Adalah dunia yang jauh dari Bumi, yaitu dunia Kematian, dunia yang menjadi tempat bagi para manusia di Bumi yang telah tiada. Dunia Kematian dibagi menjadi dua, yaitu Surga dan Neraka. Surga ditinggali oleh orang yang memiliki penuh sifat baik semasa hidupnya, mereka dijaga oleh para malaikat. Sebaliknya, Neraka ditinggali oleh orang yang memiliki penuh sifat buruk semasa hidupnya, mereka dijaga oleh para iblis.
Ada juga dunia Putri, ukurannya 100x lebih kecil dibanding dunia Kematian. Dunia Putri dipenuhi oleh para putri, pangeran, raja, dan berbagai tokoh kerajaan lainnya, hanya saja dinamakan dunia Putri karena yang paling banyak dalam dunia tersebut adalah Putri. Dunia Putri itu bagai satelit, bagai Bulan yang mengelilingi Bumi, sebab dunia Putri bertugas mengelilingi dunia Kematian sebulan sekali.
Tersebutlah kisah seorang Putri di dunia Putri, namanya Kirania. Saat itu Kirania mendapat kabar buruk mengenai kekasihnya. Kekasih Kirania, Blilith, dikurung di penjara di dunia Kematian bagian Neraka. Blilith adalah seorang iblis, tapi sesungguhnya ia tak bersikap seperti iblis, tiada setitik pikiran jahat dalam diri Blilith, sebab ia terlalu dekat dengan para putri dan malaikat. Itulah sebabnya Blilith dipenjara, sebab ia dianggap mengkhianati para iblis lainnya karena tak menjalankan apa yang seharusnya seorang iblis lakukan.
Kirania amat mencintai Blilith, cinta yang lebih dari kata "sangat besar", sebab baginya, Blilith amat berbeda dari pada iblis-iblis lainnya, baginya, Blilith adalah sang iblis berhati malaikat. Sebaliknya, Blilith pun mencintai Kirania, sebab Kirania mencintainya karena memandang sifatnya yang baik, tak seperti para putri lain yang akan memandang fisik.
👸👸👸
Kirania tak bisa membiarkan kekasihnya dikurung di penjara begitu saja, Kirania memutuskan untuk pergi ke penjara itu dan menyelamatkan kekasihnya.
Kirania berlari jauh ke padang rumput yang sepi dan hening, lalu ia mengangkat kedua tangannya, lalu mengucap sebuah mantra agar dirinya dapat teleportasi ke penjara tempat dimana kekasihnya dikurung.
"Mantra... buatlah diriku berada di panasnya api, di tempat dimana para iblis dikurung."
Sedetik setelah mengucapkan kalimat itu, Ratusan titik cahaya menghampiri Kirania, bagaikan kunang-kunang yang bersinar diantara gelapnya malam hari. Lalu ratusan cahaya itu membuat tubuh Kirania menghilang, seketika.
Kirania telah berada di Neraka, di daerah penjara-penjara.
👸👸👸
Jarak antara penjara dengan Kirania tak jauh, hanya sekitar 50 meter. Kirania berlari cepat, berlari di antara banyaknya penjara, untuk tujuan yang satu... membebaskan Blilith, tak peduli jika Kirania ketahuan membebaskan kekasihnya itu oleh para iblis yang menjaga seluruh penjara itu, yang disebut iblis penjaga.
Kirania melihat sekeliling, banyak sekali iblis yang tertidur di penjara. Iblis-iblis yang dipenjara itu memang sengaja dibuat tertidur oleh iblis penjaga supaya mereka yang dipenjara tak dapat mencoba untuk kabur dari penjara.
Kirania sudah mengelilingi sebagian wilayah penjara, tapi ia belum menemukan kekasihnya. Rasa untuk tidak menyerah menghampiri Kirania, ia terus berlari, mencari kekasihnya hingga mereka saling jumpa.
1 menit kemudian, saat ia masih berkeliling mencari kekasihnya, ia tiba-tiba melihat seseorang, tepat di depannya, rupanya seseorang itu adalah... iblis penjaga.
"Ya ampun!" Teriak Kirania dalam hati sambil menutup mulutnya. Kirania segera lari menjauh dari iblis penjaga, ia lari sekencang dan sejauh mungkin, lalu berhenti. "Syukurlah, aku tidak ketahuan." Kirania menghela nafas pelan.
Saat Kirania berhenti sejenak, tiba-tiba ada seorang iblis yang memanggil namanya.
"Kirania..."
Kirania sontak memutar kepalanya ke belakang, mencari sumber suara itu.
Saat itulah Kirania berhasil menemukan ia...
Ia... sama sekali tak tertidur di dalam penjara...
Ia, seseorang yang sudah sejak lama saling mencintai dengan Kirania...
Ia adalah... kekasih Kirania... Blilith...
"Blilith... akhirnya aku menemukanmu." Kirania amat gembira.
"Aku tahu kau akan datang untuk membebaskanku dari penjara, sayangku." Blilith mengatakannya dengan sungguh-sungguh.
Kirania mengangguk, itu memang benar. "Tapi kenapa kau tak tertidur seperti yang lainnya?" Tanya Kirania.
"Aku dipenuhi sifat yang baik, Kirania. Kejahatan yang mencoba menidurkan ku takkan berhasil membuat diriku tertidur, sebab aku dilindungi oleh sifat baik itu. Saat para iblis penjaga mencoba menidurkan aku, aku hanya pura-pura tertidur, lalu aku bangun setelah mereka semua pergi dariku." Blilith tersenyum ketika mengucapkan kalimat itu. Kirania sungguh bersyukur memiliki kekasih seperti ini, hidupnya amat bahagia bersama dia, sang iblis berhati malaikat.
"Aku amat senang mendengar itu, Blilith. Sekarang waktunya untuk kamu bangun, oh cintaku." Ucap Kirania penuh semangat. "Eh, tapi kan aku memang sudah bangun, Kirania?" Blilith mengernyitkan dahi, bingung. "Maksudku bukan bangun dari tidur, cintaku, tetapi kamu harus bangun ke alam bebas, keluar dari penjara ini, kau telah 'tertidur' di penjara ini dan kau tak bisa kemana-mana." Kirania memberikan tangan kanannya kepada Blilith. "Ayo, bangunlah... engkau tak cukup dengan membangunkan dirimu saja di dalam penjara ini." Melihat dan mendengar itu, Blilith tersenyum lebar, lalu berkata, "Baiklah, sayangku."
Tapi tiba-tiba hal buruk menghampiri mereka berdua. Di belakang mereka berdua telah berdiri para iblis penjaga, yang dari tadi telah memperhatikan mereka berdua.
Kirania dan Blilith dalam masalah besar...
"Apa yang kau coba perbuat padanya, wahai putri?" Kata salah satu iblis penjaga pada Kirania dengan kejam.
"Ah, bu... bukan apa-apa, a... aku hanya ingin mengunjungi kekasihku saja." Kirania mengucap kalimat itu dengan terbata-bata sambil tersenyum lebar walau dipaksakan, karena sesungguhnya Kirania amat deg-degan karena ketahuan.
"Pembohong! Kau pikir aku tidak tahu bahwa kau mencoba kabur dariku sebelumnya?!" Timpal yang lainnya.
Ternyata iblis penjaga yang Kiranya lihat sebelumnya telah memperhatikan Kirania!
"Kalian akan kulenyapkan, karena telah melanggar hukum dunia Kematian, mari para penjaga!" Ucap yang lainnya.
"MARIIII..."
Habis sudah...
Para iblis penjaga mulai mengucap mantra.
Kirania dan Blilith tak bisa apa-apa lagi, para iblis penjaga telah mengetahui segalanya.
"Sayang, kita akan selalu bersama di setiap situasi kan?" Tanya Blilith pada Kirania sambil menatap mata Kirania. Kirania mengangguk, itu sudah pasti.
"Maka, dalam kematian, kita pun harus bersama..."
Kirania sebenarnya tak setuju kalimat "kematian" diucapkan oleh kekasihnya itu, tapi dalam situasi ini, Kirania pasrah saja.
Selesai mengucap mantra, para iblis penjaga mengeluarkan sinar api yang melesat cepat, menuju Kirania dan Blilith.
Saat itulah, sepasang kekasih itu tidak kembali hidup dalam kehidupan.
👸👸👸
"Blilith, kau indah dalam mataku, kau bagai setitik cahaya dalam gelap, sebab kau satu-satunya yang memiliki hati malaikat diantara para iblis lainnya. Aku sungguh mencintaimu."
"Kirania, kau juga indah dalam mataku, kau menerimaku apa adanya. Kau putri baik yang pertama kali kutemui sepanjang hidupku. Aku juga sungguh mencintaimu."
~ TAMAT ~
Follow IG ku: @rainhard.frealdo
Follow MLBB ku: TheCircleOfFire. ID: 635724455
Jangan lupa untuk membaca cerpen karya saya yang lain dibawah ini ya 🙏👇
Jangan lupa juga untuk membaca novel pertama saya: "Dunia Langit". 🙏🙏