Di sebuah ruangan di dalam Istana
"Maaf tuan, kami belum dapat menemukan sang Iblis"
"Brakk"
"Bagaimana bisa kalian tidak menemukannya! Bukan kah kalian sudah mendapatkan petunjuk itu sejak lama"
"Tapi tuan tidak ada gua yang seperti itu, kami sudah memeriksa semua gua yang berada dihutan"
"Aku tidak mau tahu kalian harus menemukan dan mematahkan kutukan itu secepatnya. Aku tidak mau anak ku menjadi korban selanjutnya"
Dibalik pintu ruangan itu ada seorang putri yang sedang mendengarkan percakapan sang Raja. Tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya.
"Tuan Putri" Panggil seseorang sambil berlari
"Nona sedang apa di sini?!" Tanya orang itu
"Naomi apa kau tidak lihat aku sedang berdiri disini" jawab sang Putri kepada Naomi
"Aku ingin ke taman" Kata sang putri yang diikuti oleh Naomi.
Sekarang mereka sedang duduk di kusi taman. Banyak pohon dan bunga bunga. Kutukan?, batin putri. Apa hubungan kutukan itu dengan Iblis?.
.
.
Sang putri mencari tahu tentang kutukan itu dan cara mematahkan kutukan nya. Satu-satunya cara mematahkan kutukan itu adalah dengan membangunkan sang iblis.
Selain itu dia juga menemukan sebuah peta yang menunjukkan sebuah gua. Jujur kalau dilihat dari peta dia belum pernah kesana. Sebelummya dia dan ayahnya (Raja) sering berpergian ke hutan.
.
.
Sekarang ini dia sedang menaiki kudanya. Menyeberangi sungai dan masuk ke hutan yang sangat luas. Banyak pohon yang tubuh subur.
"Ini guanya" Sang putri melihat ke arah gua dan ke peta untuk memastikannya.
Dia berjalan masuk ke dalam gua. Di dalam gua yang sangat gelap itu terdapat sebuah cahaya merah, semerah darah. Dia berjalan mendekat ke arah sumber cahaya itu.
Cahaya itu adalah Iblis? Iya itu Iblis yang sangat besar dan berwarna merah. Apakah aku harus membangunkan nya? Ya aku harus membangunkan nya, batin putri.
Walaupun dia takut dia tetap berusaha membangunkan sang Iblis, mulai dari berteriak sampai melemparinya batu. Dia tetap tidak bangun sedangkan sang putri sudah lelah.
Lalu tak sengaja dia memegang tangan sang Iblis. Tiba-tiba...
"Arghh" Bulu kuduk nya berdiri.
Sang putri ketakutan dan bingung. Kenapa aku memilih pergi sendiri sih, batin putri. Lalu dia melangkah kan kakinya perlahan menuju keluar.
"Siapa itu? Berani-beraninya membangunkan ku" Suara itu menakutkan
Saat itu juga putri berlari namun nihil dia ditangkap oleh sang Iblis. Dengan berani dia menatap sang Iblis sambil berkata.
"Kau sudah bangun jadi patahkan kutukan itu"
"Whahahaha, kau ingin aku mematahkan kutukan itu?"
"I-iya"
"Baiklah"
Lalu sang iblis mengangkat badan sang putri lalu memasukkan nya kedalam mulutnya. Sang Putri tahu kalau kutukan itu akan hilang setelah sang Iblis bangun lalu memakan satu manusia.
Sejak saat itu kutukan itu sudah hilang. Sejak saat itu juga sang Putri menghilang, dan tidak ada yang tahu keberadaan sang Putri