summary
Pagi ini matahari tampak bersahabat,aku berjalan menyusuri pinggir pantai,hari ini pertama aku liburan di pantai Muara.Aku bukan tergolong wanita yang nekat dan pemberani, tetapi ini pertama kalinya aku liburan sendiri.Aku hanya ingin melepaskan semua beban ku dan penat ku, setelah peristiwa itu.
Episode 1
Pengakuan Genta.
flash back 3 hari yang lalu,
Hari ini ulangtahun Genta, kekasih ku,kami menjalani hubungan kurang lebih 5 Tahun,orang yang selalu aku banggakan didepan keluarga ku.
Aku sudah mempersiapkan kado spesial untuknya dan yang pasti aku sudah mempersiapkan diri, karena hari ini spesial.
Tetapi dalam beberapa hari ini dia begitu jarang menghubungi ku,mungkin karena dia sibuk dengan urusan pekerjaan nya, sampai membalas chat ku juga lupa. Aku paham, dia sibuk mempersiapkan masa depan kami.Mamah titip salam untuk Genta,karena harus keluar kota menghadiri meeting perusahaan.
Sampai dirumah Genta, suasananya cukup Ramai,tamu undangan banyak berdatangan, maklum Genta bukan hanya tampan tapi juga terkenal royal sehingga banyak memiliki teman.Aku dengan sangat Percaya diri masuk dengan kado ditangan ku,ku liat Genta tampak gagah dan tampan,aku maju dan segera melangkah menghampiri Genta, belum sempat aku melangkah, tiba-tiba datang dari seorang wanita cukup cantik dan menghampiri dia dan berbisik- bisik.
Genta tersenyum dan acara pun dimulai,aku masih diam ditempat semula, sepertinya Genta akan mengumumkan sesuatu.Aku deg degan,aku merasa akan ada suprise, mungkin ini alasan Genta tidak menghubungi ku. Dia menyampaikan sepatah dua patah kata,lalu mendapat kecupan dari mamah nya dan meniup kue ulang tahun nya dan melanjutkan kata-katanya.
"Para hadirin,hari ini saya sangat bahagia karena dipercaya kan Tuhan berumur 26 Tahun dan keluarga yang sangat baik serta teman teman yang selalu support saya,dan yang paling membahagiakan (mengeluarkan setangkai mawar),saya di percaya kan Tuhan untuk bertemu sang pujaan hati saya tepat pada waktunya"
seraya memberikan bunga itu kepada wanita itu.
semua bertepuk tangan.
Aku Sedari diam, seakan patung langsung sontak kaget dan berteriak suara ku cukup nyaring "Genta"
semua mata tertuju kepada ku termasuk Genta.
Aku maju,dan mendekati mereka "Bunga mawar itu bukan untuk Naira yah". aku bertanya seperti anak kecil.
Genta menatap ku dingin dan menghampiri ku lebih dekat "Naira,Maaf yah sudah dapat surat undangan aku kirim kemaren"tanya nya.
Ingatan ku kembali ke 3 hari yang lalu, benar aku mendapatkan surat undangan dari kurir,tapi aku lupa menaruh nya dimana dan tidak tahu dari siapa.
Aku mengangguk pelan"Tapi aku belum sempat membacanya Ta"dengan ekspresi lugu.
karena benar aku lupa menaruh nya dimana.
"ini Ivana calon tunangan ku"Ucap Genta
aku semakin tidak mengerti.
"Ta kamu ga bercanda,aku kan" Terpotong dengan cepat Genta,
"Makasih yah sudah datang, maaf jika selama ini aku berbohong,aku sebenarnya ga pernah suka dan serius sama kamu, kenapa,aku bosan sama tingkah kamu yang kekanakan, keluarga kamu yang super agresif dan Hidup kamu yang ga jelas, supaya teman teman ga salah paham, disini aku mengumumkan kita sudah tidak ada hubungan lagi"jelas nya
aku belum sempat berkata apa-apa, rasanya jantungku seperti ter tikam.
"Mengapa kamu, tiba tiba begini ta, Beberapa Minggu yang lalu semua baik-baik aja" rasanya kaki bergetar, tangan ku keringat dingin, kado ditangan ku hampir jatuh, dengan berusaha menahan air mata,aku berusaha tegak berdiri.
"Baik,aku berusaha mengerti apa yang kamu bicara kan,aku kira semua yang keluarga aku lakukan baik Ta dan aku kira kamu tulus dan serius sama aku, ternyata aku salah besar ya Ta, tadinya aku berharap menjadi orang yang spesial untuk kamu, bahkan mawar itu jadi milik ku, ternyata bukan" tambah ku,aku bingung berkata apa,aku langsung menyodorkan kado ulang tahun kepada nya.
"Selamat ulangtahun Ta ini kado untuk mu,dan tadi mamah ada titip salam untuk kamu" tanpa rasa malu, semua mata menatap ku entah geli atau apa,aku menguatkan kaki untuk melangkah dan mencari pintu keluar.
Aku seperti tamu tak diundang dan tak dikenal.
Genta kamu bukan seperti yang aku kenal.
Bersambung