👸 Kekuatan dan Kekuasaan seorang Putri
#Putrimembangunkaniblis
Pada abad ke 8 dimana para manusia masih mempercayai adanya ras iblis, ras dewa dan ras spesial(para manusia diberkahi kekuatan supernatural sejak lahir).
Sebuah dinasti kecil yang berdiri di bagian selatan dunia bernama dinasti Nan yang dikenal sebagai dinasti yang makmur dalam hal peperangan, ekonomi yang cukup, memuja raja dan beragama Buddha.
Kini Raja dan 1 mendiang ratu(sudah meninggal 16 tahun lalu) 1 Permaisuri dan 3 selir memiliki 13 putra putri yang sudah dewasa.
Dari 13 putra putri itu terdapat 1 anak yang di berkati dewa. . . Mendapatkan kekuatan api dan es yang membuatnya spesial di mata raja dan rakyat.
Dia seorang gadis remaja yang baru berusia 16 tahun, namanya Nan Linrui.
Putri kedua dari mendiang Ratu dan dibenci oleh 4 saudari lainnya.
Nan Linrui sangat mudah dikenali, dengan postur tubuh yang mungil dan cantik, berambut perak panjang dan pupils mata berwarna merah kecoklatan yang sangat tajam.
Nan Linrui memiliki 1 pelayan setia tetapi memiliki 100 prajurit gelap yang ia reknut sendiri sejak usia 8 tahun secara diam-diam dari para selir raja dan 12 saudara lainnya (yang berarti hanya raja yang tahu).
•
•
Kini di tengah karpet merah istana utama di depan sang Raja .. Nan Linrui sedang berdiri dengan anggunnya Hendak menerima hadiah ulang tahun dari sang Baginda.
"Kecerdasan, ke spesial-an, kelincahan, keberanian, dan kecantikan yang patut di hormati! Selama 16 tahun lamanya bisa bertahan hidup tanpa Ibunda Ratu, kini engkau layak menerima hadiah terlarang dari kakek moyang terdahulu." Jelas sang Raja.
Raja berucap sembari menyerahkan sebuah token merah yang bertulis Sekte Iblis pada putri kecil kesayangannya.
"Di usia remaja ini aku berikan tanggung jawab yang besar padamu, Nan Linrui. Token sekte iblis ini ku berikan agar kelak kau bisa menjalin hubungan baik dengan pemimpin sekte yang telah lama tertidur mengumpulkan Kekuatannya." Ucap raja yang menyerahkan token merah itu pada Nan Linrui.
Nan Linrui menerima dengan senang hati karena ini juga yang ia inginkan untuk membangun sebuah hubungan balas dendam pada 12 saudaranya kelak.
"Kedua . . . Mulai hari ini kau akan diberikan julukan Putri kehormatan yang agung, agar kelak tak ada yang berani menindasmu entah itu saudara dalam atau saudara luar." ucap Raja yang memakaikan mahkota merah yang berkilau indah yang pas berada di atas rambut perak Nan Linrui.
Para selir raja dan 4 saudari Nan Linrui hanya bisa menahan rasa cemburu dan iri pun hanya bisa menggertakkan gigi mereka.
"Trimakasih atas hadiahnya Yang Mulia Baginda, kelak jika berjodoh aku pasti akan berusaha membangunkan pemimpin sekte iblis dari tidur panjangnya. Dengan julukan baruku ini . . . Aku bisa menahan kekuatanku demi menggunakan kekuasaan ku untuk menggulingkan mereka yang masih berani menganggap remeh ku. Hormat pada Yang Mulia Raja!." Tutur kata Nan Linrui yang meyakinkan para tokoh yang ikut merayakan hari ulang tahunnya sembari menundukkan tubuhnya.
Para perdana menteri, prajurit, pelayan di dalam, dan beberapa pangeran dari Kerajaan lain yang ada di dalam istana ikut memberi hormat.
"Terimakasih atas kebijaksanaan Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Putri Terhormat yang Agung." Ucap mereka serentak.
Para selir raja dan 12 saudara itu hanya menundukkan kepala mereka.
•
•
Hari sudah mulai gelap, di paviliun Lin tempat Nan Linrui tinggal.
Di dalam kamar Nan Linrui yang hanya ada sedikit cahaya.
Nampak Linrui sedang duduk di teras dekat ranjangnya.. yang hanya diterangi oleh 3 cahaya lilin di depannya dan sebuah pisau buah di sebelah lilin itu.
Linrui sedang membelai lembut token merah yang diberikan oleh ayahnya tadi.
"Apa aku bisa memasuki dimensi dalam token ini?" Lirih Nan Linrui yang memikirkan bagaimana cara membangunkan iblis yang sudah lama tertidur itu.
"Aku coba dengan darahku dulu saja, jika tidak terserap kedalam maka aku yang akan turun tangan." Ucap Nan Linrui yang mengambil pisau lalu menyayat pergelangan tangannya.
Darah mulai keluar dari sayatan pisau Nan Linrui, tanpa pikir panjang Nan Linrui mengarahkan tetesan darahnya ke atas token itu.
Tik. . . Tik. . .
Tak ada pergerakan apapun...
Semenit kemudian~
"Token itu menghisap darahku!" Ucap Nan Linrui yang agak terkejut.
Tubuh Nan Linrui dikelilingi cahaya merah aneh, sementara terhisap nya darah itu... Nan Linrui seketika menghilang dari kamarnya.
Whuuss~
Seketika tubuh Nan Linrui berada di sebuah ruangan bundar besar yang gelap.
Ada seseorang yang sedang berbaring di sebuah peti mati di tengah-tengah ruangan gelap itu.
"Aku... Dimana?.." lirih Nan Linrui yang melihat sekeliling.
Nan Linrui melihat ada sekitar 5 batang obor setinggi 176cm yang mengelilingi peti mati itu.
Nan Linrui berdiri.. menajamkan matanya dan mengangkat tangan kirinya kearah obor-obor itu.
Whuss~
Seketika kekuatan api keluar dari tangan kosong Nan Linrui menuju tepat di obor-obor itu.
Kini ruangan itu terang diterangi oleh cahaya 5 obor itu.
Tap. . . Tap. . . Tap. . .
Nan Linrui memberanikan diri melangkahkan kakinya menuju peti mati itu.
Selangkah berada di depan peti itu.. nampak seorang pria dengan kulit yang amat putih, berambut hitam panjang, dan tatto bunga teratai, yang memakai Baju yang tak biasa yang terlihat sangat berkharisma.
"Apa kau ketua pemimpin Sekte Iblis?, Tetapi kau malah terlihat seperti seorang vampir yang tertidur ribuan tahun di peti ini." Lirih Nan Linrui yang berpikir keras.
"Apakah pemimpin Sekte Iblis tak boleh tidur di peti ini?" Ucap pria itu yang hanya menggerakkan bibirnya.
"Te- Apa! Kau sudah bangun?!!" Ucap Nan Linrui yang agak terkejut dan sedikit panik.
Whuuss!!
Mata pria itu terbuka, dan aura kejahatan yang sangat kuat terpancar menyelimuti ruangan itu.
pria itu menyeringai dan perlahan bangun dari peti matinya.
"Jadi. . . Apakah kau calon patner hidupku?" Ucap pria itu dengan sangat berkharisma.
"Patner ya..." Ucap Nan Linrui yang agak memikirkan kata itu.
"Tunggu tunggu, kau adalah pemimpin sekte iblis. . . Jika ingin menjadi patner ku maka harus memperlihatkan berapa banyak prajurit iblis yang kau miliki. Maka kelak aku tak akan berat hati menerima mu sebagai partner ku." Ucap Nan Linrui yang waspada.
Clack~
Pria itu menjentikkan jarinya, lalu segerombolan tengkorak berjubah hitam yang jubah mereka menutup bagian kaki pun datang.
Para tengkorak itu berbaris melingkar dan ada pula beberapa yang melayang di udara tetapi tetap berbaris, juga ada 1 elf lelaki yang terlihat tampan dan imut.
"Kakak Dewa Iblis ku!" Pekik lelaki Elf itu yang berlari menuju pria itu dan Nan Linrui.
Pria itu memberikan tatapan mata yang tajam pada lelaki Elf itu untuk agak menjaga jarak darinya.
"Hehe..." Lirih lelaki Elf itu yang terdiam di tempat.
"Para tengkorak ini adalah prajurit ku, memang tak banyak tapi satu dari 360 mereka jika menyerang manusia . . . Manusia itu tak akan bangkit lagi." Jelas pria itu yang fokus pada Nan Linrui.
"360 prajurit ya. . . Baiklah, kita patner sekarang! Patner... Kedepannya bantu aku menggulingkan 12 saudaraku yang dulu pernah menyakitiku secara diam-diam." Ucap Nan Linrui yang tersenyum manis dengan senyum jahat.
Pria itu hanya tersenyum senang.
"Oh ya. . . Karena mereka melakukannya secara diam-diam, maka kita juga harus melakukannya secara diam-diam. Kau tahu, aku benci keributan besar." Tambah Nan Linrui dengan wajah yang tengah berpikir merendahkan 12 saudaranya.
Pria itu menaruh tangan kanannya tepat didada dan sedikit membungkukkan kepalanya.
"Tentu saja. . . Tuan Putri manis ku." Jawab pria itu yang tak keberatan dengan pemikiran Nan Linrui.
Setelah lelaki Elf itu menggunakan kekuatan teleportasi nya pada Nan Linrui dan pemimpin Sekte Iblis menuju ke depan singgasana Raja/ayahanda Nan Linrui. . . Nan Linrui langsung menjelaskan intinya yang sudah bertemu dengan pemimpin sekte iblis di hadapan permaisuri raja dan 5 Mentri lainnya.
Sejak malam itu Nan Linrui menyusun rencana untuk menjatuhkan ke12 saudaranya dan menyuruh pemimpin Sekte Iblis yang melakukannya dengan kekuatan supernatural miliknya.
Dimulai dari membuat mereka terkena penyakit, lalu mengendalikan para pelayan setia mereka satu persatu untuk menyengsarakan mereka dan pada akhirnya dapat menjatuhkan harga diri mereka.