"LELAH"
Satu kata penuh makna yang selalu ku ucapkan dalam doa pada Tuhan 'ku. Aku hanya manusia biasa yang hanya terlihat kuat dari luarnya saja,karna pada nyatanya hatiku begitu rapuh.
Seringkali bertanya kepada Tuhan ; Kapan semua ini akan berakhir?
Aku sangat menantikan saat dimana semua penderitaan 'ku berakhir. Saat dimana air mata ini mengalir bukan karna tangis pilu melainkan haru yang memenuhi benak ini.
Sampai kapan 'kah aku harus bertahan? Karna hati dan raga 'ku sudah sangat lelah.
Aku sangat menantikan momen dimana aku bisa merasalan pelukan hangat dari kedua orang tuaku. Memeluk mereka dengan erat tanpa adanya jarak pemisah yang besar. Menumpahkan semua rasa perih yang tersimpan dalam lubuk hati dan dimengerti tanpa harus disalahkan.
Jangan salahkan aku atas segala kekurangan 'ku,karena aku juga tidak pernah mau dilahirkan dengan kekurangan. Jangan minta aku untuk sempurna,karena sampai mati pun aku akan selalu jauh dari kata sempurna.
Disaat aku jatuh,aku butuh seseorang yang bisa menyemangati aku untuk bangkit. Tapi nyatanya aku terlalu banyak berharap sehingga berakhir pada kekecewaan. Tak ada seorang pun yang akan berdiri untuk menyemangati 'ku kalau bukan diriku sendiri. Untuk bangkit dari sebuah lubang butuh banyak proses yang sangat menyakitkan. Tapi buah dari proses itu tak akan mengkhianti segala usaha. Aku bisa ada sampai saat ini itu semua karena buah hasil dari proses menyakitkan yang pernah aku lewati.
Aku berharap kalian memiliki kehidupan yang lebih baik dariku dan mampu melewati setiap proses sulit dalam kehidupan kalian,meski harus sendirian.