Namaku Erina Sherly atau biasa dipanggil Erin , umurku masih belia 12 tahun aku merupakan psikopat yang bisa dibilang membantai atau disebut membunuh semua orang yang ada di desa tempatku tinggal
Ingin tau kenapa aku menghabisi banyak orang hingga aku bisa disebut psikopat kejam ... Baiklah ini akan kuceritakan
Kisah ini aku ceritakan sebelum aku masuk penjara dan akan tereksekusi mati pada hari esoknya
---------------------------=================-------------------------
Aku tinggal di desa yang tidak terlalu besar tapi ramai penduduk yang tinggal , desa itu bernama hakawa
Aku tidak punya teman apalagi keluarga , kedua orang tuaku pergi entah kemana dan tak pernah kembali sekalipun .
Tidak ada yang kupercaryai sekalipun kecuali kakek tua penjual roti yang selalu membantuku , aku selalu datang kepadanya untuk membeli beberapa roti dengan ditukar dengan beberapa buah
Kakek itu namanya fukuta dan selalu tinggal sendiri karena cucunya telah meninggal akibat tenggelam saat berenang di sungai, sifat dia baik sekali kepadaku selalu memberi lebih roti
Tapi sayangnya semua penduduk tidak menyukai kehadirannya dan beberapa kali mengusirnya , kakek fukuta tetap bertahan dan selalu ramah kepada orang-orang yang selalu berniat jahat kepadanya
hingga kedai rotinya pun selalu sepi , cuma aku saja pembeli roti kakek fukuta
" kek , rotinya sangat enak tapi kenapa tidak ada yang datang dan kenapa mereka sangat menjauhi kakek ? " Tanyaku
Dengan senyuman dan suara lemah lembutnya kakek fukuta berkata " Tidak papa nak , semua rezeki itu sudah ada yang mengatur dan kakek tidak bisa untuk membuat semua orang menyukai kakek , senyumlah dan berbuat baik kepada semua orang itu yang membuat kakek selalu bahagia " ucap kakek fukuta dengan senyuman manisnya
" Baik kek , aku akan ingat selalu nasihat kakek " Ucapku
" Kek , ini sudah sore aku pulang dulu .. oh iya ini bayarannya ke ada 5 buah apel , aku belum punya uang " tanyaku memberikan 5 apel kepada kakek
" Tidak nak , ini untuk kamu saja roti itu gratis , kakek sangat senang karena kamu selalu mampir dan menyukai roti buatan kakek " Ucap kakek fukuta mengembalikan apel nya kepadaku
" Kakek yakin ? " Tanyaku
" Kakek sangat yakin dan ini ambilah roti ini untuk dimakan kamu dirumah yah " Ucap kakek memberikan bungkusan roti kepadaku dengan senyuman yang sangat tulus
" Terimakasih yah kek , besok aku akan mengunjungi kakek lagi " Ucap terimakasih ku dengan tertunduk dan mengucapkan salam kepada kakek
" Hati hati dijalan yah " Ucap kakek fukuta
" Baik kek " Jawabku
---------------------------=================-------------------------
Hingga tiba diluar semua penduduk desa menatap tajam ke arahku hingga berkata " Orang aneh , lihatlah apa yang dia dapat dari kakek tua itu selain roti basi hahahaha " ucap salah seorang penduduk yang mengolok-olok ku
" Orang aneh .. kenapa tidak pergi saja hah pantas kau tidak punya siapa-siapa dan orang tuamu meninggalkanmu kasian sekali " ucap hajima ( Laki - laki ) bisa dibilang teman seusiaku yang selalu menghinaku setiap hari
" Kasihan sekali nasib mu tapi memang pantas sih " Sahut hanji saudara laki laki hajima
Aku sudah terbiasa diperlakukan seperti itu setiap hari saat keluar rumah
Akupun membalas dengan senyuman lebar " Terimakasih banyak pujiannya aku suka " Ucapku langsung pergi kedalam rumah
" Dasar aneh !!! " Teriak hajima
Disaat aku hendak membuka pintu rumah , aku melihat ada seorang preman masuk ke kedai rotinya kakek dan mengobrak abrik semua roti dagangan
Aku ingin menolong kakek fukuta tapi apalah dayaku yang hanya perempuan lemah
Aku menatap dari jendela melihat kedai kakek yang sudah berantakan dan mendengar teriakan kakek yang sangat keras dipaksa untuk memberikan semua uangnya kepada seorang preman yang masuk kesana
Semua orang hanya bisa tertawa dan melintas saja tanpa ada yang membantunya
Akupun hanya bisa menutup jendela dan tidak melihat apa yang terjadi di kedai kakek
5 menit kemudian preman itu keluar membawa lembaran uang milik kakek ... dari kejauhan kakek fukuta melihatku dari jendela dan melambaikan tangan akupun melambai balik
Kedai pun tutup karena sudah masuk waktu malam
" Aku tidak bisa menahan diri , aku harus pergi dan memeriksa keadaan kakek disana " Ucapku langsung keluar menghampiri kedai kakek
" Halo orang aneh !! mau ketemu kakek tua itu yah ahahaha " Ucap hajima melempariku dengan tomat
" kakek fukuta ... apa kakek baik baik saja , aku hanya ingin memastikan saja " Ucapku mengentuk pintu
" sebentar .. oh kamu Erin masuklah " Jawab kakek
" Itu di kepala kamu ada tomat ini kakek ada tissue untuk kamu lap " sahut kakek memberikan tissunya
" Terima kasih kek ini tidak papa , oh iya kek aku kesini cuma ingin tau keadaan kakek .. apa kakek baik baik saja " ucapku
" Kakek baik baik saja tidak papa " Ucap kakek yang sebenarnya berbohong karena ada lebam di wajahnya akibat dipukuli preman tadi
" Syukurlah kek ... Kenapa kakek tidak pergi saja dari desa ini , aku kasihan sama kakek , aku juga mau pergi kek kenapa kita nggak pergi aja ketempat lain " tanyaku
" Maaf .. kakek tidak bisa pergi karena disini ada makam cucu kakek , dia berpesan semasa hidupnya untuk tidak meninggalkannya ... kakek berjanji tidak akan meninggalkan kan nya nak .. kalau kamu mau pergi tidak papa nak .. " ucap kakek fukuta
" Tidak jadi kek ... aku akan selalu ada disini untuk terus menjadi pelanggan setia kakek " ucap ku dengan tersenyum
" oh iyaa kek maaf yah kalau aku lancang ... uang yang diambil preman itu kakek dapat darimana ? " Tanyaku
" Oh itu tabungan kakek satu satunya tidak papa nak uang masih bisa dicari " ucap kakek fukuta dengan nada lembutnya
" Baik kek itu saja yang mau ku ketahui ... aku pulang dulu yah kek mau istirahat " Akupun beranjak dari kedai kakek
" Baik nak terimakasih sudah mengkhawatirkan kakek... selamat malam " ucap kakek dengan tersenyum
" Selamat malam kek " akupun pergi dan pamit
Tapi aku tidak langsung masuk kerumah begitu saja ... di keheningan malam aku melihat kakek pergi keluar dan aku mengikutinya
Dari kejauhan aku bersembunyi di belakang pohon dan melihat kakek fukuta sedang berada dimakam cucunya yang tak jauh dari desa hakawa
aku mendekat pelan pelan dan menguping apa yang sedang dibicarakan kakek fukuta
" cucuku tersayang ... ini kakekmu datang dengan rasa bersalah karena gagal melindungi mu , tidak pantas kamu memaafkan kakekmu yang jahat ini ... kakek tidak akan pernah meninggalkanmu wahai cucuku dan jika kakek sudah mati ... kakek ingin dikuburkan berdampingan denganmu cucuku tercinta " Ucap Kakek fukuta dengan menangis tersedu-sedu
Aku yang mendengar hal itu tak kuasa menahan tangis dan langsung mengeluarkan air mata hingga tidak bersuara
Kakek fukuta menangis cukup lama dan akhirnya pergi untuk pulang ke kedainya
Aku keluar dari persembunyian dan melihat sekejap kuburan cucu kakek fukuta hingga akhirnya pulang sambil menangis tiada hentinya
---------------------------=================-------------------------
Di pagi harinya aku terbangun dan mulai bersiap-siap untuk pergi ke kedai roti kakek namun saat aku melihat kedai itu ... semuanya menjadi kacau , roti berjatuhan dan berserekan dimana mana
Terdapat banyak sekali darah di lantai .. dengan sangat panik aku mencari kakek fukuta " kakek.. kamu dimana ? " teriakku memanggilnya
Didalam kedai tidak ada keberadaan kakek dan ada satu hal yang membuat ku aneh kenapa semua orang tidak ada di desa
Hingga terdengar suara sorakan dari kejauhan desa hakawa
Akupun bergegas segera pergi dan sesampainya disana terdapat banyak orang yang sedang bersorak gembira
Akupun bersembunyi dari kejauhan untuk melihat apa yang terjadi
" Mampus kau ... ini yang sudah kami tunggu tunggu dari dulu " Teriak salah seorang penduduk disana
" Sudah capek kami menyuruhmu untuk pergi ... dan ini balasan jika kau tidak mengikuti peringatan kita huahhahaha " Teriak salah seorang penduduk
Setelah terdengar suara hujan akan turun , semua orang yang berkumpul pun mulai pergi kembali ke desa meninggalkan seseorang yang terbujur kaku di tanah dengan luka dan darah yang banyak
Aku terkejut melihat siapa yang terbujur kaku dan itu adalah kakek fukuta , tanpa pikir panjang aku langsung menghampirinya
" Tidak !! ... kakek " ucapku terduduk disebelah badan kakek fukuta
" Halo Erin ... maaf yah kakek tidak ada di kedai , oh iya kamu tenang aja ini kakek menyimpan satu roti untuk kamu sarapan ambilah ... Kamu sudah kakek anggap sebagai cucu perempuan kakek ... Kakek harus pergi jaga diri baik-baik yah nak ... kamu pasti bisa kan tanpa kakek , jika kamu ingin terus mencicipi kue kakek kamu bisa membuat nya sendiri kan , resepnya ada dibuku di dekat laci kedai kakek ... Itu saja sampai berjumpa lagi cucu perempuan ku " Itu merupakan ucapan terakhir kakek fukuta kepadaku dan memberikan rotinya dari saku bajunya , hingga akhirnya kakek pun meninggalkan ku
Aku memeluk erat tubuh jasad kakek dengan tangisan sekencang kencangnya " Kenapa kek ... orang yang sangat aku sayangi dan mau menerimaku harus pergi ... kenapa kek... kakek sudah menjadi bagian keluarga ku satu satunya " Ucapku sambil menangis tiada hentinya dan memakan roti terakhir pemberian kakek fukuta
Aku teringat jika kakek ingin dikuburkan dekat dengan cucunya ... dengan terus menangis aku membuat kuburan dengan kayu yang tajam disebelah cucunya hingga mengucapkan selamat tinggal untuk yang terakhir kalinya
" Sekarang kakek bisa bertemu dengan cucu tercinta , tidak akan kesakitan lagi disakiti orang orang-orang jahat itu ... Terimakasih banyak kek sudah hadir di kehidupan ku " ucapanku yang terakhir
Dengan hujan yang semakin deras aku pun pulang kerumah mengunci pintu , semua orang di desa hakawa seperti mengawasi ku , tapi aku tidak mempedulikan hal itu
Di tengah malam aku pergi ke kedai mencari buku resep yang ditunjukan kakek diarah laci , akupun langsung mengambilnya dan membawanya pulang
Aku mulai membuka halaman pertama buku kakek dan menemukan sepucuk surat yang isinya
" jika kamu membaca surat ini berarti kakek sudah tidak ada ... kamu masih bisa mencoba kue kakek di dalam buku resep ini ... terus jadi orang baik yah nak kakek bangga kepadamu ... oh iya sampai lupa loh terima kasih banyak yah nak Erin , sudah menjadi pelanggan setia kakek dan menjadi teman baik kakek ... Kamu sudah menjadi bagian dari cucu perempuan kakek fukuta ... teruslah jadi orang baik walaupun harus hidup sendiri...kamu bisa "
SALAM KAKEK FUKUTA
Tak terasa air mata pun menetes kembali di tengah malam ... aku memeluk erat buku resep kakek fukuta sampai tertidur lelap
---------------------------=================-------------------------
Keesokan paginya aku terbangun dan mulai menunjukkan sifat asliku yang psikopat ingin membunuh semua orang di desa yang telah menewaskan Kakek fukuta
Mataku mulai memerah menyala dan suara ku mulai berubah menjadi kasar
Dengan perasaan marah " Maaf kek aku tidak bisa menjadi orang yang diinginkan kakek "
Aku mengambil kapak di sebelah di sebelah kanan tanganku dan pisau dapur di sebelah tangan kiriku
Aku keluar dan berteriak keras ke semua orang yang ada di desa " Aku Erin... tidak akan memaafkan kalian yang telah membunuh orang tidak berdosa ... Bersiaplah kalian "
Semua orang ketakutan dan pergi keluar desa akupun berlari mengejar mereka dan menebas tubuh mereka satu persatu , aku tidak peduli mau itu laki laki ataupun wanita yang ada di kepalaku hanyalah kemarahan
hingga aku bertanya ke penduduk yang terjatuh " Kenapa kau membunuh kakek fukuta hah ? " tanyaku
" kami mengadakan kesepakatan untuk bisa mengusir kakek fukuta ... karena kakek itu tidak mau pergi maka dengan terpaksa kami semua pun memutuskan untuk membunuh kakek itu karena kami menganggap dia itu lambang kesialan ... tolong jangan bunuh aku " Ucap salah seorang penduduk yang memohon mengangkat tangannya
" Andai saja kakek fukuta masih hidup aku akan memaafkan mu , tapi ini sudah terlambat matilah kau " ucapku yang langsung membunuh orang itu dengan kapak
Semua orang desa hakawa tidak ada yang kubiarkan selamat maupun sembunyi hingga akhirnya aku tersadar ada dua orang yang masih selamat hajima dan saudaranya hanji
Aku tau kalau mereka berdua masih bersembunyi di rumah mereka , akupun masuk dan mencari keberadaan mereka berdua " Hanji dimana kau orang aneh sudah datang , hajima cepat kau turun orang aneh ini akan memberimu pelajaran " Kesana kemari tidak di temukan
Hingga di atas kursi aku menemukan surat yang isinya membuat marahku memuncak
" Kita berdua sudah membunuh cucu kakek fukuta ... kita membuat surat ini dan berjanji tidak akan membocorkannya kepada siapapun cukup kita berdua saja yang tau "
Hingga dari lantai kamar atas aku melihat suara hentakan kaki dan ternyata itu hanji dan hajima yang bersembunyi diatas kasur
" maafkan kami Erin , kami yang telah membunuh cucu kakek fukuta , kami melakukannya karena suruhan preman itu ... kami disuruh untuk menegelamkannya di sungai " ucap hajima dan langsung berlari ke arah luar
" Tunggu aku " teriak hanji namun sayangnya terjatuh
" Dasar jahat kalian " mataku mulai memerah , emosi ku lebih memuncak dan langsung melemparkan kapak itu ke belakang tubuh hajima hingga akhirnya tewas
" Jangan takut hanji kau akan segera menyusul saudara mu itu hahaha " menusukan pisau ke dadanya hanji hingga sekarat dan mati
dari jendela kamar mereka aku melihat preman itu masih hidup dan berlari dari persembunyiannya
dengan cepat akupun berlari sangat kencang dan berhasil mendahului nya
Preman itu melihat kebelakang dan tidak tau kalau aku sudah di depannya ... Tak lama pisau pun menancap hingga menusuk jantung preman tersebut
" Apa kau menyukainya ... ini lah yang terjadi jika kau membunuh orang yang tidak bersalah ... ini pembalasan dari cucu dan kakek fukuta " ucapku meninggal kan preman itu yang sudah mati dengan darah yang terus mengalir
Emosiku mereda saat aku pergi ke kuburan kakek fukuta hingga sore tiba akupun masih disana dan hanya menangis
Tak lama datang pasukan polisi dan langsung menangkap ku dan membawaku ke penjara
" Apa kamu Erin ? " tanya salah seorang polisi
" Iya namaku Erin " jawabku
" Karena atas tuduhan pembunuhan yang diajukan oleh laporan seorang warga disini maka kamu harus kami bawa "
dan ternyata laporan itu dari preman sebelum akhirnya kubunuh
Interogasi pun tiba " Kenapa kamu sampai bisa melakukan itu dan apa tujuanmu " Tanya hakim
Aku menceritakan semua hal yang terjadi kepada semua orang yang hadir di tempat itu
" Baiklah dan dengan sangat berat hati kami pihak kejaksaan menghukum berat atas tindakanmu yang telah membunuh semua orang dalam satu desa , dengan hukuman mati " ucap sang hakim
Tidak ada pembelaan terhadap ku dan aku pun berkata kepada hakim dan semua orang yang hadir pesan terakhir ku " Baiklah aku sangat menerima hukuman itu ... aku sudah tidak pantas untuk hidup lagi terimakasih " ucap ku hingga menunggu eksekusi itu tiba
keesokan paginya eksekusi pun tiba dan dijatuhi hukuman gantung , polisi yang ada disana berkata " Apa ada permintaan terakhir mu ? "
" Ada , aku ingin paman pergi ke desa hakawa dan menyimpan buku pemberian kakek fukuta untukku ... itu saja " Pesan terakhir ku kepada polisi itu
" Baiklah ... aku akan melakukan itu "
Hingga akhirnya akupun mati dengan hukuman gantung dan berakhir lah kisah perjalanan Erin sang psikopat kejam
3 hari kemudian polisi itu pergi ke desa hakawa dan mengambil buku resep kakek fukuta pesan terakhir Erin sebelum mati
Buku itu disimpan di museum dan menjadi saksi sejarah perjalanan hidup Erin yang pahit
Desa hakawa pun mulai menjadi tempat kosong dan rumah bagi para hewan buas
---------------------------------------TAMAT-------------------------------------
Mohon maaf jika ada kesalahan atau kata yang kurang menyenangkan ( Mohon dimaafkan 🙏 ) ... ambil hikmah positifnya aja dan buang negatifnya
Terimakasih banyak sudah membaca cerita Erin :)