Namaku Yuuna Fukuhara, panggil saja aku Yuuna. Ini adalah ceritaku beberapa tahun lalu. Aku memiliki seorang teman perempuan bernama Haruka dan 2 orang laki-laki bernama Rey dan Atsuki. Bisa dibilang kami merupakan sahabat, karena kami sudah berteman sedari kecil. Bahkan kami mendirikan sebuah grup bernama "KAZOKU" dan memiliki markas rahasia.
Dulu kami pernah berjanji bahwa tak akan ada rahasia diantara kami berempat. Dan masalah apapun itu akan kami selesaikan tanpa mengancam perpecahan KAZOKU. Tapi itu semua tak semudah yang di bayangkan. Andai saja waktu itu aku tak menyetujui permainan yang diajukan oleh Haruka, mungkin KAZOKU akan tetap ada sampai sekarang.
Hari itu sepulang sekolah, seperti biasa kami bermain di markas rahasia. Tiba - tiba saja langit nampak mendung dan hujan sudah berada diujung tanduk. Tinggal menunggu tiupan angin hujan pun akan turun. Karena itu juga kami memutuskan untuk bermain didalam markas rahasia.
"Hei, bagaimana klo kita bermain jujur atau tantangan. Aku akan memutar botol ini dan jika ujungnya mengarah ke seorang diantara kita maka orang itu harus memilih untuk berkata jujur atau melakukan tantangan. Gimana kalian setuju tidak?", Ucap Haruka.
"Baiklah mari kita mulai", Jawabku dengan penuh antusias.
Semuanya terlihat menikmati permainan itu, aku pun juga menikmatinya. Mereka tertawa dan tersenyum bersama. Haruka kembali memutar botol itu. Ketika botol di putar perasaanku menjadi deg-degan melihat ujung botol itu akan berhenti dimana. Akhirnya ujung botol itu terhenti di hadapan Rey. Haruka pun menanyakan pertanyaan nya.
"Apakah kamu menyukai Yuuna?", Tanya haruka penasaran
Seketika keadaan menjadi hening. Aku pun juga terkejut kenapa Yuuna menanyakan pertanyaan seperti itu.
"Hah..apa kau bodoh. Mana mungkin aku menyukai perempuan jelek dan kikuk sepertinya."
"E-ehh..ahh..yaa..R-ray benar. Mana mungkin dia menyukaiku.", Jawabku dengan senyum menghiasi bibirku.
Aku pun berlari meninggalkan mereka. Ahh ini kah anggapan Ray tentang ku. Memang benar aku tak pantas untuknya. Seharusnya aku sadar akan hal itu dan alangkah baiknya jika aku tak berharap lebih padanya. Dan sejak kejadian itu mereka semua tak pernah mengunjungi markas lagi. Ketika aku menghubungi mereka, tak ada satu pun dari mereka yang mah menanggapinya.
"Yuuna..!!" ,Teriak ibu memecah lamunanku.
"I-iya ibu, ada apa?"
"Tolong belikan ibu gula dong, ibu mau bikin kue tapi gula di dapur habis."
"Okay, serahkan padaku"
Aku pun segera pergi keluar membeli gula sesuai yang ibu minta. Di tengah perjalanan pulang tiba-tiba pandanganku teralihkan kepada seorang yang sedang duduk di halte bus. Sepertinya aku mengenal orang itu, tapi aku lupa siapa dia. Karena penasaran aku pun mendekatinya.
Dan ternyata itu adalah Haruka, teman masa kecilku dulu. Kami pun bercerita tentang kehidupan sekarang yang kami jalani masing-masing. Dan tiba-tiba saja dia membahas hari itu lagi.
"Hei Yuuna, apakah kamu masih menyukai Rey?"
"Heh...bagaimana kamu tau bahwa aku dulu pernah menyukainya?"
"Hmm..pernah? Berarti sekarang kamu tidak menyukainya lagi?"
"Haruka tidak akan mengerti. Menyukai seseorang yang tidak mungkin didapatkan."
"Aku mengerti. Karena aku menyukai Atsuki tetapi Atsuki menyukaimu."
"Kenapa kau mengatakan seperti itu. Itu semua tidak benar."
"Karna Atsuki tak pernah melihatku."
Haruka pun menjelaskan semuanya tentang kejadian 8 tahun yang lalu. Ketika aku berlari meninggalkan markas, tanpa ku sadari Atsuki mengejarku. Haruka mencoba menghentikannya, tetapi Atsuki tak menghiraukannya. Dan saat itu juga Haruka mengutarakan perasaannya, tetapi Atsuki juga tak menanggapinya. Tanpa menjawab nya Atsuki pun pergi begitu saja meninggalkan Haruka dan terus mengejarku.