Sejak pertama bertemu dengan tanpa adanya unsur kesengajaan aku dan dia bertemu di Mushola kampus. Dia adalah seniorku juga satu tim daerah saat akan kejuaraan pelajar.
Sejak saat itu, perhatiannya yang membuat diriku sangat mengaguminya dimana ia baik dan bertanggung jawab. Tapi, ternyata dia baik kepada semua.
Aku tahu dia adalah orang yang sempat dekat dengan sahabatku yang kini masih berhubungan baik denganku walaupun Ica sendiri jauh yaitu di Klaten.
Singkat cerita, aku yang mungkin terbawa perasaan oleh Andi ini membuat aku menyembunyikan sesuatu ketika bersamanya. Tanpa pengakuan dengannya aku akan terus menyembunyikan semua yang kurasakan ini. Hingga akhirnya ia pergi untuk pendidikan polisi.
Aku terombang ambing antara maju dan mundur. karena sempat terdengar dia sudah memiliki pacar dan ketika kutanya dia juga selalu menjawab "maaf aku gak enak kalau mau repost."
perkataan yang tak biasa ia lontarkan sebelumnya. Membuat aku semakin yakin akan kalimatnya yang tak sekali ia lontarkan. Namun disisi lain, ibuku yang sudah terlanjur dekat dengannya dan berharap lebih kami saling memiliki.
Berulangkali aku meyakinkan ibu untuk tidak lagi berharap kepadanya, tapi mau bagaimana lagi. jika sudah yakin aku hanya bisa diam. Kucoba berulang kali melupakannya untuk mengvhapus setiap kenangan dan dirinya dari bayanganku. Tapi, itu selalu gagal dan dia selalu kembali.
Tak tahu lagi bagaimana caranya kuharus menghapus jejaknya dari pikiran dan bayanganku. Selama ia pendidikan, Ibu sangat yakin akan kehadirannya nanti setelah mengvenyam pendidikan. Aku yang hanya bisa terdiam bertvikir bagaimana cara melupakannya. namun terhalangv oleh harapan dan ketakinan ibu yang terlalu kuat bahwa Andi akan menjadi milikku.
Keraguanku yang muncul olehnya kembali teryakini dan membatalkan untuk mundur tapi juga tidak maju dan hanya memilih untuk bertahan.
Selama tak bertemu dengannya, ada seorang kakak tingkat yang merupakan sahabatnya sejak SMP dia adalah Angel. Dia menanyakaiku apakah aku suka dengannya, namun aku tak mengakui itu karena kutahu dari temannya yang dekat denganku bernama Bela dimana memberitahuku bahwa Angel ini suka dengan Andi.
Apalah daya aku yang adek tingkat hanya bisa diam tidak mengakui semuanya.
"Kamu suka dengan Andi?"tanya Angel.
"Enggak kok kak,"jawabku berusaha kuat menatapnya yang duduk di sampingku.
" Aku tahu baik buruknya dia, jadi akui saja. aku tahu kalau kamu itu suka dengannya."
"Kami cuma berteman kok kak, gak lebih."
Kemudian dia pergi dan aku sempat mendengar dari Bela jika ia menangis setelah berbincang denganku.
Aku yanh semakin tak enak hati menanyakan hal itu kepada Andi jika apakah ia kenal dengan Angel. Andipun menjawb iya dan menjelaskan bahwa Angel hanya sahabatnya sejak SMP. Aku yang berfikir untuk menenngkan diri agar tak salah jalan hanya bisa menjawab singkat.
Tak lama kemudian Angel mencariku di ruang kesekretariatan ormawa prodi kami yang kebetulan sama. Ia bertanya padaku, apakah aku membicarakan hal itu kepada Andi. Spontan aku tersenyum dan menjawAb iya. Kemudian dengan sedikit candaan ia berkata bahwa Andi sempat memarahinya.
Semakin tak enak hati aku dengan persahabatan mereka.
Hari demi hari terus berlalu, tapi bayangannya tak mau berlalu dan terus mengoyak dalam pikiranku. Mengiringi tiap langkahku. Menyangati tiap hela napas hidupku. Ingin membencinya, namun semakin membenci semakin kuat pula rasa yang selalu tumbuh.
Aktivitas yang kujalani kadang baik kadang merosot buruk. Fokus kadang baik dan juga terkadang buyar. Tak tahu kemana hati ini akan melangkah. Berulangkali ada lelaki yang datang, namun mereka hanya sekedar teman curhat belaka tak lebih. Itu yang kumau. Aku nyaman dengan mereka, aku senang dengan mereka, tapi aku tak mengagumi mereka sepereti aku kagum dengan Andi. Rasa ini berbeda yang selalu muncul tiba-tiba dengan pertambahan.
Kehadiran kawan laki lakiku yang membuat aku senang dan tertawa. serta selalu ada tanpa ada rasa keterkaitan. Hal itu membuat kami berjalan seperti jalanan yang kadang berkelok kadang juga lurus dan kadang terjal kami lewati.
Andi yang tak memiliki kabar tanpa selalu aku tanya. Mungkin ia risih akan kehadiranku. Hanya saja ia menghargai setiap kedatanganku.
Tak tahu harus bagaimana. Hal membuat aku terus bimbang dan ingin sekali membencinya. Tapi sejahat itukah aku yang akan membenci orang tak bersalah.
Tak ada yang perlu disalahkan kali ini. Biarlah semua berjalan semestinya. Iya dan Tidak, Maju dan Mundur itu sebuah keputusan dimana 2,5 minggu lagi ia pulang dari pendidikannya.
Bantuan yang sedikit dariku akan kuanggap tak ada. Sakit yang selalu kurasa dan kusembunyikan dari ibu seolah olah baik baik saja mungkin nanti akan terungkap setelah 2,5 minggu ia kembali. Tak ada artinya untuk memendam lebih lama lagi. Aku sudah tak tahan memendam semua rasa ini.
Rindu belum tentu terbalaskan dan rasa yang belum tentu terbalaskan pula sebentar lagi akan usai dan terjawab. Sebagai wanita yang hanya menunggu kepastian pria selama bertahun-tahun sebentar lagi akan usai. Perjuangan akan berhenti untuk memilih harus mundur atau maju. Namun yang kupunya saat ini berjuang untuk bertahan selama dua tahun menahan rasa yang semakin kuat ini.
Siap menerima dari apa yang akan menjadi takdirku setelah 2,5 minggu ia kembali. Feeling selama ini tentang ia bersama Angel akan terjawab. Dan kabar angin tentang Dina yang menjadi kekasihnyapun akan terjawab. Hanya kesabaran yang akan menguatkan.
Aku hanya mengucap terimakasih kepadamu jika nantinya aku harus berbalik arah dan aku akan terus berjuang bersamamu jika nantinya kau memilihku. Aku juga akan siap menguatkan bila nantinya kau memang bukan menjadi milikku.
Pesimis beruangkali hadir, namun keyakinan ibuku akan dirimu menjadi suatu kekuatan bagiku untuk tetap bertahan hingga sejauh ini. Tak tahu nantinya bagaimana respon ibuku untuk dirimu atas keputusan yang menjadi sebuah kepastian dan jawaban selama ini yang berharap besar akan dirimu.
Aku akan berusaha menguatkan beliau sebagaimana ia menguatkan diriku menopang hidupku.
Salam rinduku akan kehariranmu yang masih tergantung rapih ini akan menjadi sebuah cerita dengan penuh hikmah dan menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga.
Tak banyak kalimat dariku sebelum novel akan meluncur bagaimana endingnya yang akan terjadi. Kupastikan srbentar lagi akan kuabadikan kisah kita dalam sebuah buku nantinya.
Salam Rindu,
Clea