I meet you, my black wizard
Karya W.DdvemalleonWET
👑👑👑
Ketika bulan purnama tengah menyinari gelapnya malam diimbuhi mekarnya bunga mawar merah di sekitar istana. Lahirlah putri dari raja Carntzyen dan ratu Malliecence.
Dengan doa agar putri mereka secantik bulan purnama dan bunga mawar, mereka memberi nama bayi perempuan itu Rosetta Letizia Plenilunia.
Sesuai dengan namanya, diumurnya yang genap enam tahun itu, ia tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik jelita.
Rambutnya hitam lebat dengan mata berwarna hijau. Dia adalah gadis yang rupawan dan elegan, berbeda dengan gadis kebanyakan.
Akan tetapi, sesuatu telah merubah segala kehidupannya. Nona Bellyciste membuat gadis kecil itu mendapatkan kekuatan juga kutukan.
Nona Bellyciste adalah penyihir hitam hasil hibrida vampir dan penyihir hitam. Namun, keluarga ibunya memiliki pantangan untuk tidak menikahi seorang vampir.
Nona Jehgreysia, ibu dari nona Bellyciste sudah tidak peduli akan pantangan tersebut dan tidak berpikir panjang akan akibat untuk dirinya sendiri maupun anaknya.
Apa daya pantangan tidak bisa mengalahkan rasa cinta yang mendalam dari kedua belah pihak. Semua itu telah terjadi begitu saja.
Nona Bellyciste sendiri ialah penyihir hitam yang paling terkenal, tapi sayang sekali. Dia hanya dikenal karena kutukannya yang menyeramkan.
Hati nona Bellyciste penuh dengan rasa muak. Tidak mau mempertahankan tiang hidupnya kembali, ia benar - benar emutuskan untuk mati. Hatinya sudah benar - benar gelap tak ada cahaya. Penyihir hitam hasil dari melarang pantangan seperti ibunya itu, tidak akan bisa meninggal kecuali mewariskan kutukan dan kekuatannya kepada orang lain.
Agar nona Bellyciste bisa mati, siapa yang akan mewariskan kekuatan dan kutukan itu?
Benar, yang akan mewarisinya tak lain adalah putri Letizia. Nona Bellyciste telah memutuskan untuk menaruh darahnya di dalam tubuh putri Letizia.
Tepat ketika malam bulan purnama tepat hari ulang tahun putri Letizia, kejadian itu terjadi begitu saja. Dimana tirai tempat tidur putri Letizia terbuka lebar. Sepuluh lilin aroma bunga mawar mengitari kamar putri Letizia. Terlihat di sebuah meja kayu yang eksotis, sebuah cangkir terbuka lebar. Cangkir yang berisi teh original. Nona Bellyciste menaruh darahnya di dalam teh tersebut.
Dengan sihir nona Bellyciste, ia membuka mulut putri Letizia dan meminumkan teh itu kepadanya. Kutukan itu telah merambat di tubuh Letizia hingga tertulis segel kutukan di pergelangan tangan dekat urat nadinya.
Rambut putri Letizia berubah begitu saja menjadi gradasi hitam dengan merah tua. Matanya seperti permata Padparadscha Sapphire. Kulitnya yang awalnya putih merah jambu, menjadi putih pucat susu. Gigi taringnya juga memanjang.
Ia memang terlihat sangat cantik dengan itu semua. Ia tidak akan pernah bisa berubah seperti dirinya yang dulu. Sekarang itu adalah wujud barunya.
Letizia masih polos dan mengira kalau semua itu adalah hal yang sangat indah. Tapi lambat laun, semakin dewasa. Tentu ia mulai mengerti kalau ia adalah gadis yang mempunyai kutukan.
Ratu Malliecence sangat tidak percaya semua itu terjadi begitu saja kepada putri sulungnya. Begitu pula dengan raja Carntzyen. Tidak ada yang mau menerima kenyataan bahwa putri Letizia telah diwariskan kutukan oleh nona Bellyciste.
Sebuah ritual, harus dilakukan oleh putri Letizia selama hidupnya. Saat ia sudah berumur lima belas tahun dan seterusnya, ia harus melakukan ritualnya.
Putri Letizia harus mendatangi istana di tengah hutan terlarang tanpa pengawal apapun itu statusnya.
Sementara di lain sisi, di istana yang berada di tengah hutan terlarang, pangeran Lafrance Casare Valerio tertidur di kamarnya yang gelap. Jendela kamarnya terbuka mempersilahkan cahaya bulan purnama menyinari kamarnya.
👑👑👑
Pangeran Stephano Salvadore, sepupu putri Letizia sedang menunggu putri Letizia di depan kamarnya. Terlihat rasa gelisah di raut wajahnya.
Beberapa saat berlalu, pintu ruangan putri Letizia terbuka. Putri Letizia menatapi pangeran Stephano dengan perasaan gundah.
“Putri Letizia, apakah kamu sudah yakin akan datang sendirian ke sana?” kata pangeran menatap putri Letizia.
“Benar pangeran Stephano. Saya akan datang sendirian sesuai persyaratannya. Tenang saja, saya bisa menjaga diri saya.” Putri Letizia menatap pangeran Stephano dengan senyum semringahnya.
“Baiklah kalau begitu, jagalah dirimu baik - baik. Jika ada sesuatu, panggillah aku lewat sihirmu.” Pangeran Stephano melangkah pergi meninggalkan putri Letizia.
Punggungnya mulai kecil tak terlihat di ujung lorong. Melihat itu, putri Letizia juga pergi mengurus urusannya. Ia menggunakan teleportasinya menuju istana di hutan terlarang.
Sebuah gerbang yang sangat tinggi menutup istana megah yang gelap. Istana yang tidak terawat adalah kalimat yang cocok untuk mendeskripsikan istana itu.
Tanaman liar ada di mana - mana. Dinding istana kusam tak di cat ulang. Lumut - lumut menghiasi semua dinding - dindingnya. Tidak terlihat istana itu seperti berpenghuni, menjadikan putri Letizia ragu untuk memasuki istana.
Klang-- Krieet
Pintu gerbang ia buka dengan perlahan. Putri Letizia masuk dengan anggunnya sambil memegangi gaunnya yang megah.
Ruangan demi ruangan ia lewati. Tidak terlihat satupun orang di dalamnya. Tidak tahu berapa lama ia ada di sana, tapi dia merasa kalau dia sudah sangat lama berjalan tanpa arah.
“Istana ini sangat besar, aku tidak yakin bisa di sini berlama - lama atau aku akan tersesat,” gumam putri Letizia.
Menyusuri lorong - lorong yang hanya di sinari cahaya redup lentera membuatnya bergidik ngeri. Ada perasaan tidak enak dalam hati kecilnya, tapi ia berusaha tidak menghiraukannya.
Melewati ruangan piano, kamar pelayan dan lainnya. Tapi tak kunjung menemukan kehadiran manusia. Lalu sebuah aroma bunga mawar yang sangat harum tiba - tiba menghiasi lorong. Dia mengikuti aroma itu dengan tujuan mengetahui keberadaan seseorang.
Aroma itu menyuruhnya lurus dan diujung lorong ia harus berbelok. Lalu lurus kembali hingga sampai di sebuah ruangan. Di ruangan itu, aroma mawarnya begitu pekat.
“Pintunya sangat kusam. Kenapa tidak ada yang mau membersihkannya? Sungguh tidak terawat sekali,” gumam putri Letizia mengeluh.
Tapi peduli sekali dengan itu, dia sangat ingin menyelesaikan ritualnya dan tidak mau berlama - lama di sana.
Pintu ia buka perlahan - lahan. Dia masuk dan melihat tirai kasur yang tertutup rapat. Kamar yang bersih tanpa celah untuk para debu. Dengan sinar bulan purnama membuat ruangan itu tampak bersinar indah.
Tirai itu sedikit tembus pandang karena cahaya bulan purnama. Terlihat seorang pangeran tertidur dengan tangan melipat di dadanya. Bajunya begitu mewah dan rapi. Berbeda dari kesan istananya yang tidak tertata.
Putri Letizia mengambil resiko dengan meninggalkan ruangan itu, daripada membangunkan pangeran yang misterius. Lebih baik dia pergi dan tidak melanjutkan ritualnya.
Memangnya ritual macam apa yang harus membuat pangeran terbangun. Seharusnya pangeran itu menunggunya bukan? Yang mengadakan acara seharusnya sudah berisap - siap bukannya molor. Begitu pikirnya.
Tiba - tiba aroma mawar kembali menghiasi ruangan. Bau itu membuat putri Letizia menoleh ke arah pangeran.
Dibuat terkejut ia ketika melihat pangeran duduk menatapnya. Mata merahnya menyala - nyala. Matanya bagaikan permata Red Diamond yang bersinar. Rambutnya hitam lebat dengan sedikit gradasi merah tua di ujung rambutnya.
Kulitnya pucat dengan sedikit rona merah di pipinya, bibirnya semerah buah pohon Rowan Jepang. Hidungnya yang Roman menambah kesannya yang dingin nan elegan. Ditambah dengan mukanya yang lonjong, membuatnya semakin tampan memesona.
“Kamu sudah membangunkanku, my black wizard,” ucap pangeran Casare.
“Kalau anda berniat melakukan ritual, bukankah perlakuanmu yang masih tidur adalah hal yang tidak sopan? Pangeran Casare?” Putri Letizia tersenyum seolah menyudutkan pangeran Casare.
“Lizza, Boinde, Valce. Bawakan kami teh mawar dan kue sponge.”
“Baik Pangeran.” Tiga pelayan itu menyaut bersamaan dari luar pintu.
Tidak berselang lama, kue sponge dan teh itu sudah siap. Valce memasuki ruangan pangeran Casare dan menaruhnya di meja kayu bercorak garis - garis vertikal.
Pangeran Casare duduk di meja itu dan menyuruh putri Letizia duduk juga. Mereka langsung memulai pembicaraan mengenai ritual.
“Sejak kapan kamu berani membangunkanku?” tanya pangeran sambil menyeruput teh.
“Aku bukan nona Bellyciste.”
Putri Letizia menatap tajam pangeran Casare, dia ingin memperjelas kalau dia sedang tidak main - main dan ingin segera selesai.
Ada hawa tidak enak yang mengelilingi tubuh putri Letizia. Entah apa yang akan terjadi kepadanya.
“Pantas saja aura dan penampilanmu berbeda.” Pangeran menatap tajam balik tidak menunjukkan rasa terkejut sedikitpun.
“Tapi, bukankah untuk orang sepertimu berani membangunkanku. Itu menunjukkan betapa percaya dirinya dirimu karena masih bisa berani berpikir bahwa kamu akan tetap hidup sehabis ini.” Pangeran melanjutkan perkataannya, tersenyum dengan tatapannya yang tajam.
“Tidak ada alasan untukku takut kepadamu. Jangan buang - buang waktu, pangeran. Cepat jalankan ritualnya.” Giliran putri Letizia yang sekarang berbicara sambil menyeruput teh mawarnya.
“Tidak ada ritual yang harus dilakukan. Kenapa kamu segitu ingin melakukan ritualnya?” Pangeran Casare menatap kembali putri Letizia.
Wajah putri Letizia langsung menunjukkan ekspresi terkejut. Tepat pada tangannya terukir kalimat agar ia menjalankan ritual di istana di tengah hutan terlarang milik pangeran Casare.
Tapi melihat pangeran Casare yang terlibat justru berkata tidak ada ritual membuatnya kebingungan.
“Apa maksudnya pangeran Casare? Apakah engkau menipuku?” Putri Letizia menunjukkan muka kekesalannya dan membuat matanya semakin menatap tajam.
“Black wizardku, dia lebih memilih mati daripada bersamaku ya?” Pangeran Casare menunduk lalu memotong kecil kuenya.
Putri Letizia tampak kebingungan. Dia bingung siapa yang ia maksud black wizardnya dan kenapa ia curhat kepadanya.
“Ritual itu tidak ada. Aku hanya berpura - pura agar ia mengunjungiku saja. Sudah sepuluh tahun aku bersabar menunggunya. tapi mungkin dia mengira itu sebuah kutukan untuknya.”
“Jadi ternyata dia itu sad boy,” kata putri Letizia dalam hati.
“Sekarang, kukira dia akan datang. Ternyata orang lain. Siapa kamu?”
“Aku Letizia. Putri sulung istana timur. Oh ya, nona Bellyciste memberikanku kekuatan beserta kutukannya. Jadi kenapa ia bisa meninggal?” tanya putri Letizia.
“Penyihir hitam hasil melanggar pantangan seperti ibunya, tidak akan bisa meninggal "Abadi". Tetapi ketika kekuatan beserta perintah itu di turunkan kepada orang, maka penyihir hitam itu bisa meninggal.” Pangeran Casare menjelaskan panjang lebar.
“Perintah itu ... apa perintah itu?” ucap putri Letizia dengan nada cukup tinggi.
“Perintahnya adalah ... harus menemuiku di istana ini. Bagi sebagian orang awam, itu adalah kutukan,” ucap pangeran Casare sambil mengelap mulutnya dengan sapu tangannya.
“Memangnya seberapa penting dirimu hingga harus bertemu denganmu?”
Putri Letizia sedikit berdiri hendak meninggalkan pangeran karena merasa perintah itu sungguh tidak masuk akal dan tidak penting.
“Wah wah. Ucapanmu sedikit menyinggungku. Kalau begitu jangan sampai dirimu kaget setelah mengetahuinya ya.” Pangeran Casare ikut berdiri dari kursinya.
Putri Letizia hanya menatap sebentar dengan tatapan santai lalu melangkah menuju pintu.
Tiba - tiba pintu tertutup kencang dan aroma mawar tercium menyengat. Angin bertiup - tiup membuat topi putri Letizia terbang.
Putri Letizia mengambil ancang - ancang untuk menyerang. Dia menoleh ke arah pangeran Casare. Dia langsung terkejut saat melihatnya.
Tanduk tebal dan tajam di sisi kanan dan kiri kepala pangeran Casare. Jubah terkibas - kibas terkena terpaan dan mahkota penuh berlian di tengah kepalanya.
“Iblis!” Putri Letizia masih terkejut dan mengambil posisi menyerang.
“Ini sosok asliku. Tidak berbeda jauh dari yang tadi, hanya mahkota, tanduk dan jubah.” Pangeran Casare hanya berdiri di depan antara dua jendela.
“Aku adalah rajanya, sudah sepatutnya aku menghukum yang melanggar pantangan. Tapi karena dia adalah orang yang tak bersalah, aku hanya memintanya untuk menemuiku saja. Aku takut ia akan memberontak, karena itu aku selalu memanggilnya.”
Mereka berdua terdiam. Tidak mengerti mau mengatasi canggung di antara mereka berdua. Putri Letizia hanya mendengarkan ucapan pangeran Casare, dia malas menjawab ucapannya.
Karena tidak ada sepatah katapun keluar dari mulut putri Letizia, pangeran Casare lah yang membuka pembicaraan. Ia berkata, “Temui aku, di taman mawar Giardino Rosa.”
Lalu pangeran Casare kembali duduk menatap putri Letizia sambil tersenyum.
“Iya. Hanya satu kali ini saja, anggap saja sebagai ganti ketidak sopananku saat bertamu.” Putri Letizia pun meninggalkan pangeran Casare.
👑👑👑
“Kaevyte, apakah ada gaun yang cocok untuk pergi ke taman Giardino Rosa?” Putri Letizia menatap ke arah Kaevyte yang sedang menyiapkan alat mandinya.
“Ada Putri. Kalau ingin, saya akan siapkan.” Kaevyte terlihat sangat bersemangat ingin memakaikan gaun putri Letizia.
“Kalau begitu, saya minta tolong ambilkan ya.” Putri Letizia tersenyum ramah pada Kaevyte, butlernya.
“Gaun ini sangat cocok untuk musim panas. Gaunnya cerah dan tidak terlalu gerah.” Kaevyte menunjukkan gaunnya kepada putri Letizia.
“Kurasa ini bagus. Aku akan memakainya. Terimakasih Kaevyte.” Putri Letizia kembali tersenyum menunjukkan gigi kelincinya yang putih.
Setelah mandi, dia memakai gaunnya dibantu dengan Kaevyte, Malnelia dan Tsya. Cermin besar di depan putri Letizia memperlihatkan betapa indahnya gaun yang ia kenakan. Putri Letizia sudah siap. Baju musim panasnya dengan hiasan topi mawar dikepalanya sangat cocok dengan image taman Giardino Rosa.
Bibirnya merah delima dengan riasan merah oranye di matanya. Pipinya merah merona melihat taman Giardino Rosa.
Dia merasa menjadi gadis yang paling bahagia di muka bumi. Mungkin karena itu pertama kalinya ia pergi ke taman Giardino Rosa. Atau mungkin karena hal lain yang masih terselubung dalam hatinya.
Sudah lama ia tidak melihat taman itu semenjak kutukan yang ia dapatkan. Badannya selalu panas dingin dan mudah lelah. Tapi semenjak kemarin, badannya terasa ringan.
👑👑👑
Kereta kencana menurunkan seorang putri di depan gerbang taman. Turunlah sepasang sepatu putih bersih yang berkilau lalu disusul dengan gaun berwarna kuning oranye.
Telapak tangan putri itu tertuju pada sang kusir menyuruh agar sang kusir meninggalkannya sendirian. Benar, putri itu adalah putri Letizia yang sangat menawan.
Putri Letizia berjalan - jalan memasuki gerbang.
Mawar - mawar yang sangat harum dan indah seperti mengitarinya. Bunga mawar itu bagaikan simfoni yang memutari pikirannya.
Dia tiba di sebuah gazebo. Akhirnya dia memutuskan untuk duduk di sebuah gazebo berwarna merah muda itu. Dia duduk termenung sambil menatapi bunga mawar biru yang tumbuh di belakang gazebo.
Dari belakang tiang lampu yang tinggi, terlihat dua orang lelaki berjalan mendatangi putri Letizia. Setelah jarak di antara mereka cukup dekat, lelaki yang paling tinggi itu berkata, “Pantas saja kutunggu - tunggu tidak datang. Rupanya engkau di sini.”
Baru pertama kali pangeran itu melihat muka putri Letizia yang tersenyum senang dan tulus. Tidak seperti senyumannya yang kemarin ngajak berantem.
Mungkin putri Letizia merasa kuat karena kekuatan nona Bellyciste sangat besar dan kuat. Tapi dia baru sadar kalau langit masih ada langit, ia tidak boleh meremehkan orang hanya dari penampilan.
Putri Letizia menoleh ke arah pangeran itu. Yang awalnya tersenyum langsung berubah datar. Pandangannya langsung tertuju pada anak yang pangeran gandeng tangannya. Lelaki kisaran delapan tahunan.
Pangeran Casare, benar itu adalah pangeran Casare. Dia langsung ampun - ampun melihat tingkah laku putri Letizia yang kelihatan jengkel terhadap kedatangannya.
Bahkan seorang iblis saja bisa ampun - ampun melihat tingkah lakunya.
“Lelaki itu imut sekali. Siapa dia?” Putri Letizia sedikit menaruh rasa ketertarikan kepada anak laki - laki yang digandeng pangeran Casare.
“Dia bonekaku. Tidak punya perasaan atau keinginan. Dia hanya menuruti perintahku dan membantu mengawasi sekitar saja. Kebetulan agar tidak ada orang yang melihat kita berduaan seperti kekasih.” Pangeran Casare betul - betul blak - blakan membicarakan tujuannya membawa anak laki - laki itu.
Entah kenapa, ada sedikit rasa sakit di hati putri Letizia saat mendengarnya. Dia tidak tahu dibagian mana ia merasa sakit hati.
“Oh ya, sekarang posisimu sudah seperti teman kerja untukku. Kamu harus bekerja untukku selamanya sesuai yang kukatakan kemarin.” Pangeran duduk berseberangan dengan putri Letizia.
“Kamu tidak bilang kalau kita bekerja sama kan?” putri Letizia menatap santai seperti tidak peduli.
“Bukankah aku sudah bilang kalau kamu dan aku akan selalu bertemu. Maksudku adalah bertemu untuk bekerja. Sekarang kamu adalah "My Black Wizard" mengerti?” jelas pangeran Casare sambil membenarkan posisi duduk anak laki - laki yang ia gandeng sebelumnya.
“Seperti apa pekerjaannya?” tanya putri Letizia singkat.
Putri Letizia benar - benar tidak ingin banyak berbasa - basi dengan pangeran Casare. Cara bicaranya seperti ingin langsung masuk ke topik pembicaraan agar pembicaraan itu "The end".
“Setiap bulan purnama, kamu harus pergi ke istanaku untuk melakukan penelitian terhadap penyihir hitam yang memberontak kepadaku.” Pangeran menyodorkan sebuah berkas kepada putri Letizia.
“Berkas itu adalah buku panduan. Baca saja sampai selesai. Kamu akan mengerti nanti.” Pangeran menatap muka Letizia yang tampak tidak senang dengan isi berkas itu.
“Kalau kamu keberatan, aku mengizinkanmu membawa butlermu. Tapi dia hanya boleh menunggu di luar ruangan. Hanya butlerku, Valce saja yang boleh ada di dalam ruangan. Bahaya kalau sampai orang biasa menyebarkan rahasiaku.” Pangeran Casare berusaha untuk sedikit mengalah kepada putri Letizia.
Benar tebakannya, Letizia memang tidak ingin pergi sendirian. Mukanya langsung senang bukan kepalang setelah mendengarnya. Lalu dia tiba - tiba berpikir, “Kalau dia takut butlerku menyebarkan, kenapa dia tidak takut kepadaku yang akan menyebarkan? Apakah dia percaya kepadaku sebagai rekan kerja betulan?”
Puff--
Putri Letizia langsung menghapus halusinasi itu dengan tangannya. Tidak mungkin pangeran Casare mempercayainya, pasti ada seluk beluknya. Tapi putri Letizia mulai agak menaruh rasa percaya kepada pangeran Casare. Mungkin takdir berkata itu yang terbaik untuknya.
Bulan demi bulan akhirnya mereka berdua bisa berbicara santai tanpa rasa benci seperti sebelumnya. Tak peduli status mereka yang berbeda, yang penting mereka berhasil menyelesaikan segala tugas mereka.
Para penyihir hitam yang memberontak, mereka habisi langsung bersama - sama. Anak laki - laki itu juga terkadang ikut membasmi penyihir hitam yang memberontak pula.
Hingga tiba disuatu malam. Dimana putri Letizia akan pergi ke istana pangeran Casare bersama Kaevyte. Ia merasakan sakit di jantungnya seperti tujuh tahun lalu. Rasa sakit itu sangat sakit dan membuatnya hanya berdiam diri di kasur. Sulit untuk bergerak, badannya teramat kaku. Sampai - sampai badannya juga ikut panas hingga keringat membasahi tubuhnya.
Bulan purnama sudah terlihat dari jendela kamarnya. Tapi dia tetap tidak bisa beranjak menuju istana pangeran Casare.
Di lain sisi, pangeran Casare menunggunya dengan perasaan cemas akan sesuatu. Dia terus mondar - mandir di kamarnya. Sudah berapa jam ia tak mendapat kabar dari sihir putri Letizia. Karena merasa janggal, dia langsung pergi ke istana timur.
Kedatangan pangeran Casare didengar oleh orang tua putri Letizia. Itu semua berawal dari para pelayan yang bergosip di dekat pintu kamar putri Letizia.
“Eh, katanya ada seorang pangeran yang sedang berdebat dengan prajurit penjaga gerbang. Dia bilang dia ingin menemui putri Letizia loh!” pelayan itu berbisik - bisik kepada pelayan satunya.
Lalu dijawab oleh pelayan lainnya, “Benarkah? Apakah dia tampan?”
“Dia sangat tampan. Aku tadi sedikit mengintipnya. Mungkin dia memang seorang pangeran.” jawab balik pelayan satunya.
Saat pelayan satunya mau menjawab kembali, ratu langsung mempertanyakan hal tersebut kepada dua pelayan itu. Ketika sudah mendengar, ratu langsung bergegas memanggil suaminya dan langsung menuju gerbang.
Kedatangan pangeran Casare langsung disambut baik oleh kedua orang tua putri Letizia. Pangeran Casare mendengar kalau putri Letizia sakit parah dari orang tua putri Letizia, langsung meminta persetujuan untuk mengobatinya dengan satu syarat.
“Aku akan mengobatinya. Tapi aku punya satu syarat untuk bayarannya.” Pangeran Casare menatap kedua mata orang tua putri Letizia.
“Apa syaratnya? Apa syaratnya?” Raja Carntzyen memegangi tangan pangeran Casare yang dingin.
“Nikahkan aku dengannya. Hanya itu saja.” Pangeran Casare berusaha memberanikan diri mengatakannya.
“Memangnya siapa kamu? Apakah kamu sudah mengenalnya?” Ratu Malliecence sedikit gelisah dengan lamaran pangeran Casare.
“Aku, aku yang selama ini memegang kutukannya. Aku adalah orang yang selalu ia temui di saat bulan purnama.”
Pangeran Casare mulai memalingkan wajahnya. Ia tahu kalau selanjutnya mungkin ia tidak akan disetujui.
Mau bagaimanapun, ia sudah seperti Iblis untuk putri sulung mereka. Tentu saja orang tua akan memilih yang terbaik untuk anaknya.
“Kamu pangeran Casare?!” Raja Carntzyen terkejut.
“Iya.” Pangeran Casare hanya bisa tertunduk tak berani menatap.
“Cepat, obati dia kalau kamu berniat menjadi suaminya.” Ratu Malliecence tersenyum lalu mengambil tangan pangeran Casare.
Kedua orang tua putri Letizia dan pangeran Casare memasuki kamar putri Letizia.
Pangeran Casare dari jauh melayangkan tangannya ke arah jendela. Sosok divalik jendela itu langsung pergi dengan cepat.
“Dia sudah menjadi manusia setengah vampir. Ada penyihir hitam yang memberontak lalu membangkitkan sisi vampirnya!” Pangeran menatap tajam ke arah jendela.
“Izinkan saya mengurusi mereka sampai tuntas. Putri Letizia tidak akan bisa membangkitkan sisi penyihirnya kalau penyihir hitam yang memberontak itu masih hidup.”
Pangeran Casare menunduk memberi salam dan langsung meninggalkan kedua orang tua putri Letizia.
“Oh ya, saya sudah menaruh aroma mawar khas di sekitar putri Letizia agar ia bisa memiliki kontak fisik dengan luar,” ucap pangeran Casare yang kembali berjalan meninggalkan mereka semua.
Tampak mukanya tidak bisa membohongi perasaannya. Dia sudah benar - benar naik darah melihat kelakuan penyihir hitam yang memberontak darinya dan menyakiti Black Wizardnya.
“Valce, kali ini aku tidak memberikan mereka ampunan. Mereka akan kueksekusi langsung di tempat! Bawa aku langsung ke lokasinya!”
Pangeran Casare langsung merubah wujudnya. Kali ini ada yang berbeda, di bawah matanya menunjukkan garis vertikal hitam merah dengan bulan purnama di kirinya. Dia benar - benar mengeluarkan seluruh kekuatannya.
“Kalian bilang kalau aku adalah iblis, kalau begitu sekarang aku akan benar - benar menjadi iblis untuk kalian,” ucap pngeran Casare yang sudah muak dengan mereka.
Beberapa menit kemudian, pangeran Casare sudah berada di lokasi. Penyihir hitam itu hanya memainkan bola kacanya tanpa menyadari kehadiran pangeran Casare.
Srack
Seluruh leher penyihir hitam itu dikelilingi pisau yang tajam. Penyihir hitam itu langsung kaget dan terdiam di tempat.
Belum ada aba - aba, pangeran Casare langsung membunuh penyihir itu saat itu juga.
Penyihir hitam itu tidak sempat melawan karena pisau itu sangat sensitif dengan ilmu sihir. Sekali merasakan ilmu sihir, pisau itu akan langsung menyerang.
Tidak ada jalan untuk melawan balik.
Tapi yang namanya tokoh antagonis, tidak mungkin langsung habis begitu saja. Masih ada lagi penyihir hitam yang memberontak.
Penyihir itu sudah termasuk sesepuh. Kekuatannya mungkin tidak selemah yang barusan mereka hadapi. Bahkan bisa tujuh kali lipat lebih kuat.
Tapi, untuknya yang berstatus lebih kuat hal itu adalah hal yang mudah. Dia berusaha mencari - cari lokasi penyihir hitam itu. Namun sedikit nihil karena tidak terlihat jejak apapun.
Ia juga sedikit kesusahan karena harus tetap mengontrol aroma mawarnya untuk manembah kekuatan putri Letizia.
Di lain sisi, putri Letizia berusaha untuk mengalahkan sisi vampirnya. Vampir itu kuat, berbeda dengan penyihir. Namun itu bukan berarti akan menjadi halangan untuknya menang.
Aroma mawar itu benar - benar menaruh kekuatan yang besar kepada putri Letizia. Putri Letizia langsung terbangun, vampir itu bisa dikalahkan dalam waktu lima jam.
Ada yang berubah dari putri Letizia. Gigi taringnya semakin runcing. Matanya sangat terang. Bulu matanya semakin lentik dan berwarna merah tua.
Gradasi rambutnya yang awalnya hitam merah tua menjadi lebih merah. Bahkan rambutnya menjadi lebih panjang hingga lutut.
Sisi vampirnya merubah beberapa bagian tubuhnya. Tapi yang paling penting sekarang adalah mempertanyakan pangeran Casare kepada orang tuanya. Dia mengerti kalau aroma mawar itu adalah milik pangeran Casare.
Putri Letizia membuka pintu kamarnya dan mencari Kaevyte dan menanyakan lokasi orang tuanya berada.
Kaevyte berada di kamar para pelayan. Kaevyte langsung senang melihat putri Letizia sudah bangun. Dia langsung mengantarkan putri Letizia menuju ruang tengah dimana raja Carntzyen dan ratu Malliecence.
Raja Carntzyen dan ratu Malliecence langsung memeluk hangat putri mereka. Tapi tanpa basa - basi, putri Letizia menanyakan dimana pangeran Casare.
Kedua orang tuanya hanya menggeleng pelan, mereka juga tidak tahu dimana pangeran Casare berada.
Mendengar hal itu, putri Letizia hanya mengangguk pelan dan menurunkan gaunnya. Dia meminta izin untuk pergi mencari pangeran Casare.
Kedua orang tua putri Letizia hanya bisa mengiyakan permintaan putri sulung mereka. Mereka hanya berpesan agar berhati - hati ketika mencari.
Cinta memang sudah terbentuk di hati putri Letizia juga pangeran Casare.
👑👑👑
Putri Letizia mendatangi istana pangeran Casare. Dia masih ingat kalau ia pernah tidak sengaja melukai pangeran Casare hingga mengeluarkan darah yang hitam pekat.
Darah itu dibiarkan mengering. Gelak tawa diantara mereka berdua melupakan luka yang ada.
Putri Letizia tahu betul kalau darah itu bisa membawakannya ke lokasi pangeran Casare berada.
Karena tidak ada satupun pelayan yang mengetahui keberadaan pangeran Casare, hanya itulah cara satu - satunya yang ada.
Memang benar, tidak berselang lama. Putri Letizia menemukan lokasinya. Di antara hutan terlarang dengan bukit Valency.
Bukit yang hanya meninggalkan kesan horor tak berujung. Tidak ada sebelumnya orang yang berhasil keluar dari bukit itu.
Dengan kekuatan dan tekad, ia tidak peduli dan menerobos itu. Dia sudah memasuki hutan terlarang, kenapa ia harus takut tidak bisa kembali dari bukit terlarang juga?
Ia sudah sampai di bukit Valency. Teleportasi memudahkannya untuk langsung sampai di tujuan. Tapi lagi - lagi teleportasi itu tidak bisa langsung menemukan pangeran Casare.
Teleportasi itu hanya bisa membawanya ke tempat yang sama, bukan ke tempat orangnya berada.
Tidak apa - apa, mungkin dia akan mencari jejaknya dengan aroma.
Memang benar, ia sampai di sebuah gubuk tua. Kelihatannya itu adalah gubuk yang ditinggali oleh penyihir hitam.
Kepulan asap dari jendela membuat gubuk itu tertutupi. Dari belakang, ia langsung ditarik menuju semak belukar yang tinggi.
Itu adalah Valce, butler pangeran Casare. Tapi kenapa hanya ada Valce? Dimana pangeran Casare?
Pertanyaan itu segera terjawab ketika Valce menunjuk gubuk tua itu. Dia berkata, “Pangeran Casare berpura - pura menjadi seorang laki - laki yang tersesat agar bisa membunuh penyihir hitam itu.”
“Tapi kelihatannya usahanya tidak berjalan lancar. Penyihir itu sedikit mencurigainya sehingga mengurungnya di bawah tanah,” lanjut Valce memegangi dahinya.
“Tenang saja Valce. Aku akan menyiapkan rencana. Kamu tinggal beritahu saja alasan pangeran Casare menipu penyihir itu dan beritahu aku kelemahan penyihir itu.”
Putri Letizia mengambil langkah cepat. Dia tidak mau bertele - tele.
Kelemahan penyihir hitam itu adalah halusinasi. Penyebab pangeran Casare menipu adalah agar kekuatannya bisa terkumpul karena sebelumnya dia memakai aroma mawar yang membutuhkan sihir yang lumayan banyak.
Penyihir hitam itu tidak bisa dikalahkan kecuali dengan halusinasi. Sekarang pangeran Casare hanya bisa melakukan halusinasi itu dari jarak jauh.
Walau hasilnya tidak terlalu efektif, itu bisa membuat penyihir hitam itu lumpuh total. Mungkin pangeran Casare sekarang akan diberi sebuah bubur yang berbahaya.
Kalau tidak segera, kemungkinan paling berat adalah pangeran Casare akan langsung menghabisi penyihir hitam itu dengan sangat sadis.
Kenapa tidak langsung menghabisi dengan sadis? Itu karena sesepuh itu adalah temannya sendiri. Dia tak tega untuk menghabisinya tapi juga tidak memberi ampun kepadanya.
Mau bagaimanapun, ia telah menjadi pemberontak dan dia adalah dalang dari pembunuhan keluarga pangeran Casare sebelumnya.
Saat mereka sedang berbincang, sebuah ledakan terjadi begitu dahsyat. Mereka terpental dan hampir saja terjatuh dari ketinggian bukit.
Terlihat pangeran Casare benar - benar berubah wujud. Dia sangat marah. Pertarungan sengit terjadi.
Kepulan asap mengitari mereka berdua. Saling serang dengan kekuatan yang ada. Tapi tentu pangeran Casare lebih tinggi secara alami dibanding temannya, Guzzask.
Tidak ada ampun untuk Guzzask, langsung saat itu juga ia dieksekusi dengan kejam. Bagian tubuhnya terpisah dari bagian tubuh lainnya. Benar - benar hancur berkeping - keping.
Di situ, pangeran Casare hanya terdiam menunduk menatapi jasad Guzzask. Setetes darah hitam keluar dari air matanya membuat kesan yang mengerikan.
Dia menatap ke arah putri Letizia. Sementara Valce menunduk membersihkan jasad Guzzask.
Pangeran Casare tersenyum dan berkata, “Tiga hari lagi, aku akan menikahimu sesuai persyaratan dari kedua orang tuamu. My Black Wizard.”
Putri Letizia hanya terdiam. Sebuah senyum melintasi raut wajahnya. Dia tertawa kecil. Lalu segera meninggalkan pangeran Casare.
Tapi putri memberhentikan jalannya. Ia menoleh kembali ke arah pangeran Casare yang masih menatapnya. Putri Letizia berkata, “Akan kutunggu kehadiranmu tiga hari lagi.”
👑👑👑
Pagi yang sangat cerah, seolah memberkati hari itu. Kedua pasangan itu memberikan kemeriahan di istana.
Raja Carntzyen dan ratu Malliecence membuat acara pernikahan yang sangat meriah.
Gaun merah mawar terpakai indah di tubuh putri Letizia. Mahkota emas dengan berlian menutupi kepala depan putri Letizia. Benar - benar memberikan kesan elegan dan memesona.
Pangeran Casare melihat kecantikan putri Letizia. Dia hanya menuup matanya sekejap dan tersenyum.
Dia memakaikan cincin di jari putri Letizia. Begitu pula putri Letizia, dia memasangkan cincin pada jari pangeran Casare.
Semua begitu meriah, melupakan status mereka yang berbeda. Mereka berdua melahirkan anak hasil hibrida yang langka. Separuh manusia, iblis juga vampir.
Mereka hidup berbahagia dengan dua laki - laki dan dua putri mereka.
Casle dan Celerio, putra mereka. Lunia dan Margaretha putri mereka.
-----------------The End-----------------
Terimakasih sudah membaca.
Like atau komentar atau saran dipersilahkan.
👑👑👑👑