24 mei 2021 jam 04:22 wib seorang nenek meninggal dunia karena sakit.
semasa hidup beliau adalah nenek yang ceria,perhatian pada cucu,anak dan orang sekitar
beliau juga orang yang dihormati dikampungnya dan tokoh masyarakat yang baik.
beliau bernama hj sayi suami H sarwa,mempunyai 3 orang anak.
suatu hari sang nenek sakit dan ingin 3 anaknya berada disisinya untuk terakhir kalinya... ke 3 anaknya berunding untuk nengurusnya bergilir dan ternyata dua diantara 3 anaknya saling menyalahkan dan tak bersedia mengurusnya bergilir.
anak pertama dia mempunyai riwayat penyakit gula yang jika terlalu capek dia akan mudah sakit dan dia tak mampu membiayai kebutuhan ibunya karna ia pun sedang tidak bekerja lagi karna penyakitnya.
anak keduanya dia seorang mantan anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) beliau tidak bisa mengurus karena meliahat adik perempuanlah yang seharusnya menjaga dan merawat.
lalu nenek merasa sedih ia hanya bisa pasrah dan bergantung pada anak ke 3 dan memutuskan tidak ingin mengganggu atau merepotkan anak pertama dan kedua.
hari berlalu dengan cepat,sang nenek pun beraktipitas seperti biasa dan mempunyai keterbatasan tidak bisa berjalan jauh hanya bisa duduk disofa dan kembali kekamar,hari-hari dilewati dengan ceria bersama anak ke 3 dan cucu,buyut dari anak ke 3.
sebenarnya nenek punya cucu lain dari anak pertama dan kedua hanya mereka sibuk dan ada juga yang menikah dengan orang dari kota dan menetap dengan suaminya
jumlah cucu nenek hj sayi ada 11 dan yang dekat hanya 5 orang saja.
8 tahun lalu kakek H sarwa meninggal dunia 16 agustus 2012,hari-hari berubah saat kakek meninggal anak,cucu dan saudara yang lain tak pernah nampak lagi dan hanya sesekali berkunjung.
dulu memeng keluarga kami dihormati karna kakek H sarwa masih hidup dan beliau sangat dermawan suka berbagi pangan dan sandang untuk seluruh keluarga tetapi saat kakek meninggal dunia kami dihina karna dianggap jatuh miskin.
kakek semasa hidupnya beliau orang terkaya dikampungnya dan beliau sudah menyempurnakan rukun islam ke 5 naik haji bersama nenek istrinya.
beliau memberikan tanah,rumah kepada 3 anaknya dengan adil agar tidak ada kecemburuan.
tetapi diwaktu kakek sekarat ke 2 anaknya sibuk dengan karir masing-masing,kakek tinggal bersama anak ke 3 diurus sampai akhir hayat kakek.
nenek pun begitu disaat sakit dan mau sekarat ke 2 anaknya masih dengan kesibukannya masing-masing.
padahal nenek dan kakek hanya ingin ketiga anaknya memperhatikan dan ada disamping saat-saat terakhir beliau.
sedih sekali berasa kehilangan orang yang sangat peduli dan sayang sama kita,sedangkan kita belum bisa membalas budi pada orang itu dan kita terlau sibuk mengejar duniawi.
selagi orang tua dan orang-orang yang kita sayangi masih ada berbuat baiklah dan berikan perhatian untuk mereka agar mereka selalu tersenyum dan bahagia mempunyai kita.
sekian cerita ini wasalam.