namaku zoru akamoko, kalian bisa memanggilku zoru, hari itu aku bertemu dia di taman dia cantik berkulit putih berambut hitam panjang dan bermata coklat, tatapan matanya yang lembut membuatku langsung jatuh cinta kepadanya.
hari itu pagi yang dingin awan awan mendung menutupi sang mentari
air hujan turun dari langit membasahi bumi, seolah ikut menangis dalam sedihku
saat itu aku baru saja di putuskan pacarku
aku berjalan dibawah guyuran hujan
berjalan menuju taman sendirian dengan air mata yang mengalir tersapu air hujan yang membasahi
sampai ditanam aku bertemu seorang gadis cantik duduk di sebuah kursi taman
tanpa payung atupun mantel, rambut hitamnya yang tergerai basah terguyur air hujan
terlihat jelas wajah sedihnya airmata dan air hujan turun bersamaan membasahi pipi nya
aku datang menghampiri nya dan duduk tepat di sebelahnya, dia menoleh ke arahku dengan wajah lembut memelas
aku hanya diam seribu bahasa di samping nya
dalam tangisnya dia berkata dengan nada lembut selembut sutera
" hei kenapa kau menangis,,,,,,?"
" kenapa kau bertanya kepadaku nona, memang apa alasanmu menangis sendirian di sini,,,,?"
" aku baru saja kehilangan satu satunya keluarga ku. dia adalah laki laki yang sangat menyayangi ku , tapi dia mati karena ku"
"apa dia pacarmu,,,,,?"
" bukan dia bukan pacarku."
" lalu apa dia ayahmu,,,,,?
" bukan, dia adalah kakak ku, dia mati saat menolongku. "
"dia mati tertabrak mobil."
"• • • • • • • •"
saat dia berkata demikian hujan semakin deras menggu yur , suasana hening dan canggung aku rasakan
untuk memecah keheningan ini aku memulai kembali percakapan
" kalau begitu dia bukan mati karna dirimu,,,,,, tapi karna takdir "
" jika kau bersedih bukankah kakak mu juga akan bersedih disana "
"• • • • • •"
nona itu hanya diam sama sekali tidak bersuara
setelah itu hujan reda, dan matahari mulai bersinar kembali
tapi hati kami masih tertutup dengan awan mendung dan hujan badai
" kau benar , walau aku menangis kakak tidak akan kembali"
" dan kau juga benar jika aku sedih kakak juga akan sedih"
" aku juga masih harus menjalankan hidupku dan beranjak pergi dari kesedihan ini "
dia tersenyum kepadaku dengan sangat lembut
senyum nya bagaikan cahaya mentari yang menyinari hati ini
Badai di hati ini mulai mereda
Terganti dengan cahaya hangat dari senyuman nya
Setelah hujan deras pelangi muncul di langit senja warna langit jingga nampak indah berpadu dengan pelangi
" nona lihatlah ada pelangi disasana,,,,,"
" lihat hujan telah reda dan sepertinya badai di hati kita juga mulai mereda"
Dengan senyuman aku berkata demikian.
•
•
•
tidak terasa tiga Minggu telah berlalu
aku jadi penasaran bagaimana keadaan nona cantik hari itu
secara kebetulan aku bertemu dengannya
saat di bazar buku aku bertemu degannya, ternyata dia adalah seorang penulis inspiratif
rambut hitamnya masih tergerai indah
Deg deg deg,,,,,,
Jantung ini berdetak kencang saat melihat nya
saat aku sedang membaca beberapa buku gadis itu menepuk pundak ku
" hai,,,,, kau laki laki yang menemani ku di taman hari itu kan,,,,?"
" kenalkan namaku Seppia,,,, "
" hari itu terima kasih karena kau datang dan,,,, mendengar kan isi hatiku"
" jika kau tidak ada hari itu mungkin sampai hari ini aku masih saja bersedih"
" Dan menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi"
" Ah,, itu tidak benar nona"
" Nona sendiri lah yang kuat,,,, dan bangkit dari kesedihan "
" Aku tidak melakukan apa apa"
" Ohya,,,,, namaku zoru akamoko, nona bisa memanggilku zoru"
" Eemm,, baiklah zoru"
" Kalau begitu,,, zoru ini adalah nomerku jika mau boleh kau disimpan,,,,"
" Dan mulai sekarang bagaimana kalau kita berteman saja "
Dia tersenyum ke arahku sambil memberikan sebuah kertas kecil berisikan nomernya
Deg deg deg
Jantung ini berdetak semakin cepat
Perasaan apa ini
Percakapan singkat itu menjadi awal pertemanan kita
Beberapa Minggu kemudian kami berpacaran dan mulai mengenal lebih dekat
Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat
Setahun sudah kami mengenal dan berpacaran
hari ini aku menguatkan hati untuk datang melamarnya
Rasa gugup dan khawatir berpadu dalam pikirku
Apa dia akan menerimaku,,,,,, atau kah tidak,,,,,
Aku gandeng tangannya di tengah kerumunan, aku berlutut di depannya
" Seppia,,,,, maukah kau menjadi pendamping hidupku"
" Maukah kau menemaniku hingga akhir hayatku"
Seppia tersentuh, airmata haru jatuh ke pipi nya
" Ya,,, aku mau"
Sepatah kata, yang melegakan hati ini terucap dari mulut kecilnya
Beberapa hari kemudian kami menikah
Janji suci pernikahan terucap
kujadikan dia sebagai istriku untuk yang pertama dan terakhir kalinya.
TAMAT
jangan lupa like dan komen ya#