Di malam yang sunyi,aku sedang meratap ke arah langit dari jendela kamarku. Aku memandang luasnya langit serta betapa banyak dan indahnya bintang yang bertaburan disana.
Ah,betapa indahnya ciptaan-Mu Tuhan.
Tapi aku sadar,tak semua ciptaan-Mu bisa kumiliki. Terkadang beberapa ciptaan-Mu hanya untuk kupandangi dari jauh,karna mustahil bagiku untuk mengapainya.
Tak terasa air mataku menetes, perih rasanya ketika harus menerima kenyataan itu. Tapi aku ingin belajar menerima semuanya,bersyukur atas apa yang ada dalam hidupku. Hanya dengan memandang keindahannya dari jauh membuat hatiku menghangat.
Di malam ini, aku kembali teringat makhluk ciptaan Tuhan yang begitu indah yang Tuhan anugerahkan dalam kehidupanku beberapa tahun yang lalu.
Makhluk ciptaan berwujud malaikat tak bersayap yang membuatku aku merasakan sebuah anugerah lain yang memberikan'ku sejuta rasa namun tak terlihat,yaitu cinta.
Tapi sayangnya,dia dihadirkan hanya untuk membuat'ku merasakan,bukan memberi rasa yang dimilikinya kepadaku. Banyak hal yang aku mengerti ketika mengenalnya,terutama tentang sebuah keindahan yang tak bisa kumiliki karena dia milik orang lain.
Di setiap malam,aku hanya berani menyebutnya dalam doa-doa'ku,berharap agar Tuhan mengahdirkan dia untuk aku miliki. Egois memang,tapi apa boleh buat.
Aku memang tidak bisa merebutnya dari pemilik aslinya,tapi aku tau,bahwa aku bisa meminta kepada Tuhan agar dia menjadi milik'ku.
Tapi sepertinya Tuhan berkehendak lain,karena dia menginginkan aku menjadi pengagum dari jauh,bukan pemiliknya.
Maka dari itu, di malam-malam berikutnya,aku hanya berdoa agar dia bahagia bersama pemiliknya,dan kebahagiaanya akan kupandangi dari jauh untuk aku nikmati.