Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan dengan semua ini,aku rasa aku hanya seseorang yang bodoh menyalahkan orang lain yang bahkan tak pernah aku lihat langsung ataupun mengenalnya secara langsung.
Semuanya hanya melalui sosial media dirinya,aku tak sengaja mengenal mu sampai aku tertarik untuk mengikuti di dunia maya.terkadang aku berpikir aku sangat menganggumimu,bukan karna kau tampan atau kaya raya tapi karna aku mengagumi keimanan dan dedikasi dalam agama kita.
Berangan untuk bisa bersama mu pasti ada,bahkan rasa itu menjadi sesuatu yang nyata.aku masih sempat berpikir aku ini seperti wanita bodoh,jika Mencintai dalam diam seseorang yang ada disekitar ku mungkin masih terasa indah menyenangkan.
Tetapi diriku hanya bisa mencintai mu dalam diam dari kejauhan,bahkan kau tak tau namaku dan tak mengenal diriku hampir setahun aku mengenal dan melihat semau kegiatan mu lewat sosial mediamu.
Terkadang saat kau memberikan beberapa tausiyah dan pelajaran tentang kebaikan aku merasa sangat bahagia,ketika menyaksikan nya lewat hp yang ku punya akupun melihat beberapa perempuan juga mengagumi mu terutama akhlakmu.
Aku juga tidak bisa marah bahkan itu bukan hal yang wajar menurut ku,aku ini hanya sebagai pengagum yang sadar bahwa tak akan bisa hidup bersama mu.karna perbedaan terlalu jauh,bahkan aku sempat berpikir jika pun aku tidak bisa hidup bersama mu.
Aku ingin sekali bisa sekali bertemu dengan mu secara langsung,bahkan hanya bisa melihat mu langsung dari kejauhan pun aku rela.aku juga sempat meminjam namamu didalam doa ku,agar kita berjodoh tapi aku rasa itu tidak akan terjadi bahkan aku pernah tertawa merasa konyol hei kenapa kamu malah mendoakan dia.
Sedangkan dia tidak mengenalmu, kriteria nya pun pasti bukan kamu sadar sadar jangan buat diri bodoh dengan hal ini sudahlah lakukan saja yang Terbaik untuk hidup mu kini.ingat jodoh mu sudah ditentukan oleh sang maha kuasa,kau hanya perlu terus berusaha menjadi lebih baik agar kau mendapatkan yang terbaik juga.
Diriku berkata bagaimana aku tetap memperhatikan dia melalui postingan sosial medianya,aku selalu memiliki harapan kepadamu.aku terus mencoba memperbaiki diri walaupun memang bukan kau yang harus dijadikan tujuan utamaku berubah menjadi lebih baik.
Karna tujuan ku untuk berhijrah adalah hanya mengharapkan ridho ilahi Allah SWT,sampai akhirnya engkau menjatuhkan pilihan kepada perempuan lain.sepertinya dia memang memiliki kemampuan kelebihan dalam ilmu agama,tak seperti ku yang masih fakir akan ilmu tapi aku tak pernah berhenti untuk belajar akan hal itu.
Baik selama ini aku selalu bahagia dan menaruh harap kepadamu,meski aku sadar dan tau hal menyakitkan ini akan terjadi.itulah kehidupn sekarang ini, Mencintai melalui media sosial sama seperti ku aku mengenal nya bahkan mencari tau semua tentang dirinya.
Tapi dia hanya diam dan terus menebarkan kebaikan,sampai akhirnya dia menemukan pilihan hatinya.yang sudah pasti dan jelasnya bukan diriku,tapi andai kau tau saat orang-orang terdekatmu bahagia tersenyum lepas melihat dirimu akan meminangnya.
Kau harus tau disini ada hati yang tersakiti oleh mu,tapi engaku tak bersalah dan tidak juga akan mendapatkan dosa dari kesalahan mu menyakiti hati seorang perempuan.
Karna semua ini salah diriku sendiri,dan perempuan yang juga menaruh harapan padamu walaupun engkau tak mengenal kami sama sekali.mulai hari inipun aku berhenti mengagumi mu dan tidak akan mengikuti mu lagi disosial mediamu.
Karna jika hal itu terus aku lakukan,tentunya sakit hati ini akan terus menyakitkan bahkan tak sadar lagi dengan rasa benci ini.bahkan kau tau aku sampai membenci jodoh mu,tapi aku kembali sadar jika Mencintai itu boleh cinta itu indah hanya diri seseorang yang membuatnya menjadi menyakitkan.
Aku tetap mendoakan yang terbaik untuk mu dan dirinya,karna terus membenci dan mencaci dirimu melalui gamabr bahkan vidiomu hanya seperti membuang energi dan menjadi orang gila saja.
Kau dan dirinya tak salah tapi aku yang terlalu besar menaruh harapan untuk itu,menaruh harap terlalu besar juga sesuatu yang menyakitkan ketika yang kita harapkan tidak sesuai dengan yang kita harapkan.
Aku mencoba mengiklaskan itu semua,bahkan aku kembali sadar jika aku hanya Mencintai diriku sendiri karna kembali lagi ingat dia tidak mengenal mu kau bukan siapa-siapanya mengapa harus memberatkan pikiran dengan hal itu.
Hal paling menyakitkan memang berharap kepada manusia, tetapi kau juga harus sadar jika kau juga manusia kau adalah manusia yang terlalu berharap jadi ketika harapan tidak tercapai jangan lah membenci dan mendendam.
Apalagi kepada orang yang tak mengenal mu,itu sama saja kamu melakukan hal dosa untuk dirimu sendiri.apalagi dia juga selalu menolak rayuan dan semacamnya,karna dia harus menjaga hati perasaan semua orang agar tidak ada yang tersakiti.
Sebelumnya aku minta maaf karena aku rasa ini lebih tepat sebuah curahan hati perempuan,yang tersakiti karena harapan nya sendiri bukan karena kesalahan orang lain.tapi ini juga merupakan cerita pendek tentang kejadian kini yang memang banyak terjadi sekarang ini,aku pernah menemukan sebuah kata-kata yang mendefinisikan diri ku saat ini dan untuk nantinya agar terus bisa sabar dan mengiklaskan nya.
"Ada seseorang yang sedang saya kagumi saya tidak bisa mengatakan siapa dia kadang yang terindah tak diciptakan untuk dimiliki cukup pandangi dari jauh lalu syukuri bahwa ia ada disana untuk dikagumi dalam diam".
Semoga kita lebih bijak dalam menyikapi semua ini, jangan terlalu bersedih hanya karena seseorang yang tak kau kenal langsung bahkan dia juga tak mengenal mu.
Maka dari itu aku tak ingin menjadi ibunda Khadijah yang menyatakan perasaannya kepada Baginda nabi Muhammad Saw secara langsung.ingat jarak ku dan dirinya jauh bahkan di batasi pulau luas dan budaya yang jauh berbeda.
Aku juga tak ingin menjadi Fatimah Az-Zahra yang mencintai dalam diam, karena kisah Fatimah berakhir bahagia dia berjodoh dengan seorang yang ia kagumi dari lama.sedangkan aku mungkin dirimu juga,juga mencoba menjadi Fatimah Mencintai nya dalam diam tapi pada akhirnya dia tak berjodoh dengan mu karena itu memang bukan takdir mu.
Mencoba menjadi Zulaikha pun sangat sulit,tapi hal itu sudah aku lakukan ya mendekati sang pemilik hati sesungguhnya yaitu Allah SWT.kau terus berdoa disetiap sholat mu bahkan di sepertiga malam mu namanya masih kau sebut,tapi tetap saja sekarang ia dengan pilihannya dan akan menjadi keluarga.apakah aku masih ingin berdoa mengaharapkan dia agar tetap berjodoh dengan mu itu sesuatu hal bodoh dan hanya membuat mu terluka semakin dalam menimbulkan dosa dan mudarat untuk mu.
Dan apalagi aku berharap bisa menjadi seperti Laila yang sangat dicintai qois, karena itu tidak mungkin ingat sebentar lagi dia akan mengucapkan ijab Kabul dengan pilihannya tadi.sekali lagi jangan jadih orang bodoh lagi, cinta memang indah tapi tak menjamin kan untuk selalu indah.
Aku dan kau akan menemukan titik terindah dalam hidup dan takdir,jadi aku hanya bisa menjadi wanita akhir zaman yang ingin terus memperbaiki akhlak bukan hanya untuk perkara jodoh tapi untuk kehidupn setelah dunia akhirat.
Karena kita tidak tau jodoh yanga manakah akan menemuimu terlibih dahulu, jodoh pendamping hidup mu atau kau berjodoh dengan kematian.
Maka dari itu aku tidak ingin menjadi seperti mereka,karena menjadi mereka berempat pun mustahil maka dari itu jadilah wanita akhir zaman yang tetap menjadi perempuan yang mengutamakan kepentingan dan tuntutan ilmu agama bekal Akhirat.
Dari pada menjadi perempuan akhir zaman yang terus mengejar dunia bahkan,sampai lupa tempat kembali yang sesungguhnya godaan perempuan saat ini memang sangat sulit maka dari itu jadilah seorang perempuan Sholehah yang mengejar akhirat bukan dunia.
Apalagi tergila-gila untuk mengejar cinta seorang makhluk melalui jalur dosa,kita hanya sama-sama mengingatkan aku juga belum sempurna dalam hal itu tapi aku ingin kita bersama-sama menggapai kebaikan yang akan membawa kebahagiaan dunia akhirat itu.
بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم
SURAT CINTA UNTUK MU WAHAI MUSLIMAH
Bersembunyi Di Antara Mereka Yang Berlomba-lomba Menampilkan Diri Memang Tak Mudah.
Betapa Tidak,Ketika Aku Sedang Berjuang Begitu Banyak Godaan.Betapa Banyak Akhwat Yang Mempertontonkan Kecantikan,Memamerkan Keshalihan,Dan Saling Unjuk Perubahan.
Sementara Aku Berjuang Susah Payah Memperbaiki Akhlak,Memperbaiki Niat,Dan Menahan Diri Agar Tidak Menampilkan Diri.
Ah Rasanya Tak Mudah,Aku Wanita Yang Suka Keindahan.Tak Mengelak Aku Juga Suka Pujian,Tapi Apa Hanya Sebatas Itu Ku Kejar?.
Disaat Mereka Berlomba Untuk Tenar,Aku Mencoba Mengecilkan Diri.
Aku Ini Siapa?
Hamba Yang Dhoif,Yang Sedang Belajar Menjadi Baik.Lalu Jika Aku Tenar,Apa Benar-benar Ada Manfaat Kebaikan Yang Bisa Di Petik Semua Orang?Atau Justru Hadirku Membawa Kemudharatan.
Wahai Wanita.Tak Perlu Umbar Kemesraan Dengan Pasanganmu,Tak Perlu Pula Mencari Pembenaran Dengan Mengatakan Dibanding Harus Pacaran.Sebab Romantisme Tidak Harus Di Pertontonkan.Ada Adab Yang Harus Kita Amalkan Dalam Ketentuan Syar'iat Islam.
Tak Perlu Menampilkan Diri Untuk Menginspirasi,Bukankah 4 Wanita Terbaik Yang Di Jamin Syurga,Kisahnya Masih Abadi Hingga Kini Dan Akhir Nanti?.
Maka Teladanilah Ia (Khadijah,Fatimah,Maryam,Aisyah).
Sebab Bukan Fotomu,Bukan Penampilanmu,Bukan Gamismu,Dan Bukan Niqobmu.Tapi Pada Akhirnya Orang Akan Mencintaimu Karna Akhlakmu.
Kecantikan Pudar Di Makan Waktu,Ketenaran Hanya Sebatas Ujian Yang Sering Kali Membinasakanmu.
Hanya Akhlakmu,Lembutnya Perkataanmu,Kebaikanmu,Dan Dengan Ilmu Yang Ada Padamu Orang Akan Mengenangmu.
Tinggalkanlah Kebaikan Itu Ketika Engkau Telah Tiada,Cukup Kebaikanmu Saja.
Teladanilah 4 Wanita Syurga.Jangan Engkau Tebarkan Fotomu,Yang Mungkin Justru Akan Memberatkan Hisabmu.
Hiasi Dirimu Dengan Akhlakul Karimah Dan Mahkotakan Dirimu Dengan Sifat Malu.
Sembunyikan Kecantikanmu Untuk Suamimu,Keshalihanmu Cukup Rabbmu Yang Tau,Serta Amal Baikmu Biarlah Menjadi Catatan Malaikatmu.
Tak Perlu Seluruh Dunia Tau,Tak Perlu.Niatkan Hijrah Karna Lillah Dan Berusahalah Untuk Kaffah.
Kejarlah Cinta Rabbmu.Semoga Malaikat Langit Memanggil-manggil Namamu
Muhasabah diri...
Semoga Bermanfaat...
Dipublikasikan Khadijah Ummu Rumaysho