Namaku Annette aku sekarang sekolah di SMA Harapan Indah katanya masa-masa SMA itu adalah masa yang paling indah di mana kita bisa menjelajah tentang semuanya bisa mengetahui apapun yang dahulu tak pernah kita ketahui dan kita rasakan.
Aku hanyalah seorang gadis biasa yang belum pernah mengenal cinta.
Sekarang aku akan pulang dari masjid sekolah,iya....aku sudah shalat dhuhur di masjid.
Diantara teman-teman ku di sekolah aku yang biasa paling lelet dan gak bisa olahraga namun jangan memandang sebelah mata aku pintar dalan pelajaran yang lain apalagi bahasa Inggris.
Aku sedang memakaikan sepatu ku disebelah ku ada teman yang bernama Risya teman perempuan yang akhir-akhir ini dekat dengan ku dia menungguku selesai memakai sepatu sementara aku menjadi ribet sendiri karena takut Risya menungguku lama.
Setelah selesai memakai sepatu aku menghembuskan nafas lega lalu aku berdiri di samping Risya.
"Yuk!" Ucapku lalu menggandeng tangannya kita berdua berjalan bersama
"Yang lain pada buru-buru banget udah pada lari-lari ada yang mau ke kantin ada yang mau balik ke kelas padahal kan kalau jalan biasa waktu masih cukup deh!" Ucapku menggerutu
"Iya padahal jalan biasa aja bisa kan! Ah... udahlah kita jalan kaki aja biasa,tenang aku gak akan ninggalin kamu kok!"
"Iya,eh kalau misalkan nanti tahun depan kita bakal sebangku gak? Aku pusing kalau sama Laura gak tahan aku kalau sebangku sama dia." Ucapku lalu kembali mengingat Laura.
Laura adalah sahabatku tapi dia beberapa kali selalu membuatku sedih aku sudah tak tahan untuk bersahabat dengannya.
"Iya sih! Aku juga kalau jadi kamu kayaknya gak bakal mampu. Orang si Laura keterlaluan banget sih,kamu kok bisa tahan sama dia kalau aku kayaknya udah tendang dia ke laut deh!"
Aku pun tertawa mendengarkannya namun sebelum aku menjawab perkataannya tiba-tiba saja ada seseorang laki-laki lebih tepatnya kakak kelasku yang sepertinya akan ke masjid
"Eh...eh...eh...itu dia nette kakak kelas kita,aduh gue kok takut gini yah?" Tanya Risya dengan nada panik
Aku tak menghiraukan ucapan Risya aku masih melihat kakak kelasku dengan wajah dingin ku walau dalam hati sudah banyak pertanyaan yang bercabang tentangnya.
Kakak kelas itu tiba-tiba sudah ada di depanku tepat di depanku.Aku berusaha menghiraukannya dan ingin melewatinya namun saat aku akan berjalan ke kanan untuk mendapatkan jalan yang luas dia malah mengikuti ku.
Aku terdiam lalu memberikan tatapan dingin dan penuh kekesalan padanya. Risya yang tadi berada disamping ku malah sudah berlari meninggalkan aku.
Aku terdiam melihat kepergian Risya sedikit mendengus karena kesal telah ditinggalkannya. Aku menghembuskan nafas ku pelan mencoba untuk lebih bersabar.
Aku mencoba berpindah ke kiri dan dia pun melakukan apa yang kulakukan aku berpindah ke kanan dia pun mengikuti ku terus begitu hingga 3 kali.
Untuk yang kesekian kalinya aku langsung mendengus kesal lalu tanpa sadar mempoutkan bibirku seperti gaya duck face. Entah muka ku yang lucu atau meledek ku kakak kelasku malah tertawa manis sangat manis hingga tanpa sadar aku malah terhanyut dalam pesonanya.
Jantung ku berdegup kencang aku menahan nafasku mencoba merasakan apa yang kurasakan. Sensasi yang belum pernah kurasakan kini kurasakan. Sensasi yang kudengar sebelumnya adalah sensasi jatuh cinta. Tunggu... apakah aku jatuh cinta?! Sepertinya aku memang jatuh cinta. Iya aku jatuh cinta pada kakak kelasku!!!
Setelah kejadian itu akhirnya aku tahu bahwa nama kakak kelas ku adalah Adrian nama yang bagus dan indah sama dengan orangnya.
Hari dan hari berganti aku hanya menjadi pengagum rahasianya ya....itu beberapa hari yang lalu. Karena sekarang aku semakin didekatkan oleh takdir tuhan.
Aku disuruh oleh guru untuk mengajarkan thea yang kebetulan adiknya Adrian. Dengan adanya kegiatan mengajarkan pelajaran membuat aku menjadi lebih dekat dengan keluarga thea terutama Adrian.
Setelah selesai mengajarkan thea aku sekarang berada di rooftop rumahnya Adrian.
"Ada apa kak mengajakku kemari?"
"Tidak,aku hanya ingin mengobrol bersama mu."
"Owh ....aku kira apa."
"Kau tahu?"
"Tahu apa kak?" Tanyaku
"Menurut ku kau adalah wanita idaman bagi para pria. Jika kau dimiliki oleh seorang pria maka aku akan berbicara padanya bahwa dia adalah pria paling beruntung yang ku kenal. Karena dia memiliki mu sebagai pendampingnya."
"Ehm...kak."
"Apa?"
"Boleh aku bertanya tapi jangan ditertawakan atau akunya dimarahin yah."
"Iya."
"Ini jika yah..."
Adrian pun mengangguk
"Jika pria beruntung itu adalah kakak bagaimana? Jika pada akhirnya kita akan bersama bagaimana?"
"Maka aku akan menjadi pria yang paling beruntung di dunia ini."
"Kakak bisa aja deh! Bercandaannya suka over nih! Tanggung jawab loh nanyain kayak gitu ke anak orang, gimana coba kalau anak orangnya baper?"
Adrian tertawa lalu mencubit pipiku
"Ya...aku tanggung jawab lah! Oh...iya kalau dilihat-lihat kami itu gemesin dan cantik kayak tipe aku." Ucap Adrian lalu tanpa ku duga ia mencium bibirku bukannya berhenti Adrian malah memainkan bibirku.
Ia bahkan melumat bibirku aku yang tak mau diciumnya mencoba tidak membuka mulutku namun percuma saja Adrian malah menggigit bibir ku membuat aku membuka bibirku. Adrian memainkan lidah ku dengan lihainya. Aku yang tak ingin ini menjadi lebih berbahaya langsung menggigit bibir Adrian dengan kerasnya membuat Adrian menjadi kesakitan dan melepaskan ciumannya.
"Kakak!!! Itu first kiss ku!!"
"Pantas saja."
"Pantas saja apa?" Tanyaku dengan sebal
"Pantas saja kaku dan tak lihai. Bibirmu manis aku suka." Ucapnya lalu mencuri ciuman di seluruh wajahku dengan cepatnya dan setelah itu langsung berlari kembali ke bawah.
Setelah kejadian itu Adrian semakin gencar mendekati ku ciuman sepihaknya kadang-kadang ia lakukan walau aku malah menikmatinya namun aku masih memiliki harga diri aku tak akan membiarkan semuanya berlanjut aku pernah melapor pada mamahnya Adrian dan alhasil Adrian pun dihukum.
Karena aku yang semakin dekat dengan adrian membuat aku hari ini berniat memberikan makanan pada Adrian aku memutuskan untuk berkunjung ke rumahnya. Dan saat ini aku telah sampai berada di rumahnya.
Namun saat aku membuka pintu rumah kulihat rumah kosong tak ada orang. Biasanya ada akan mamahnya Adrian namun sekarang tidak ada. Saat aku sedang kebingungan pembantu rumah datang menghampiri ku dan berkata bahwa hanya ada Adrian di atas.
Aku langsung ke atas namun saat sudah diatas aku begitu terkejut saat aku melihat Adrian ciuman dengan perempuan lain tanpa sengaja aku menjatuhkan wadah makanan yang akan aku berikan pada Adrian.
Karena suara jatuhnya wadah makanan Adrian dan perempuan itu melihat ke padaku. Dan aku langsung melihat Adrian yang begitu terkejut dengan keberadaan diriku. Aku langsung berlari sekencang mungkin untung saja Adrian tak sempat mencegat ku.
Setelah kejadian itu aku menghindarinya dan aku pun meninggalkannya karena aku mendengar kabar burung kalau dia telah jadian dengan perempuan lain.
Cinta pertama yang indah namun menyakitkan.
"Terimakasih cinta telah hadir di hidupku rasa yang tak pernah ku lupa walau akhir yang ku harap kan tak akan berakhir seperti ini."