meninggalkan ku.
"Kita pasti bertemu, jika kita bertemu nanti aku akan menjelaskan semuanya padamu dan aku tak akan melepaskan mu lagi nadi,,,aku berjanji!".
Itulah kata kata terakhir yang di ucapkan adam sebelum pergi.
Aku ingin sekali bertemu dengannya aku ingin menanyakan kenapa dia pergi tanpa alasan, aku rindu sekali senyuman hangat nya, dia sangat baik, perhatian dan aku sangat menyayanginya. Waktu itu usiaku 5 tahun dan dia 10 tahun, kami sering bersama sama dimana ada dia pasti ada aku di belakang nya.
***
20 tahun kemudian...
Sudah 20 tahun lebih kami tak bertemu sekarang mungkin usia nya sudah 25 tahunan hahah betapa tua nya dia.
Aku sudah dewasa sudah lulus kuliah dan sekarang aku mencari pekerjaan, aku pun di terima di sebuah perusahaan besar sebagai sekretaris karna aku cerdas, cantik dan aku lulusan universitas terbaik ditambah aku juga kompeten.
TOK TOK TOK...
"Permisi...". Tak ada sahutan dari dalam, akupun membuka pintu yang bertuliskan DIREKTUR UTAMA.
CKLEKKK...
Saat aku masuk aku melihat seseorang pria tampan, dengan tubuh menjulang tinggi sedang berdiri, dia berbalik lalu pandangan kami bertemu betapa indah bola matanya, hidung mancung dan rahangnya yang tegas, kami saling menatap dalam diam seolah kami pernah bertemu.
"Masyaallah, apakah dia zayn malik" batinku sambil melongo.
Aku pun gugup lalu memutuskan pandangan kami. Dia pun berjalan duduk di kursi kebesaran nya.
Kulihat papan nama dimeja bertuliskan DIREKTUR UTAMA DANIEL WIRATA A.
"hmmm....maaf pak saya sekertaris baru bapak dan saya sudah 1 minggu kerja di sini, ini dokumen yang harus bapa tanda tangani." Ku awali dengan deheman agar suasana tidak canggung. Dia menatap ku dengan dingin dan bertanya.
"Siapa nama anda?".
"Nama saya jesyla, bapak bisa panggil saya nad maksud saya jesi". Jawab ku sambil tersenyum, pokonya apapun keadaan nya aku harus mengawali dengan senyuman.
"Hmmm!" Jawab nya dengan dingin dan tidak memandang ku, lalu tangan lentik nya dengan lihay membolak-balikkan halaman dokumen sebelum ditanda tangani.
Hari pertama bertemu pak daniel semuanya terlihat normal, ruangan ku berhadapan dengan ruangan pak daniel, lebih tepatnya sihh bukan ruangan tapi tempat tertutup hanya berdinding kaca di sisi kiri dan kanan tapi itu semua terlihat elegan dan nyaman menurut ku.
Telpon berdering menandakan ada yang menelpon, kuangkat telepon tersebut.
"Hallo..."
"Cepat keruangan saya!" Ucap pak daniel.
Lalu telpon pun terputus begitu saja.
CKLEKKK...
"Ada yang bisa saya bantu pak" Kataku sambil tersenyum.
"Nanti malam saya akan menghadiri perjamuan kolegan saya, kamu harus ikut?" Tanya nya dengan begitu dingin.
"Oo..ohh iiyaa-aa pa-kk" Jawab ku gugup.
"Kamu boleh keluar". Kata pak Daniel
"Hufffftttt...Bagaimana ini aku datang pake baju apa nanti, gak mungkin kan pake baju biasa aja, bisa malu nanti pak daniel huh. Ahh bodo amat deh yang penting datang aja, haduhh tuntutan kerjaan tuh gini harus siap kapan pun". Gumamku di dalam hati.
Malam hari
Setelah memilah dan memilih gaun, akhirnya aku putuskan untuk memakai gaun berwarna nafi dengan rambut di biarkan tergerai menutupi punggung ku yang agak terbuka, polesan makeup yang tidak terlalu berlebihan yang terkesan natural melengkapi penampilan ku.
Ku langkahkan kaki menuju kediaman keluarga Wirata dan sebelumnya pak daniel memberitahu kan alamat rumah nya, dan ya rumahnya mewah dan gedong banget.
"Permisi..."
Tok tok tok...
Ku ketuk pintu rumah yang sangat besar dan mewah.
CKLEKKK..
Pintu terbuka menampakkan wanita paruh baya dengan memakai baju pelayan.
" Selamat malam". Sapaku berbasa basi.
"Anda siapa?". Tanya pelayan yang kira kira usianya sudah 50 tahunan.
Aku tersenyum "Saya sekertaris pak daniel, apa pak daniel ada?".
Tanpa menjawab pelayanan tersebut langsung menyuruh ku masuk.
"Silahkan masuk".
Aku duduk di sofa yang empuk dan nyaman, kulihat ruangan tersebut dekorasinya indah dan mewah yang terkesan sangat elegan, ruangan tersebut sangat luas dan megah.
"Emng bener sultan nih pak daniel". Kataku sambil cekikilan karna baru kali ini aku melihat rumah mewah dan ruangan yang sangat indah dan megah.
"Apa katamu?" Tiba-tiba pak daniel muncul dengan setelan jas berwarna nafi yang pas dengan tubuh indahnya, tak lupa jam tangan dan dasi yang melengkapi penampilan nya.
"Astaga,,,tampan sekali!". Kataku tanpa sadar melongo takjub dengan ciptaan tuhan yang sangat tampan ini.
"Apa?"
"Ahhh tidak pak" Kataku sambil tersenyum canggung.
"Ini sih bneran sodara zayn malik huhuhu tanpan sekali" batinku
Kami pun berjalan beriringan menuju mobil, lebih tepatnya aku di belakangnya dan dia di depanku, kuamati punggung pak danie.
"Emng bner ni orang cakep depan belakang, hadoh pengen aku peluk tuh punggung" gumamku sambil tersenyum geli.
Di dalam mobil dadaku tak henti hentinya berdegup kencang, jujur aku gak kuat melihat pak daniel begitu sempurna, aku tak menyia-nyiakan kesempatan ini aku terus memandangi wajah nya.
"Ahhhh bikin gagal fokus aja ni orang" gumam dalam hati.
"Tolong jaga mata mu itu, matamu hampir keluar karna memandangi ku terus cihh dasar ganjen" Kata pak daniel tersenyum sinis.
"Eehhh...apa sih pak aku gak mandangin bapak ya, bapak jangan GR, aku hanya memperhatikan ada upil dihidung bapa" Tanpa sadar aku berucap tidak sopan pada atasan ku yaitu pak daniel, aku menutup mulut ku dan memalingkan wajahku.
"Apa kau bilang hah" ucap pak daniel dengan kesalnya,
Muka pak daniel langsung merah bak kepiting rebus, haduhh makin tampan aja ni orang.
"Nggak pak becanda heheh" ucapku tersenyum geli melihat reaksinya.
Dan pak daniel pun terlihat kesal atas gurauan ku lalu pak danielpun melajukan mobil nya ke tempat tujuan.
30 menit kemudian...
Kami pun sudah sampai di acara tersebut, acaranya di adakan di bar mewah daerah kota A.
Deg deg deg...
"Ini tempat apaan sih, bukannya kita akan pergi ke perjamuan kolegan?" Gumam ku dalam hati.
ROSEes GOLDEN
Nama bar yang saat ini aku pandangi.
"Ayo masuk!" Kata pak daniel sambil menyodorkan tangannya.
Tanpa sadar aku malah memegang tangan pak daniel, karena aku belum pernah masuk tempat seperti ini jadi aku agak risih.
Kami pun masuk kedalam bar tersebut, pak daniel mengajak ku ke ruangan atas yaitu ruangan VVIP, dimana itu tempat diadakan perjamuan tersebut.
Terlihat disana banyak orang, mungkin itu kolegan pak daniel atau teman nya karena baru datang kami sudah si sambut para pria tampan.
"Hai broo baru dateng lu, anjirrr lu bawa kecengan ni, cantik juga ya" Seseorang menyapa pak daniel mungkin itu teman akrab nya karena ngomong nya lu lu lu, dan pria tersebut bernama andrea
Pak daniel hanya tersenyum masam tanpa menjawab sapaan andrea.
Pak andrea pun mengikuti kami karena pak daniel di panggil oleh orang yang punya party.
"Niel sini" Seseorang memanggil pak daniel dia adalah dery vero, ternyata yang dimaksud pak daniel menghadiri acara perjamuan kolegan itu adalah acara ulang tahun dery vero, astaga aku di bohongi pak Daniel.
"Happy birthday ya bro, panjang umur lu, dan moga cepet punya anak". Pak daniel berucap setengan meledek pada dery yang diketahui belum mempunyai anak padahal usia pernikahan nya sudah 1 tahun.
"Makasih bro, gw mah mau seneng seneng dulu aja, doain aja ya moga tokcer malam ini" Kata dery dengan tersenyum masam. Merekapun seketika tertawa.
"Siapa ni?" Tanya dery padaku.
Aku hanya celengak celinguk tak mengerti.
"Hey ko malah celengak celingku" Tanya dery lagi.
"Aku" Aku menunjuk diri ku sendiri.
"Ohhh, aku sekk...". Belum sempat aku menjawab, pak daniel langsung berkata.
"Doi gw" Pak daniel menatap ku dan tersenyum kaku.
Aku pun hanya melongo kaget.
"Apaan sihh pak daniel bikin hati bahagia aja, baru pertama ketemu aja udah doi doi-an" Gumam ku di dalam hati sambil senyum senyum.
"Ahh gw gak percaya, diantara kita kan lu aja yang ga normal, masa umur udah tua masih ngejomblo". Kata dery sambil tertawa meledek pak daniel.
Tanpa diduga pak daniel malah mencium bibir ku. Akupun terkejut tak menyangka, pak daniel mencuri ciuman kedua ku setelah adam, ya tuhan aku bermimpi apa di cium oleh pria tampan dan dia adalah atasanku.
Aku mengerejapkan mataku, lalu akupun tersadar dan mendorong bahu pak daniel. Dery dan andrea pun menatap kami berdua lalu mereka berdua tertawa, betapa malu nya aku, lalu akupun memalingkan wajah ku dari hadapan pak daniel.
" Puas lu pada, sekarang percaya kan, udah jangan ledekin gw terus". Kata pak Daniel kesal.
Seminggu setelah kejadian itu aku belum bertemu lagi dengan pak daniel karena dia sering bersama asistennya jika ada urusan, kami terakhir bertemu saat ulang tahun dery vero.
Hari hari yang kulalui normal normal saja, tapi setelah satu bulan berlalu aku di panggil oleh pak daniel ke ruangannya. Jujur saat itu aku deg deg an dan ada rasa canggung dalam diri ku.
CKLEKKK...
"Bapak manggil saya?" Aku bertanya gugup pada pak daniel.
"Langsung saja, saya mau minta maaf atas kejadian tempo hari saat kita di acara ulangtahun dery teman saya". Kata pak daniel to the point.
"Ehhh ii. iya-aa pa-k ti-da-ak apa-apa". Kataku gugup, pasalnya aku terlalu malu jika harus membicarakan hal tersebut.
"Apaan sihh pak Daniel bahas masalah itu kan aku malu, apalagi dia seperti tidak punya salah. Hmmm dasar muka es". Umpatan ku dalam hati.
"Apakah kamu tidak marah jesi?". Tanya pak daniel.
"What? Jesi ayolah pak apalagi ini, baru pertama kali dia memanggil nama ku, sungguh ironis" Gumam ku dalam hati.
"Ahh tiidaak apa-apa pak, lagi pula itu ciuman keduaku". Kataku tersenyum akupun tersadar dengan ucapan ku lalu menutup mulutku.
Pak daniel mengangkat sebelah alisnya lalu berkata.
"Oh jadi kamu pernah melakukannya?"
"Ahh tidak tidak bapak salah paham, maksud saya saat saya berusia sekitar 5 tahun itu pun di balik pohon, bersama teman saya adam" Jelas ku panjang lebar, karena aku tak mau di katain murahan yang asal mau di cium sama siapa aja.
Deg...
"Di bawah pohon? Usia 5 tahun, apakah dia nadi, teman masa kecilku, saat aku di kota A, apakah dia perempuan polos dengan poni dan bando pink yang selalu melengkapi penampilan nya, apakah dia yang selalu bercerita ingin menikah dengan ku, apakah dia?" Isi hati pak daniel.
"Nama lengkap kamu siapa?" Tanya pak daniel kepadaku.
"Saya Jesyla Nadia Shadika" Jawab ku. Aku agak kesal pada pak Daniel karena aku sudah hampir 2 bulan bekerja tapi dia tak tau nama panjang ku.
"Kaa...kamu naa-naadi?". Tanya pak daniel pada ku dengan tergagap.
"Kenapa bapak tau nama panggilan adam?" Tanya ku, karena aku bingung kenapa pak daniel tau nama panggilan saat aku kecil bersama adam.
"Apa kamu tau saya siapa?". Tanya pak daniel kepada ku.
"Bapak direktur utama DANIEL WIRATA A.!" Kataku menjawab pertanyaan pak daniel.
"Apakah kamu tau nama terakhir saya?" Tanya pak daniel
"Saya tidak tau pak!" Kataku
"Nama terakhir saya adalah adam!".
Deggg...
"Aaa-daa-mmm. Maksud bapak, bapak adalah adam teman masa kecil saya?" Tanya ku memastikan.
"Iya, saya Daniel Wirata Adam!"
Aku masih tak percaya teman masa kecil ku adam dia dia adalah atasan ku yaitu daniel wirata adam, teman masa kecil dan aku pernah bermimpi ingin menikah dengannya.
Betapa bahagianya aku di pertemukan lagi dengan seseorang yang sangat ingin aku temui, aku rindu, ingin sekali aku memeluk adam tapi ini masih terlalu canggung. Akupun mengurungkan niatku untuk memeluknya, aku hanya bisa diam, tanpa sadar air mataku meluncur bebas ke bawah pipiku, tangis haru pun tak terbendung lagi.
Hening...
Kami menatap dalam diam, lalu pak daniel berdiri dari tempat duduknya, diapun langsung memeluk ku. Akupun langsung membalas pelukannya, aku menangis dalam pelukan pak daniel atau harus ku panggil adam.
"Kenapa waktu kecil kamu ninggalin aku sendiri?" Tanyaku masih dengan isakan tangis dalam pelukan adam.
"Maaf maaf maaf maafin aku nad, waktu itu kamu masih terlalu kecil buat ngerti masalah yang aku alami" Kata adam sambil mengelus punggung ku.
Aku masih terisak, karena aku masih tak menyangka akan di pertemukan dengan adam teman satu satu nya yang aku miliki.
Adam pun melepaskan pelukannya lalu dia menatap ku dalam dalam.
"Kamu gak marah kan? Kamu jangan nangis, aku gamau liat kamu nangis" Adam mengusap air mataku yang mengalir di pipi.
"Marah aku terlalu kecil buat rindu aku yang selalu besar, kecewa ku tertutupi dengan bahagia yang aku rasakan saat ini" Kataku lalu tersenyum.
"Makasih, aku takan melepaskan kamu lagi nadi-ku".
Setelah pertemuan yang sangat menguras air mata bahagia itu. Adam pun duduk di sofa panjang yang ada diruangan nya, dia menarik tanganku lalu aku terjatuh di pangkuan nya lalu adam memeluk ku dari belakang.
"Biarkan seperti ini dulu, aku rindu" Bisik adam di telinga ku. Aku pun mengangguk.
NYAMAN...
Satu kata itulah yang aku rasakan saat berada di pangkuan adam.
Adampun membuka pembicaraan mengenai alasan dia dulu pergi meninggalkanku.
"Alasan aku dulu ninggalin kamu, karena aku di suruh papah tinggal di negara X untuk menempuh pendidikan, karena nanti nya aku akan meneruskan perusahaan milik papah, aku pun tak tau jika papah sekaya itu yang mempunyai perusahaan, yang aku tau papah dan mamah bercerai lalu aku ikut mamah ke kota B dimana kamu tinggal, karena perekonomian mamah yang tidak memadai jadi kami pun hidup sederhana tapi bahagia, tapi sewaktu itu papah dateng kerumah dan ingin membawa ku pergi dari kota B, karena papah bilang istrinya yang baru itu mandul dan tak bisa memberikan keturunan, jadi papah bawa aku. Tapi mamah bersikeras mempertahankan ku, mamah pun memberikan syarat jika aku boleh ikut dengan papah asalkan dia juga ikut, lalu papah pun menyetujui nya. Aku dan mamah di bawa ke negara X. Tapi takdir berkata lain setelah 2 bulan kami tinggal disana, mamah meninggal karena sakit keras yang dialami nya, aku tak tau jika mamah saat itu sedang sakit, yang ku tau dia baik baik saja, tapi mungkin takdir berkata lain mamah pun meninggal, lalu akupun di bawa papah tinggal bersama nya di kediaman wirata, disana aku disayangi oleh ibu angkat ku, aku pun melanjutkan pendidikan ku. Setelah itu akupun resmi menjadi penerus perusahaan keluarga ku". Kurasakan air mata yang jatuh di pundaku, aku berbalik badan dan menatap adam yang sedang menangis aku pun tak kuat menahan tangis saat mendengar cerita adam, kami pun berpelukan.
Setelah aku tau alasan mengapa adam meninggalkan ku, aku pun akhirnya menerima alasan kepergian nya dulu.
Kediaman adam...
Sekarang kami sedang duduk berdua di meja makan, aku tak tau mengapa adam mengajaku ke rumah nya. Karena kulihat sekeliling tidak ada orang. Kami pun duduk berhadapan diantara meja persegi diatasnya terdapat bunga dan lilin yang terkesan romantis. Adam pun menepuk tangan nya dan pelayan pun datang membawa hidangan yang terlihat sangat menggiurkan.
"Ini acara apa pak?" Tanya ku pada adam.
"Pak?" Adam menaikan alis matanya sebelah.
"Hmm maksud saya adam?" Aku meralat perkataan ku barusan.
"Kamu nikmati saja hidangan yang tersaji ini yaaa" kata adam sambil tersenyum dan mengelus rambut ku.
Aku hanya bisa tersenyum bahagia atas perlakuan adam terhadap ku.
Setelah kami makan, pelayan pun menyajikan kudapan kue berwarna putih yang cantik tapi tak terlalu besar.
Lalu aku pun memotong kue tersebut dan aku kaget saat aku mengambil kue untuk ku berikan kepada adam ternyata aku melihat benda putih berkilau yang cantik, yaa itu adalah cincin berlian. Setelah itu adam pun berlutut sambil memegang bunga.
"Will you marry me?" Kata adam.
Aku pun kaget dengan lamaran adam ini, aku bertanya tanya dalam hati "ini nyatakan? Adam ngelamar aku. Tapi, ini terlalu cepet".
Aku hanya bisa mengangguk kan kepala tanda aku mau lalu Aku menerima bunga yang adam berikan, lalu adam memasang cincin tadi setelah itu adam mencium tangan ku. Adam pun bangit lalu kami saling tatap lalu adam mencium kening ku lama, lalu turun ke kedua mataku.
Kami pun berpelukan tanda kami sangat bahagia,
Keesokan harinya...
Kami pun berencana bertemu orang tua ku setelah itu bertemu dengan ayah adam.
Satu minggu kemudian kami pun memutuskan menikah. Acara pernikahan kami pun diadakan di hotel bintang lima di daerah kota A.
Kami pun akhirnya menikah dan hidup bahagia selamanya.
1 tahun kemudian...
Kami berdua di karuniai anak pertama yang aku namai
David Mayndra Pratama.
TAMAT