Cerita ini kisah nyata dari perjalanan hidupku, dimana aku suatu hari pernah berkenalan seorang gadis lewat Medsos. Sebut saja nama nya Fika! Dimana setiap aku selalu membuat postingan di akun Medsos ku, dia selalu memberikan like atas setiap postingan yang aku buat. Yang aku heran dari dia ialah dimana setiap aku membuat suatu postingan ia tak pernah berkomentar, seketika itu aku penasaran mencoba mengirim Inbox ke akun nya. Hai.. Fika bolehkah saya berkenalan dengan kamu?? Begitulah isi pesan yang aku kirimkan kepadanya. Tak lama beberapa menit ia pun menjawab pesan dariku, Hai jg kaka..boleh!! Dan aku bertanya kebali kepadanya Oh yaa..Fika kalau boleh Kaka tau kamu tinggal di daerah mana tanyaku kepada Fika.. Dan ia menjawab bahwa ia tinggal di kota salatiga jawa tengah. Hari demi hari pertemanan ku pun dengan Fika semakin akrab dan semakin dekat, pernah seketika aku bertanya kepada nya kalau aku ingin berkunjung datang kerumah nya. Namun aku terkejut saat ia mengatakan kepadaku bahwa ia mengijinkan aknyahatang untuk berkunjung ke tempat nya, namun dengan satu syarat agar disaat bertemu nanti aku tidak merasa pernah ada kata penyesalan sesaat nati setelah bertemu dengan nya. Lho kenapa bisa begitu?? Tanyaku kepada Fika dan aku juga jadi penasaran dengan perkataan nya itu, karena memang Fika tak mau memberikan alasann tentang pertanyaanku tadi kepada nya. Tapi memang niat ku sudah bulat ingin bertemu dan sekalian bersilaturahmi dengan keluarga nya, berketepatan di hari minggu aku berangkat dari jakarta untuk datang berkunjung ketempat nya. Dan sebelum itu aku sudah mengabarkan bahwa hari ini akan datang menemui nya ! Ia juga memberikan alamat nya dengan lengkap. Pagi itu juga aku berangkat dengan sebuah sepeda motor untuk menuju ketempat nya, akhir nya tibalah aku di desa dimana tempat tinggal nya Fika! Dimana disitu rupanya aku telah disambut kedua orang tuanya dan mereka langsung menyalamiku dan sebaliknya jg aku. Namun aku heran aku tak melihat Fika disaat penyambutan kedatanganku itu, tp sudahlah tak apa pikirku!! Aku dipersilahkan masuk oleh kedua orang tua nya Fika masuk kerumah itu dan aku dipersilahkan duduk di sebuah lantai yang beralaskan hanya tikar. Sembari aku mengobrol dengan bapak nya Fika, Ibu nya beranjak pergi kedapur untuk membuatkan kami minuman. Tak lama mengobrol aku penasan dan bertanya di hati sendiri kenapa Fika tak kunjung ada di hadapan ku, aku pun mulai nertanya kepada ayah Fika..
Oh ya pakk..! Kalau saya boleh tau Fika nya dimana ya?? Tak lama kemudian ayah Fika meraih tanganku sembari menarik dan membawaku kesebuah kama dimana kamar itu tak jauh dari tempatku duduk tadi. Dan aku pun masuk ke kamar itu bersama ayah dan ibu nya Fika.. Alangkah terkejut nya aku melihat keadaan Fika yang hanya terbaring diatas tempat tidur, aku melihat kedaan Fika yang begitu sangat kurus dan posisi nya ternyata lumpuh. Aku pun langsung bersalaman denganya..sembri Fika berkata
Inilah aku Kakk.. Dan sperti ini lah keadaan ku saat ini sambil menangis ia berkata lg kepadaku.. Kakak pasti menyesal datang kemari dan suda melihat keadaanku yang sebenar nya dan keluargaku.
Tapi disitu aku langsung menepis perkataan nya Fika.. Memang kenapa kalau kamu sperti ini? Jawab ku kepadanya, Fika hanya terdiam sesaat itu. Aku juga berkata kalau kedatanganku berkunjung untuk bertemu dengan nya kalau aku sedikitpun tak pernah menyesal untuk bertemu dengan kamu, aku lebih menyesal lagi jika tak bertemu dengan km. Disaat itu Fika mulai tersenyum kepadaku(Besambung)..