sudah 3 bulan berlalu semenjak kematian suamiku namun makin kesini aku makin merindukannya kadang aku menangis histeris tidak rela dengan kematianya , pernah suatu ketika aku menangis meraung Raung di waktu magrib membuat para tetangga berkumpul dirumahku untuk membantu menyembuhkan diri mereka mencoba memberi kekuatan kepada untuk mengikhlaskannya karna bagaimanpun juga suamiku tak akan kembali lagi dan anehnya slalu menjelang magrib aku seperti itu, aku merasa seperti tidak sadar dengan apa yg kulakukan aku seperti orang yang kesurupan dan melamun berlarut larut, bahkan anehny aku sering marah marah dengan ke dua buah hatiku seolah melampiaskan kemarahanku kepadanya apalagi ketika mereka berbicara bahwa mereka bertemu ayah mereka dan bilang ayah mereka masih ada duduk termenung di teras samping yg menghadap ke kolam ikan dengan pakaian serba hitam, dan anehnya akupun seperti merasakan bahwa suamiku masih ada.
pagi ini seperti biasa aku slalu menyiapkan sarapan untuk ke dua putraku mereka masih terlalu kecil untuk kehilangan ayahnya yang sulung baru berusia 5 th dan si bungsu 2lebih th ini sungguh cobaan terberat bagiku kehilangan tumpuan hidup dan harapan tapi aku harus terus berjuang untuk mereka
"ayah"suara si bungsu mengagetkan ku yg sedang fokus memasak aku menoleh dan menyuruhnya untuk duduk sambil menunggu abangnya turun dari kamar setelah memandikan mereka aku langsung turun ke bawah untuk memasak mereka harus bisa mandiri semenjak kematian ayahnya pikirku karna aku ingat dulu suamiku lah yg slalu mengendong mereka turun dari lantai 2.
"ada ayah Cana duduk mah,culuh cini"ujarnya padaku sesungguhnya aku slalu merasa was was ketika mereka bilang ayahnya slalu duduk di kursi rotan yg menghadap kekolam ikan , aku berpikir apa arwah suamiku belum pergi dari lingkungan rumah tapi kematianya sudah lebih dari 3 bulan atau mungkin karna mereka terlalu merindukan sosok ayahnya
"sudah sayang cepetan makan sini mamah suapin" dengan nasi goreng kecap dan telur dadar aku menyuapi sibungsu "Abanggg cepetan sini makan dulu "aku berteriak memanggil si sulung "Abanggg" teriaku lagi akhirnya aku memutuskan untuk berjalan ke atas menyusul putraku yg satu nya lagi tak lupa aku menggendong si bungsu untuk ikut bersama semenjak kematian suamiku aku sering merasakan hal hal aneh dirumah ini itu membuatku tak pernah meninggalkan mereka dirumah seorang diri bahkan Bu Ningsih asisten rumah tanggaku memilih berhenti bekerja disini semenjak kematian suamiku entah apa alasannya dia tidak bilang padaku tapi aku yakin dia mendapat teror seperti apa yang pernah aku alami akhir akhir ini
"Astagfirullah haladzim"aku berteriak ketika melihat putraku melihat putraku terkapar dilantai dengan wajah yang pucat pasi,padaha tadi sehabis mandi ia baik baik saja dan berceloteh ria dengan adiknya"Abang kenapa, Abang"aku merangkul tubuh putraku dan menggoyang goyangkanya
"ayah" sibungsu berceloteh lagi memangil ayahnya bulu kuduku merinding ketika nama itu disebutkan mereka tapi hatiku ingin melihat sososknya , tiba tiba si bungsu melangkahka kakinya menuju jendela sambil tertawa khas ketika ia bertemu ayahnya tapi dengan sigap aku langsung meraih pergelangan tangannya dan memeluknya dasampingku dia berontak sambil terus memanggil ayahnya hatiku sakit mendengar itu tapi tapi aku tak bisa berbuat apa apa ,namun detik berikutnya si sulung bangun sambil berteriak "ayaaaahhhhh" suaranya melengking terdengar pilu akhirnya aku tak bisa lagi membendung air mataku aku menangis saat itu juga bersama mereka.
______
setelah puas menangis akhirnya aku bersiap siap untuk mengantarkan ke dua putraku kerumah neneknya lebih tepatnya rumah ibu mertuaku dan aku akan langsung meluncur menuju sekolah tempatku mengajar walaupun suamiku sudah tak ada tapi untuk urusan ekonomi aku masih bisa mencukupinya karna aku seorang PNS dan suamiku memiliki jabatan yang cukup tinggi di sebuah perusahan negara membuat dia memiliki banyak aset dan tabungan untuk masa depan ketika aku sudah siap dengan pakaian dinasku dan anaku pun sudah menunggu diluar namun aku melupakan kunci mobil aku segera masuk kerumah dan menuju lantai dua kamarku untuk mengambil kunci hingga pada saat dikamar aku mendengar suara suamiku begitu jauh dan lembut memanggilku"sayanggg"aku mematung seketika begitu mendengar suara itu hingga aku merasakan ada sesosok tangan besar melingkar diperutku aku langsung menoleh kebelakang dengan seketika namun sayangnya tidak ada seorangpun disana buku kuduku langsung merinding dan aku bergegas keluar dari kamar.
___________
malam ini seperti biasa aku tidur hanya bertiga dengan putraku namun saat ini aku merasa gelisah entah kenapa aku tidak bisa tidur dengan nyenyak dikamar kedua putraku,akhirnya aku melangkah pergi menuju kamarku , kamar yang biasa aku tempati bersama suamiku dulu tapi sekarang kamar ini terasa dingin dan sepi air mataku jatuh saat mata ini menatap pada pigura foto pernikahanku dengan nya , aku mencoba berbaring di tempat tidur yang sudah tiga bulan lebih tidak aku pakai aku terus meraba permukaan kasur tersebut mencari kehangatan yang biasa suamiku berikan disini hingga tak terasa mataku terpejam dengan sangat lelap hati gundahku seolah sirna begitu saja aku merasa nyaman disini hingga sebuah tangan besar melingkar diperutku dan menarik ku kedalam pelukanya aku terkejut begitu mata ini terbuka aku melihat suamiku dalam suasana kamar yang remang remang dia berada di depanku dengan tatapan yang seolah merindu dan mendamba hatiku senang bukan main aku merasa hidup kembali dan terbangun dari mimpi buruku selama ini , suamiku juga seolah merasakan hal yang sama dia terus membelai wajahku dengan tanganya dan memberikan kecupan kecupan ringan di wajah ku hingga bibir itu bertemu dengan bibirku awalnya hanya sebuah kecupan biasa namun akhirnya kecupan itu menjadi lebih kasar dan menuntut seolah menyalurkan rindu kita masing masing , apa ini mimpi otaku masih terus berputar bukankah suamiku sudah meninggal tapi kenapa ini seperti nyata dan sekarang bibir suamiku sudah berpindah tempat keleherku aku merasa seperti tersengat aliran listrik yang dahsyat hingga otaku sudah tak sanggup untuk berpikir lagi aku hanya bisa terlarut dalam suasana ini , mataku melihat dirinya yg sedang asik dengan dadaku ya ampun aku merasa hisapan di dada ini begitu kuat tidak seperti biasanya seolah dia sedang kehausan sudah lama terlebih inti tubuhku yang terus berdenyut karna kelakuan dua jarinya membuat tubuhku menegang dan tak berdaya, aku menjerit ketika merasakan pelepasan pertamaku, saat aku membuka mata aku langsung melihat suamiku sedang memandang ke arahku dengan senyum yang tak dapat ku mengerti aku menatap matanya dalam dalam namun aku seolah melihat sosok lain di mata itu itu bukanlah tatapan cinta yang diberikansuamiku untuk istrinya , tiba tiba dia mendekap tubuhku bersamaan dengan itu aku juga merasa sebuah benda tumpul masuk kedalam diriku dengan sekali hentakan aku tak kuasa menahan sakit di bagian sana hingga suara teriakan ku terdengar sangat keras di telingaku dia langsung memompa tubuhnya tanpa memberi jeda untuk ku sedikitpun seolah tak peduli aku merasa kesakitan ataupun keenakan yang penting dirinya bisa terpuaskan, tubuhku tergoncang keras seiring dengan hentakannya desahan ku terdengar sangat keras dan tubuhku terbanjiri dengan peluh ini sungguh membuat energi ku habis aku merasa tak sanggup untuk membuka mata apalagi terbangun namun aku merasa ini sungguh nikmat jauh dari biasanya entah berapa lama aku merasakan seperti ini hingga inti tak kuat dan sangat keras seperti kebas aku merasa pertahanan ku sudah di ujung aku ingin segera melepaskan ini
uhhhhhhhh aku merasa seperti berteriak dan detik itu juga aku terbangun dari mimpi gila yang aku rasakan mataku mengerjai beberapa kali melihat ke langit langit kamar suasana masih sama lampu masih menyala dan tak ada seorangpun dikamar ini aku melihat sekujur tubuh yang masih berpakaian lengkap namun peluh membasahi semuanya napasku terengah engah aku duduk dari tidurku mencoba merenungi mimpi gilaku barusan kenapa terasa begitu nyata apa karna aku terlalu merinduka. suamiku atau memang dia datang kedalam mimpiku.
setelah cukup lama aku beranjak dari tidurku dan menuju kamar mandi untuk mengganti pakaian ku kulihat jam dinding saat ini menunjukan pukul 11 lewat 30 menit aku berniat mandi wajib walau sebenarnya akupun ragu tapi melihat seluruh tubuhku saat ini seperti menandakan habis melakukan jima terlebih aku merasakan sakit di bagian intiku dan cairan kental pada pahaku
setelah selesai dengan mandiku aku berniat untuk kembali kekamar putraku namun lagi lagi mataku tertuju pada sebuah figura yg berisikan kami ber 4 apa aku terlalu merindukanmu aku bermonolog sendiri ku taruh lagi figura itu namun bukan di tempat semula melainkan dikasur bahas karna mimpi jima ku saat kaki ku melangkah menuju kamar samar samar aku mendengar denting piano di lantai bawah, di rumahku memang terdapat alat musik gitar dan piano milik suamiku karna aku tahu dia memiliki band sendiri waktu duduk di bangku SMA, aku tahu bahwa piano itu memang sudah rusak dan sering bunyi sendiri namun ini beda suaranya terdengar pilu , aku melangkahkan kakiku kesana meskipun hati ini menolak untuk kesana langkah ku berhenti seketika dan jantungku berdetak seolah sedang lari maraton begitu mata ini menangkap sesosok suamiku sedang memainkan piano dengan pakaian serba hitam yang sering putraku bicarakan diriku seolah masuk kedalam jiwa yang terluka hingga detik berikutnya suamiku berbalik badan kearah ku aku bisa melihat wajahnya yang putih pucat dengan lingkaran hitam dimatanya dia tersenyum kepadaku namun aku tersadar bahwa itu bukan suamiku dan angku langsung melarikan diri menuju kamar putraku berapa kali kaki ini tersenggol dan Ter jatuh aku takut aku menyesal turun kebawah begitu sampai di kamar putraku aku langsung mengunci pintu napasku terputus putus dan tubuhku gemeteran aku kehilangan tenaga aku duduk dilantai dan menyenderkan kepalaku ke sisi ranjang .
tak tak tak aku mendengar suara derap langkah menuju keatas jantungku tak diberi waktu untuk istirahat aku semakin takuk ketika hendel pintu begerak seakan ada yang mencoba membukanya
"mahhhhh aku mendengar panggilan seperti suara suamiku yg terdengar serak dan pilu seolah sehabis menangis, tapi aku juga menangis karna aku tau itu bukan suamiku handel pintu itu terus bergerak aku langsung bangkit dan mendekati putraku tolonggg batinku terus meminta tolong namun sampai kapanpun tidak akan ada yg menolong aku beristigfar sebanyak mungkin dan berharap putraku tidak perlu tau hal ini aku semakin gemetar keringat dingin muncul dari tubuhku hingga detik berikutnya ''Brakkkk"suara pintu terdorong dengan keras dan aku menjerit dengan kencang''Aaaaaaaaaaaa".
__________
kriiiiiiiiiing suara alarm berbunyi dan aku terbangun ku lihat sekarang pukul 4 30 aku tertidur dengan posisi kaki menjuntai kebawah tiba tiba ingatan ku langsung tertuju pada kejadian semalam aku menoleh kearah pintu dan masih tertutup rapat hanya mimpi gumamku, aku langsung bergegas mengambil wudhu untuk menunaikan kewajibanku tak lupa aku menyempatkan diri untuk bertadarus setelah itu aku langsung menyelesaikan semua pekerjaan rumahku, hingga aku bisa siap siap untuk pergi bekerja, namun saat hendak mandi mataku tertuju pada Poto pigura yg bias aku simpan di balas berda di atas kasur aku langsung ingat dengan kejadian mimpi gila itu kenapa semua mimpi itu terasa nyata dan saat aku masuk kamar mandi aku mencium aroma parfum suamiku tapi seingatku hal hal yg behubunga dengan suamiku sudah lama aku buang termasuk semua pakaiannya sudah aku hibahkan, aku tak banyak berpikir setelah mandi aku langsung birsiap siap dan memandikan putraku tak lupa aku juga membawa beberapa bajuku dan putraku aku akan menginap di rumah mertuaku saja malam ini karna aku masih takut dengan aneh semalam.
_______________
akhirnya aku menginap dirumah mertuaku dan mencoba untuk menceritakan kejadian malam itu pada mereka, mereka sangat terkejut begitu aku menceritakan semuanya tanpa ada yg terlewatkan sampai pada suatu ketika ayah mertuaku membawa seorang ustad dari daerah Sukabumi ia mencoba membantuku sebisanya ia meminta tolong pada orang orang yg bisa memberikan informasi tentang hal gaib dan tak lazim karna ia yakin sesuatu yg menimpaku malam itu bukan berasal dari putranya mungkin ini terdengar mitos tapi hal gaib seperti itu ada jika kita mengusiknya
sampai pada saat itu sang ustad bertanya padaku hal apa yg suamiku lakukan semasa hidupnya aku hanya menjawab hal biasa seperti kebanyakan manusia lainya ia juga tak pernah meninggalkan solat walau dalam keadaan sibuk sang ustad itu beratanya lagi siapa yg sering bertamu selain sodara ku dan sodara suamiku dan seingatku suamiku sering kedatang teman dekatnya dia memang sering datang kerumah hanya untuk sekedar mampir , tak lama setelah itu sang ustad menuju ke kolam ikan tempat anak anak sering melihat ayahnya disana ia mengangkat satu buah batu yg terbilang cukup besar dan mengeluarkan secarik kertas dengan tulisan Arab gundul tapi itu bukan tulisan Al Qur'an setelah itu dia juga menyuruhku untuk membuang semua celana dalamku dan membakarnya, aku tidak mengerti kenapa bisa seperti itu dan aku bertanya kenapa ada apa dan ustad itu menjawab bahwa yg semalam tidur dengan ku dan yg sering anaku lihat bukanlah ayahnya melainkan sesosok jin yang menyerupai suamiku ia juga menyuruhku untuk berhati hati dalam menerima tamu apalagi itu orang asing dan hanya sekedar rekan kerja ia juga memintaku untuk melangsungkan acara selamatan rumah karna dia bilang bahwa rumah ini belum digunakan untuk acara selamatan , ya aku tahu karna rumah ini kami beli setahun setelah kelahiran si bungsu dan kami belum mengadakan syukuran apapun.