Sore itu hujan baru saja berhenti, yang langsung tergantikan oleh senja kuning di langit sana. Banyak mitos soal senja kuning yang aku dengar, salah satunya tidak boleh ada diluar rumah saat senja kuning sedang berlangsung.
Tapi sekarang aku masih diluar, sedang berjalan untuk melanjutkan pulang ke rumah setelah terjebak hujan beberapa jam yang lalu. Karena aku lupa tak membawa payung. Dengan langkah cepat aku terus berjalan menuju rumah, tapi saat ingat kalau di rumah tidak ada siapa siapa, aku mampir sejenak ke warung nasi untuk membeli makan malam ku nanti.
Namun setelah selesai membeli makan dan berjalan keluar dari warung tersebut tiba-tiba aku merasakan seseorang berdiri di belakang ku. Karena aku juga melihat bayangan nya disana. Bayangan seorang lelaki yang seperti nya sebaya dengan ku, berambut mangkok dan menggunakan celana pendek selutut. Aku memperlambat langkah ku untuk menyisi, barangkali dia mau mendahului jalan ku. Tapi ternyata bayangan itu malah ikut berhenti jadi refleks aku berbalik dan sedikit kaget karena ternyata tak ada siapa siapa disana. Seketika bayangan yang tadi ku maksud pun juga ikut menghilang. Dengan cepat aku pun berlari dari sana dan langsung masuk lalu mengunci pintu rumah ku.
Aku sedikit bernafas lega setelah sampai di rumah. Lalu aku menyimpan makanan ku diatas meja yang bersebrangan dengan TV cembung milik ku itu dan duduk sambil menatap TV yang tak ku nyalakan. Namun betapa terkejut nya aku saat mendapati pantulan seseorang yang sedang berdiri di ambang pintu, bayangan nya sama percis dengan bayangan yang tadi mengikuti ku.
Aku terpaku dan tak berani menggerakan tubuh ku tapi tanpa sadar aku dengan cepat berbalik untuk memastikan kalau bayangan itu nyata atau cuma halusinasi ku saja.
Dan lagi-lagi tak ada siapa siapa disana.
Hari demi hari setelah kejadian itu aku jadi lebih sering merasakan keberadaan sesuatu di dekat ku, dengan bayangan yang sama juga. Aku sedikit takut juga khawatir, tapi aku tak berani menceritakan hal ini pada siapa pun jadi aku berusaha mengingat hal hal apa pun itu kalau kalau aku melakukan kesalahan tanpa ku sadari.
Aku kembali melamun saat sedang membuat mie instan di dapur, dan bayangan itu pun muncul lagi tapi kali ini aku bisa melihat nya melalui ekor mata ku. Dia berdiri di ambang pintu kamar mandi yang mengarah ke arah ku tapi aku hanya bisa melihat bagian badan nya sampai kebawah, aku tak bisa melihat wajah nya. Dengan cepat aku menoleh dan tetap kehilangan jejak nya lagi. Bergegas aku selesai kan acara memasak ku ini.
Dua hari setelah nya, aku yang masih sering melamun memikirkan hal yang sedang terjadi pada ku ini tiba-tiba mendapat pesan dari Rahma teman sekelas ku, yang berisikan..
"Firdaaaaaaa, tanggung jawab kamu. Aku jadi ga bisa tidur nihh gara gara kamu ngenalin temen hayalan kamu waktu itu. Kayanya dia ganggu aku sekarang huaaaaaaa..."
Aku kaget setelah membaca pesan tersebut dan sekarang aku ingat apa yang salah pada ku selama ini.
Siang itu saat di kelas, aku dan Rahma yang duduk di bangku paling belakang mengobrol membahas hantu yang ada di sekolah ini. Karena kita baru selesai main ouija yang kita buat menggunakan kertas. Karena Rahma penakut aku iseng menakutinya dengan berpura-pura bisa melihat sosok yang ikut bermain bersama kita tadi.
"Kenalin temen baru aku nama nya Jo, tadi dia ikut main sama kita." Ucapku sambil merangkul angin di sebelah kiri ku
Rahma kesal lalu memukul ku, "Galucu Firda.." dan seharian itu sampai pulang sekolah dia tak mau berbicara dengan ku
Tapi aku belum puas menakuti nya, "Jo ikut kita pulang ya, ohh apaa? Kamu mau ikut Rahma dulu! Ohh iyaa boleh gih sana.." ucapku yang masih menakuti Rahma dengan berpura-pura mengobrol dengan Jo yang tadi ku kenal kan itu
"Sumpah loh kamu sompral banget sih, awas aja kalo beneran ada yang ikutin aku sampe rumah." Ucap Rahma mengomeli ku, lalu kami pun berpisah karena aku sudah sampai rumah lebih dulu sedangkan Rahma berjalan dengan cepat setelah berpisah dengan ku
Dan besok nya Rahma tak masuk sekolah.. Aku yang pulang sendiri malah terjebak hujan karena tak membawa payung dan akhirnya memilih untuk berteduh dulu di ruko pinggir jalan.
Yang pada akhirnya, ternyata.. bayangan yang tadi nya hanya khayalan ku saja berubah menjadi nyata. Sosok itu ternyata benar mengikuti ku dan mengikuti skenario yang aku ucapkan selama menakuti Rahma.
Sedangkan Jo.. yaa teman khayalan yang tak sengaja aku buat itu masih selalu mengikuti ku hingga sekarang. Meskipun dia tak pernah menampakan dirinya, tapi bayangan nya akan selalu ada tepat disamping ku.
Selesai.