Cerpen by 𝒟𝒿𝒶𝓇ℯ𝒹𝒽ℯ𝒶
Cerita dimulai dimana ada seorang gadis berparas cantik sedang termenung di bawah pohon sihir yang berada di negeri awan.
Gadis itu sangat ingin pergi ke bumi, namun belum bisa akibat ilmu sihirnya yang belum mencukupi.
Sang gadis ahkirnya berdiri dan terbang menggunakan sayap indahnya menemui sang pemimpin negeri, sesampainya.....
"Tuan, apakah saya bisa pergi ke bumi?" tanya lembut gadis itu.
"Ya bisa, kebetulan ada sebuah misi untukmu dibumi" tegas sang pemimpin.
"Yang benar tuan?!!" gadis itu terkejut mendengar pernyataan pemimpinnya.
"Hm, silahkan bersiap dan langsung ke portal" ucap tegas pemimpin negeri tersebut.
"Baik tuan" ucap sungguh.
Setelah mendengar perintah dari pemimpin nya itu. Ahkirnya gadis itu pergi dari tempat itu dengan hati dan wajah yang tampak ceria.
Tak lama setelah itu, sang gadis berpamitan dengan orang-orang terdekatnya dan menuju ke portal untuk pergi ke bumi.
~~~~~~~~~~~~~~~
===================
Sang gadis yang disebut dengan istilah malaikat, berparas cantik dan rupawan, terkenal dengan sifat lembutnya, sering menolong malaikat lain yang membutuhkan bantuan.
Sang gadis itu bernama Belly.
===================
~~~~~~~~~~~~~~~
Sesampainya di bumi, wajah gadis itu tambah sumringah melihat seperti apa itu bumi. Belly tak menyangka bahwa ia bisa melihat langsung bumi dan bukan bumi hayalan nya.
Ia mendapatkan tugas di bumi sebagai penolong masyarakat yang ada disana, dan harus menyamar menjadi seorang manusia.
Tak lama kemudian sebuah kalimat yang berbahasa asing tersebut muncul samar-samar di hadapan Belly. Didalam kalimat itu tertulis bahwa Belly harus pergi ke bagian timur untuk menemui Malaikat yang sudah ditugaskan untuk mengarahkan Belly ketempat tinggal nya yang sementara.
Tidak ingin menunda waktu. Belly pun segera pergi ke arah timur untuk menemui Malaikat tersebut. Setelah bertemu malaikat tersebut, Belly diberi sebuah alamat yang berisi alamat rumah sementaranya.
Tanpa pikir panjang Belly pun langsung pergi ke alamat yang dituju. Tampaklah sebuah rumah sederhana yang tampak modern. Itulah rumah sementara Belly.
Belly pun memasuki rumah tersebut dan langsung istirahat agar dirinya bisa mengerjakan tugasnya dengan baik esok hari.
─━━━━━━•❁❀❁•━━━━━━─
Pagi harinya, lebih tepatnya pukul 07:00. Sebuah sinar terang menyinari wajah lembut Belly yang membuatnya terbangun. Ia pun bersiap untuk menjalan kan tugasnya.
Setelah selesai bersiap, Ia pun keluar meninggalkan rumah tersebut untuk berjalan-jalan.
-BRUKK-
Nampaknya ada seseorang yang tidak sengaja membuat Belly terjatuh.
"a.... maaf ya kak"
"iya tidak apa dek, dimana rumah mu?" tanya Belly lembut terhadap anak kecil yang tidak sengaja menabraknya.
"saya engga punya rumah kak" Menunduk.
'ohh rupanya tidak punya rumah' gumam Belly.
"Nama kamu siapa?"
"Nama saya Riko kak" senyum ramah.
"Namanya bagus, mau tinggal bareng sama kakak engga?" tanya Belly.
"Apa engga mengganggu kegiatan kakak?" tanyanya khawatir.
"Engga kok, malahan kakak ada temen dirumah" Jawab Belly dengan senyuman manis.
"Makasih ya kak" memeluk Belly
Belly pun hanya mengangguk sembari membalas pelukan Riko. Mulai saat itu Belly menganggap bahwa Riko adalah adiknya sendiri.
===================
5 TAHUN KEMUDIAN
===================
Tak terasa waktu sudah berjalan 5 tahun, yang awalnya Riko adalah seorang bocah polos yang berusia 9 tahun, kini usianya sudah akan menginjak 15 tahun, yang berarti sudah masa remaja. Namun Riko terheran-heran mengapa wajah kakaknya tidak bertambah dewasa padahal sudah 5 tahun.
Terlihat kakak beradik yang sedang menonton televisi, dengan santainya Riko tiduran di paha kakaknya, dan Belly mengusap lembut kepala adiknya.
Riko pun bertanya untuk memecah keheningan.
"Kak.."
"Iya ko, ada apa?"
"Iko mau tanya"
"tanya apa hm?" ucap Belly sembari mengusap kepala adiknya yang berada di pahanya.
"kenapa Iko tambah tua, tapi kakak engga?"
Mendengar pertanyaan adiknya itu membuat Belly terdiam sesaat.
"Jawab Iko ih kak"
Belly pun tersadar dari lamunannya, dan menatap adiknya.
"mungkin kakak emang gini, cantik terus" ucap Belly.
"ih kakak narsis, tapi bener juga sih, kakak emang cantik terus, udah cantik.. baik pula" ucap Riko sambil tersenyum.
Mendengar perkataan adiknya itu membuat dirinya tertawa kecil.
─━━━━━━•❁❀❁•━━━━━━─
Semua berjalan lancar
Sampai suatu hari saat Belly hendak pulang dari supermarket ke rumahnya, Ia mendapati pintu rumahnya sudah terbuka dan barang barangnya berantakan. Ia pun langsung masuk mencari adiknya, namun adiknya tidak ada. Belly sontak berlari keluar rumah menuju pos satpam untuk mengecek keadaan rumahnya waktu ia pergi ke supermarket. Tak disangka bahwa rumahnya dirampok dan adiknya diculik. Belly pun langsung menelepon polisi untuk menemukan adiknya yang sedang diculik.
Tak lama kemudian, polisi datang dan menanyakan beberapa hal kepada Belly dan orang orang terdekat. Polisi berhasil melacak keberadaan adiknya atau Iko. Tanpa berlama-lama Belly dan pihak polisi ahkirnya menuju tempat dimana adiknya terlacak.
Sesampainya ditempat yang dituju, terlihatlah sebuah gedung kosong yang sudah tidak berpenghuni, dipenuhi tumbuhan liar. Polisi serta Belly langsung memasuki gedung tersebut.
Setelah berkeliling mencari lokasi adiknya, Belly mendapati bahwa adiknya diikat di salah satu tiang tersebut. Saat Belly ingin mendekat ke adiknya untuk membebaskannya tiba tiba....
"BERHENTI-!!!!"
Terdengar teriakan seseorang yang membuat Belly berhenti melanjutkan langkahnya.
"BERHENTI DISANA ATAU DIA AKAN MATI-!!!
HAHAHA"
Orang yang tertawa tersebut ahkirnya memunculkan diri, dan dia adalah penculik adiknya. Belly melihat para polisi yang sudah siap menangkap sang penculik tersebut. Penculik yang sudah mengetahui akan ditangkap itu langsung menembakkan pelurunya menuju Riko adik angkat Belly. Tanpa pikir panjang Belly langsung memeluk Iko dan mengeluarkan sayapnya untuk melindunginya. Sayapnya kini sudah terluka, yang berarti hidup Belly sudah tidak lama lagi.
Riko yang melihatnya langsung terkejut. Belly menahan rasa sakit itu dan langsung membuka ikatan yang mengikat adiknya itu, Belly langsung memeluk erat Iko. Iko pun yang dipeluk membalas pelukan yang tak kalah eratnya sambil menangis.
"k..kakak berdarah hikss"
"udah cup-cup, cuman berdarah aja, engga sakit kok" lembut Belly untuk menenangkan adiknya.
"t..tapi kak"
"udah ya, jangan nangis lagi"
"hikss, kakak masih tetep nemenin Iko kan" menatap mata kakaknya sambil menangis.
"kalau itu, kayanya kakak engga bisa, hidup kakak udah berahkir disini, maafin kakak ya, kakak janji nanti kita ketemu lagi" mengusap air mata adiknya.
"kenapa kakak engga bisa, hikss" tangisan memecah
"maafin kakak sekali lagi" Belly pun melepas pelukannya dan menjauh dari Riko adiknya.
"kakak pamit dulu ya" tersenyum lalu tubuhnya yang awalnya utuh mulai berterbangan seperti debu namun bercahaya.
"KAKAKKK-!!!!"
Teriak Riko sambil melihat kakaknya yang sudah terpisah dan bercahaya sangat terang. Riko pun pingsan.
===================
Sejak saat itu, entah mengapa ketika Riko bertanya kepada orang lain tentang kakaknya, pasti tidak ada yang mengenalinya sekalipun penjaga supermarket yang biasa di datangi oleh kakaknya
===================
~~~~~~~~~~~~~~~
waktu terus berjalan
Hingga disaat umur Riko yang sudah menginjak 25 tahun.
Saat Riko pulang dari tempat kerja nya menuju rumahnya. Ia mendapat pesan dari satpam penjaga rumahnya bahwa ada sesosok wanita yang cantik, sedang menunggunya.
Riko pun mengernyitkan dahinya dan berpikir siapakah wanita itu. tanpa berlama-lama Riko langsung memakirkan mobilnya di dekat pos satpam dan lanjut berjalan menuju pintu rumahnya. Langkahnya terhenti disaat sesosok wanita itu menatapnya sambil tersenyum manis.
Tak sadar sudah berapa lama menatap mata wanita itu, Riko tak sadar bahwa air matanya sudah membasahi pipinya. Tak pikir panjang Riko langsung berlari menuju wanita itu dan memeluknya.
"hikss, kakak kemana aja selama ini" tanya Riko sambil menangis.
"maafin kakak ya, kakak perginya lama" ucap nya lembut sambil mengusap punggung lebar Riko.
Ya wanita cantik itu bukan lain adalah Belly malaikat dari negeri awan, Belly kembali ke bumi setelah memulihkan kondisi tubuhnya.
"Adik kakak yang awalnya lebih pendek dari kakak sekarang udah tinggi aja nih, udah jadi pengusaha sukses lagi" usap kepala adiknya sambil tersenyum.
"Iya dong, Iko gitu" senyum manis.
"udah yuk kak masuk ke rumah, kakak pasti cape"
Riko pun menggandeng tangan kakaknya dan membawanya memasuki rumahnya yang bak istana mewah.
==================================================
Sejak saat itu, kehidupan Riko dan kakaknya Belly berjalan lancar, Riko yang sudah berumur dan memiliki anak, sedangkan rupa Belly yang masih sama mudanya seperti saat bertemu dengan Riko pertama kali yaitu seperti berumur 20 tahun. Walaupun Riko terlihat lebih tua dari Belly, tapi Riko tetap menganggap Belly adalah kakaknya sendiri walau terpaut usia yang jauh. Belly pun pergi dari bumi 40 tahun kemudian karena tugasnya sudah selesai, yaitu menjaga Riko sampai ahkir hayatnya, dan mengantarkannya ke peristirahatan terakhirnya.
Cerita pun selesai disini......
terimakasih yang sudah membaca kisah ini, terimakasih ya sekali lagi (◍•ᴗ•◍)❤