"ran lo yakin mau uji nyali dirumah itu?"tanya amel
"yakin lah mel,noh yaya udah masuk tuh"tunjuk rana kearah yaya yang sudah melewati pagar rumah angker tersebut
"cepetan, kalau gak mau? pulang sana"ucap rana dengan jengkelnya
"aku ikut, aku takut pulang sendiri"ucap amel bersembunyi dibelakang rana, kemudian rana bersiap melompat kearah pagar namun saat rana ingin melompat bajunya ditarik oleh seseorang
"amel jangan narik bajuku dong"ucap rana kesal
"apa maksudnya?"tanya amel bingung yang sudah melompati pagar
"ya?"tanya rana kepada yaya
"he'em"ucap yaya menyembulkan kepalanya dibalik tubuh amel
"lalu yang narik bajuku siapa"ucap rana dengan menelan ludah nya susah payah dan memberanikan diri untuk menengok kebelakang
''hihih"
"ahkkkkkkk"teriak rana dengan keras melihat seorang anak memengang bajunya dengan wajah yang rusak dan darahnya ada dimana mana
"rana,rana,rana lo kenapa"tanya amel ketakutan mendengar teriakan rana
"i....t...u"ucap rana ketakutan menutup matanya dan menunjukan baju nya yang ditarik
amel dengan cepat melihat arah yang ditunjuk rana
"apaan sih bikin takut aja,itu baju lo nyakut doang di pagar"ucap amel kesal
dengan cepat rana melihatnya lagi dan benar saja bajunya nyakut dipagar
"cepetan lompat"ucap amel
"oke oke"rana dengan cepat melompati pagar rumah itu
rana menyalakan senter ponselnya sedangkan amel menggunakan senter biasa dari tadi
amel sangat terkejut saat senternya menangkap seseorang sedang berlari dari jendela rumah angker itu
"yaya,lo kok berani banget sih kesini"tanya amel pada yaya dan hanya mendapat deheman yang membuat amel semakin merinding
"mel,ya, cepet masuk gih"ucap rana yang sudah ada didepan pintu rumah angker itu
"rumahnya sederhana yah"ucap amel memasuki rumah tersebut dan melihag ruang tamunya tak terlalu besar
"iya sebab yang punya adalah orang sederhana"ucap yaya membuat amel dam rana terkejut
"loh kok tau?"tanya rana
"karna kalau merek Kaya mereka akan punya rumah yang besar dan mewah"ucap yaya lagi
rana amel dan yaya kemudian berjalan menuju ruang dapur yang hanya butuh beberapa langkah
'kok kakiku terasa berat'ucap rana dalam hati berusaha mengakat kakinya namun tak bisa
''mel bantui kakiku gak bisa diangkat"ucap rana panik sekaligus takut ada hantu yang memengang kakinya
amel dengan cepat berbalik dan membantu rana mengangkat kakinya namun saat amel mengangkatnya tak terasa berat apa pun
"lo kok bohong sih, tau gak aku panik banget tadi"ucap amel kesal
"hehe sorry"ucap rana bingung. padahal dia yakin apa yang dirasakannya tadi adalah nyata
"yaudah yuk jalan lagi"ucap amel melangkahkan kakinya
"mel, mel.... itu itu"ucap rana ketakutan hingga tubuhnya gemetaran. rana melihat sosok seorang nenek memengang tongkat dengan wajah yang sudah sangat tua tersenyum dengan menyeramkan kearahnya
saat amel berbalik wajah amel tiba tiba berubah menjadi menyeramkan, tanganya patah, matanya jatuh kelantai dan darah mengalir dari perutnya. rana yang melihat penampakan menyeramkan itu gemetaran hingga terjatuh kelantai
"ran,ran ran"ucap amel panik melihat wajah rana yang pucat pasih dan tubuh gemetaran. rana tersadar saat mendengar ucapan amel
'amel baik baik saja berarti tadi mungkin halusinasi... haahaha pasti halusinasi'ucap rana membohongi dirinya sendiri walau dia yakin apa yang dilihatnya bukanlah halusinasi
''kamarnya gak keliatan angker yah''ucap amel saat melihat kamar tersebut bersih dan hanya da beberapa debu tidak seperti dapur dan ruang tamu memiliki banyak debu dan sampah berserakan
"karna sang nenek yang tinggal dikamar ini suka kebersihan"ucap yaya membuat rana terkejut mendengar kata nenek
'tidak, tidak, pasti hanya kebutulan, benar, kebetulan, hahaha...'ucap rana dalam hati dengan wajah yang sudah penub keringat dingin
"bagaimana kau tau"tanya amel yang hanya mendapat senyuman dari yaya
tin tin
rana melihat ponselnya dan mendapat pesan dari yaya
aku gak ikut yah gak boleh sama mama
kata mama juga sebaiknya kamu gak kesana
katanya ada nenek lampir
rana yang melihat pesan yaya gemetaran dengan hebat dengan wajah yang pucat seperti mayat. amel yang penasaran apa yang dilihat rana melihat ponsel rana dan terkejut. perlahan amel mendongakkan kepalanya dan melihat wajah yaya yang bersamanya
"hi...hihihi"
sebuah sosok besar dengan memakai pakaian hitam,kuku yang tajam yang penuh darah, wajah yang hancur hingga membuat organ kepalanya terlihat
amel dan rana dengan cepat berlari keluar rumah angker tersebut, melewati pagar dan berjalan melewati hutan hutan. amel teringat dengan cerita bapak bapak yang sering nongkrong ditoko mamanya
"nenek yang ada ditengah hutan angker itu katanya suka makan organ gadis muda yang masih perawan dan merusak wajahnya"ucap salah seorang pelangan toko amel dan terus ditambah tambahi dengan hal hal mengerikan lainnya
rana terus berlari dengan kencang tanpa menengok kebelakang namun amel menengokkan kepalanya hingga membuatnya tersandung saat melihat sosok nenek itu terbang mengejarnya
"RANA!!!!!!!"teriak amel saat nenek tersebut menarik kakinya, menyeretnya kembali kerumah angker tersebut. wajah amel dan tububnya berdarah dengan banyak karna diseret oleh sosok nenek tersebut
rana yang mendengarnya hanya dapat menahan rasa bersalahnya mengajak amel kesana dan terus berlari dengan kencang.
setibanya dijalan raya banyak pemuda dan bapak bapak yang sedang mengawasi kampung terkejut melihat rana dengan wajah pucatnya berlari keluar dari hutan
"neng, gak apa apa?"tanya salah satu bapak bapak
"hiks.. amel amel diseret oleh sosok nenek nenek"ucap rana menangis dengan keras hingga seorang ibu ibu datang memeluk rana
"nak tenanglah tenang"ucap ibu tersebut
"aduh bagaimana ini"tanya seorang bapak bapak yang tak berani kesana
"kita kerumah pak kyai aja"ucap salah seorang santri yang juga sedang berjaga juga
"yaudah ayo, kita harus cepat sebelum nenek itu benar benar menghabisi anak gadis itu''ucap bapak bapak yang pergi menunju rumah pak kyai
ibu ibu itu ingin membawa rana kerumahnya namun tidak jadi dan membawanya kerumah pak kyai takut ada apa apa
"nak, minum dulu tehnya, umi udah hubungi kedua orang tuamu"ucap ustadzah yang merupakan anak pak kyai
"iya"ucap rana dan meminumnya setelahnya rana tertidur karna hari sudah larut malam dan tubuhnya sudah lelah
keesokkan harinya rana terbangun di kasur tempat rumah sakit dan melihat kedua orang tuanya tertidur disofa
"mah,pah.. hiks"rana terisak mengingat kejadian mengerikan semalam yang terjadi padanya
"nak, kamu gak apa apa?"tanya papa rana khawatir
rana menggelengkan kepalanya dan bertanya soal amel
"amel pah"tanya kaina dengan air mata yang terus mengalir
"amel, dia...koma"ucap papa rana membuat rana tertunduk
"tenang aja, hal itu tak akan terjadi, rumah angker itu sudah ditangani oleh papahnya amel"ucap mama rana memeluk putrinya
tamat
by:anaahbaj