Hai namaku putri amanda,seorang gadis biasa setelah aku lahir kedua orang tua ku sudah meninggalkan dan dibesarkan oleh seorang nenek disebuah rumah sederhana disuatu kampung yang damai.
Kalian pasti tau atau dapat membayangkan hidup tanpa sosok orang tua,dimana rasa sedih selalu mendatangi diriku ketika para orang tua yang maju ke depan mendampingi anaknya mengambil rapot dan menerima hadiah juara.
Aku beruntung bisa dididik oleh nenekku yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan,satu pesan yang paling aku ingat dan menjadi pedoman hidupku "putri cucu nenek yang paling nenek sayang tolong dengarkan baik-baik terus kejar pendidikan dan cita-citamu sampai engkau mendapatkannya.karna hanya itulah harta terbesarmu satu-satunya,karna nenek tidak mempunyai harta untuk bekal hidupmu nantinya jika nenek meninggalkanmu".
Benar apa yang dikatakan nenek aku harus berjuang menggapai cita-citaku,karna nenek hanya menemaniku sampai aku menyelesaikan bangku sma.
Pendidikan ku selanjutnya dibantu oleh beasiswa yang kudapatkan dari sekolah,dan biaya hidup dibantu oleh pamanku itupun hasil dari penjualan rumah nenek.sebenarnya aku tidak sampai hati untuk menjual rumah nenek,tapi ini sudah menjadi wasiat nenek apapun akan dia lakukan agar aku tetap melanjutkan pendidikan.
Dari hasil penjualan rumah nenekpun harus dibagi dengan membiayai anak paman ku della,yang juga seusia denganku bahkan satu kampus denganku.kalian pasti tau bagaimana sikap sepupu ku terhadapku,tapi aku harus tetap kuat ingat keinginan nenek aku bisa menggapai cita-citaku.
Aku juga memiliki seorang sahabat akrab ya dia seorang laki-laki,yusuf namanya kami sudah bersahabat dari kecil denganya.kenapa aku sangat senang bersahabat dengannya,karna dia seorang anak pak kades dikampungku yang terkenal kaya dan juga ramah.
Yusuf bahkan tidak malu berteman denganku,dia juga pemuda yang pintar banyak perempuan yang mengaguminya begitu juga aku.tapi aku selalu sadar akan diriku ini,keluarganya juga baik denganku tapi sepertinya orang tua yusuf tidak suka sepertinya jika aku terlalu dekat dengannya.
Namun keluarga dia tidak terlalu memperlihat kebencian atau rasa tidak suka padaku,tapi aku sendiri yang merasakan hal itu.aku juga sadar aku hanya gadis biasa,jelek dan sedikit gemuk aku juga tidak tau kenapa yusuf mau berteman dengaku.
Ketika aku memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang kuliah yusuf memilih ikut tes kepolisian,walaupun kami cukup jauh berbeda tapi masih satu kota.kami saling support satu sama lain,mungkin sosok lemah lembut dan kharisma yusuf yang membuat banyak perempuan terpikat kepada yusuf.
Akupun juga memulai perkuliahan,aku mengambil jurusan pendidikan sekolah dasar itu juga salah satu keinginan nenek akupun juga suka dengan anak kecil.hari-hari terus aku jalani begitu juga dengan yusuf seiring berjalannya waktu yusuf dinyatakan lulus dikepolisian.
Aku sangat senang mendengar kabar itu,kami sempat bertemu waktu itu disebuah cafe.terlihat wajah bahagia dan sumringah dari yusuf,acara syukuran akan diaadakan oleh pak kades dikampung ya ayahnya yusuf.
Yusuf sempat mengajakku untuk pulang dan menghadiri acaranya."put kita pulang aja dulu yuk ayahku akan mengadakan acara syukuran untukku kamu harus datang pokoknya".
Maaf suf aku kayaknya gak bisa,kan kamu tau nanti paman malah marah jika aku harus pulang dan perlu biaya lagi."kalo kendalanya biaya gak perlu kawatir kan kamu pulangnya sama aku kita naik motor bareng put".
Gak usah suf aku disini aja tapi aku janji akan nemanin kamu kemana aja,atau perlu bantuan aku pasti selalu ada buat kamu my freind." ya udah deh tapi kalo aku perlu bantuan kamu harus tolongin ya janji" iya aku janji yaudah sekarang kita balik aja ya kamu kan ngantarin aku.
"Iya lah put aku ngantarin kamu tapi aku sekalian pamit besok aku udah mau pulang ya put",iya aku titip salam aja buat paman sama bibi kalo dia hadir juga diacara kamu nanti.
"Kalo itu aja sih gampang put,satu lagi ketika acara pelantikan aku mau kamu harus ikut dan gak boleh nolak lagian acaranya disini kok dikota ini".oke siap suf tenang aja kalo masalah itu aku janji deh,udah sana balik ahh suf ngomong terus nanti gak balik-balik ni.
"Yaudah aku pamit dulu,sampai jumpa put",yusufpun pergi meninggalkan ku didepan gerbang kosanku akupun bukan langsung masuk kekosan tapi menuju memesan ojol untuk mengantarku pergi bekerja disebuah toko pakaian wanita modis.
Aku beruntung bisa bekerja disitu walaupun hanya bagian gudang dan menyusun pakaian disaat toko akan dibuka.aku sadar diri akan kehidupanku paman dan bibi hanya membiayai biaya perlengkapanku seperti buku dan semacamnya.
Untuk perkuliahan dari beasiswa yang ku terima,aku bekerja untuk membiayai hidupku dan kosanku untung saja pekerjaanku dimulai dari jam 5 shubuh sampai jam 8 pagi.jadi aku masih bisa mengaturnya dengan perkuliahanku,itulah hari-hari yang aku lalui meski terkadang terasa melelahkan namun aku harus tetap sabar dan ikhlas.
Hari demi hari terus dilalui tibalah saatnya yusuf,dilantik diacara kepolisian itu sebenarnya aku tidak ingin pergi.karna rasanya aku tidak pantas hadir disana tapi demi memenuhi janjiku pada yusuf,aku harus hadir kesana.
Sulit ku ceritakan tentang hal yang aku terima waktu itu,aku sempat pergi dan hadir disana aku tidak melihat yusuf disitu hanya keluarganya dan kakak perempuan kak dea yang sedikit sombong dan keras.
Dari kejauhan aku mencoba melihat dan mencari yusuf,disaat aku mencoba memanggil yusuf tiba-tiba kak dea mencegahku "hei putri kamu juga datang kesini,tapi kenapa kamu bisa kesini juga emangnya kamu mau ketemu siapa?".
Aku diundang yusuf kak,"aduh yusuf emang bodoh banget ya ngapain juga kamu diundang,apalagi orang jelek kayak kamu disini gak cocok upps maaf ya put tapikan emang jelek".
Iya gakpapa kak,kalo putri emang gak boleh disini putri pamit aja titip salam aja sama yusuf ya kak."alah gak usah titip salam pergi aja sana,satu lagi kamu harus tau kalo kamu tetap disini nanti ayah sama ibu malah memperlakukan kamu sama seperti saya ke kamu".
Kalian semua baik kok kak,putri juga sadar diri putri kesini pun cuma nepati janji sama yusuf buat hadir sekarangkan udah hadir jadi putri pamit dulu kak aku menyodorkan tanganku kepada kak putri."udah gak usah salaman segala" yaudah putri pergi dulu kak assalamualaikum "waalaikumsalam".
Aku pergi dengan hati yang sedih dan sedikit terluka,tapi tak mengapa semua ini memang benar ketika semua orang menyakiti bahkan merendahkan aku selalu mengingat nenek.
Dan tak perlu mengkawatirkan semua ini,aku pergi menuju keluar saat barjalan tak sengaja air mataku terjatuh dan akupun tak sengaja bertabrakan dengan seorang pemuda juga.
Sepertinya dia juga sedang ikut pelantikan ini karna baru lulus kepolisian juga,akupun terjatuh begitu juga dia"maaf aku minta maaf aku tak sengaja menabrakmu karna aku takut terlambat keacara ini".
Ternyata dia seorang pemuda yang tampan,tidak apa-apa aku baik-baik saja "tapi kenapa kamu terlihat sedang menangis".tidak aku tidak apa-apa baiklah aku permisi dulu aku langsung pergi meninggalkan pemuda itu,aku terus melangkah menuju kosan ku sambil terus mengusap air mata yang berjatuhan.
Ohh ya sepupuku sindy tidak mengekos ditempat sepertiku,yang sederhana tapi dikontrakan yang lebih bagus dan elit bahkan makanannya selalu dipesan sudah lah terlalu mengikuti orang-orang membuat hidup akan sulit.
Saat sampai dikos aku hanya kepikiran dengan yusuf aku takut yusuf akan marah kepadaku,tapi ini sudah terjadi sudahlah daripada aku harus membuat banyak orang benci dan risih dengan kehadiranku.
Hari berikutnya aku sudah tidak pernah lagi,mendapatkan informasi atau saling mengabari mungkin yusuf sedang sibuk dengan status atau kewajibannya setelah lulus menjadi seorang polisi.
Bahkan setahun berganti aku masih tak bertemu lagi dengan yusuf aku sangat rindu sekali dengannya.hemm mungkin kami memang tidak diizinkan bersahabat dan bertemu lagi,tapi sepertinya kak dea pun tidak suka denganku.
Lebih baik sekarang aku tidak mengganggunya lagi,kuliahanku pun berjalan lancar dan selalu mendapatkan nilai yang bagus.paman dan bibi sering berkunjung ketempat sindy saja,aku selalu diajak tapi aku harus berangkat dengan ojek ke tempat sindy.
Aku selalu mereka ajak pergi kemanapun,tapi rasanya aku seperti seorang pembantu saja.ketika ke mall aku selalu membawakan barang belanjaan mereka,tapi aku senang diajak oleh mereka walaupun perlakuan mereka kurang menyenangkan.
Sesekali aku izin ke toilet untuk melepaskan air mataku,dan kembali tersenyum ketika kembali kepada mereka.setelah selesai berbelanja mereka akan duluan ke tempat makan atau cafe mahal di mall ini,sedangkan aku harus membawa semua belanjaan dan diberi uang receh untuk membeli makan di warung atau dagangan jajahan dipinggir jalan.
Ketika aku kesulitan membawa barang belanjaan tiba-tiba tanpa sengaja,aku menabrak seseorang ya ternyata orang yang sama seperti waktu itu pemuda diacara pelantikan kepolisian.
Maaf mas saya gak sengaja"loh kok kamu lagi kita hobi banget ya ketabrak gini,belanjaan kamu banyak juga ya".gak ini punya tante dan sepupu aku "mereka kemana kok malah kamu yang bawain semuanya" mereka lagi makan dicafe lantai atas.
"Terus kamu gak diajak gitu",gak gakpapa ohh ya kita belum kenalan nama aku putri nama kamu siapa "nama aku Zaen".wahh nama kamu bagus ya,"kamu juga put" kalo gitu makasih udah bantuin aku rapiin barang ini,aku duluan ya ke mobil zaen.
"Biar aku bantuin aja put daripada nanti kamu nabrak orang lagi gimana",nanti ngerepotin lagi mendingan gak usah deh kamu pasti tadi mau belanja juga kan udah kamu masuk aja biar aku aja yang bawa barang ini kemobil.
"Udah gakpapa put" diapun membantu ku membawa semua barang ini kemobil,sekali lagi makasih ya zaen udah mau bantuiin aku."sama-sama put,gimana kita ke dalam lagi cari cafe buat makan dan minum kamu pasti capekkan",gak usah zaen aku udah beli minuman dingin sama roti tadi didalam kebetulan aku beli dua ya udah ini buat kamu aja.
"Gak put gak usah aku udah minum sama makan tadi",bukannya kamu tadi bilang mau ke cafe buat minum sama makan sekarang malah nolak.kamu gak suka ya kalo cuma makan ini aja,tapi maaf ya aku adanya cuma ini "gakpapa put tapi serius ini buat kamu aja".
Zaen putri boleh nanya gak?"mautanya soal apa put" zaen kenal gak sama yusuf,"yusuf siapa ya put"yusuf prianda dia juga sama lulus dan ikut pelantikan waktu itu sama kamu.
"Yusuf prianda,tapi aku kurang kenal sih put nanti deh aku coba tanya sama yang teman ku yang lainya.berarti waktu itu kamu hadirin pelantikan dia ya,tapi kenapa malah kamunya nangis put".
Iya aku ngehadirin acara dia,kalo soal nangis itu gak aku gakpapa kok ya udah kayaknya kamu harus pergi duluan deh zaen maaf ya."tapi kenapa put" soalnya paman,tante,sama sepupuku udah menuju kesini aku takut nanti dia marah sama aku karna udah ngobrol sama orang lain apa lagi laki-laki,aku mohon kamu pergi ya zaen sampai jumpa.
Tepat setelah zaen pergi,mereka datang paman dan tante masuk menuju depan sedangkan aku dan sindy duduk ditengah.saat akan masuk sindy malah membuat seolah-olah aku menumpahkan makanan dan minuman ke bajunya,yang pasti karna itu paman apalagi tente marah besar.
Bahkan dia "kamu ini emang anak gak tau diri ya udah dibaikin malah ngelunjak kalo bukan karna wasiat almarhum ibu saya kamu udah saya buang dari dulu.sekarang kamu pulang sendiri dan uang perlengkapan kamu bibi kurangi ngerti".
Tapi tan ini bukan salah putri,"trus lo mau nyalahin gue gitu dasar pembawa sial gak tau diri banget sih".sindy mendorongku hingga terjatuh,"udah ma pa kita berangkat aja biarin dia balik ke kosnya sendirian".
Akupun hanya terdiam dan tidak mengejar mereka karna aku sadar diri,aku harus bangkit dan kembali kuat untuk melangkah demi membahagiakan nenek.meski aku tau nenek sudah bahagia dialam sana,tapi saat akan berdiri ada seseorang yang membantuku ya dia lagi zaen.
Loh zaen kok kamu masih disini,"kamu kenapa bisa sampe jatuh gini put" gakpapa cuma gak sengaja keseleo."put udahlah gak usah sok baik dan polos gitu aku ini udah besar dewasa,bukan anak kecil lagian aku lihat tadi perlakuan mereka ke kamu terutama sepupu kamu itu".
Aku sempat terkejut jika zaen melihat semua yang telah terjadi,udah aku gakpapa zaen kalo gitu aku permisi dulu ya aku harus balik ke kos duluan."aku anterin sekarang kamu diam aja gak usah ngebantah",ya udah aku mau "tapi aku heran sama kamu put kenapa masih baik sama mereka?".
Karna merekalah keluarga yang aku punya,jadi bagaimanapun perlakuan mereka aku bisa harus terima dan ikhlas ohh ya satu lagi kamu gak usah dekat-dekat sama aku lagi ya zaen.aku takut nanti akan terjadi hal yang kurang baik juga untuk ku dan kamu.
"Udah bel kamu gak usah kawatir selama sama aku kamu aman" tapi aku cuma bisa bilang makasih sama kalian orang-orang baik yang ada buat aku."jadi aku termasuk orang baik dalam hidup kamu" iya kamu baik sama aku,"kalo seandainya aku juga jahat kayak gimana put?".
Ya kamu lihat sendiri kan,kalo aku baik mereka gak aku tetap baikin mereka apalagi baik ketemu baik jadi baik banget deh gitu.ohh ya aku turun didepan gang itu aja karna mobil gak bisa lewat,pokonya sekali lagi aku mau ngucapin terima kasih sama kamu zaen karna kita sahabat.
Aku turun dulu ya dahh sampai ketemu,dua tahun kemudian aku masih tidak belum bertemu dengan yusuf bahkan zaen pun sudah tidak pernah bertemu denganku lagi.
Sudahlah ini adalah takdir ku,bahkan sampai aku menyelesaikan kuliah ku merekapun tidak pernah aku temui.hari ini sindy juga berhasil menamatkan kuliahnya meski dengan nilai yang seadanya,sedangkan aku berhasil mendapatkan nilai cumlaude namun itu tidak membuat paman dan tante bangga.
Selesai acara wisuda sindy serta paman dan tente pergi berwisata dan melepas bahagia bersama sindy.aku mencoba bicara kepada mereka tan putri gak ikut sama kalian ya putri mau pulang ke kampung aja ke makam nenek buat nunjukin semua ini.
"Ihh kegeeran banget lo put lagian siapa yang mau ngajak kamu"ucap sidny,"bener tu put kalo kamu mau pergi ya udah sana bahkan kamu gak pulang kerumah tante lagi malah itu tante lebih senang.sekarangkan kamu udah besar dan pasti udah bisa cari uang sendiri dan hidup mandiri ya kan put?".
Ya udah kalo tante maunya gitu putri akan pindah dari rumah tan,tapi putri masih bisa main kerumah tante sama ziarah ke kuburan nenekkan."terserah kamu deh pokoknya jangan nyusahin kami lagi,bahkan kalo seandainya nanti kamu mau nikah gak usah kasih tante dan pergi jauh-jauh.
"Tapi satu hal yang kamu ingat kamu harus tau terima kasih,karna tante udah mau biayain sekolah kamu ingat itu aja.udah mas sindy kita pergi sekarang aja ngapain buang-buang waktu buat mereka".
Tunggu dulu tante sindy putri boleh gak salaman dulu sama tante dan sindy paman juga.satu lagi putri pengen banget meluk tante boleh ya,habis itu putri janji gak akan ganggu kalian lagi untuk masalah uang putri janji gak akan lupa dan ngasih ke tante kalo uangnya udah ada ya.
"Ya udah bolehin aja ma kan ini terakhir dari pada dia melongo sendiri aja,gak ada yang dampingi kasian juga kan dia udah susah malang lagi dari kecil yaudah cepatan put".
Aku bersalaman dengan paman sambil meneteskan air mata,begitu juga sindy dan terakhir tante aku bersalaman dan memeluknya ini adalah hal yang paling membahagiakan untuk ku,bahkan aku melepaskan air mata selepas-lepasnya.
"udah ah put gak usah lama juga udah sana pergi,kamu kan mau pergi ke kampung udah pergi sana jangan ganggu waktu kami lagi".
akupun kembali meneteskan air mata dan melangkah menuju kosanku tapi hatiku bertambah sedih melihat keluarga temanku datang mendampingi mereka.
Sedangkan aku hanya bisa memasang senyum terpaksa karna jujur,saat ini hatiku menangis dan sungguh terluka.teman-temanku satu persatu berpamitan untuk pergi bersama keluarganya sedangkan aku harus pergi seorang diri.
Aku pun mengambil barang-barangku untuk ku bawa ke kampung,pakaian wisuda ini tidak akan aku lepas sampai berdiri didepan makam nenek.
Bertapa terkejutnya aku saat keluar membawa barangku dan melangkah menuju halaman,untuk menunggu taksi mengantarku ke terminal bis.tiba-tiba zaen berdiri dengan baju dinas polisinya dan sepertinya itu orangtuanya serta ada seorang nenek disitu.
Tak terasa air mataku kembali terkuras habis karna terharu melihat mereka,menyambutku aku langsung berlari dan memeluk zaen karna selama ini dia yang sudah menemaniku dan baik kepaku.
Meski beberapa tahun belakangan dia juga tidak ada kabar,tapi aku yakin dia akan menemui ku lagi.zaen aku senang banget bisa ketemu kamu lagi,akupun memeluk erat tubuh zaen yang kekar begitupun ia juga membalas pelukan ku dengan hangat.
Ohh iya mereka siapa zaen,"ini ayah ku ini ibuku,dan ini nenenkku kamu sayang bangetkan sama nenek kamu,jadi kamu boleh anggap neneku ini seperti nenek kamu juga"benaran zaen bararti aku boleh peluk nenek kamu "boleh lah bukan cuma nenek ibu juga pokonya kita semua boleh berpelukan".
Makasih banyak ya zaen kamu udah mau nemanin aku,dan beri hadiah paling indah buat ku mereka. mereka adalah hadia paling berharga buat aku sekali lagi aku ngucapin banyak makasih sama kamu.aku gak tau harus gimana lagi buat balas kebaikan kamu zaen sekali lagi makasih.
Akupun kembali memeluknya,dan kemudian dia mengatakan sesuatu sambil menyodorkan sepasang cincin"kalo kamu mau aku minta sih itupun kalo bisa balasannya ini aja".
Maksud kamu,kamu ngelamar aku dan mau jadiin aku istri kamu tapi ini serius zaen."iya put zaen sungguh-sungguh sama kamu kamipun sudah merestui kamu put".
Tapikan zean aku gak punya siapa-siapa,tante pun"udah aku udah ceritain semuanya sama mama papa juga nenek mereka mau kok nerima kamu apa adanya put".
Tapi putri mau ke kampung dulu zaen,aku udah tau semuanya pokoknya aku akan ngelakuin apa aja buat kamu asalkan kamu bahagia.setelah semua keinginan kamu tercapai kita langsung menikah kamu mau kan,tapi aku harus kerja dulu ngembaliin uangnya tante sama paman juga sindy.
"Udah kamu tenang aja itu jadi urusan aku",akhirnya semua keinginanku untuk kemakam nenek,memberikan sedikit uang untuk tante yang aku kirim melalui transfer dan hidup bahagia bersama zaen seseorang yang selalu ada untuk ku.
Bahkan dia juga berhati malaikat,aku bahagia bisa bersamamu dan aku akan menjadi seorang perempuan dan istri terbaik untukmu zaen.
Setelah menikah aku tinggal bersama zaen dirumahnya yang indah dan megah,serta dikelilingi orang baik.saat tak sengaja bersantai dihalaman rumah,aku masih penasaran dengan keberadaan yusuf.
Mas aku boleh tanya soal yusuf waktu itu gak,aku cuma mau tau kabar tentang dia karna bagaimanapun dia juga sahabat terbaik ku.apakah saat itu berhasil bertemu dengannya,"Aku bertemu dengan yusuf yang kau maksud itu put" jadi yusuf ada dimana mas aku ingin bertemu dia boleh ya mas.
"Baiklah akan ku antarkan engkau menemui mereka",maksud mas mereka siapa bukankah aku hanya ingin bertemu yusuf saja.
"Sudah ikuti aku saja" loh kenapa mas membawa ku ke pemakaman jangan sampai mas bilang jika yusuf sudah meninggal."itu benar put ini adalah kuburannya yusuf" tidak mas tidak mungkin ini bukan makam yusuf mas pasti bohong.
Perhatikanlah baik-baik nama dan tanggal lahirnya,bukankah engaku sahabat terbaiknya.tapi ini memang benar aku sempat tak sanggup berdiri dan terjatuh ketanah serta bersandar didekat mas zaen karna tak sanggup melihat sahabat terbaiku meninggal tanpa sepengetahuanku.
"disini bukan hanya yusuf saja,put ada kakak ibu dan ayah yusuf" kenapa mereka juga meninggal mas."mereka menjadi korban kecelakaan beruntut saat akan berwisata waktu tu,kecelakaan itu terjadi seminggu sebelum kita bertemu dimall waktu itu".
Tapi kenapa mas gak ngomong sama putri,"ini keinginan terakhir yusuf put dia juga yang sudah memberikan amanah menjaga mu put."awalnya mas pun juga tidak menyukaimu tapi saat melihat kelembutan hatimu serta sikapmu membuat aku yakin apa yang yusuf katakan".
"Kamu bukan manusia tapi bidadari berhati lembut",aku juga bisa jahat atau menjadi buruk mas tapi nenek berpesan tidak ada gunanya memiliki sifat seperti itu.
"Baiklah kamu harus bisa mengiklaskan semuanya,sekarang kita harus bisa menata kehidupan yang baik untuk kedepannya.dan aku berjanji untuk menjagaku dan membahagiakan mu",aku juga akan menjadi perempuan terbaik dalam hidupmu mas zaen.kamipun saling berpelukan dihadapan makam yusuf,berselang beberapa bulan setelah itu aku hamil dan akhirnya melahirkan seorang bayi laki-laki.
Aku dan mas zean memutuskan untuk memberi nama anak kami,Yusuf Zeanda.hidup kami selalu bahagia karna dikelilingi orang baik-baik,semoga kebahagian ini sampai akhir hayat hidup kami.
Jangan lupa baca juga novel aku ya dengan judul
-Ibu Muda Pengganti