Setelah menemukan kalungnya yang jatuh,Alice menyadari bahwa dirinya berada di ruang bawah tanah.
Ruang yang sangat hening,hanya ada cahaya redup dari beberapa lampu minyak di dinding,lorong itu adalah satu satunya lorong di istana yang sama sekali belum pernah dikunjunginya,karena Raja melarang para putrinya untuk pergi ke tempat tersebut.
Dengan penuh rasa penasaran,gadis 17 tahun itu mulai melihat lihat sekitar tempat sepi itu,sudut demi sudut dia teliti dengan penuh kekaguman,beberapa ukiran di dinding membuatnya tertarik dan kagum dengan tempat asing itu,rasa penasarannya membuat Alice lupa bahwa tidak seharusnya dia ada disana.
Beberapa saat setelah dia berkeliling,dia menemukan satu pintu yang berbeda,pintu besar yang terlihat sangat bersih dengan ukiran matahari dan bulan yang terlihat indah.
Tanpa berfikir panjang,Alice pun mulai membukanya,pintu yang tidak terkunci itu membuat Alice sangat penasaran dengan apa yang ada di baliknya.
Seketika mata besar gadis itu tertuju kepada wajah tampan seorang pria yang tak sadarkan diri dengan rantai di seluruh tubuhnya,tanpa ada rasa takut dan curiga,Alice mulai mendekati pria itu.
Wajah tampan itu membuat Alice terpesona,tanpa dia sadari,jari jarinya membelai pipi pria berkulit putih itu.
Tiba tiba mata pria itu terbuka dan membuat Alice terkejut,mata tajam berwarna biru itu menatap kelat wajah Alice yang berdiri di depannya.
"Ma..maafkan aku!!" ucap Alice yang berlari keluar.
"Tunggu.." ucap Singkat pria itu.
Seperti tersihir,Alice menghentikan langkahnya dan membalikkan kembali badannya,kelihatannya Alice sangat tertarik dengan pria yang ada dihadapannya itu.
"Siapa kau?" tanya Pria itu.
"Alice" ucap lirih gadis itu.
"Lalu? Siapa kau? Kenapa kau diikat disini? Apakah kau seorang penghianat?" tanya Alice.
"Namaku Eldo,entah aku sama sekali tidak mengingat apapun,entah sejak kapan aku tidak sadarkan diri namun jari lembutmu telah membuatku sadar kembali" jelas pria itu.
Alice tidak melihat adanya kebohongan dari caranya berbicara ataupun ekspresinya,dan Alice mulai tertarik untuk terus berbincang dengannya.
.
.
"Aku harus pergi,sebentar lagi tengah malam,ayah akan mencariku,jika tidak segera kembali maka aku akan dihukum" kata Alice yang memotong perbincangan mereka.
"Ayah? Apa kau Putri raja?" tanya Eldo.
"Em sepertinya begitu,tapi aku memiliki 3 kakak yang kata Ayahku lebih pantas disebut sebagai putri" ucap Alice sebelum benar benar pergi.
.
.
Sejak saat itu,Alice selalu mengunjungi ruang bawah tanah untuk mengunjungi Eldo,saat jam tidurnya atau saat waktu luang,dengan lincah Alice menyelinap untuk sekedar berbincang dengan pria tampan yang tersembunyi di ruang bawah tanah.
"Kau kembali?" tanya Eldo ketika melihat Alice muncul untuk kesekian kalinya.
"Tentu jasa" ucap Alice riang.
"Apakah kau tidak takut denganku?" tanya Eldo lagi.
"Kenapa aku harus takut?" tanya Alice.
"Lihat keadaanku,terikat puluhan rantai di ruang bawah tanah,apa kau tidak berfikir jika aku sangat berbahaya sampai sampai diperlakukan seperti ini?"
"Tidak aku tidak merasa seperti itu,lagi pula kau tidak ingat apa kesalahanmu" jawab Alice.
"Hemp kau benar,tapi apa kau tidak takut jika ayahmu mengetahui jika kau sampai ke sini?" tanya Eldo lagi.
"Tidak tidak,itu tidak mungkin,aku ini sangat hebat,aku sering menyelinap keluar saat dihukum" ucap Alice menyombongkan dirinya dan membuat Eldo tersenyum.
.
.
Sudah tengah malam,dan ini saatnya Alice untuk pergi,namun kali ini rasanya Alice enggan untuk pergi dari ruangan itu.
"Apakah kau tidak ingin pergi sekarang?" tanya Eldo.
"Em kurasa ya" ucap Alice.
"Ya?"
"Iya kurasa aku tidak ingin pergi" lanjut Alice.
"Tapi bukannya kau sudah cukup lama disini?" tanya Eldo.
"Tapi kurasa itu tidak cukup" jawab Alice.
"Baiklah kau tidak perlu pergi" lanjut Eldo.
"Argh baiklah aku pergi sekarang" ucap kesal Alice.
"Berhati hatilah" kata Eldo saat gadis itu mulai menutup pintu.
Alice akan pergi ke kamarnya untuk tidur,namun percakapan di perpustakaan istana saat tengah malam itu membuat rasa penasaran Alice muncul.
"Ini tidak baik,tidak baik jika aku menguping" ucap Alice yang menggugurkan niatnya.
"Pria di ruang bawah tanah itu berbahaya tuan!" ucap Mentri kepada Ayah Alice yang membuat Alice tidak jadi pergi.
Tak butuh waktu lama,Alice menyadari bawah yang mereka bicarakan adalah Eldo,teman barunya,dan kemudian Alice memutuskan untuk bersembunyi dan mendengarkan semua percakapan Ayahnya.
"Tuan,apakah itu tidak berbahaya jika anda menggunakannya terus menerus?" tanya mentri dengan nada khawatir.
"Selama aku bisa abadi dan 5 kerajaan ada di bawah perintahku maka itu bukan masalah" ucap Ayah Alice.
"Tapi jiwa iblis yang anda serap sudah terlalu banyak,itu akan berakibat buruk pada diri anda" ucap mentri.
"Tidak perlu khawatir,selama aku memiliki jiwa iblis untuk diserap,maka aku akan kuat menanggung apapun" ucap Ayah Alice kemudian tertawa.
"Oh iya,aku merasakan ada hal aneh dari jiwa iblis itu" tanya Ayah Alice.
"Apa yang sebenarnya tuan bicarakan?" tanya Mentri.
"Bukankah dia tidak pernah membuka matanya sebelumnya? Kelihatannya kesadarannya mulai kembali,itu akan sangat berbahaya jika dibiarkan" ucap Ayah Alice.
"Tuan benar,jika iblis itu mulai sadar,maka dia bisa memberontak kapan saja" ujar menteri.
"Besok kita akan membuatnya tertidur lagi,persiapkan semua ritual penyiksaan" ucap Ayah Alice.
"Penyiksaan? Tidak ini tidak bisa terjadi!" ucap Alice yang kemudian pergi.
.
.
Dengan sangat terburu buru,gadis itu pergi untuk kembali ke ruang bawah tanah di mana Eldo berada,dengan nafas terengah-engah Alice sangat lega saat membuka pintu dan masih melihat Eldo disana.
"Syukurlah" ucap Alice menangis.
"Ada apa? Bukannya seharusnya kau tidur?" tanya Eldo.
"Dan ada apa dengan matamu? Apa kau sakit?" tanya Eldo heran.
"Apa benar kau bukan manusia?" tanya Alice yang mendekati Eldo.
"Bukan,aku memang bukan manusia"
"Apa kau juga akan membenciku jika aku bukan manusia?" lanjut Eldo.
"Tidak!! Aku sudah tau semuanya,Ayahku menggunakanmu untuk menguasai 5 kerajaan,dia menyiksamu untuk mendapatkan itu" ucap Alice menangis sambil memeluk pria itu dengan mata yang berkaca kaca.
Rasa hangat yang tidak pernah dirasakan Eldo sebelumnya menyelimutinya dari dingin dan kelamnya siksaan sejak masa lampau,perlahan pikirannya mulai terbuka dan dia mengingat sesuatu.
"Besok ayahku akan mengadakan ritual untukmu,jadi aku ingin membawamu pergi dari sini secepatnya" ucap Alice dengan tergesa gesa mencoba untuk membuka satu persatu rantai.
"Ritual? Apakah itu ritual pemurnian iblis?" tanya Eldo.
"Kau tau ritual apa itu?" tanya Aice.
"Iya aku mulai mengingatnya,terakhir kali dia melakukannya kepadaku adalah 50 tahun silam saat kekuatanku mulai pulih,ritual itu membuatku tak sadarkan diri dan kekuatanku tersegel" jawab Eldo.
"50 tahun? Selama itukah dia menyiksamu?" tanya Alice tercengang.
"Tidak,sebenarnya sudah 200 tahun sejak aku di tahan disini,itu terjadi sebelum ayahmu menjadi seorang raja"
"Dia menyerangku saat aku berada di perbatasan dunia manusia dan iblis,saat itu aku masih iblis yang kecil dan tidak bisa berbuat apa apa saat dia mengadakan ritual pemurnian untukku" cerita Eldo.
"Ayah,tak kusangka dia akan melahkukan itu" ucap Alice terkejut.
Alice tak menyangka bahwa Ayahnya sudah memerintah 5 kerajaan begitu lama,dan yang membuat dia lebih terkejut adalah saat dia mengetahui Ayahnya mendapatkan semua itu di atas penderitaan seseorang yang sama sekali tidak memiliki salah kepadanya.
"Menyingkirlah" ucap Eldo.
"A..apa yang akan kau lahkukan?" tanya Alice.
"Menyingkirlah sebentar"
Alice menuruti perkataan Eldo,dia menyingkir beberapa langkah dari pria itu.
Saat Eldo merasa gadis itu sudah di tempat aman,dia mulai mengaktifkan kekuatannya,cahaya biru matanya terlihat terang,tidak seperti iblis,justru dia lebih terlihat seperti malaikat.
DUARRRR!!!!
Ruangan itu meledak,dan Alice terkena beberapa puing puing yang berjatuhan,seketika pandangannya menjadi tidak jelas karena debu debu yang berterbangan,dan kemudian Alice merasakan tangan dingin yang memeluknya.
"Eldo,kau bisa bebas" ucap Alice menengok wajah Eldo.
"Ini semua karenamu" senyum Eldo.
Namun saat saat romantis itu hanya terjadi sebentar saja,saat para pasukan kerajaan terdengar mendekat ke ruangan itu,mungkin suara ledakan telah memicu mereka untuk segera datang.
"Kau harus pergi!" teriak Alice.
"Dan aku akan membawamu" bisik Eldo yang membuat pipi Alice memerah.
"Dimana iblis itu!?" tanya Ayah Alice saat melihat ruangan itu hancur dan tidak ada seorangpun yang ada di dalam.
"Tuan!! Iblis itu menculik putri Alice!!" teriak salah satu prajurit ketika melihat Eldo lari membawa Alice di gendongannya.
"Tangkap iblis itu!! Jangan biarkan dia membawa putriku!"
"Tutup semua pintu keluar!" teriak Ayah Alice.
"Bagaimana ini? Turunkan saja aku,kau bisa lebih cepat keluar dari sini" ucap Alice memohon.
"Aku tidak akan membiarkanmu hidup di antara manusia seperti mereka" ucap Eldo.
"Kau..."
"Tenang saja,kau akan baik baik saja selama berada di dekatku" ucap Eldo menenagkan gadis di pelukannya itu.
"Itu dia!! Bunuh iblis itu!!" teriak pasukan yang menghadang Eldo sambil melepaskan beberapa anak panah ke arahnya.
Tanpa berfikir panjang,Eldo memutuskan untuk menghancurkan dinding di depannya,tak disangka dinding itu langsung mengarah keluar istana.
"Apa kau serius?" tanya Alice saat Eldo membawanya berdiri di tepi dinding berlubang itu.
"Aku tidak akan bercanda di saat seperti ini" ucap Eldo yang langsung melompat keluar.
Dengan kekuatannya mereka berhasil sampai di permukaan hampir tanpa luka sedikitpun,dan sebelum para prajurit kembali menemukan mereka,mereka pun segera berlari.
"A..aku tau satu jalan rahasia untuk keluar dengan cepat dari istana" ucap Alice.
Dengan arahan dari Alice,dan dengan kekuatannya,Eldo berlari cepat menuju ke taman tepat di belakang kamar Alice,di balik pohon wisteria yang sedang mekar itu Alice menujukkan dinding yang ditutupi semak menjalar.
"Itu dibalik semak tidak ada dinding,kita bisa melewatinya" ucap Alice.
Dengan sangat cepat Eldo segera melewati semak itu menuju ke luar istana,tak ada penjaga yang mengetahui keberadaan mereka,dan dengan selamat mereka berdua pergi dari istana itu.
Setelah berita menghilangnya Alice,Ayah Alice terus memperluas area pencarian untuk menemukan putrinya dan tentu saja juga untuk mencari iblis Eldo yaitu kunci keabadiannya.
Bertahun tahun tak ada yang menemukan mereka berdua,berapapun tentara kerajaan diutus oleh Ayah Alice,tetapi mereka tetap saja tidak pernah ditemukan.
.
.
Singkat cerita Eldo membawa Alice pergi dari kerajaan dan membawanya ke gunung dewa iblis,tempat di mana hanya suku iblis yang mengetahuinya,dan manusia yang tidak diundang tidak akan pernah menemukan tempat itu.
Alice yang jatuh cinta kepada Eldo memutuskan untuk melahkukan ritual rahasia untuk mengubah manusia menjadi iblis dan hidup bahagia bersama Eldo menjadi suku iblis.
---Tamat---