Istana menyambut meriah kedatangan pangeran Saga dan putri Dayah, pesta pernikahan akan di gelar mulai malam hari hingga fajar tiba. Semua rakyat bersuka cita dan memberikan doa-doa terbaik mereka.
Namun putri Marilyn mengutuk kedua pasangan itu sejak hari dimana mereka menikah.
" Tidak bisa, tidak bisa, tidak bisa seperti ini " gumam putri Marilyn di dalam kamarnya.
Pelayan sudah memberitahu untuk segera keluar menyambut kedatangan kedua mempelai namun ia masih sibuk memikirkan bagaimana bisa rencananya gagal total.
Tok Tok Tok
" Siapa itu? " teriak putri Marilyn.
" Hamba yang mulia " ujar seorang pelayan dari balik pintu.
" Ada apa? "
" Raja menunggu kedatangan tuan putri di ruang makan, harap putri segera keluar untuk menemui yang lain "
" Baiklah aku kesana sekarang " jawabnya.
Putri Marilyn merapihkan diri dan mengganti ekspresi wajahnya dengan senyuman bahagia, disuruhnya seorang pelayan untuk membawakan kotak kecil yang ada di kamarnya.
Raja, Ratu dan kedua mempelai sudah menunggu kedatangannya. Dengan berbahagia putri Marilyn memeluk putri Dayah dan mengucapkan selamat kepada mereka berdua.
" Pelayan " panggil putri Marilyn.
Seorang pelayan mengangguk dan menyerahkan kotak yang tadi kepada putri Dayah, dengan tersenyum senang putri Dayah bertanya benda apakah itu.
" Bukalah, itu hadiah dari ku sebagai ucapan selamat atas pernikahan kalian. Semoga kau menyukainya "
Putri Dayah pun membuka kotak itu dan betapa terkejutnya ia saat melihat tiara indah yang bertahtakan permata dan mutiara.
" Ini indah sekali " gumam putri Dayah.
" Terimakasih adik ku, kau adalah yang terbaik " ujar pangeran Saga yang di sambut senyum olehnya.
Setelah acara makan malam itu usai pesta pun di gelar dengan mengundang para pangeran dari Kerajaan tetangga. Mau tak mau putri Marilyn harus bersabar dan tetap mengikuti jalannya acara hingga di pertengahan malam.
Ketika dia sudah muak dengan semua ini putri memilih untuk pergi keluar menghirup udara segar. Namun yang ia dapati lebih dari sekedar udara, sebuah bayangan hitam jelas melintas di hadapannya dengan cepat.
Meski ragu tapi putri Marilyn tetap mengejar bayangan itu hingga ia masuk ke taman bunga istana.
" Siapa di sana? " teriaknya waspada.
Whuuuussss...
Kyaaa......
Hhhaaaahhh Hhhhhaaaahhhh Hhhhhaaaahhh
" Si-siapa kau.... " tanya putri kepada sesosok makhluk yang berdiri di hadapannya.
Sosok itu menyerupai seorang nenek tua dengan jubah hitam lebar dengan tudung yang hampir menutupi semua wajahnya.
Khe Khe Khe Khe
" Aku... adalah seseorang yang akan membantu mu " ujar nenek itu terkekeh.
" Apa maksud mu? " tanya putri sedikit takut.
" Aku tahu... apa yang kau inginkan, ikutlah dengan ku dan kau akan temukan jawabnya "
Sebuah tangan kurus terulur dari nenek tua itu, putri Marilyn berfikir sejenak sebelum akhirnya ia memutuskan untuk menggapai tangan itu.
Tangannya begitu dingin sedingin es, dan kasar seperti tukang kayu. Nenek tua itu mendekatkan tubuhnya kepada sang putri dan tiba-tiba sebuah cahaya muncul dari kakinya yang merambat ke tubuh, lengan dan kepala. Pada akhirnya mereka hilang begitu saja.
Buk...
Aww...
Putri Marilyn tiba-tiba terjatuh di tempat asing yang tak pernah ia datangi, ia melihat tanahnya di tutupi bebatuan hitam dan salju. Udaranya sangat dingin hingga membuatnya menggigil namun ia bangkit dan mencoba terlihat kuat.
" Di sana... adalah jawaban yang kau cari " ujar nenek tua itu menunjuk sebuah gua yang tepat berada di hadapannya.
Putri Marilyn melihat dengan seksama mulut gua itu, dan yang temukan hanya kegelapan yang pekat. Dia tak mencoba bertanya lagi justru dengan penasaran putri Marilyn segera masuk ke dalam.
Selangkah demi selangkah ia masuk, udara semakin menipis hingga membuatnya sulit bernafas. Sejauh yang mata memandang hanya ada bebatuan dan kegelapan.
Whuuuussss...
Bbbrrrrr...
Entah angin dari mana yang datang membelai kuduknya, putri bergidik hingga ke tulang dan hampir putus asa. Sampai akhirnya ia menemukan sebuah bebatuan yang cukup aneh.
Batu-batu besar dan kecil menumpuk di ujung gua dengan tanda salib tertancap di dalamnya, putri penasaran siapakah yang di kubur di antah berantah ini.
Deg Deg Deg Deg
Perlahan kakinya melangkah mendekati bebatuan itu, jantungnya berdegup kencang seakan mau melompat dari tempatnya.
Buk...
Aahhh....
Tanpa sengaja kakinya terkilir hingga ia terjatuh dan menyebabkan kepalanya terbentur, darah segar mengalir dari luka itu membasahi bebatuan yang menumpuk.
Putri mencoba membalut lukanya dengan kain yang ia sobek dari gaunnya tanpa ia perhatikan noda darah yang ada di bebatuan terhisap ke dalam dan lenyap begitu saja.
Duar....
Grroooooaaaarrrrr....
Makam bebatuan itu tiba-tiba hancur , dari balik asap yang mengepul muncul sesosok makhluk yang menyeramkan.
Kepalanya berbentuk kambing dengan tanduk yang mencuat tajam, sedang tubuhnya manusia kekar yang di penuhi otot. Matanya merah menyala menatap sang putri dengan seringai lebar memperlihatkan taring-taringnya.
Aahhh....
Putri Marilyn tak dapat bicara, ia terlalu kaget dan takut melihat makhluk di hadapannya.
" Kau kah yang membangunkan aku? "
" Manusia... apa yang kau inginkan? " tanya makhluk itu dengan suara seraknya.
Putri Marilyn tak dapat menjawab, meski begitu makhluk itu hanya perlu menatap dalam mata sang putri dan menemukan jawabnya lewat benak yang penuh kedengkian.
HAHAHA HAHAHA HAHAHA
" Keabadian, dengan itu kau mampu menjadi cantik seumur hidupmu, menyingkirkan pangeran yang segera naik tahta. Mendapatkan apa yang kau inginkan " ujar makhluk itu menebak.
Kini putri Marilyn lebih dapat mengontrol dirinya, dengan susah payah ia bangkit. Setelah mengumpulkan kekuatan ia memberanikan diri untuk bertanya.
" Bisakah... kau memenuhi keinginan ku? "
Hahaha
" Aku akan memberikan apa yang kau inginkan, tapi untuk mendapatkan itu semua kau harus tetap menjalani ritual "
" Aku menyanggupinya " jawab putri Marilyn tanpa pikir panjang.
Putri kembali ke istana dengan cara yang sama, demi mendapatkan apa yang ia inginkan sebuah tentara bayaran ia pekerjakan demi kesuksesannya.
Beberapa hari kemudian ruang bawah tanah yang sudah tak terpakai ia pergunakan sebagai tempat pemujaan, simbol kepala kambing di taruh tepat di atas bak mandi.
Seorang Algojo datang membawa gadis desa yang muda dan cantik tanpa belas kasihan meski gadis itu meronta-ronta sang algojo memotong leher si gadis dan menumpahkan darahnya ke dalam bak mandi.
Satu gadis saja tak cukup, gadis kedua di bawa dengan paksa. Rintihannya terdengar lirih saat tangannya di cengkram kuat oleh algojo, isak tangis tak berguna ajalnya pun segera tiba.
Putri Marilyn datang tepat saat bak mandi itu sudah penuh dengan darah, diperintahkannya para prajurit itu untuk membuang mayat-mayat para gadis dan meninggalkannya dalam kubangan darah segar.
Hari demi hari berlalu, bulan dan tahun hingga sampai pada titik dimana Raja dan Ratu wafat sang pangeran yang naik tahta tak lama kemudian gugur di medan perang.
Kursi tahta yang kosong diambil alih oleh putri Marilyn sedangkan putri Dayah harus rela menjadi budak. Kerajaan yang berjalan mengalami kekacauan tatkala para orangtua melapor banyak anak gadis yang hilang.
Maka demi keabadian itu putri Marilyn menugaskan untuk menculik para gadis dari desa lain atau kerajaan tetangga. Tahuan demi tahun berlalu kecantikan itu tetap abadi, kedudukannya abadi, penyembahan tetap abadi.
Khe Khe Khe Khe
" Sudah waktunya kau membayar " ujar makhluk itu di suatu malam.
" Ambilah berapa pun koin emas yang kau inginkan " jawab sang putri .
" Aku tidak butuh itu "
" Kalau begitu aku akan berikan para gadis muda, berapa yang kau mau "
" Aku tidak butuh itu "
" Lalu apa yang kau inginkan? "
" JIWA MU "
TAMAT.
Terinspirasi dari banyak kisah tentang para putri yang melakukan segala cara agar tetap awet muda, konon putri pada zaman dahulu ada yang di katakan kejam karena menggunakan darah untuk tetap awet muda.
Bahkan di zaman yang sudah modern pun sebuah konspirasi mengatakan beberapa artis menggunakan tren suntik darah anak kecil untuk tetap awet muda.
Kasus penculikan anak-anak di bawah umur yang marak terjadi di duga sebagai bisnis perdagangan manusia yang dimana anak-anak itu di perlukan sebagai bahan utama pembuatan serum kecantikan.
Ini hanya konspirasi yang tersebar di masyarakat dan sudah di bahas oleh beberapa youtuber, meski begitu tidak ada salahnya kita tetap waspada.
Cintai dirimu sendiri apa adanya, tak perduli banyak orang yang menghinamu karena kamu di mata orang yang tepat adalah istimewa...