Libur semester aku mengajak ketiga sahabatku mendaki gunung di pulau seberang. Kami berangkat dengan bus malam sampai ke pelabuhan. Tiba di pelabuhan kami menunggu hingga subuh agar bisa menyeberang dengan kapal ke pulau tujuan kami.
Gunung ini cukup terkenal di antara para pendaki. Sebagai mantan siswa pencinta alam, aku tergerak untuk mengisi waktu liburku ke sana. Hitung-hitung ada kisah yang aku ceritakan setelah liburan semester berakhir.
Penyeberangan memakan waktu kurang lebih empat jam perjalanan dan dilanjutkan dengan bus ke lokasi gunung tersebut.
Kami tiba di pos pelaporan saat makan siang. Aku mendaftarkan ketiga temanku sementara mereka menunggu sambil melepas penat.
Petugas memeriksaku dan tempat teman-temanku menunggu.
"Bawa ini" ujarnya menyerahkan sebuah tongkat dan sebuah umbul-umbul.
"Aku membawa senter dan perlengkapan pendakian" elakku saat melihat ukuran kayu yang diberikan kepadaku.
Untuk apa aku membawa kayu sebesar itu? Aku punya golok yang kuasah dengan baik dan kuletakkan di pinggangku.
"Baiklah. Semoga beruntung"
Aku dan ketiga temanku meninggalkan pos setelah makan siang. Aku bertindak sebagai penunjuk jalan sementara yang lain mengikutiku.
Kami berjalan di trek pendakian yang dilalui banyak pendaki. Selama perjalanan ke puncak, kami bertemu beberapa rombongan yang turun gunung.
Mereka menatapku, saat aku membalas tatapan mereka, mereka cepat-cepat berlalu. Hal biasa bagi para pendaki untuk saling menyapa, bisa saja berbeda saat mereka sedang kelelahan.
Hari semakin sore, dan sesuai prediksiku kami bermalam di gunung. Puncak gunung mulai nampak, namun kami semua telah diliputi rasa letih dan lapar.
Kami meletakan barang-barang kami, memasang pasak dan mendirikan tenda. Aku menyalakan kompor dan mulai memasak mie instan untuk kami berempat. Aku juga menyuguhkan kopi instan agar badan kami lebih hangat.
Malam semakin larut kami masuk ke tenda dan tidur. Saat tengah malam salah seorang teman membangunkanku.
"Hey bangun! temani aku buang air kecil" ujarnya sambil mengguncang-guncangkan tubuhku.
Aku menggigil. Seluruh tubuhku gemetar.
Aku teringat sesuatu.
Sejak awal, aku berangkat sendiri tidak ada satu pun temanku yang tertarik ikut pendakian.
Berarti .....
"Apa kau takut sekarang?"
------------------------------‐----------