Hai!
Namaku Nindy aku disini sekedar ingin berbagi sedikit tentang keadaanku. Aku tidak tau harus bercerita kepada siapa. Rasanya begitu sulit bagiku menceritakannya kepada orang lain dengan tanpa pengumpamaan.
Bukankah fungsi keluarga itu sebagai suport ketika sedang terpuruk, ketika berada di bawah, memberikan apresiasi atas apa yang kita capai? Mengapa ini tidak berlaku untukku? Bahkan hanya sekedar meminta untuk menemani belajar saja engan.
Keadaanku serba salah, ketika aku sudah mengorbankan waktu studyku mereka seperti tidak peduli. Apakah aku harus setiap saat berpura pura bahwa aku baik baik saja? Sampai kapan aku harus begini?
Entah sampai kapan keadaan memaksaku berbuat seperti ini.
Mereka tidak menghargai sedikit pun atas apa yang aku lakukan, aku ingin berhenti. Tapi ada yang harus ku buktikan pada mereka.
Mungkin kelihatanya seperti tidak terjadi apa², mereka hanya melihat sebelah mata. Hatiku teramat rapuh, kesunyian malam membuatku mengingat kembali atas apa yang telah terjadi. Kamar tidurku menjadi tempat di mana aku menangis. Bantal gulingku menjadi saksi setiap kali aku menangis, dinding kamarku menjadi korban pelampiasan amarahku.
Berilah hamba kekuatan, ketabahan, dan kesabaran
dalam menghadapi ujian mu ini, Tuhan.
Aku berharap semuanya cepat berlalu.
Sebelumnya aku ucapkan terimakasih telah membaca ceritaku.
Hwating guys!!