Another World by Dhea Jaredhea
─━━━━━━•❁❀❁•━━━━━━─
Cerita dimulai dimana ada gadis periang yang sendang duduk santai di sofa rumahnya sambil membaca sebuah web komik. Gadis itu membaca web komik tersebut sambil tersenyum-senyum sendiri akibat adegan romantis yang terdapat di web komik yang ia baca.
Ia berharap bahwa dirinya akan hidup seperti karakter utama dari komik yang ia baca sekarang.
===================
Reva, seorang gadis periang yang gemar membaca web komik bergenre romantis. Berumur 17 tahun, tinggal sendiri di apartemennya. Dikenal dengan sifat lemah lembutnya disekolahnya.
===================
Sesaat kemudian terdengarlah bel apartemen nya yang berbunyi, namun bukannya membukanya Reva malah membiarkannya, ia pikir mungkin anak kecil yang iseng saja.
Namun bunyi bel tersebut tak kunjung berhenti. Karena kesal Reva pun langsung membuka pintunya dengan emosi. Tidak terlihat seorangpun berada di depan pintu tersebut. Untuk memastikan tidak ada siapa-siapa Reva mengeluarkan kepalanya dari dalam apartemen nya dan melihat ke kanan dan kiri. Tiba tiba saat ia melihat ke kiri, tampaklah pria berjaket hitam, dan bermasker itu membawa pisau dan langsung menyayat leher Reva. Tak butuh waktu lama Reva pun langsung meninggal.
~~~~~~~~~~~~~~~
Tiba-tiba Reva terbangun di sebuah kamar mewah berlapis emas, dan kamar itu tidak asing baginya. Ia mencoba mengingat dia berada di mana.
Ahkirnya Reva ingat sekarang dia ada dimana. Sekarang Reva berada di dalam dunia komik yang ia baca sebelum meninggal di handphone nya. Ia langsung beranjak dari tempat tidur dan mendekati cermin. Reva kaget bahwa ia mendapati bahwa ia berada di tubuh sang pemeran utama dari komik yang ia baca bernama Bernadette.
===================
Bernadette sang tokoh utama dari komik berjudul 'Villainess for tyrant'. Berwatak jahat dan kejam terhadap pelayan-pelayannya. Walau wataknya yang kejam, Bernadette sangat di idam-idamkan para lelaki kerajaan, banyak yang ingin menikah dengannya. Bernadette adalah seorang putri mahkota yang sangat pintar, cantik, dan memiliki tubuh yang indah.
===================
"Wow, bisa-bisanya seorang Reva memasuki tubuh Bernadette, tapi kalau dilihat langsung Bernadette ini cantik banget, pantes aja banyak yang ngejar-ngejar dia di kekaisaran ini" kagum Reva.
Tiba-tiba seorang pelayan masuk ke kamar Bernadette dengan sangat ketakutan.
"P.. permisi nona"
"Eh iya, ada apa?" Reva membalik badannya menghadap ke pelayan tersebut.
Pelayan itu terkejut mendengar bahwa tuannya berbicara panjang.
"A.. apakah nona perlu saya bantu untuk mandi?" ucap sopan pelayan itu walau sedikit takut bahwa Bernadette marah.
"Ohh, boleh ayo"
Reva pun tersenyum manis kepada pelayan tersebut. Pelayan yang melihat senyuman Bernadette itu sangat terkejut. Pastilah sangat terkejut, selama ini jika ada pelayan yang masuk ke kamar Bernadette langsung dilempar menggunakan cangkir teh yang ada di kamarnya, juga memarahinya dan mengusirnya dari kamar. Pelayan ini langsung memanggil pelayan yang lain untuk membantu Bernadette melepas pakaiannya dan mandi.
Selesai mandi, para pelayan pun langsung membantu Bernadette memakai pakaian baru yang sangat cantik dan cocok jika dipakai oleh Bernadette.
"Terimakasih ya semuanya, udah bantuin saya mandi juga mengenakan pakaian" Bernadette tersenyum sopan, dan memberi hormat untuk berterimakasih.
Para pelayan yang membantu Bernadette dari mandi hingga mengenakan pakaian nya itu sangat terkejut, apakah benar ini tuannya yang selama ini dilayani atau titisan malaikat.
"em.. nona, anda sekarang mau melakukan apa biar kami bantu" ucap salah satu pelayan.
"saya hanya mau berkeliling saja, bisa tolong temani?" tanya Bernadette ramah.
"a.. bisa nona, mari" para pelayan mempersilahkan Bernadette jalan terlebih dahulu.
Bernadette tersenyum sebentar lalu berjalan keluar dari kamarnya dan berkeliling istana.
'Bernadette sifat mu bakalan ku ubah menjadi lebih baik lagi, ya minimal meninggalnya jauh lebih baik lah dari pada di bunuh sama kesatria sendiri akibat sifatnya ini' batin Bernadette.
Saat berkeliling, ia tidak sengaja bertemu salah satu pemeran pria yang terdapat di dalam komik yang ia baca. Tanpa pikir panjang Bernadette langsung hormat kepada sang pemeran pria tersebut ala-ala hormat putri yaitu mengangkat sedikit gaunnya dan menunduk.
"Salam pangeran ke-5" hormat Bernadette.
===================
Salah satu tokoh pria yang ia temui itu bernama Arbesh Clifton Pangeran ke-5 dari kerajaan sebelah bernama Kerajaan Breilash yang dipimpin oleh raja Clifton.
===================
Namun bukannya menanggapi salam dari Bernadette, Arbesh langsung saja pergi tanpa menghiraukan Bernadette, seolah-olah Bernadette tidak ada disitu. Melihat bahwa dirinya didiamkan oleh salah satu pemeran pria tersebut, hati Bernadette yang awalnya sejuk menjadi kesal akibat sifat Arbesh.
Tanpa berbasa-basi, sama halnya seperti Arbesh, Bernadette pun langsung melanjutkan perjalanannya mengelilingi istana tersebut ditemani para pelayan, di jalan tak lupa Bernadette menyapa dan memberikan senyuman manis nya kepada orang-orang yang ia temui saat berkeliling.
Waktu berjalan sangat cepat. Tidak terasa yang awalnya pagi hari, kini sudah berganti menjadi sore. Bernadette langsung pergi ke kamarnya dan mandi dibantu oleh para pelayan.
Selesai mandi, Bernadette lantas pergi menuju ruang makan untuk makan malam. Jantung Bernadette berdegup kencang seperti akan meletus. Ia duduk di salah satu kursi yang ada di meja makan dan menenangkan dirinya.
Saat makan malam, hanya terdengar suara alat makan yang bersentuhan, ada salah satu pelayan yang ingin menuangkan air kedalam gelas Bernadette namun pelayan itu tidak sengaja menumpahkannya, yang membuat pakaian Bernadette basah. Karena hal yang pelayan itu perbuat, dengan takutnya pelayan itu langsung mengelap pakaian Bernadette yang basah dan buru-buru meminta maaf. Namun bukan kemarahan yang terlihat disana, melainkan senyum Bernadette yang membuat semua yang disana terdiam.
"Ayo bangun, jangan duduk dilantai, kotor" Bernadette berusaha membantu pelayan itu.
"Bernadette engga marah??!!" gumam salah satu kakak Bernadette bernama Michael.
"saya tidak pantas nona, saya sudah mengotori gaun anda" pelayan itu tetap bersimpuh di lantai sambil menangis.
"udah-udah bangun yuk, lagipula cuman air putih aja, engga bikin gaun kotor kan, juga masih bisa dicuci, nanti saya ganti baju aja" ucap lembut Bernadette sambil mengusap kepala pelayan tersebut.
Pelayan tersebut yang awalnya menunduk karena takut, kini sudah mulai menampakan wajahnya sambil tersenyum bahagia.
~~~~~~~~~~~~~~~
Beberapa tahun kemudian
Kini Bernadette dikenal bukan karena sifatnya yang kejam, melainkan sifatnya yang baik hati, ramah, dan suka menolong rakyatnya.
Terlihatlah Bernadette yang sedang menulis buku diary nya. Bernadette tampak sangat anggun dan cantik ketika menulis, tiba-tiba tampaklah sebuah tulisan yang entah darimana asalnya tertulis di buku diary nya.
Tertulis:
-𝐻𝑎𝑖 𝐴𝑘𝑢 𝐵𝑒𝑟𝑛𝑎𝑑𝑒𝑡𝑡𝑒 𝑠𝑒𝑘𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢𝑏𝑢ℎ𝑘𝑢 𝑠𝑒𝑑𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑔𝑢𝑛𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑚𝑢 𝑘𝑎𝑛 𝑅𝑒𝑣𝑎, 𝐴𝑘𝑢 ℎ𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑖𝑛𝑔𝑖𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑡𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑏𝑎ℎ𝑤𝑎 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑘𝑎𝑚𝑢 𝑠𝑢𝑑𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘𝑖 𝑡𝑎ℎ𝑡𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑟𝑎𝑡𝑢 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝐴𝑟𝑏𝑒𝑠ℎ, 𝑡𝑢𝑔𝑎𝑠𝑚𝑢 𝑠𝑢𝑑𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑙𝑒𝑠𝑎𝑖, 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑎𝑟𝑡𝑖𝑛𝑦𝑎 𝑏𝑎ℎ𝑤𝑎 𝑘𝑎𝑚𝑢 𝑠𝑢𝑑𝑎ℎ 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑑𝑎 𝑙𝑎𝑔𝑗 𝑑𝑖𝑡𝑢𝑏𝑢ℎ𝑘𝑢 𝑖𝑛𝑖. 𝐽𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑛𝑖𝑘, 𝑘𝑎𝑚𝑢 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝 ℎ𝑖𝑑𝑢𝑝 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙 𝑘𝑜𝑘. 𝐾𝑎𝑚𝑢 𝑎𝑘𝑎𝑛 ℎ𝑖𝑑𝑢𝑝 𝑘𝑒𝑚𝑏𝑎𝑙𝑖 𝑠𝑒𝑏𝑎𝑔𝑎𝑖 𝑠𝑒𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑟𝑒𝑣𝑎 𝑑𝑖 𝑑𝑢𝑛𝑖𝑎 𝑎𝑠𝑙𝑖 𝑚𝑢, 𝑑𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑚𝑢 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑖𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑑𝑢𝑛𝑖𝑎 𝑖𝑛𝑖, 𝑘𝑎𝑚𝑢 ℎ𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑖𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑏𝑎ℎ𝑤𝑎 𝑘𝑎𝑚𝑢 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑎𝑐𝑎 𝑐𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎 𝑖𝑛𝑖 𝑠𝑎𝑗𝑎. 𝑆𝑎𝑦𝑎 𝑝𝑎𝑚𝑖𝑡 𝑢𝑛𝑑𝑢𝑟 𝑑𝑖𝑟𝑖.
𝑆𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑛𝑎𝑑𝑒𝑡𝑡𝑒
--
Setelah membaca isi pesan tersebut, Bernadette diam termenung, ia sangat tidak ingin pergi dari dunia ini, tak sadar Bernadette menangis dalam diam tanpa bersuara sama sekali. Bernadette tidak bisa tetap di dalam dunia itu, Ia harus naik tahta dan menjadi seorang ratu. Karena sudah takdirnya seperti itu, jika Ia tidak naik tahta ia akan berahkir tragis disini.
Sejak saat itu, Bernadette berusaha untuk naik tahta, dan usaha nya berhasil 6 tahun kemudian disaat umurnya menginjak 22 tahun.
Kini Bernadette sudah menjadi ratu yang sangat disayangi oleh rakyatnya, dan berpasangan dengan Arbesh Clifton yaitu suaminya sendiri. 2 tahun setelah ia menjabat menjadi ratu, tiba-tiba Bernadette jatuh sakit, yang membuatnya tidak bisa bangun dari tempat tidurnya. Seluruh isi kerajaan khawatir tentang kondisi kesehatan Bernadette.
Tiba disaat Bernadette dan Arbesh hanya berdua di kamarnya.
"M..maafin aku ya s..sayang b..belum jadi i..istri yang baik" ucap Bernadette terbata bata.
"Udah gausah ngomong dulu, jangan ngomong yang aneh aneh" Arbesh menggenggam erat tangan Bernadette dan mengecupnya.
"S..sayang a..aku pergi d..dul--"
Belum selesai mengucapkan kalimatnya, Bernadette sudah menghembuskan nafas terakhirnya. Arbesh yang melihatnya langsung berteriak memanggil dokter dan pelayan untuk meminta pertolongan, walau sudah berusaha sebanyak mungkin, dokter tetap saja tidak bisa menyelamatkan nyawa Bernadette.
Seluruh kerajaan berduka atas kematian Bernadette. Bernadette kini sudah sangat dikenang oleh para isi kerajaan dari yang rendah sampai ke tinggi karena sifatnya yang gemar membantu dan sangat ramah terhadap rakyatnya, semasa hidupnya Bernadette tidak pernah membeda-bedakan. Walau dulu Bernadette terkenal dengan sifat kejamnya, kini rakyat hanya akan mengenang sifat lembutnya.
Reva terbangun di sofa rumahnya. Ia mendapati dirinya baru saja tertidur dilihat dari posisi handphone nya yang berada di perutnya dalam kondisi menyala. Ia benar-benar tidak ingat bahwa ia sudah menjelajahi dunia komik yang ia baca. Reva pun melanjutkan komik nya, dan mendapati ending yang membuat air matanya keluar.
Ending komik tersebut sama persis seperti kisah Reva yang menjadi Bernadette di dalam dunia itu, yaitu Bernadette yang meninggal dunia.
"Aaaaaa... ini kenapa sih endingnya harus gini hiksss" kesal Reva sambil menangis.
"Kasihan Arbesh nya, ditinggal sama Bernadette huuuu"
Melihat ending nya yang seperti itu, Reva langsung menulis nya di dalam diary miliknya. Setelah selesai menulis nya, Reva langsung pergi ke luar untuk sekolah tanpa menutup bukunya terlebih dahulu. Tiba-tiba buku tersebut muncul tulisan lagi yang berkata:...
- 𝑇𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎𝑘𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑅𝑒𝑣𝑎 𝑠𝑢𝑑𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑙𝑎𝑘𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑡𝑢𝑔𝑎𝑠𝑛𝑦𝑎 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑖𝑘, 𝑆𝑎𝑦𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑛𝑎𝑑𝑒𝑡𝑡𝑒 𝑠𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑦𝑢𝑘𝑢𝑟 𝑏𝑎ℎ𝑤𝑎 𝑐𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎 𝑖𝑛𝑖 𝑠𝑢𝑑𝑎ℎ 𝑑𝑖𝑙𝑎𝑛𝑗𝑢𝑡𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑖𝑘, 𝑤𝑎𝑙𝑎𝑢𝑝𝑢𝑛 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑦𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑙𝑎𝑘𝑢𝑘𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎, 𝑠𝑎𝑦𝑎 𝑠𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑏𝑒𝑟𝑡𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎𝑘𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑢𝑏𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑓𝑎𝑡 𝑠𝑎𝑦𝑎, 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑎𝑤𝑎𝑙𝑛𝑦𝑎 𝑑𝑖𝑏𝑒𝑛𝑐𝑖 𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑟𝑎𝑘𝑦𝑎𝑡 𝑎𝑘𝑖𝑏𝑎𝑡 𝑘𝑒𝑘𝑒𝑗𝑎𝑚𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑦𝑎, 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑠𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑑𝑖𝑠𝑎𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑟𝑎𝑘𝑦𝑎𝑡 𝑎𝑘𝑖𝑏𝑎𝑡 𝑘𝑒𝑙𝑒𝑚𝑏𝑢𝑡𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑠𝑎𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑚𝑢 𝑅𝑒𝑣𝑎, 𝑆𝑒𝑚𝑜𝑔𝑎 𝑘𝑒ℎ𝑖𝑑𝑢𝑝𝑎𝑛𝑚𝑢 𝑑𝑖 𝑑𝑢𝑛𝑖𝑎 𝑖𝑛𝑖 𝑏𝑒𝑟𝑗𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟.
𝑆𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑛𝑎𝑑𝑒𝑡𝑡𝑒
--
Sejak saat itu, kehidupan Reva sudah tenang sampai ahkir hayatnya, menjelang kematiannya Reva membaca tulisan dari Bernadette, dan itu membuat memori tentang perjalanan waktunya terlintas dipikirannya, mengingat hal itu, Reva pun tersenyum dan meninggalkan dunia ini dengan tenang tanpa adanya rasa khawatir sedikitpun, Reva di antar ke peristirahatan terakhirnya oleh sang suami dan anaknya. Sang suami tersebut bernama Arbesh dan anaknya yang bernama Levante, rupa mereka terlihat sama persis seperti di dunia komik itu, namun Levante berperan bukan menjadi anaknya melainkan adik dari Bernadette.
Sekian dari saya, Terimakasih sudah membaca (≧▽≦)
give love to you all ❤️❤️❤️