Cast :
tokoh utama :
1. Jesika ( cewek cantik dan pintar, tetapi punya rahasia, sahabat nya Bryan)
2. Bryan ( cowok tampan dan pintar sahabat nya Jessi
tokoh pendukung :
1.Luna ( cewek yang pernah disukai Bryan, cantik)
2. Wanita paruh baya (Pelayan Jesika dianggap seperti ibu angkatnya)
genre : Sad love
Author POV
Matahari mulai tenggelam di ufuk barat, tampak cewek duduk di halaman rumahnya, berjalan mondar-mandir, seperti menahan sesuatu dan menunggu sesuatu, tiba-tiba suara handphone berbunyi.
" Jess,maaf aku ga bisa datang karena Luna minta antar ke toko buku" Ucap cowok tersebut,yang tak lain adalah sahabatnya Bryan.
"Oh, sudah ada janji lain" Jawab Jesika pelan
Tampak raut wajahnya sedikit kecewa karena hari ini Bryan janji menemani nya untuk ke toko jam tangan.
mereka berdua rencana nya akan ke toko jam untuk membeli jam tangan kado untuk cowok spesial nya Jesika dan dari jauh hari sudah menetapkan tanggal nya untuk kesana, maklum Bryan dan Jesika siswa SMA yang cukup sibuk dengan jadwal les privat dan tugas lainnya.
tetapi hari ini Bryan tiba tiba mendadak membatalkan rencananya untuk menemani Jesika.
Jesika dengan cukup kecewa masuk kedalam Rumahnya dan menutup kunci kamar nya.
Ia merebahkan badannya di atas kasur dan tiba-tiba ia merasakan sakit di kepala Bagian belakang nya, seperti ingin pecah,dan seketika darah segar mengalir dari hidungnya,ia mimisan lagi.
terdengar Suara ketukan pintu, pembantunya datang.
"Non,makan malam sudah siap"
namun tak ada jawaban,Wanita paruh baya itu mengulang lagi kata-kata nya masih belum ada jawaban, sehingga ia memutuskan untuk membuka pintu,dan terlihat gadis cantik itu merintih kesakitan.
" Bibi kepalanya Jesi sakit, seperti mau pecah" rintih nya.
Wanita paruh baya itu memapah kepala Jesi dengan bantal,"sebentar non bibi ambil kan obatnya"Mencari obatnya,dan ternyata obatnya sisa 1, Jesika meminum obat itu dan mulai merasa teduh sakitnya berkurang.
Jesika adalah putri tunggal dari pasangan Hendrawan Putra Pratama dan Herlinda Ayunda sari ,yang saat ini sedang berada di luar negeri sibuk bekerja mengembangkan bisnis properti dan hanya 1 Bulan sekali datang ke Indonesia menemui Jesika, dan yang merawat Jesi adalah pembantu nya yang dianggap nya sebagai ibu angkatnya sendiri dan sangat menyayangi nya.
esokkan hari nya...
Jesika tidak masuk sekolah dan tidak ada keterangan apapun.
Bryan merasa khawatir akan sahabat nya tidak biasa nya Jesika menghilang.
" jes kamu dimana sih,kamu kenapa"
Bryan khawatir,ia coba menelpon Jesika tapi tak ada Jawaban,tak pikir panjang setelah pulang sekolah ia memutuskan untuk datang kerumahnya Jesika.
sampai dirumahnya Jesika,ia menemui pembantu nya dan pembantunya mengatakan bahwa Jesika sedang keluar dari pagi tadi dan belum pulang sampai sekarang, tetapi tidak memberikan informasi kemana Jessica pergi.
'maaf, kenapa Jesi tidak memberi tahu bibi,dan Jesika tidak masuk kelas Bi" Cukup bingung mengapa Jesika tiba tiba menghilang hari ini,dan itu membuat Bryan merasa bersalah,ia merasa itu akibat dari kejadian kemarin.
Ia coba menghubungi Jesika kembali tapi tak ada respon. Ia memutuskan untuk menunggu Jesika sampai malam.
namun sejam kemudian mamahnya meminta Bryan pulang karena papahnya Bryan minta ditemani ke Tempat saudara nya untuk acara makan malam bersama keluarga besar.
Bryan ijin pulang dan menitipkan pesan supaya nanti ketika Jesika pulang, Bryan mencari nya.
jam 9 malam Jesika baru tiba dirumah dengan keadaan lelah. Wanita paruh baya itu menyampaikan pesan Bryan ada mencari dan menunggu nya 2 jam dari jam 5 sampai 7.
Jesika hanya menghela nafasnya "Bukan kah dia selalu sibuk dan sudah membatalkan janji kemarin, seharusnya dia tidak perlu kesini" Jesika masuk kamarnya dan berisitirahat.
tiba-tiba handphone nya berdering,tampak nama Bryan, tetapi tidak di hiraukan oleh Jesika, berbunyi ketiga kalinya.
" Halo, kenapa Bryan aku sudah lelah mau tidur dan ngantuk" Ucap Jesika dengan nada sedikit kesel,
" jes, kamu kemana hari ini tidak masuk sekolah,dan aku tadi kerumah mu tapi,kamu ga da dirumah"Tanya Bryan bertubi tubi seakan tidak ingin membuang waktu terlalu lama ia tau Jesika sedang kesal.
"untuk itu kamu tidak perlu tau bukan kah kemarin kamu juga menghilang dan aku menunggu 2 jam di depan rumah, sudah lah Bryan aku ngantuk"tutup Jesika.
Jesika POV
seharian ini aku menghilang dan tidak masuk sekolah,rasa kesal ku terjadi karena ulah Bryan Kemaren yang janji menemani ku ke toko jam tapi tiba-tiba batal,karena ia menemani Luna ke toko buku,aku tahu Luna adalah cewek yang disukai oleh Bryan, tapi tidak seharusnya dia mengabaikan ku,Kita sudah janjian 2 Minggu yang lalu.
hari ini aku memutuskan untuk tidak masuk sekolah dan ke toko sendiri, memang aku salah tidak masuk sekolah, tetapi untuk pertama kalinya aku alpa.
aku menemukan jam yang cocok tapi aku tidak tahu apakah ini cocok dengan pemilik nya yang pasti aku tau dia menyukai jam tangan ini dan warnanya sesuai warna kesukaan nya.
"mau dibungkus seperti apa Non" tanya penjual nya.
meminta penjual jam membungkus layaknya kado ulang tahun.
" spesial sekali, pasti pacar nya yah"ucapnya lagi
aku tersenyum "bukan hanya teman Mba".ucapku
tiba-tiba Bryan menelpon ku, aku masih kesel dan tidak menghiraukan panggilan darinya.
setelah selesai mendapatkan apa yang ku mau,aku memutuskan untuk jalan jalan dan menikmati udara segar diluar dan kurasa kapan lagi aku bisa Santai seperti ini.
makan di Warung favorit ku dan menikmati senja sambil mendengarkan musik.
masih jam 8 aku memutuskan untuk pulang, kira kira 1 jam di perjalanan aku sampai rumah jam 9, sampai dikamar tiba-tiba Bryan menelepon ku.
"Halo, kenapa Bryan, aku sudah lelah mau tidur dan ngantuk" Ucap ku dengan nada sedikit kesel
terdengar Bryan menarik nafasnya pelan," jes, kamu kemana hari ini tidak masuk sekolah,dan aku tadi kerumah mu tapi,kamu ga da dirumah"Tanya Bryan bertubi tubi.
'untuk itu kamu tidak perlu tau bukan kah kemarin kamu juga menghilang dan aku menunggu 2 jam di depan rumah, sudah lah Bryan aku ngantuk" dengan nada suara ku yang sedikit malas.
memang aku capek tetapi rasa capek tidak sebanding dengan rasa kesel ku,aku tau aku terlalu egois,dan menyalakan Bryan tapi aku sudah terlanjur kesel.
Jesika POV end
author POV
Jesika bertemu dengan Bryan disekolah, tapi Jesika cukup cuek, sampai pulang sekolah Bryan meminta waktu nya sebentar.
"Jesi,aku mau menjelaskan alasan kemaren aku tiba tiba membatalkan jadwal",Bryan menatap wajah sahabat nya serius
"Apalagi Bryan, sudah tidak perlu kamu jelaskan, lagi pula itu sudah berlalu" Jesika menatap Bryan dengan tatapan sinis.
"jes dengar dulu"memegang pundak Jesika, karena Jesika ingin bergegas pergi
",oke aku salah,aku pergi karena Luna yang minta aku dan aku"belum habis penjelasan Bryan
"Karena Luna lebih penting dari aku,dan Luna itu gebetan kamu kan, walaupun kamu tau aku nunggu kamu dari sore kan, Bryan kamu sadar ga, kamu sudah ingkar janji,dan aku ga respek sama orang yang ingkar janji" menghela tangan Bryan dari pundaknya.
"Bukan seperti itu Jes, kamu Sahabat ku,aku selalu sama kamu,dan baru kali ini aku pergi dan tanpa kasih kabar ke kamu yang jelas,dan aku hanya bilang pergi dengan Luna ke toko buku, tetapi kami bukan hanya beli buku, tapi langsung kerumah sakit,Luna membeli buku untuk dibaca dan menemani ayahnya dirumah sakit yang sedang sakit koma, hanya itu Jes".
Jesika menghela nafas ' disini aku terlihat paling jahat, karena tidak mengerti kan,wajar sih aku satu tingkat dibawah Luna bagi kamu, Bryan" berusaha menahan air mata nya.
"jes, kamu salah paham" Bryan menatap Jesika,ia tau Jesika terlihat sangat sedih,dan seperti nya peristiwa kemaren melukai hati Sahabat nya.
"aku minta maaf yah"Ia mengengam tangan gadis itu.
tiba-tiba ada yang memanggil mereka,suara itu tidak asing,suara Luna dan menghampiri mereka berdua.
"ada apa dan kenapa kalian belum pulang" tanya nya, Bryan melepaskan genggaman nya dari tangan Jesika.
"kami hanya diskusi tugas hari ini"Bryan pura pura tersenyum dan seakan tidak terjadi apa-apa.
"aku duluan yah"Jesika langsung melangkah tanpa menoleh kearah Luna dan meninggalkan mereka dua.
Bryan POV
aku tidak bermaksud membuat Jesika sedih dan kecewa,hari ini aku memutuskan untuk minta maaf, namun apa yang terjadi, Jesika sepertinya masih marah kepada ku.
aku coba menjelaskan kejadian kemarin,aku memang salah,tapi aku tak menyangka ini sangat melukai hatinya Jesika, ku tatap matanya, kenapa dia begitu sedih sekali, padahal itu baru pertama kali nya aku tidak pergi dengan nya.
ku pegang pundak nya dan menjelaskan kepada nya,tapi matanya mengatakan dia masih menyimpan kekecewaan,aku berusaha menenangkan dan menggenggam tangan nya.
dia mencoba melepaskan dan dia berkata seakan dia salah dan aku yang egois,aku merasa Jesika tidak seperti biasanya.
ingin rasanya aku memeluk nya meredakan amarahnya, tapi kata-katanya begitu menusuk hati.
aku selalu memprioritaskan dia,tapi dia merasa aku lebih peduli dengan Luna,ku akui Luna adalah cewek yang cukup menyita perasaan ku,dan Kebetulan kemaren dia sangat membutuhkan ku.
saat ku sedang menjelaskan kepada Jesika,Luna datang dan menghampiri kami berdua,aku cepat melepas kan genggaman ku, takut Luna salah paham,namun tak ku sangka Jesika langsung meninggalkan kami.
Bryan POV end
author POV
1 Minggu berlalu..
hubungan Jesika dan Bryan mulai renggang.
hari hari Jesika dilalui sendiri dan tidak melibatkan Bryan, Bryan berusaha untuk merubah keadaan dan berusaha membuat Jesika berbalik seperti dulu, namun Jesi masih dingin.
3 Minggu kemudian.
hari ini ulang tahun nya Bryan, Jesika sudah menyiapkan kue ulang tahun kesukaan nya Bryan dan sebuah kotak kecil.
ia memutuskan untuk pergi kerumah bryan dan benar mereka sedang merayakan ulangtahun Bryan, cukup mewah,ada beberapa tamu dan teman sekelasnya datang,terlihat jelas ada Luna ditengah tengah mereka.
langkah Jesi langsung berhenti,dan ia memutuskan untuk tidak melanjutkan dia mundur dan berdiri di pojok.
terlihat Bryan sangat bahagia dan potongan kue kedua nya untuk Luna, yang seharusnya Untuk nya karena setiap tahun Jesika selalu mendapat kan nya. Jesika bergegas meninggalkan tempat itu,Dan menaruh kue di atas meja terdapat fotonya dan Bryan.
setelah acara selesai, Bryan bingung sejak tadi mengapa Jesika tak ada muncul, padahal dia sudah memberi tahu nya lewat wa.
ketika bryan mengecek wa nya, Jesika sudah membaca nya.
rumah mulai sepi dan para undangan serta teman teman nya pulang, bryan baru menemukan kue ulang tahun dan itu dari Jesika, segera bryan berlari dan mencari Jesika.
dan menemukan Jesika dibawah pohon tempat mereka bermain sejak kecil.
ia datang dan menghampiri Jesika, Jesika cukup kaget.
"aku tau kamu pasti disini Jess"Ucap Bryan
Jesika Menatap bryan dan berusaha tidak terjadi apa-apa, padahal sedari tadi ia menangis.
"Untuk apa kamu disini Bryan", tanya nya.
Bryan tersenyum dan mengeluarkan kue ulang tahun "pemilik nya ada di sini, terimakasih Jesika kamu ga pernah melupakan ulang tahun ku" memeluk Jesika, jantung Jesika berdegup kencang.
"aku mau tiup lilin ulang tahun dulu,pegang kue nya yah"ucap Bryan lembut seraya melepaskan pelukannya dan mengeluarkan korek untuk menghidupkan api.
Jesika tersenyum, setelah tiup lilin, Bryan menatap Jesika lekat "aku rindu kamu Jes,aku mohon jangan cuekin aku atau dingin lagi yah"
"Selamat ulangtahun Bryan sehat selalu, semoga semua harapan mu terjawab tepat waktu nya" Ucap Jesika lembut
"Jesika,aku janji ga akan mengulangi kesalahan yang kemarin,aku ga mau kehilangan kamu"
Jesika mengangguk "Ia bryan aku selalu ingat kata-kata ini" memegang lengan Bryan,Bryan merasa ada yang berbeda.
"aku ga mau kehilangan kamu sahabat ku"bryan memeluk Jesika kedua kali.
air mata Jesika menetes,Ia merasa sedih.
Bryan Sadar Jesika menangis.
"Jesika ku ga boleh cengeng"Bryan mengusap air mata Jesika.
"semoga kita terus Sama sama yah Bryan"
Ucap Jesika pelan
3 bulan setelah peristiwa itu..
hubungan Jesika dan Bryan mulai membaik serta seperti sedia kala.
masuk tahun ketiga dan mulai fokus ke ujian nasional.
1 Minggu setelah ujian nasional.
siang hari yang cerah,Bryan sedang menikmati udara segar bersama teman teman laki-lakinya di cafe.
tiba-tiba Jesika menelpon Bryan.
" Bryan"Suara Jesika pelan.
" Jess kamu kenapa dan dimana"mulai gugup
namun tak ada jawaban,Bryan langsung cemas dan
mulai memanggil Jesika, tapi Jesika masih belum ada respon.
" jes kamu kok diam" tanya nya lagi.
Bryan minta ijin untuk menemui Jesika dan pamit.
ditempat lain, Jesika terlihat pucat dan menahan sakit di kepalanya,tak henti darah mengalir dari hidungnya,matanya kabur dan perlahan ia mulai hilang kesadaran nya.
wanita paruh baya tadi cepat masuk kamar dan membawa nya kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
dirumah sakit, Jesika mendapatkan perawatan medis, tetapi ada informasi Yang Tidak mengenakan, dokter memvonis Jesika kena kanker hati stadium 4 dan hidup gadis itu tidak lama lagi dan sampai saat ini tidak obatnya.
Jesika sudah berapa kali melakukan kemoterapi tapi tidak ada hasil positif namun ia berusaha kuat dan terlihat seperti biasanya.
setelah mengetahui hal itu, Jesika berusaha tersenyum, hidup nya sudah tidak lama lagi.
keesokan harinya..
Ia berangkat sekolah seperti biasa nya dan mengambil surat kelulusan nya dan bertemu Bryan.
Bryan menghampiri dan berkata "kamu kemana kemaren Jes,setelah ku menelpon mu aku langsung kerumah mu tapi rumah mu sepi".
memang kemaren Bryan ada kerumahnya Jesika tapi tak ada orang dirumahnya.
"oh aku ada acara sama papah dan mamah yang kebetulan hari itu tiba tiba mendadak datang,dan kami jalan- jalan" Jesika menelan ludah getir dan menahan sakit,ia berusaha kuat didepan Bryan.
Bryan tidak curiga,"lalu kenapa kamu diam ketika aku memanggil mu Jes" tanya nya polos.
"oh itu ketika aku menelpon mu ayah meminta aku untuk mengambil sesuatu ketika kami makan,dan aku bahagia ketika kami kumpul bersama" jawaban Jesi sedikit tidak beraturan.
setelah itu Jesika mengajak Bryan ke balkon sekolah.
" Bryan setelah lulus ini kamu mau kemana"tanya Jesika sambil menyeka rambut nya terbang karena angin.
"a aku seperti nya akan ke Amerika Jes sesuai kemauan papah ku, yang mau tidak mau aku turuti,kamu sendiri" menatap jauh kedepan.
Jesika tersenyum simpul dan menatap Bryan lalu menatap awan " aku disini saja Bryan".
"Kenapa tidak keluar negeri bukan kah,om dan Tante disana?" tanya nya.
"Aku merasa betah disini,dan mereka ingin aku tetap disini"
Bryan mengangguk-angguk,"Bryan kalau kamu diluar negeri dan jauh nanti jangan lupa sama aku yah" Kata-kata Jesika penuh kegetiran.
Bryan tertawa" ada-ada aja kamu Jess,aku pasti ingat kamu dan selalu menghubungi kamu,aku penasaran 3 tahun kedepan kamu nanti gimana,kamu pasti punya pacar".
"aku pegang kata-kata mu Bryan,aku ga berani berkata apa-apa yah,dan aku yakin kamu juga punya pacar"
kedua nya tertawa.
author POV end
Jesika POV
hari ini keberangkatan Bryan keluar negeri, setelah perayaan kelulusan kemaren, tak ada yang spesial antara kami, kami hanya bercanda ria,tak ada kata spesial keluar dari mulut nya, aku tersenyum dan mengerti.
aku sangat begitu sedih aku tidak akan bisa melihat Bryan lagi,aku mengantar nya sampai bandara.
"Jess aku sedih harus berpisah sama kamu Aku pasti merindukan kamu"kata kata Bryan membuat hati ku semakin hancur.
aku langsung memeluk "jangan sedih Bryan ku,kejar cita-cita mu yah,aku sangat bangga jika kamu sukses nanti dan kembali kesini nanti"Isak ku.
"aku pasti kembali,dan tidak akan mengecewakan kamu Jes, semangat mengejar cita cita mu disini,kita pasti bertemu lagi"
setelah melepas kan pelukan, Bryan mulai melangkah.
"Bryan tunggu" aku berlari, Bryan menoleh dan ku hampiri dan mencium bibir Bryan dan tersenyum, Bryan terharu dan pergi melambaikan tangan,ini lambaian tangan terakhir ku Bryan,jaga diri mu baik baik,aku pasti merindukan kamu, batin ku.
dia tersenyum manis dan tak lupa dia memberi lambang hati aku tersenyum, semoga ini benar dari hati mu Bryan.
Seminggu setelah keberangkatan Bryan..
dia selalu mengubungi ku dan selalu memberikan kabar nya, disaat itulah penyakit ku kambuh dan sangat menyiksaku namun aku tidak memberi tahu nya.
dia sangat bahagia,aku tidak mau merusak kebahagiaan nya.
setiap hari aku menulis diary ku, saksi hidup ku kisah cintaku,kenangan manis ku,keluh kesah ku,dan ada satu Nama didalam nya yang selalu terukir manis, sejak pertama kali bertemu sampai sekarang Nama itu menginpirasi ku Dan penyemangat ku untuk tetap kuat,nama itu membuat ku semangat menjalani hari-hari ku penuh dengan penderitaan, selama 3 tahun terakhir ini,dan nama itu yang membuat ku mengerti bahwa cinta tak harus memiliki.
Aku tersenyum melihat foto nya di diary ku dan Foto-foto kami di album ku yang tersimpan rapi, semua pemberiannya tersusun rapi di lemari ku, tidak ada satu pun momen yang tidak kami lewati bersama,suka duka canda tawa semua nya pernah kami lewati.
tapi selama itu 7 tahun yang lalu sejak kelas 6 SD aku mengenal nya,ia tidak pernah mengungkapkan satu kata yang aku tunggu itu yaitu "cinta".
tapi aku sadar cinta tak harus memiliki, cukup aku yang tahu dan melihat nya aku sudah bahagia, menemani di sisa hidupku sudah cukup untuk ku,aku bahagia bisa bersama nya dan hidup bersama dia walaupun hanya sebatas "Sahabat".
Saat aku tidak ada nanti, aku ingin dia membaca diary ku dan anggaplah sebagai perpisahan terakhir .
Dia yang aku cintai.
setelah 5 bulan kemudian
Jesika POV
aku terbangun dan aku melihat sekeliling ku ternyata aku berada dirumah sakit, aku koma sejak 5 bulan yang lalu,kepala ku begitu sakit yang tak terhingga, darah mengalir deras dari hidungku,aku terjatuh dan tidak kuat lagi menahan nya.
terdengar suara pelan, suara dokter bahwa tidak ada harapan lagi.
wanita paruh baya yang sudah ku anggap itu terdengar meraung menangis, ia yang setia menjaga dan merawat ku selama ini, bahkan sampai hari hari terakhir ini dia menemani ku.
papah dan mamah tidak tahu keberadaan ku dan keadaan ku,aku sengaja meminta bibi untuk tidak memberi tahu mereka dan mengatakan aku slsay Baik baik saja.
dan hari ini..
hari ini,aku merasakan yang berbeda
tiba-tiba ada yang berbeda, kenapa semua nya berasa gelap dan sepi..
Jesika POV end
author POV
Dokter menjelaskan keadaan Jesika untuk terakhir kalinya kepada wanita paruh baya itu,dan wanita itu menangis meraung,tak ada orang di samping Jesika disaat terakhir nya ini bahkan orangtuanya tidak tahu.
suara berdering pertanda dari kamar pasien,benar itu kamar Jesika. mereka menghampiri dan semua nya sudah terlambat, Jesika telah pergi untuk selamanya,hujan pun tiba.
author POV end
Bryan POV
Aku merasa ada yang aneh hari ini,aku seperti merasakan sesuatu yang hilang, tapi apa.
aku berusaha mengerjakan sesuatu tapi tidak bisa Fokus,aku selalu teringat wajah Jesika.
kenapa dengan anak itu,aku menghubungi dia tapi tidak aktif dan wa nya centang 1.
aku cukup khawatir takut terjadi apa-apa,tapi pekerjaan ku belum selesai.
aku sibuk memutuskan untuk silent HP ku dan Fokus ujian dan pekerjaan ku.
dan tak ada kabar dari Jesika, mungkin dia sibuk kuliah dan mengejar karir nya.
tidak terasa 5 bulan Berakhir
aku mulai menghubungi dia lewat wa anehnya dia tidak bisa di hubungi lewat call.
3 tahun kemudian
hari ini aku sudah menyelesaikan tugas dan tanggung jawab ku,aku memutuskan untuk pulang ke Indonesia.
aku membawa cincin dan bunga untuk gadis pujaan ku.
aku tiba di Indonesia..
sampai dirumah, aku ijin menemui Jesika dulu main kerumahnya,aku bahagia karena akan bertemu sahabat yang ku rindukan,aku tidak menghubungi dia karena aku ingin memberikan surprise.
aku membawa bunga dan kotak cincin hari ini aku ingin menyatakan perasaan ku kepada nya.
sesampai dirumahnya, rumah Jesika begitu sepi,dan mengetok pintu dan Ibu itu membuka pintu nya dan tampak dia sangat kaget dengan kehadiran ku.
Bryan POV end
author POV
Bryan begitu bersemangat ingin bertemu Jesika dan ingin menyatakan perasaan nya kepada Jesika hari ini.
namun sesampainya di rumah, rumahnya tampak sepi,dan ia mengetok pintu, wanita paruh baya itu membuka dan sangat terkejut.
"Den Bryan ada apa kesini"
Bryan tersenyum dan menanyakan keadaan Jesika, sontak wanita itu menunduk dan menangis lalu menceritakan semuanya.
Bryan yang tadi tersenyum berubah menjadi pucat pasi lemah, langsung menangis.
" Non Jesika mengidap kanker hati stadium akhir dan di saat hari hari terakhir nya ia selalu menatap foto Den Bryan"ungkap wanita itu
" dan selalu membalas wa Aden itu bibi" akunya.
wanita itu meminta Bryan masuk ke dalam kamar Jesika. Bryan terdiam ia melihat Foto foto nya dikamar Jesika, semua foto kenangan mereka,di lemari terlihat semua barang mereka berdua dan hadiahnya untuk Jesika, semua tersusun rapi.
Ia melihat buku diary dan fotonya terpajang di atas meja Jesika,pelan - pelan ia membuka buku diary itu dan membacanya satu persatu,air matanya menetes, menangis sejadi jadinya,ia baru sadar ternyata sahabat nya selama ini mencintai dia,dan dia terlambat menyadari,Ia menyesal tidak mengetahui perasaan sahabat nya.
setelah membaca sampai habis isi diary itu,ia menemukan secarik kertas diatas kertas itu ada setetes darah, Saat - saat terakhir Jesika menulis dengan kekuatan sisanya.
Ia membuka dan membaca nya.
* To Bryan
aku sangat bahagia bisa mengenal mu
kau Sahabat yang sangat berarti dalam hidup ku
kau penyemangat
kau membuat ku mengerti arti nya cinta
aku bahagia ada bersama mu walaupun hanya sebagai sahabat namun itu sudah cukup bagiku
di hari kelulusan,aku berharap ada sepatah kata dari mu yang mampu menenangkan hatiku, tapi kenyataannya berbeda, tapi aku tetap bahagia karena bisa menemani mu di sisa hidupku.
ketika aku mengantar mu ke bandara,aku menyesal tidak menyatakan perasaan ku,aku terlalu malu,dan kau tahu betapa sakitnya hatiku kamu pergi,karena disaat itu adalah hari terakhir kita bersama.
maaf kan aku sudah berani mencium mu,itu karena ungkapan rasa sayang ku dan salam perpisahan kita. First kiss ku untuk mu yang pertama dan terakhir dari ku.
maaf aku tak pernah Bisa menjadi sahabat yang baik untuk mu..
ketika kamu kembali nanti,maaf aku tak lagi di samping mu, tapi hatiku akan tetap di sini menanti mu, sukses dan kejar terus cita cita mu.
aku bahagia melihat mu bahagia.
dikotak dekat foto mu ada jam tangan untuk mu hadiah ulang tahun mu yang ke 15 Tahun waktu itu yang belum sempat aku kasih.
sarangheo Bryan,kau cinta pertama Dan terakhir ku
salam manis
Sahabat mu Jesika putri Wulandari
Bryan menangis tersedu sedu lalu memakai jam tangan itu, hatinya hancur,ia mengingat semua kenangan manis bersama Jesika,ia pergi ke makam Jesika dan meratapi kepergian gadis yang sangat ia cintai,dan menyesal Karena tidak pernah mengungkapkan perasaan ke Jesika, padahal ia sangat mencintai Jesika.
kini Jesika telah tiada, penyesalan terdalam nya ia tidak ada bersama Jesika di hari- hari terakhir nya.
sebagai ungkapan hatinya Ia, meletakkan cincin dan bunga mawar dan menyatakan cintanya sambil berlinang air mata.
= selesai