Nama ku adalah Fang. aku adalah seorang anak bangsawan. tahun ini aku berusia 13 tahun. aku seorang anak laki laki. tetapi aku di besarkan sebagai seorang anak perempuan.
Ibu ku membenci pria, dia di patahkan oleh cinta ayah ku. yah, aku juga bisa disebut sebagia anak haram. karna aku adalah anak dari hubungan semalam mereka.
Suatu pagi ibu ku memperkenalkan ku kepada seseorang. Devon, dia adalah seorang pangeran dari kerajaan sebrang. ibu ku meminta ku untuk menikah dengan nya.
Aku benar benar sangat ingin menangis saat ibu ku bilang kalau aku harus menikah dengan nya. aku ini seorang anak laki laki, bukan seorang anak perempuan.
Tidak lama setelah ibu ku mengatakan itu, Devon meminta izin kepada ibu ku kalau ia ingin berkeliling istana bersama ku. aku benar benar tidak mengharap kan ini.
Apa yang bisa aku lakukan. aku menuruti permintaan nya dan berkeliling istana bersama nya. saat kami berada di tempat yang sepi. Devon tiba tiba memojokan ku pada sebuah tembok.
Aku benar benar sangat jijik padanya saat itu. perlahan lahan Devon memegang dagu ku dan ingin mencium bibir ku. tapi dengan cepat aku menginjak kaki nya menggunakan sepatu tinggi ku.
Devon pun merasa kesakitan pada saat itu. aku pun tertawa kecil padanya. tetapi, siapa yang menyaka kalau ini terjadi pada ku.
Devon pun mencengkram leher ku dan membuka gaun ku. aku pun berteriak memanggil ibu ku sekuat yang aku bisa. tetapi sia sia saja, tidak ada yang mendengarkan ku waktu itu.
Nasi pun sudah menjadi bubur. aku sudah terlanjur diperkosa dari belakang oleh Devon. aku menangis di sana. aku menangis deras di sana sampai hujan lebat turun.
Di tengah hujan yang sangat lebat Devon pun melarikan diri dari istana melalui gerbang utama. aku tetap menangis di sana. aku benar benar sangat stres dan ingin mati.
Aku pun berpikir apa yang aku alami sekarang ini sama dengan yang ibu ku alami waktu dulu. aku tidak berhenti menangis di sana. tidak lama kemudian kepala pelayan istana menemukan ku.
Kakak wan, dia adalah kepala pelayan di istana ku. dia berusia 28 tahun. saat kecil aku sering bermain dengan nya karna dia sangat menyayangi ku. kakak wan menyayangi ku lebih dari ibu ku sendiri.
Setelah kakak wan menemukan ku, dia langsung menghampiri ku dan merangkul ku ke atas pangkuan nya. dia tidak bertanya apa pun kepada ku karna dia sudah tau apa yang terjadi pada ku.
Tidak lama kemudia kakak wan pun memeluk ku dalam pangkuan nya dan menangis di pelukan ku. kakak wan benar benar menangis lama karna melihat apa yang terjadi pada ku.
" Jangan terlalu memaksakan diri mu sendiri, katakan lah apa yang kau sukai dan yang tidak kau sukai. kau harus memberikan pendapat mu sendiri dan jangan terlalu menjadi orang yang pendiam. "
Kakak wan mengatakan itu pada ku. tidak lama setelah aku mendengar kata kata itu. aku pun berhenti menangis. setelah itu kakak wan pun membawa ku ke dalam istana dan masuk kamar ku.
Aku di mandikan oleh kakak wan dengan sangat lembut dan hati hati. kakak wan pun memakaikan pakain tidur pada ku dan menidurkan ku di ranjang.
Pagi telah tiba dan hari baru pun sudah di mulai. aku bangun dari tempat tidur ku dan pergi mandi. setelah selesai mandi pun aku pergi keluar kamar dan mencari kakak wan.
Para pelayan istana sedang membicarakan sesuatu di belakang ku. aku tidak terlalu mempedulikan nya karna aku hanya ingin bertemu dengan kakak wan saja.
Tidak lama kemudia ibu pun datang menghampiriku dan bertanya sesuatu. " apa kau baik baik saja sayang..?? " tanya ibu pada ku. awalnya aku heran kenapa ibu mengatakan itu pada ku.
" jangan khawatir sayang, kamu tidak akan pernah bertemu dengan nya lagi " ucap ibu pada ku. awalnya aku sedikit senang karna mungkin ibu sudah mengetahui apa yang terjadi pada ku kemarin.
Tapi tidak lama kemudian seseorang keluar dari belakang ibu ku. " putri ku fang sayang, ini adalah deren. kepala pelayan baru di kerajaan " ucap ibu pada ku " sebuah kehormatan besar saya dapat melihat putri fang di sini " ucap deren pada ku.
Aku benar benar terkejut setengah mati kenapa kakak wan sudah di gantikan. aku pun bertanya pada ibu dimana keberadaan kakak wan sekarang.
Kakak wan berada di penjara bawah tanah. ibu salah paham terhadap kakak wan. dengan sekuat tenaga aku pun berlari kegerbang utama menuju penjara bawah tanah.
Tetapi prajurit di sana melarang ku untuk melewati gerbang itu. prajurit itu pun membawa ku kehadapan ibu ku. ibu pun marah kepada ku kenapa aku pergi kegerbang utama penjara bawah tanah.
Aku benar benar tidak tahan melihat kesalah pahaman ini yang membuat kakak wan tersiksa. dengan keberanian ku aku pun mengatakan pada ibu ku kalo kakak wan tidak bersalah.
Tetapi ibu ku malah semakin marah pada ku dan menampar pipiku. aku pun menangis, aku menangis karna kesakitan.
Aku benar benar sudah tidak tahan lagi atas semua yang terjadi di istana selama ini. aku pun memberanikan diri kembali dan menjelaskan kepada ibu apa yang terjadi sebenar nya kemarin.
Setelah ibu ku mendengar semua kebenaran nya. ibu pun menangis dan memeluk ku. ibu pun meminta maaf pada ku dan akan membebaskan kakak wan dari penjara.
Kakak wan pun sudah di bebaskan dan keluar dari pebjara bawah tanah. kakak wan di sambut meriah oleh semua orang di ruang istana.
Aku benar benar sangat senang karna kakak wan sudah bebas. dengan cepat aku pun berlari dan meneluk kakak wan.
Di tengah pelukan ku ibu pun menghampiri kami. ibu mengatakan sesuatu pada kakak wan. " jaga lah putra ku dengan baik dan bahagiakan lah dia " ucap ibu ku pada kakak wan.
Aku benar benar terkejut karna ibu memanggilku sebagai putra nya. tidak lama setelah ibu mengucapkan itu, ibu ku pun menusuk diri nya sendiri menggunakan pedang kerajaan dan mengatakan semua penyesalan nya pada ku dan pada kakak wan.
Ibu ku pun tidak terselamatkan dan pergi ke atas menjadi bintang. semua warisan keluarganya di turunkan pada ku.
Aku dinobatkan sebagai raja kerajaan baru di ruang istana oleh kakak wan. " ingat untuk memberikan pendapat sendiri dan tidak menjadi orang yang pendiam "
Sekali lagi kakak wan mengingatkan ku untuk tidak menjadi seseorang yang pendiam. diam saja tidak akan membawakan hasil yang bagus untuk mu. ingat lah itu.
{.....TAMAT.....}