Beberapa tahun lalu aku pindah rumah, karena masalah ekonomi. Jadi sekarang aku tinggal di daerah yang jauh sekali dari ibu kota. Dan pagi ini aku sekeluarga berencana untuk pergi menggunjungi tetangga lama ku yang rumah nya tepat berasa disamping rumah ku saat itu.
Sesampainya disana, aku yang lebih dulu turun dari mobil berinisiatif untuk menekan bel rumah sambil menunggu keluarga ku yang lain turun dari mobil. Dan tak butuh waktu lama seseorang datang membukakan pintu rumah, aku terdiam menatap nya sebentar, menatap sosok lelaki yang dulu aku kenal ternyata sudah banyak berubah.
Aku dan seseorang yang membukakan pintu itu masih sama sama terdiam dan saling menatap canggung.
"Ehh Anna, sama siapa kesini?" yang tanpa aku sadari Tante Ely sudah berdiri di ambang pintu
"Eh Tante El.." ucapku sambil tersenyum malu
"Kesini sama mamah ayah tan, itu masih pada di mobil.. abis lama banget turun nya jadi Anna mampir duluan hehe." Balasku yang lalu menjelaskan
"Ohh yaudah ayo masuk, biar mamah sama ayah tante yang jemput kedepan." Ucap Tante Ely
Aku hanya mengangguk, lalu ku lihat Ina datang menghampiri ku dan lelaki itu pun pergi masuk ke dalam meninggalkan ku dan Ina tanpa mengatakan sepatah kata pun.
"Akhirnya dateng juga, kirain bakal nyasar karena udah lama banget ga kasini haha.." ucap Ina sekedar basa basi padaku
"Ehh Na, yang tadi itu Dion yaa?" aku yang tak sabaran pun malah mengalihkan pembicaraan dan langsung bertanya to the point pada Ina
"Iyaa Dion lah siapa lagi, beda banget ya dia.." balas Ina sambil mengisyaratkan ku untuk masuk kedalam rumah
Aku duduk di ruang tamu, lalu menatap kesekitar karena tempat ini sudah banyak berubah. Lalu pandangan ku tertuju pada photo besar di dekat aquarium. Yaa itu photo keluarga, ada Tante Ely, Om Ferdy, Ina juga Dion. Aku menatap nya sekilas karena Ina sudah kembali dengan membawakan ku segelas air minum. Lalu kami pun kembali mengobrol.
Ohh iya melihat respon Dion tadi, sepertinya dia sudah tak mengenali aku yang sekarang deh.
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, aku sekeluarga pun pamit pulang. Namun Dion tak menampakan batang hidung nya sedikit pun.
Dan karena rasa penasaran ku yang begitu besar, sepulang nya dari rumah Ina aku langsung mencari akun media sosial milik Dion, dan tak butuh waktu lama aku langsung mendapatkan nya. Tanpa pikir panjang lagi aku langsung meninggalkan pesan di akun milik nya.
"Dion masih inget aku ga?" Tulisku tanpa basa basi
Namun aku baru mendapatkan balasan dari Dion ke esokan hari nya.
"Anna mana ya?" Balasnya singkat
"Anna temen Ina, kemarin aku yang datang berkunjung ke rumah kamu. Kita kan dulu tetanggan." Ucapku menjelaskan sedetail mungkin
"Aku coba inget inget dulu yaa.."
"Iya Dion."
"Tapi maaf ya ternyata aku ga inget." balasnya lagi dan ternyata aku benar kalau dia tak ingat pada ku sama sekali
"Iyaa Dion gapapa."
Setelah nya, tak lama dari itu Dion kembali menghubungi ku dan meminta nomor ponsel ku. Ya tanpa pikir panjang aku langsung saja memberikan nomor ku, jadinya kita sering chatingan bahkan telphonan hampir setiap hari.
Namun setelah saling bertukar kabar, tanpa persiapan apa pun bahkan aku tak menduga nya kalau Dion tiba tiba nembak aku. Jujur aku sangat ragu, karena menurut ku ini terlalu cepat dan terkesan buru-buru, tapi Dion berusaha meyakinkan ku yang pada akhirnya aku menerima nya jadi pacar ku.
Setelah menjalin hubungan ini, aku bahkan tidak pernah bertemu dengan nya. Pertemuan pertama ku hanya saat dia membuka kan pintu rumah nya untuk ku, namun rasanya aku nyaman banget sama Dion. Aku sayang banget sama dia. Dion suka nyanyiin lagu sebelum aku tidur, dia jago banget main gitar, bahkan dia nyanyiin lagu yang dia buat sendiri khusus buat aku.
Akhirnya setelah sekian lama tiba-tiba dia ajak aku ketemuan, tapi ini udah terlalu malem buat pergi keluar. Dan aku juga tak diizin kan keluar rumah sama ayah, jadi dengan terpaksa aku menolaknya dan bilang padanya untuk ketemu besok pagi saja. Namun ke esokan hari nya dia menghilang entah kemana, tak membalas pesan ku dan tak memberi ku kabar sama sekali.
Anna~
Selesai.