“APA-APAAN INI TANISHA?!!!!” marah seorang pria sambil mengacungkan poster.
“Apanya yang apa? Itukan cuma poster lomba menyanyi untuk mencari penyanyi pemula berbakat yang disiarkan di tv,” jawab seorang gadis santai. Pria didepannya semakin marah, dia merobek poster itu hingga menjadi potongan kecil.
“YANG AYAH TANYA ITU KENAPA SAMPAH INI BERADA DI KAMARMU?!!!! KAMU ITU PEWARIS PERUSAHAAN ALTENA KITA!!!! Berhentilah bermain-main seperti ini!” jeritnya.
“Bermain kata ayah? ITUKAN MIMPI TANISHA Kenapa Tanisha tidak boleh menggapai mimpi Tanisha sendiri?” marah gadis bernama Tanisha.
PLAAKKK!!!!
Suara tamparan yang keras terdengar. Pipi gadis itu memerah karena tamparan ayahnya. Gadis itu menunduk dan berlinang air mata.
“Ayah… dari kecil Tanisha selalu menuruti segala permintaan ayah. Bahkan saat anak lain bermainpun Tanisha selalu belajar sendiri di rumah. Tapi tidak lagi! Mulai sekarang Tanisha akan mengikuti hati Tanisha sendiri.” kata Tanisha bergetar.
Sang Ayah tak sedikitpun merasa bersalah karena tamparannya, “Jangan menyia-nyiakan bakatmu, saat ini kamu adalah pewaris tunggal Altena Group kita. Jangan melakukan hal bodoh, masuk ke kamarmu dan renungkan ini.”
Tanisha di kurung di kamarnya, tapi dia tidak menyerah akan mimpinya begitu saja. Dengan segala cara, gadis itu berhasil kabur dari rumah. Dia membawa barang sekadarnya dan pergi ke bandara untuk menaiki pesawat ke Jakarta dengan uang tabungannya.
Tentu saja tidak mudah untuk gadis kecil berusia 16 tahun untuk hidup sendiri di kota asing. Demi menghidupi dirinya, Tanisha melakukan banyak pekerjaan kecil seperti menjadi kasir, tukang bersih-bersih dan pelayan di samping terus latihan untuk kompetisi menyanyi itu.
Kerja keras tak mengkhianatinya, Tanisha lolos audisi tahap awal.
“Aku…lolos?” kaget Tanisha.
“Yeyy!!! Aku lolos!!!!” jeritnya sampai di tegur manager restoran tempatnya bekerja.
Tanisha yang awalnya tinggal di kos-kosan murah, segera dipindahkan ke asrama untuk para peserta. Disana dia berteman dengan banyak peserta lainnya, dan dua peserta yang terdekat dengannya adalah Nisa dan Nia, apalagi karena mereka adalah teman sekamar.
Hari-harinya sebagai peserta sama sekali tidak mudah. Jadwalnya penuh dengan latihan seperti menyanyi. Semakin Tanisha berhasil meraih tempat yang tinggi dan terkenal, semakin banyak pula orang yang membenci dan cemburu pada dirinya. Meski begitu Tanisha sama sekali tak gentar dan tetap berusaha.
Akhirnya, berkat seluruh usaha dan dukungan fansnya, Tanisha berhasil memenangkan babak final dan meraih mahkota juara. Tidak butuh lama juga sampai Tanisha menjadi penyanyi professional dan membuat albumnya sendiri. Saat ini, Tanisha adalah seorang selebriti terkenal dengan jutaan fans di berbagai negara.
Sekarang, di suatu acara Live Televisi. “Nona Tanisha, apa yang membuat anda ingin menjadi seorang penyanyi dulu?” tanya pembawa acaranya.
Tanisha hening sesaat, membuat penonton penasaran. “Aku…punya saudara kembar. Namanya Kanisha Davina, tapi karena orang tua kami bercerai… kamipun berpisah. Dulu aku dan Kanisha suka bernyanyi bersama dan orang tua kami selalu tersenyum saat melihat kami seperti itu,” ucap Tanisha.
“… setelah penceraian, aku ikut ayah dan Kanisha ikut bunda. Awalnya kupikir tidak masalah berpisah sebentar, karena aku dan Kanisha pasti bisa bernyanyi bersama suatu saat nanti. Tapi... sekarang waktuku tidak banyak,” lanjutnya.
“Aku mengerti, lagipula nona itukan pewaris Altena Group, nona pasti akan sibuk kedepannya,” balas pembawa acara.
“Ya begitulah.”
“Intinya karena waktuku sekarang tak banyak, jadi dalam waktu singkat itu aku harus
segera terkenal sampai dimanapun Kanisha berada, dia pasti akan melihatku. Jadi mumpung disini, tolong izinkan aku mengatakan sesuatu. Ayah Bunda, tolong berbaikanlah lagi… mungkin aku sekarang sudah tak bisa bernyanyi bersama Kanisha lagi."
"Tapi senyum kalian dan kebahagiaan keluarga ini masih bisa kembali, Tanisha juga minta maaf karena selama ini selalu merepotkan kalian. Lalu Kanisha…setelah keluarga kita kembali lagi, titip ayah bunda ya… dan jangan lupa untuk meraih mimpimu sendiri,” kata Tanisha sambil tersenyum sedih.
Perkataan ambigu Tanisha mengakhiri progam hari itu. Sejak hari itu, artis terkenal Tanisha Davina menghilang dari mata dunia. Sebaliknya, berita berbaikannya keluarga CEO Altena Group mengguncang dunia maya. Namun meski berita itu viral dimana-mana, keberadaan
Tanisha sama sekali tak muncul. Sampai…
“Berita menggeparkan tahun ini! Artis terkenal Indonesia yang hanya dalam beberapa bulan saja menjadi terkenal, Tanisha Davina telah di pastikan meninggal dunia di RSUD Citra Jaya di karenakan Glioma Cerebri stadium akhir pada Selasa, 6 April 2021. Tanisha………….”