Di pagi hari, cuaca begitu dingin. Aku bangun dari tidur ku, yang pertama kali kulihat adalah...Hanbin Hyung, sahabat ku.
Ia mengukungku sampai aku tidak bisa bergerak bebas, arrgghh ia sangat mengganggu tidur ku di hari libur ini. " Hanbin Hyung, kenapa kau pagi sekali kesini?" tanya ku.
" Aku ingin mengajak mu ke suatu tempat. Jadi, cepatlah bersiap." Jawabnya dengan senyum sumringah.
" Kemana?"
" Nanti kau juga akan tahu." ucapnya lagi lalu berdiri dari hadapan ku. " Cepatlah bersiap, aku akan menunggu disini."
Aku bergegas ke kamar mandi dan membersihkan tubuhku. Karena cuaca hari ini begitu dingin, aku akan memakai sweater tebal warna hijau dan celana panjang.
" Kajja, Hyung. Aku sudah siap."
" Kajja."
Hanbin Hyung berjalan memandu di depan ku. Disini sangat indah, banyak pepohonan dan rerumputan hijau. Apa Hanbin Hyung mengajakku kesini karena hal indah ini?
//Brukkk//
Aku tidak sengaja menubruk seseorang hingga terjatuh. " Ah mianhe, aku tidak sengaja."
" Gwenchana- Chanwoo?"
" Bobby Hyung."
Dia Bobby Hyung, kakak kelas ku. Aku kenal dengannya karena dia juga seorang kakak OSIS. Kita bisa dibilang cukup akrab disekolah.
" Chan, kenapa ada disini?" tanyanya.
" Aku diajak Hanbin Hyung kesini." Jawabku. Bobby Hyung nampak menoleh kesana kesini.
" Siapa Hanbin Hyung itu? Apa itu Hyung mu? Dimana ia sekarang?"
" Hanbin Hyung sahabat ku, itu ada disana." ucap ku sambil menunjuk ke arah Hanbin Hyung yang sedang duduk di bawah pohon.
Bobby Hyung menyipitkan matanya. " Dimana?"
Ah mungkin Bobby Hyung tidak nampak karena sekarang Hanbin Hyung sedang dibalik pohon.
" Kau tidak melihat? Ah mungkin kau perlu memakai kaca mata, Hyung hahahaha." ejek ku yang membuat nya kesal mungkin.
" Enyalah. Terserah kau saja, aku pergi dulu." ucapnya yang melangkah pergi tapi terhenti dan balik menatap ku. " Hati-hatilah disini katanya ada banyak hantu, sebaiknya kau lari sebelum kau kencing di celana mu bocah."
" YAK BOBBY HYUNG!!!"
Ingin rasanya aku getok gigi tonggos nya itu dengan sepatu. Tapi Bobby Hyung sudah lari duluan. Hadoh besok-besok aja lah.
Aku berjalan mendekati Hanbin Hyung. " Hyung, maaf lama." Lalu aku duduk di sampingnya.
Hanbin Hyung menatap ku? " Chan, boleh kah aku bertanya?"
" Tanya saja, Hyung."
" Apa aku ini kau anggap sahabat mu atau bukan?"
Pertanyaan macam apa ini? jelas lah aku menjawab, " Iya."
" Maukah kau berjanji demi persahabatan kita?" Tanya nya. " Apa kau mau menerima ku apa adanya?"
Aku menganggukkan kepala ku sebagai jawaban.
" Kau berjanji selalu disamping ku?" Tanyanya lagi.
" Kita best friend. Aku berjanji akan selalu disamping mu, Hanbin Hyung. Kenapa kau bertanya hal bodoh seperti di ini?"
Ia tersenyum menanggapi ku. Aku bisa melihat Hanbin Hyung senang dari senyuman diwajahnya itu. Ia berdiri dan menarikku dalam pelukannya.
" Terimakasih Jung Chanwoo. Untuk memperingati hari bahagia ini, ayo berjalan bersama ku."
Maksudnya?
Aku berjalan berdampingan dengan Hanbin Hyung, namun entah kenapa aku tidak merasakan tanah pijakan dibawah ku.
Aku seperti merasakan tubuhku berguling-guling dan menabrak sesuatu yang keras. Apa ini...jurang?!
Mata ku menangkap suatu cairan merah kental di kening ku, bahkan juga di perutku. Ternyata punggung ku tertusuk kayu besar runcing sampai menembus ke perutku. Sakit, perih, itu yang aku rasakan sekarang.
Tunggu, dimana Hanbin hyung?
" Chanwoo, aku diatas."
Aku membulatkan mata besarku saat mendongak ke atas. Hanbin Hyung...
" H-hyung, kau?"
Kaki nya melayang, wajahnya yang semula cool dan fresh seketika menjadi banyak goresan dan pucat. Aku sekarang mulai menyadari perkataan nya tadi. Jadi selama ini Hanbin Hyung yang aku kenal adalah...hantu?
" Ikut lah bersamaku Chanwoo. Kita sudah berjanji, my Best Friend."
~SELESAI~