Hari itu tepat nya acara keluarga dan aku ikut serta menghadiri nya, oh sebelumnya perkenalkan nama ku fina umur ku 17 tahun, kakek ku mempunyai 3 anak yang pertama adalah ayah ku dan yang kedua adalah om gusman yang kini tinggal di Belanda sedangkan om ku yang terakhir... Aku tak mampu bercerita tentang dirinya. Adik ayah ku yang terakhir atau bisa dibilang om ku ini bernama wisnu aku tak tau dia tinggal dimana dia jarang berbaur dengan keluarga dan aku tak mau bertemu dengan nya karena penampilan yang sangat arogan serta tatapan nya yang membuat ku tidak ingin melihat nya.
Hari itu semua keluarga besar ku sedang berlibur di suatu vila, semua keluarga besar ku hadir.
Kakek, nenek, ayah, ibu, keluarga om gusman dan keluarga nya yang rela pulang dari Belanda ke Indonesia hanya untuk keinginan kakek ku untuk berlibur bersama, tak lupa om wisnu.
Karena vila kakek ku besar dan aku tak ingin tidur bersama ayah dan ibu ku jadi aku memutuskan untuk tidur di kamar yang cukup besar sendirian, kamar ku bersebelahan dengan om wisnu, keluarga besar ku berlibur hingga 2 minggu dan setiap hari nya aku mendengar suara aneh dari bilik milik om wisnu seperti suara pecahan piring, suara benturan tembok yang keras, dan terkadang aku merasa terganggu tapi aku selalu positif thingking dan tak menghiraukan hal itu karena yang aku pikirkan mungkin om wisnu sedang kerja.
Pagi hari itu aku memutuskan untuk berjalan di belakang vila untuk melihat taman yang di urus oleh nenek ku dulu dan dengan tak sengaja nya aku melihat om wisnu tengah menyiksa gadis kecil jika di perkirakan umur mungkin sekitar 6 tahunan.
Perlakuan om ku terhadap anak itu sungguh sadis dia mencabik perut dari anak itu dengan pisau, mencolok kedua matanya menggunakan pisau yang ada di kantung nya dan selanjutnya aku tak tau karena saat aku membuka mata aku sudah di kamar entah aku pingsan atau apa tetapi ini sungguh aneh.
Jujur selepas kejadian itu aku tak berani menatap mata om wisnu karena yang sudah ku liat di taman itu sungguh sadis, pikiran ku selalu bertanya setelah itu di kemanakan anak itu?, aku selalu minta untuk segera pulang pada ayah ku tapi ayah ku selalu menolak, ayah ku bilang kakek masih ingin menghabiskan waktu bersama kita. Huh aku sungguh takut om ku akan menghabiskan aku dan keluarga besar ini.
Malam ini keluarga besar ku makan malam di ruang makan, kakek masih berbincang dan tertawa hingga saat nya aku tanya sesuatu yang membuat mereka semua terdiam.
Aku bertanya apakah anak kecil di sekitar sini sering menghilang dan benar saja kakek langsung mengangguk dan ialah yang selalu dikira sebagai tersangka nya tetapi tak ada bukti yang kuat menuju kakek ku hingga semua orang di sekitar vila ini tak lagi pernah menunjukan anak mereka, jujur Aku curiga pada om wisnu.
Dan aku akan menceritakan hal yang tragis yang dilakukan om ku pada keluarga ku.
Hari itu terakhir aku dan keluarga besar ku berlibur besok nya kami semua akan pulang kerumah dan malam nya lah om ku beraksi. Ia mengantungi pisau, garpu, dan juga sapu tangan, aku melihatnya karena itu sungguh terlihat, om wisnu tak pernah bicara sekali nya bicara hanya mengeluarkan kata "iya" saja.
Saat di meja makan semua keluarga ku pingsan kecuali aku dan om wisnu aku tak tau kenapa semua pingsan sedangkan aku tidak, aku berfikir mereka di bius dan dibunuh di tempat itu juga dan benar saja dugaan ku om wisnu mulai mengeluarkan kan pisau nya. Aku berteriak padanya "hentikan!! Jangan sakiti keluarga ku"
Tetapi dia hanya melirik ku dengan tajam seakan ia ingin menunjukkan aksi nya pada ku.
Ia sempat berkata " aku akan membayar rasa penasaran mu fina".
Lagi - lagi aku berteriak melihat kepala nenek ku di tusuk oleh pisau dan kembali menusuk perut kakek ku, aku pun segera mengeluarkan ponsel ku tetapi ia mengancam akan membunuh ayah dan ibu ku.
Aku : "kalau kamu melukai ayah dan ibuku makan aku lebih baik mati dan tidak melihat ayah dan ibuku di siksa oleh mu!"
Om : "kalau itu mau mu oke aku tak akan menikam ayah mu dengan pisau ini"
Aku : "lepaskan pisau itu om, aku mohon"
Percakapan ku sampai disitu saja saat ada orang ingin masuk kerumah dan pas sekali dengan datang nya polisi om wisnu di tangkap dan yang selamat aku, ayah, ibu, dan keluarga om gusman tetapi nenek dan kakek ku mati karena ulang bajingan itu.
Setelah di telusuri oleh banyak orang ternyata om ku sering membunuh siapapun di sekitar vila itu, seperti ia membunuh ibu hamil mengeluarkan bayi nya dan mengubur bayi itu hidup - hidup, dan ibunya akan di mutilasi bahkan daging nya akan di cincang.
Kini keadaan ku jauh dari siapapun aku kini pindah ke negara asing tanpa siapapun tau ayah, ibu, dan aku memutuskan tali keluarga dengan om wisnu sejak hari itu juga.