Disclaimer:Please read the 'Till Death Do Us Apart' short story before read this one.
Sejak hari dimana keduanya menghancur leburkan ketiga kelompok tersebut,Yakni Nocturne,Lousian,dan Judith.Mereka yg harusnya mati karena meledakkan sihir dengan jumlah yg begitu besar,Diberikan kesempatan untuk hidup sekali lagi oleh Dewi Hera dan juga dewa-dewi Olympus yg lainnya.Alasan utama pemberian kesempatan itu adalah,Keberadaan Arcane Nocturne sebagai ancaman utama berikutnya.
"Untuk menghargai jasa kalian berdua yg dengan gagah beraninya,Meledakkan sihir untuk memusnahkan ketiga kelompok itu,Dengan ini kami memberi kalian kesempatan hidup sekali lagi!"Jelas raja dari para dewa,Yakni Zeus.
"Yg mulia raja dari para dewa,Saya dan Meira senang dengan kemurahan hati para dewa-dewi sekalian yg telah memberikan kami kesempatan untuk hidup sekali lagi"Ucap Hades kemudian bersujud bersama dengan Meira di hadapan para dewa-dewi Olympus.
Setelah titah yg diberikan oleh Dewa Zeus,Hades dan Meira dikirim kembali ke bumi oleh Dewa Hermes untuk menghancurkan orang bernama Arcane Nocturne yg merupakan keturunan dari Isaac Nocturne yg juga digadang-gadang akan menjadi penerus ketiga kelompok berbahaya (Nocturne,Lousian,dan Judith) jika tidak dibunuh terlebih dahulu.
Rumah mereka yg semulanya hancur berkeping-keping karena kedatangan Isaac kini telah kembali seperti sedia kala tanpa adanya sedikitpun retakan di dindingnya.Selagi mencari keberadaan Arcane,Hades dan Meira juga menyempatkan waktu untuk hidup dengan bahagia juga bersama.Setelah 10 tahun lamanya...
"Mama,Kenapa aku tak memiliki kemampuan sihir seperti yg biasa mama dan papa lakukan?"Tanya seorang gadis kecil dengan polosnya kepada Meira yg tengah mengelus-elus kepalanya.
Gadis kecil tersebut bernama Leyla Rhysand,Putri dari Hades dan Meira.Di tahun ini,Usianya mencapai 10 tahun tepat setelah pemberian kesempatan hidup itu.
"Maafkan mama,Sayang.Tapi pertanyaan itu diluar batas yg bisa mama jawab.Mama tidak bisa asal menjawabnya"Jelas Meira sambil tersenyum masam.
Seberkas cahaya emas menyinari ruangan tengah rumah Meira dan Hades itu,Dari balik cahaya itu muncul sesosok wanita yg sudah bisa dipastikan merupakan Dewi Hera.
"Saya menghaturkan salam paling hormat saya kepada Dewi Pernikahan 'Hera'.."Ucap Meira seraya berlutut di hadapan Dewi Hera yg baru saja tiba kala itu.
"Jadi,Anakmu penasaran kenapa dia tidak memiliki kemampuan sihir hebat sepertimu ya?"Tanya Dewi Hera sambil tersenyum kepada gadis kecil di sebelah Meira.
"Anda siapa?"Tanya Leyla dengan kepala yg sedikit miring menatap ke arah Dewi Hera.
"Aku adalah Dewi Pernikahan,Pengorbanan,dan Kesetiaan.Ingatlah Leyla,Namaku adalah 'Hera'"Jelas Dewi Hera seraya membelai rambut
"Anda adalah Dewi Hera?!Ya ampun ya ampun,Saya sangat mengidolakan anda setelah membaca banyak cerita mitologi soal anda!"
Leyla tampak sangat senang sampai-sampai tak sadar memeluk Dewi Hera hingga membuat Meira kaget dan mencoba untuk menarik Leyla.Tapi,Dewi Hera hanya tersenyum menatap ke arah Meira yg sangat panik.
"Ohoho,Benarkah itu?Nah,Sekarang dewi yg kau idolakan itu ada di depan matamu"Ucap Dewi Hera sambil berlutut untuk menyetarakan tingginya dengan Leyla yg masih begitu pendek.
"Untuk pertanyaanmu tadi,Maukah kau mendengarkan dewi ini menjawabnya?"Sambung Dewi Hera kepada Leyla.
"Iya!"Jawab Leyla dengan penuh semangat.
Meira kemudian menutup seluruh pintu dan jendela agar Dewi Hera bisa secara leluasa menjelaskannya kepada Leyla.Saat semuanya sudah selesai,Dewi Hera kemudian mulai menjelaskan jawaban atas pertanyaan Leyla pada Meira tadi.
"Kau bertanya kenapa kau tak memiliki kemampuan sihir seperti kedua orangtuamu kan?Sebenarnya,Kemampuan sihirmu itu akan datang di usiamu yg ke-16"Singkat Dewi Hera sambil melirik Meira yg tampak tercengang atas kata-katanya.
"Maafkan ketidaksopanan saya,Dewi Hera.Tapi bukankah anda bilang 10 tahun yg lalu kalau kami adalah Eterna Paro yg terakhir?!"Tanya Meira dengan suara kecil supaya Leyla tak mendengarkan pembicaraannya dengan Dewi Hera.
"Kami..Merubah keputusan kami yg sebelumnya,Meira.Setelah perundingan yg begitu lama dengan seluruh dewa-dewi yg ada di Olympus,Akhirnya semuanya sepakat kalau keturunanmu dengan Hades akan menjadi Eterna Paro juga"
Dewi Hera merasa tak enak hati menjelaskan tentang pengubahan keputusan mereka terhadap Eterna Paro sekaligus kehidupan Keluarga Meira dan Hades.Meira hanya bisa diam seraya menahan air matanya untuk tidak jatuh.Dia takut kalau Leyla akan mengemban beban yg jauh lebih berat atau bahkan menangani permasalahan yg lebih besar dari dia dan Hades yg hanya menangani pemimpin ketiga kelompok tersebut.
"Kalau itu yg anda dan para dewa-dewi Olympus lainnya inginkan,Maka saya tidak memiliki kekuasaan untuk membantah keputusan anda semua.Walaupun saya..Masih tidak bisa menerima kalau Leyla nantinya akan menjadi Eterna Paro,Tapi saya akan berusaha sekuat mungkin untuk menerima keputusan INI"Jelas Meira dengan tegarnya.
"Maafkan aku,Meira"Ucap Dewi Hera sambil menatap Meira.
"Tidak apa-apa,Dewi.Saya akan keluar mencari angin sebentar dahulu sambil menenangkan pikiran saya atas semua..Keputusan anda dan para dewa-dewi lainnya"
Meira langsung berjalan keluar menuju ke halaman depan rumahnya yg sangat luas dan tampak seperti taman.Ia dan Hades sengaja memilih tempat yg begitu sepi seperti itu supaya tidak ada orang yg menyadari keberadaan sihir mereka.Di luar..
"Bagaimana kalau Leyla nanti mati saat menjalankan tugasnya?!"
Ia memegang kepalanya dengan kedua tangannya sambil menangis tersedu-sedu jika membayangkan Leyla mati saat tugasnya tiba nanti.
"Meira?"Ucap Hades yg baru saja datang setelah menelusuri negara tempatnya tinggal untuk mencari keberadaan Arcane.
*DRAP DRAP*
Hades berlari ke arah Meira karena melihatnya menangis sampai seperti itu.
"Ada apa?Kenapa kau menangis sampai seperti ini?!"Tanya Hades dengan sangat khawatir.
Meira menarik napas dalam-dalam kemudian menjelaskan semuanya.Mulai dari saat Leyla yg menanyakan soal kemampuan sihirnya yg tidak ada sampai pengubahan keputusan Dewi Hera dan dewa-dewi Olympus.Setelah mendengarkan penjelasan Meira,Hades hanya bisa menghela napas dan mendekap Meira dalam pelukannya supaya dia bisa sedikit lebih tenang.
"Bagaimana sekarang,Hades!-Aku takut Leyla akan..Akan!"
"Shhh...Tenanglah,Meira.Tenangkan dirimu.Kau tahu sendiri kan kalau kita tidak bisa melakukan apapun terhadap keputusan mutlak seperti ini.Oleh karena itu,Kau harus berusaha untuk menerimanya dengan lapang dada"Ucap Hades sambil mengelus-elus punggung Meira yg masih terisak.
Selama 10 menit lebih,Hades berusaha sekuat mungkin untuk menenangkan rasa khawatir Meira terhadap Leyla yg nanti,Di usianya yg ke-16 akan dilantik menjadi Eterna Paro ke-31 bersama pasangannya nanti.Dan tepat saat Meira dan Hades masuk ke dalam rumah,Dewi Hera telah pergi meninggalkan rumah mereka dan meminta Leyla untuk menyampaikan salamnya.
"Dewi Hera sebelum pergi berpesan kepadaku untuk memberitahukan kepada mama dan papa kalau beliau akan kembali menemuiku di usiaku yg ke-16!"Ucap Leyla dengan sangat semangatnya.
"Haha,Selamat Leyla.Dewi yg kau idolakan sudah membuat janji seperti itu"
Hades mengacak-acak rambut Leyla sambil tersenyum padahal jauh di dalam lubuk hatinya,Ia merasa tercabik-cabik karena mengetahui masa depan Leyla sebagai Eterna Paro ke-31.
6 tahun terlewati sudah dan kini Leyla sudah mencapai usianya yg ke-16.Sesuai dengan yg dikatakan oleh Dewi Hera 6 tahun yg lalu,Ia datang kembali di malam bulan purnama saat Leyla sedang bersama dengan seorang temannya.
"Kita bertemu lagi,Leyla.."Ucap Dewi Hera sambil tersenyum kepada Leyla dan teman di sebelahnya itu.
"Saya haturkan salam saya kepada Dewi Pernikahan 'Hera'.."Salam Leyla kepada Dewi Hera.
Teman Leyla yg ada di sampingnya itu hanya bisa kaget saat melihat kemunculan Dewi Hera yg sangat tiba-tiba.
"Halo juga,Castiel Forrest"Ucapnya kepada Castiel yg merupakan teman sekaligus pasangan Eterna Paro Leyla.
Tanpa dijelaskan sekalipun,Leyla bisa langsung tahu kalau teman terdekatnya itu adalah pasangannya jika dilihat dari ekspresi dan gaya bicara Dewi Hera kepada Castiel.
"Saya juga menghaturkan salam terhormat saya kepada anda,Dewi Hera"Ucap Castiel sambil membungkuk sedikit untuk menghormati Dewi Hera.
"Karena kalian berdua sudah saling kenal layaknya ke-30 Eterna Paro sebelumnya,Maka aku tak akan berlama-lama lagi.."
Ia mengangkat kedua tangannya dan memegang kepala Leyla dan Castiel lalu mengucapkan sesuatu..
"Dengan ini aku,Hera sang dewi pernikahan,pengorbanan,dan kesetiaan ini melantik kalian sebagai Eterna Paro ke-31"
Cahaya hitam keemasan menyelimuti keduanya setelah Dewi Hera menyelesaikan kalimat pelantikannya terhadap mereka.1 menit kemudian cahaya hitam keemasan itu memudar dan bersamaan dengan terjadinya hal itu,Leyla langsung dikelilingi dengan aura gelap layaknya seorang 'pemegang kegelapan' sedangkan Castiel dikelilingi aura putih keemasan yg identik dengan 'pemegang cahaya'.
"Hah!?"Kaget Dewi Hera saat melihatnya.
Ia hanya diam saja tanpa menjelaskan apapun karena pada akhirnya Meira dan Hades sendirilah yg akan menjelaskan.Dia hanya memberikan beberapa saran penting kepada keduanya dan berpesan untuk selalu menjaga satu sama lain dan tetap setia antar satu sama lain sama halnya seperti Eterna Paro sebelumnya.
Setelah pelantikan singkat yg dilakukan oleh Dewi Hera,Leyla dan Castiel memberi salam perpisahan kepadanya kemudian kembali ke rumah masing-masing.Di rumah Leyla...
"Mama,Papa aku pulang!"Ucap Leyla saat baru memasuki rumahnya.
Dia merasa heran akan suasana rumahnya yg begitu sepi dan tak seperti biasanya,Dimana Meira dan Hades biasanya akan langsung menyambut kedatangan Leyla dengan hangatnya.Tapi kali ini,Rumah terasa sangat dingin dan..Sunyi.
"Mama..Papa?"Gumamnya seraya mengelilingi rumahnya untuk mencari keberadaan kedua orangtuanya yg tak terlihat dimanapun itu.
"Ini..Aneh.Biasanya mama dan papa akan datang menyambut kedatanganku.Atau paling tidak jika ingin mencari keberadaan Arcane,Mereka akan menyampaikannya padaku dahulu.Tapi..Apa ini?"Tanya Leyla kepada dirinya sendiri dengan diselimuti rasa khawatir dan takut.
*GUBRAK*
Atap rumah Leyla tiba-tiba roboh saat itu juga sehingga membuat Leyla sedikit tertimbun reruntuhan atap rumahnya sendiri.Berkat kekuatan gelap yg baru didapatkannya tadi,Dampak bagi fisiknya jadi tak seberapa.
"Nona Leyla Rhysand,Maukah anda ikut dengan saya?"Tanya seorang wanita sambil tersenyum kemudian mengulurkan tangannya kepada Leyla.
Wanita dengan rambut coklat dan mata sedalam lautan itu terlihat sedang berusaha menghipnotis Leyla tapi sihirnya tampak tak bekerja sedikitpun.Dan lagi,Leyla menatap curiga wanita itu yg ciri fisiknya sama seperti orang yg harus dihindari olehnya sesuai dengan penjelasan Meira dan Hades.
*BUGH*
Tanpa basa-basi,Leyla langsung meninju wajah wanita itu setelah yakin kalau dia adalah..Arcane Nocturne!
"Nama anda pasti Arcane Nocturne kan?!-Saya benar-benar tidak menyangka bisa bertemu buronan dewa-dewi Olympus secara langsung!"Gertak Leyla sambil menatap tajam wanita yg tidak lain adalah Arcane Nocturne itu.
Dari sekian banyaknya Eterna Paro,Hanya Leyla saja yg tak memiliki senjata khusus dan hanya bisa mengandalkan tangannya saja atau bisa menggunakan senjata yg dibuat sendiri dan menyalurkan sedikit energinya.Kasus Leyla dan Castiel sangat unik bagi Dewi Hera.
"Anda ingin berduel?Akan saya ladeni jika itu yg anda inginkan,Nona Leyla Rhysand!"Ucap Arcane kemudian langsung menghajar Leyla beberapa kali seperti yg dilakukan Emily Lousian pada Hades beberapa tahun yg lalu.
"Anda benar-benar bodoh,Nona Arcane.."
Tiba-tiba dari arah belakang,Arcane dicekik oleh Leyla yg seharusnya sudah babak belur di hajarnya.Tapi kenyataan di depannya berkata lain,Leyla tampil tanpa sedikitpun lebam di wajahnya.Dan tubuh yg dipukulnya tadi hanya sebuah kloning yg dibuat oleh Leyla untuk menipu Arcane.
Siapa yg sangka?Seorang Eterna Paro yg bahkan baru diberikan kekuatan sihirnya itu sudah mampu mengendalikannya sampai ke tingkat yg sama seperti Meira dan Hades.Dia seakan sudah tahu akan semuanya yg berhubungan dengan kekuatan gelap miliknya.
"Ukh!"Arcane tampak sangat lemah di hadapan Leyla padahal harusnya dia lebih unggul karena sudah dilatih sejak kecil.
"Saya tidak tahu kenapa anda tiba-tiba menyerang saya bahkan menghancurkan rumah saya yg begitu berharga.Tapi satu hal yg pasti,Anda adalah ancaman bagi saya,keluarga saya sendiri,dan juga dunia,Nona Arcane"
Leyla yg sudah lepas kendali akan amarahnya,Langsung mencekik Arcane sampai dia pingsan.Kesempatan itu digunakannya untuk mengunci Arcane di dalam sebuah kubus yg terbuat dari sihir kegelapan miliknya.Tepat saat Arcane terbangun,Ia sudah melihat Leyla yg tengah duduk dengan santainya sambil meminum teh.
"Katakan dimana orangtuaku,Nona Arcane"Ucap Leyla sambil fokus ke tehnya sendiri.
"Heh,Kenapa kau bertanya hal itu padaku?Aku sendiri saja tidak tahu!"Jawab Arcane yg padahal situasi maupun kondisinya saat itu sedang tidak baik.
Karena Arcane enggan menjawab pertanyaannya,Leyla kemudian mengepalkan tangannya dan membuat sihir kejutnya aktif.Arcane berteriak dengan sangat keras dan kondisinya semakin melemah.
"Katakan dimana orangtuaku."Leyla bertanya sekali lagi sambil menatap miris Arcane yg bahkan tidak bisa melawannya yg masih amatir.
"AKU BENAR-BENAR TIDAK TAHU!!"Jawab Arcane dan tetap pada jawaban awalnya.
"Karena kau tak mau menjawab maka aku akan--
*GREP*
Seseorang dari belakang tiba-tiba menahan tangan Leyla supaya tak mengaktifkan sihir kejutnya lagi dan orang itu tidak lain adalah Castiel.
"Sudah cukup,Leyla.Orang itu sama sekali tak ada hubungannya dengan hilangnya orangtuamu,Karena aku baru saja menemukan mereka!"Jelas Castiel seraya menunjukkan raut wajah yg hampir menangis entah karena apa.
"Dimana mereka sekarang?"Tanya Leyla sambil menatap ke arah Castiel yg masih memegang tangannya.
"Kami berdua ada disini,Leyla.Dan sekarang,Kami akan membawa Arcane Nocturne ke Olympus untuk diberi hukuman karena telah melakukan penyerangan.Semoga saja mereka tidak meluapkan amarahnya kepadamu,Arcane atas dosa-dosa Isaac"Jelas Meira sambil menatap semua orang yg ada disana.
Tapi situasi itu benar-benar ganjil bagi Leyla karena raut wajah ibunya cukup aneh dari biasanya,Begitu juga dengan ayahnya dan Castiel.
*DEG*
Dari arah belakang tubuhnya,Leyla merasakan rasa sakit luar biasa yg sampai menghilangkan setengah kesadarannya.Dia berusaha membuka matanya tapi kelopak matanya malah semakin berat hingga akhirnya ia tak sadarkan diri.
Arcane kemudian berdiri dari tempatnya dan berjalan menuju 'Castiel' yg berdiri di depan Leyla yg sudah tak sadarkan diri.
"Terima kasih atas bantuanmu...Lane"Seru Arcane dengan senyuman miring di wajahnya saat menatap Leyla yg jatuh di lantai.
Pria bernama 'Lane' di hadapan Arcane adalah putra dari ayahnya dan Emily,Yg artinya mereka sedarah karena berasal dari orangtua yg sama.Lane sendiri memiliki kekuatan sihir yg bisa membuatnya membentuk ilusi seperti yg dilakukannya sebelumnya.
"Cukup merepotkan untuk membawa pasangan Eterna Paro ke-30 itu kalau tidak menggunakan sihir ilusi.Aku bingung kenapa ayah,ibu,dan Tuan Sebastian mati di tangan orang yg lemah hatinya seperti itu"Ucap Lane sambil memperlihatkan wajah miris.
"Pada dasarnya ayah dan ibu adalah orang yg lemah.Jadi kau tidak perlu merasa miris akan nasib kedua orang tidak,Ketiga orang tak berguna itu.Kekalahan mereka hanya mencoreng nama baik Kelompok Nocturne,Lousian,dan Judith"Jelas Arcane dengan nada dingin seakan-akan tak peduli.
Setelah perbincangan singkat itu,Lane kemudian menghancurkan ilusi yg dibuatnya tadi dan mengembalikan rumah Leyla seperti semula karena semuanya hanyalah ilusi begitu juga dengan wujudnya yg menyerupai 'Castiel' dan bayangan kedua orangtua Leyla.
Singkatnya,Leyla dibawa ke Markas Lousian sama halnya dengan nasib Meira yg dibawa lari ke Markas Nocturne yg saat ini telah hancur lebur dengan tanah.Disana..
"Bangun!"Tegas Lane seraya menampar wajah Leyla dengan cukup keras sampai ia tersadar.
"LANE NOCTURNE,LEPASKAN AKU!!"Gertak Leyla kepada Lane sambil berusaha menyerang Lane dengan sihirnya.
*BZZTT*
Leher Leyla secara tiba-tiba terasa seakan ditusuk oleh ribuan jarum kecil yg langsung menghambat aliran darahnya.Rasa panas merasuk dalam tubuhnya sampai darah mengalir keluar dari hidungnya.
"Kalau kau berusaha melakukannya lagi,Maka segel kutukan yg ada di lehermu akan semakin mencekik atau bahkan menutup aliran darahmu sampai pecah"
Wajah Leyla seketika memucat setelah mendengar penjelasan Lane yg mengerikan nan kejam padanya tentang segel kutukan di lehernya yg berbentuk seperti rantai.
"Haha,Bercanda kok~...Tapi mungkin saja TIDAK"Sambung Lane sambil tertawa sinis.
"Keluarkan aku..!"Ucap Leyla seraya berusaha untuk terus membuka matanya.
*CRINGG*
Lane memperlihatkan telapak tangannya kepada Leyla yg kemudian memperlihatkan sebuah gambaran yg sama mengerikannya dengan sikap Lane.Hal itu tidak lain adalah..
"APA YG INGIN KAU LAKUKAN KEPADA AYAH DAN IBUKU!!"Bentak Leyla kepada Lane sampai tak sadar berusaha menggunakan sihirnya kembali.
Alhasil,segel kutukan yg dipasang di lehernya aktif kembali dan membuatnya merasakan sakit yg begitu luar biasa sampai meneteskan air matanya.Satu hal yg ada di pikirannya saat ini hanyalah keselamatan kedua orangtuanya dan Castiel.
"Sama seperti yg akan dilakukan ibuku,Emily Lousian dan ayahku,Isaac Nocturne,Aku akan mengambil roh mereka untuk dijadikan kekuatan sihir yg bisa membantu urusanku dan Arcane kedepannya~"
*TAP TAP TAP*
Lane berjalan menjauh sedikit dari Leyla sambil tersenyum menyeringai ketika menatapnya.
"Nikmati waktumu,Nona Leyla!"Ucapnya kemudian berjalan keluar dari penjara yg mengurung Leyla kala itu.
"Apa yg harus kulakukan..Sekarang?Ayah dan ibu..Jika aku tidak cepat pergi,Mereka bisa saja..Mati.Dewi Hera,Jika anda mendengarkan seruan saya ini,Maukah anda datang dan memberikan solusi?"Gumam Leyla dengan suara kecil dan langsung terjatuh ke lantai penjara saking tidak kuatnya tubuhnya yg sudah menahan begitu banyak serangan dari segel kutukan yg diberikan Lane padanya.
*BRUK*
Pandangannya memudar hingga akhirnya ia terjatuh menghantam lantai penjara yg hanya berupa batako yg begitu kasar.
Di tempat lain,Meira dan Hades digantung di langit-langit sebuah penjara dengan posisi terbalik kepala di bawah dan kaki di atas.
"Psst..Meira!"Panggil Hades memanggil-manggil Meira supaya bangun.
"Hades?Hm,Kenapa kau tergantung terbalik begitu?"Tanya Meira dengan wajah bingung.
"Bukan saatnya untukmu mempermasalahkan ini,Kita harus lepas dari jeratan rantai ini dan pergi mencari Leyla dan Castiel!-Kau ingat,Mereka ditangkap juga!"Jelas Hades secara singkat.
"Oh iya benar!-Aku lupa,Maaf.."
Hades hanya menghela napas pelan kemudian menjentikkan jarinya.Sebuah api hitam membakar rantai yg menjerat Hades dan Meira sampai keduanya akhirnya bisa lepas.
Keduanya langsung bergegas keluar dari penjara kemudian berpencar untuk mencari Leyla dan Castiel yg dikurung di 2 penjara berbeda di Markas Lousian.Selama 30 menit lebih,Meira dan Hades mencari keberadaan mereka di markas yg super besar itu tapi hasilnya nihil.Di suatu tempat...
"Leyla?!"Ucap Castiel terengah-engah saat melihat Leyla yg menatapnya dari kejauhan.
"CASTIEL!"Panggil Leyla kemudian langsung berteleportasi ke jarak yg begitu dekat dengan Castiel lalu menggenggam tangannya saking senangnya akhirnya ia bisa bertemu lagi dengan Castiel.
"Bagaimana kau bisa lolos?"Tanya Castiel sambil meraba-raba wajah Leyla untuk memastikan apakah dia benar Leyla atau bukan.
"Tadi aku sempat pingsan selama 10 menit..Mungkin.Kemudian setelah bangun,Aku ingat kalau ibu,ayah,dan kau juga dikurung di penjara yg berbeda-beda.Oleh karena itu,Aku langsung menghancurkan segel kutukan di leherku dengan sedikit sihir cahaya yg diberikan ibu.Untung saja itu berhasil.Aku sangat senang bisa bertemu denganmu lagi,Castiel"Jelas Leyla dan seketika memeluk Castiel yg sedikit gemetaran.
"Kita harus menemukan--
"LEYLA,CASTIEL!!"Teriak Meira dari salah satu lorong markas tersebut seraya menatap ke arah keduanya.
Melihat itu,Leyla langsung melepaskan pelukannya dan berlari ke arah ibu dan ayahnya lalu memeluk mereka sambil menangis tersedu-sedu.Ia tak menyangka masih bisa dipertemukan kembali di saat itu dengan kedua orangtuanya.Kesedihan terlukis jelas di wajah Leyla sampai membuat Castiel tak berani mendekat sedikitpun.Tetapi,Meira yg melihat Castiel yg menatap canggung mereka itu kemudian tersenyum ke arahnya lalu memanggilnya mendekat.
Setelah jarak sudah sangat dekat,Castiel langsung dipeluk oleh ketiganya dengan sangat erat sampai dirinya sendiri merasa heran kenapa keluarga Leyla begitu baik dengannya padahal keluarganya sendiri..Tidak.
*KLANG KLANG*
Sebuah panah hitam terjatuh di dekat kaki Hades dan hal itu membuat keempatnya menjadi waspada akan situasi di sekitarnya.
"KELUARLAH KALAU BERANI!!"Pancing Leyla dengan suara lantang hingga suaranya bergema di seluruh penjuru koridor.
"HAHAHA,Lihatlah wajah kalian itu!-Pucat pasi,kewaspadaan yg tinggi,ketakutan,terlihat jelas di wajah kalian semua.Khususnya anda,Pasangan Eterna Paro ke-30~"Ujar Arcane dari balik kegelapan.
*TAP TAP* *WOOSHH*
Arcane berjalan mendekati keempatnya dan tiba-tiba angin bertiup kencang sampai rambutnya mengikuti arah angin begitu juga dengan Leyla,Meira,Hades,dan Castiel.
"May the darkness consume the light.."Ucap Arcane dengan suara kecil nan halus.
Beberapa tangan hitam muncul dari arah belakang Arcane dan langsung mencekik Meira sehingga ia kesulitan untuk bernapas.Serangan tiba-tiba Arcane itu berhasil membuat ketiganya panik.Tapi 1 hal yg membuat Leyla bingung adalah,Kenapa Arcane hanya mencekik ibunya saja dan tidak dengan mereka?Apakah karena mantra yg disebutkannya tadi yg menyebutkan 'The light' yg bermaksud pada sihir ibunya tersebut?
Di tengah kepanikan mereka itu,Arcane tersenyum menyeringai kemudian menusukkan bayangan yg kelihatannya sangat runcing ke dada Meira sampai mengucurkan banyak darah.Dikarenakan Hades adalah pasangan Eterna Paro Meira,Ia juga merasakan rasa sakit yg sama dengannya hingga di dadanya juga mengucurkan darah.
Leyla dan Castiel hanya bisa terdiam dengan wajah pucat saat melihat Meira dan Hades dilukai perlahan-lahan.Selama beberapa saat,Keadaan seperti menjadi hening di telinga Leyla.Ia tak mendengarkan rintihan ibu dan ayahnya bahkan suara napas orang-orang di sekitarnya tak bisa di dengarnya.Hingga..
"Sudah cukup!"Ucap Leyla dengan begitu lantangnya sampai membuat tanah bergetar dan juga cengkraman tangan hitam pada ibunya menghilang karena mantra Arcane yg sebelumnya terganggu.
Aura hitam keluar dari dalam tubuh Leyla dengan sangat pekat sampai jarak pandang Arcane maupun yg lainnya terhalang saking pekatnya.Leyla langsung berlari cepat ke arah Arcane dan menggunakan bayangan tangan yg begitu besar untuk menggenggam tubuh Arcane.Kemarahan yg sudah diambang batas itu,Seketika menjadi malapetaka bagi Arcane.
Tubuhnya di cengkram dengan sangat kuat kemudian dihantam ke tanah beberapa kali sampai rasanya kepalanya akan pecah jika diteruskan lagi.Saat melakukan tindakannya,Mata Leyla mengeluarkan air mata karena amarah yg sudah tak tertahankan lagi.
"Ucapkan selamat tinggal,Nona Arcane"Ujar Leyla lalu menjatuhkan tubuh Arcane di lubang yg diakibatkan hantaman terus menerus yg dilakukannya pada Arcane.
Tangan hitam besar yg tadinya mengcengkram tubuh Arcane kemudian menghancurkan tubuhnya hingga berkeping-keping sampai darah Arcane mengalir kemana-mana.Tiba-tiba dari arah lain,Lane berusaha berlari ke arah Leyla supaya bisa menyerangnya.
Akan tetapi,Sebelum sempat tangannya mengenai tubuh Leyla,Tubuhnya sendiri langsung terbelah menjadi beberapa bagian karena melewati jaring tak terlihat yg dibuat Leyla untuk melindungi dirinya.Kedua Nocturne bersaudara itu mati di tempat dengan cara yg begitu mengerikan sampai tak ada yg bisa membayangkannya.
"L-leyla..!"Panggil Meira yg terluka dengan perasaan ragu-ragu.
"Iya,Ibu?"Jawab Leyla seraya tersenyum lebar dengan keadaan tubuh penuh darah karena terkena cipratan darah Arcane dan Lane yg sudah dibunuhnya.
"Bagaimana kalau kita pulang sekarang dan melaporkannya kepada dewa-dewi di Olympus?"Tanya Meira.
"Tentu saja jika itu yg ibu,ayah,dan Castiel inginkan.Dan juga,Aku minta maaf karena membunuh kedua Nocturne bersaudara ini dengan begitu brutal"
Tepat setelah meminta maaf,Leyla langsung jatuh ke lantai setelah sebelumnya melayang karena sihirnya yg tak terkendali.
20 tahun berlalu setelah pembunuhan atas kedua Nocturne bersaudara yg dilakukan oleh Leyla.Kini,Keempatnya mendapatkan hadiah yg sudah dijanjikan kepada mereka semua.Yakni,Tinggal di Olympus bersama dengan para Eterna Paro yg telah gugur.Tapi bukan berarti mereka mati.Hanya saja,Mereka dibolehkan untuk tinggal di Olympus selama yg mereka inginkan atau kembali ke bumi.
Leyla juga diberikan pelatihan untuk mengendalikan kekuatan gelapnya yg tak bisa dikendalikan saking kuatnya besaran mana-nya.Castiel juga diberikan sebuah pelatihan untuk bisa menggunakan kekuatan cahayanya yg belum bisa digunakannya sebelumnya sampai tak bisa membantu Leyla sedikitpun saat bertarung melawan kedua Nocturne bersaudara.
Hidup keempatnya dan ke-29 Eterna Paro yg telah gugur akhirnya bisa tenang karena tidak adanya lagi ancaman bagi alam semesta.
~THE END~