"Terjebak disini adalah kesalahan terbesarku, Zion! Kau gila dengan obsesi tidak mendasar ini. Aku bukan milikmu dan tidak akan pernah, camkan itu!"
eitss anda berbohong! 😛
_Zea prasastasia_
☁️
Sore ini udara sangat dingin. Bermodal cupluk dan hoodie miliknya ia pun mencari kayu untuk acara malam inagurasi. Harusnya dulu ia menolak saja masuk dalam organisasi sekolah(OSIS) karena ujungnya membabu juga. Apalagi hutan disini katanya masih asri dan belum ada manusia yang menghuninya karena katanya ada rumor-rumor horor bahwa setiap malam jum'at kliwon ada babi hitam bertanduk satu.
hei yang benar saja! bertanduk satu? emang unicorn.
Terserahlah, ia tidak takut dengan sejenis babi-babian. Yang ia takutkan hanya penjaga hutan ini. Oh lihatlah! aku tidak sengaja memandang mbak kun di pohon beringin itu. huaa.. Mama, Zea mau pulang!
Oke, mari berbalik tanpa menatap wajah mbak kun itu dan melanjutkan acara mulung-memulung kayu nya.
Oh ayolah! Kakiku bahkan sudah meleyot bagaikan jelly karena terus ditatap si cantik mbak duta shampo lain.
Lari gak, lari gak?! tapi takut dikerjar huaa...
Diantara semua hantu-hantuan kenapa harus ketemu si mbak duta shampo sih! eh tapi masih mending daripada mbah pocong.
Oke, tenangkan dirimu Zea, Mari berbalik kearah perkemahan dan kuatkan kakimu untuk melesat jauh meninggalkan mbak itu yang mulai ketawa-ketiwi dibarengi cekikikkannya. stress pasti tuh ketawa sendiri, canda tawa:'
"HUAAAAA... DADAH MBAK DUTA SHAMPOO LAIN. JANGAN NGIKUTIN AKU NANTI RAMBUT KAU KU BOTAKIN SAMPE MENGKILAT!" teriak Zea mulai meninggalkan pohon beringin itu.
Zea pun berlari sekuat tenaga sembari memeluk erat kayu yang sudah ia kumpulkan. Bodo amat soal dikejar deh ia sangat gelisah karena langit mulai menggelap.
Gimana kalau dirinya terjebak dihutan? Kesasar? Tidak, tidak Zea tidak ingin membayangkannya. Capek-capek dia kesini demi melihat dedek gemes satu tingkatnya, masa jadi berita anak hilang dihutan. No!
"Eh ini Aku dimana? Lah kok malah ada villa dihutan." Zea menatap bingung bangunan tua ini. Villa ini sangat menyeramkan ditambah lantai ke 3 ada patung anjing berkepala tiga diatasnya.
Fiks, Zea kesasar!
Sudah kuduga ini terjadi, bukan satu dua kali ia terjebak dihutan. Tapi ayolah kawan ini hutan tapi kenapa ada villa sebesar ini disini.
Zea masih terbengong-bengong hingga tidak disadari rintik hujan mulai membasahi tubuhnya.
"MALAH GERIMIS LAGI AH!" umpat Zea mulai berlari untuk berteduh di depan pintu Villa tua ini.
Takut? Oh tentu saja kawan. Bagaikan anak terlantar Zea berjongkok kedinginan. Udara dingin malam mengegelitikinya disertai gemuruh hujan yang semakin besar.
"Mama... Zea mau pulang. Harusnya Zea dengerin kata Mama buat jangan ikut acara penutupan MPLS ini... Zea nyesel banget ditambah Zea takut mati disini. Gimana kalau rumor babi itu ada? Sebesar apa tubuhnya itu atau gimana kalau ada pemburu ilegal disini dan memperkosa Zea? Zea takut Ma.. Zea mau ke Mama..."
Zea mulai mengeluarkan keluh kesahnya disertai air mata yang mulai membanjiri wajahnya. Handphone nya lupa ia bawa, kalau saja benda itu ada ia pasti akan menelpon Edo sang ketua Osis kesini atau pembina agar dirinya tidak dilanda ketakutan seperti saat ini.
Sesaat ia sesegukan, terdengar suara dari arah kiri dibalik semak-semak belukar. Zea menggigit bibir bawahnya, Ia terus melapalkan doa-doa didalam hatinya.
Suara itupun makin terdengar keras. Zea ketakutan dan langsung berdiri siaga. Ia memegang kayu yang paling besar sabagai tameng nantinya.
"AAaaa!" teriak Zea melotot kaget. Tubuhnya mengigil ketakutan saat melihat babi hitam sebesar 3kali lipat dari ukuran babi biasanya muncul dihadapannya.
"DASAR BABI! HUSS HUSS.. JANGAN NYURUDUG AKU YA. DAGING AKU JUGA ALOT KAYAK AKI-AKI!" dengan penuh penekanan, Zea membentak babi hitam itu meski nyatanya air matanya sudah mengalir deras.
Babi itu tanpa aba-aba berlari kearahnya dan mengarahkan tanduk satunya.
Zea? Secara spontan berlari memasuki Villa tua ini dan menutup pintu yang sudah berkarat dengan sekuat tenaga. Ia menahan pintu agar babi itu tidak masuk kedalam.
"EITSS.. KAMU TIDAK BISA MASUK BABI!"
Napas Zea pun memburu akibat daya dorongan dari sang babi yang semakin mengbabi buta.
Ia tidak kuat terus menahan pintu ini. Tubuhnya mulai melemah ditambah si babi tidak tau diri ini belum menyerah untuk menyerudug.
Zea tarik kembali kata-katanya bahwa ia tidak takut babi-babian. Sungguh kalau ukurannya sebesar ini, pasti tubuhnya langsung koyak.
"Siapa disana?" suara lembut bergema di seluruh ruangan remang ini. aura mengitimindasi mulai Zea rasakan saat ia berbalik menatap tangga.
Disana. Seorang pria tinggi dengan tanduk kambingnya? eh kambing bukan sih. Mengenakan pakaian tidur hitam disertai wajah khas orang bangun tidur. Pria itu menatap tajam Zea dan mulai mengangkat tubuh Zea kedekapannya.
"EH EH AKU MELAYANG?!" teriak Zea sangat panik.
Pria itu mendengus kesal, Zea yang sudah didekapan pria tampan ini membeku sesaat saat babi yang tadi mau menyerudugnya mengeluarkan suara manusia?! w-whatt!
"Selamat bangun tuanku, maaf hamba membuat keributan. Gadis ini menyusup ke kediaman anda. Saya mohon ampuni kelalaian hamba." ujar sang babi itu menunduk hormat.
"Aku ampuni kali ini, cloude. " jawab pria itu sekenanya. Tidur panjangnya memang sudah harus ia akhiri ditambah red moon akan segera muncul.
"Terimakasih, tuanku. berikan gadis manusia itu, hamba akan mengembalikannya ke tempat asalnya." kali ini tubuh babi ini sepenuhnya berubah menjadi manusia.
Zea yang masih sedikit linglung dibuat makin bingung oleh keadaan ini, hei bagaimana bisa babi itu jadi manusia tampan? Silumankah?!
Ditambah sekarang mata tajam pria dipelukannya terus menatap dalam dirinya. Oh my eyes! pria ini sangat tampan.
"Kau tidak usah mengembalikan dirinya cloude. Dia soulmate ku, milikku seorang." pria itu melirik sekilas pada Zea dan mengeratkan pelukannya. Harum Vanilla menyeruak dari tubuh gadisnya. Ahh.. rasanya dia ingin terus membuat gadisnya ada dipelukannya selamanya.
"A-apa?" Zea dan cloude terkejut bersamaan.
Oke. Zea tahu arti kata soulmate tapi apa katanya? ini tidak bisa dipercaya! Amit-amit berjodoh sama siluman kambing!
"t-tapi tuan Zion, Dia manusia!" coulde menatap tajam diriku.
"Hei! emang aku manusia, dasar babi!" batin Zea kesal.
Pria yang bernama Zion itu menatap marah Coulde. Matanya mulai berubah menjadi merah dan sayap hitam perlahan keluar dari punggungnya.
"Kau menentang keputusanku?!" bentak Zion menggelegar.
Coulde yang tahu bahwa Tuannya marah besar akibat ucapannya langsung bersujud takut.
"Maafkan atas ucapan hamba yang melewati batas, Tuanku."
Zea menatap perlahan perubahan Zion, matanya bergetar takut. Pria ini bukanlah siluman kambing ternyata?! Dia Lucifer! makhkuk jahat iniiiii bagaimana bisa ia menjadi soulmatenya. Dan sekarang pasti hidupnya akan terancam. Harapan untuk pulang hanya angan-angan belaka!
"Mama... Zea mau pulanggg huaaa.. !" teriak Zea dalam batinnya.
☁️