Hal yang kusukai hanyalah rebahan di bawah pohon. Membuatku sering dipanggil pemalas oleh warga desa. Walaupun mereka tidak tahu apa yang aku pikirkan. Aku terus mencari pekerjaan dan terus-terusan mencari. Sampai uangku habis untuk fotocopy syarat lamarannya.
Kini aku hanyalah seorang pengangguran yang hidup dengan biaya orang tua. Kenapa sangat sulit mencari pekerjaan? Sudah kugunaan uang untuk mencari pekerjaan. Di kota yang sangat ramai dan sekarang aku yang hanya memperhatikan awan yang lewat tertiup angin di atas sana.
Kenapa aku sangat menyukai hal tersebut? Apa karena aku akhirnya bisa merasakan kedamaian? Kenapa selalu saja digosipkan orang lain? Apa itu kedamaian hidup yang aku inginkan?
Setelah menempuh pendidikan selama bertahun-tahun, tapi apa-apaan ini? Aku selalu berpikir seperti itu, hanya menyalahkan situasi dunia ini. Apa aku bisa mendapat pekerjaan, jika aku lebih termotivasi? Apa yang bisa membuatku termotivasi? Seorang pacar? Bukan. Sebuah hobi? Bukan. Atau Kedua orang tuaku? Mungkin saja.
Aku tahu seharusnya aku bergerak maju, bukan sekedar berandai-andai. Aku sangat iri pada mereka yang bisa diterima kerja, apakah itu diajak atau melamar sendiri. Sangat sulit mencari pekerjaan.
Orang-orang sering bilang,"sekolahlah yang benar, agar kelak kamu dapat pekerjaan yang enak!" Akhirnya aku mengetahui maksudnya. Jika kamu sekolah dengan serius, maka pikiranmu akan terbuka. Bukan berarti mudah mendapatkan pekerjaan.