" Lebih baik kamu menyerah putri Zanec! Lihat seluruh rakyatmu akan kami binasakan!" Gertak pangeran Lucas. Dia berusaha menghentikan perlawanan putri Zanec.
Dengan pedang ditangannya, putri Zanec melakukan perlawanan. Baginya mati itu lebih baik. Daripada menjadi tawanan musuh. Dia tidak rela jika kerajaannya dirampas, dia tidak terima jika rakyat yang dia cintai harus mati ditangan musuh kerajaan.
Trang! kedua pedang saling bertemu, putri Zanec segera melompat tinggi dan mencoba untuk melakukan serangan mematikan ke arah pangeran Lucas.
"Kau pikir, aku akan diam jika rakyatku kau tindas. Ini adalah kerajaanku. Tak akan aku biarkan, makhluk sepertimu menghancurkan dan membinasakan rakyatku!" ucap kemarahan putri Zanec dan dia berhasil menjatuhkan tubuh pangeran Lucas di atas tanah berpasir.
Pedang putri Zanec kini berada tepat di depan dada pangeran Lucas. Wajah pemuda itu terlihat pucat. Tetapi dia kemudian tertawa lebar.
"Ha..ha..ha.., Lihatlah tuan putri yang terhormat. Seluruh pasukanmu telah aku musnahkan. Apa yang bisa kau lakukan? Keadaan kita berbanding terbalik! "
"Aku tidak peduli, darah harus dibalas darah. Kau pangeran kejam. Kau rampas kebahagian dan hidup rakyatku! " ucap putri Zanec dengan marah.
"Lihat! Apa kau masih berani membunuhku! Jika aku mati, saudaramu yang masih tertinggal itu, juga akan mati!" gertak pangeran Lucas sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah lain. Dari kejauhan terlihat seorang anak kecil sedang dalam cengkraman pria besar, dan sebuah pedang telah berada tepat di lehernya.
Senyum kemenangan merekah dari dari bibir pangeran sombong itu.
"Jatuhkan pedangmu!" gertak pangeran Lucas.
"Jika kalian berani menggores kulit adikku, maka aku akan membunuh pangeran zalim ini!" ancam gadis cantik, dengan pakaian perang itu.
" Kami, akan kembalikan adikmu hidup-hidup, tapi lepaskan pangeran Lucas sekarang juga!" teriak Panglima perang.
"Kau tak punya pilihan putri Zanec, lepaskan aku dan adikmu serta kamu akan hidup" ucap pangeran Lucas.
Sejuta rasa bercampur aduk, kemarahan dan dendam, kepedihan menyelimuti hati gadis cantik itu. Bagaimana bisa dia akan melepaskan pembunuh, di depan matanya seluruh anggota keluarga dan rakyatnya dibantai dengan sadis. Tentu dia tidak rela, jika pangeran kejam ini harus hidup. Tetapi dia tidak tega jika adik yang sangat disayanginya itu harus mati ditangan musuh.
"Baiklah, tapi kamu harus pegang ucapmu! jangan sampai kamu mengingkari kata-katamu sendiri" putri Zanec mencoba menegaskan.
Pelan-pelan pertukaran tawanan dilakukan, adik kecil putri Zanec berlari kecil menghampiri kakaknya. Dan pangeran Lucas berjalan menuju ke arah pasukannya yang sedang menunggu, tiba-tiba tangan pangeran Lucas terangkat, suatu tanda bahwa penyerangan. Secara bersamaan puluhan anak panak melesat ke arah putri Zanec, dengan sekuat tenaga dia berusaha untuk melindungi adiknya, tetapi naas. Mereka terus dihujani anak panah yang tak terhitung jumlahnya. Putri Zanec begitu marah. Ketika tubuh mungil adik tercintanya. dihujani anak panah dan jatuh tersungkur bersimbah darah. Gadis itu menangis dan menjerit.
"Pangeran! Kau hanyalah iblis berwajah manusia!" umpat putri Zanec. Pangeran Lucas tidak peduli dan dia memberi isyarat untuk terus menyerang gadis yang sudah tidak berdaya itu. Putri Zanec tersungkur bersimbah darah. Beberapa anak panah telah menembus tubuhnya.
Keadaan menjadi gelap, mata putri Zanec terpejam. Melihat hal itu, tawa kemenangan bergema di angkasa. Merasa telah menang pangeran Lucas bersama pasukannya segera meninggalkan tempat itu.
Beberapa saat jari tangan putri Zanec bergerak, lalu dengan perlahan dan tubuh penuh luka, dia mendekati adiknya yang kini telah menjadi mayat. Di ciumnya kening sang adik.
Aku akan membalaskan kematian kalian semua. Pangeran kejam itu dan seluruh pasukannya harus binasa.
Dengan langkah tertatih, dan tubuh penuh luka. Dia tahu bahwa hidupnya tidak lama lagi, di dalam ingatannya kenangan indah bersama keluarga dan rakyat yang dicintainya itu terlihat dengan jelas. Kerajaannya yang aman dan damai, rakyat hidup sejahtera, kini dihancurkan oleh manusia-manusia kejam.
Putri Zanec, sudah tidak memiliki pilihan. Dia teringat cerita sang ayah. Bahwa di balik tebing ada sebuah gua terkutuk, di sana bersemayam iblis yang terkutuk.
Dengan perjuangan yang luar biasa hebatnya, putri berjalan menuju gua itu, dan usahanya membuahkan hasil. Kini, dia telah sampai di depan gua itu, kemudian dia memasuki gua itu.
Setelah berada didalam gua, dia lalu membaca mantra untuk membebaskan iblis laknat itu, karena dia pernah mendengar mantra itu sebelumnya.
Gua bergetar hebat, dan beberapa bebatuan berjatuhan. Lalu munculah sosok makhluk mengerikan. Tanpa rasa takut Putri Zanec mengutarakan keinginannya, dendam dan kemarahan telah membelenggu hati putri Zanec. Kemudian dia mengikat dirinya dengan perjanjian dengan makhluk terkutuk itu.
***
Di kerajaan,
Malam itu pangeran Lucas dan seluruh pasukannya merayakan pesta kemenangan, mereka menari, bernyanyi dan berpesta dengan meminum minuman keras. Karena sudah mabuk, pangeran Lucas, dia antar beberapa pelayan menuju kamarnya. Sedang yang lain masih begitu asyik dan terlarut dengan pesta yang begitu meriah. Dan tanpa mereka sadari, makhluk menyeramkan memasuki kerajaan itu.
Perjanjian putri telah membuat pasukan kerajaan putri Zanec bangkit dari kematian. Putri Zanec segera menyerang kerajaan pangeran Lucas.
Gerbang kerajaan telah berhasil di robohkan dan pasukan iblis itu menyerang membabi buta. Jerit ketakutan dan kematian bergema di malam penuh bintang. Darah segar membasahi jalanan. Pesta yang meriah kini terhenti.
Putri Zanec dengan pedang ditangannya berjalan memasuki kamar pangeran Lucas yang sedang tertidur lelap, gadis itu membangunkan pangeran itu. Pangeran Lucas begitu terkejut. Keringat dingin mengucur deras dari tubuhnya dan wajahnya pucat pasi.
" Ini adalah pembalasanku, lihat! seluruh rakyatmu telah menjadi menjadi mayat, begitupun dengan keluargamu!" umpat kemarahan putri cantik itu.
Tanpa menunggu waktu lama, pedang putri Zanec telah menebas leher pangeran Lucas tanpa belas kasihan. Kepalanya jatuh dilantai dan darah mengucur deras dari bagian tubuh yang terpotong itu.
Putri Zanec duduk bersimpuh, air matanya jatuh tak terbendung, dia tersenyum. Kematian rakyat dan seluruh keluarganya telah terbalaskan.
Dan tiba-tiba sedikit demi sedikit tubuh putri Zanec berubah menjadi pasir. Kemudian menghilang tertiup angin dan keadaan menjadi hening , menyisakan kesunyian. Darah dan mayat mayat tergeletak di mana-mana seolah tiada berharga.