Adnan menggas motornya dengan cepat, dia mengejar waktu untuk tiba dirumah sebelum adzan Maghrib berkumandang, sementara matahari sudah mulai pulang dan mengundang gelap untuk menutupi pandangan. Dari jauh terdengar sayup-sayup suara radio mesjid mulai melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an.
Adnan fokus mengarahkan pandangan ke depan, lampu motornya yang kurang terang setidaknya mampu memberikan sedikit pandangan meskipun Adnan harus lebih teliti melihat arah jalan.
Jalur yang ia lalui kali ini merupakan jalan aspal yang kiri kanannya hanya berupa kebun dan sawah tanpa ada rumah penduduk.
Tepat sebelum belokan tajam tiba-tiba dia melihat sebuah benda besar melintang di jalan, dengan spontan Adnan mengerem laju motornya sambil berucap perlahan.
"Ular!!!"
Sesaat setelah motornya berhenti seketika itu pula mesin motornya langsung mati, dengan gugup dan panik Adnan berusaha menstater kembali motornya sambil sesekali memandang ke arah benda besar yang tidak jauh di depannya. Ia yakin itu pasti ular.
"Sialan...kenapa lagi motor ini!?"
Berkali-kali Adnan berusaha menstater motornya baik secara manual maupun dengan menggunakan stater otomatis, dia khawatir benda itu bergerak kearahnya lalu menyerangnya, ia yakin ia tak mampu melakukan apa-apa jika itu terjadi apalagi saat ini hanya ada dia yang langsung berhadapan dengan benda tersebut.
"Ayolaah...motor sialan!!!"
Adnan mengumpat sambil terus menstater motornya, peluhnya mengucur karena capek dan panik, suasana dingin saat pergantian waktu dari sore ke malam semakin menambah rasa kurang nyaman dari dalam diri Adnan.
Dengan sisa-sisa tenaga sambil menghirup nafas panjang, Adnan berusaha fokus dan mengerahkan semuanya untuk menstater secara manual motornya kembali, untungnya kali ini motornya mau diajak kerja sama, lalu segera Adnan menggas motornya dengan cepat karena dia tidak mungkin lagi memutar arah maka satu-satunya pilihan yang bisa dia ambil adalah langsung menginjak benda itu dengan ban motornya dalam kecepatan penuh.
Saat motornya begitu dekat dengan benda itu dia melihat bahwa benda besar yang melintang itu adalah ular, tapi ular itu sudah mati karena kepalanya sudah hancur entah dihantam batu atau benda tajam, dengan senyuman lega Adnan berlalu melewati bangkai ular yang membuatnya khawatir itu.
"Ular mati ternyata...!!!"
Adzan Maghrib berkumandang sesaat setelah Adnan menjauh dari tempatnya tadi berhadapan dengan ular yang membuatnya cemas.