Hutan ini masih terlihat sama, sepuluh tahun yang lalu aku bersama kakek Magonda memenjarakan iblis jahat bernama Gorasal disini setelah mengejarnya sekian lama. Hutan ini bernama Hutan Hantu Darah, belum masuk ke dalam hutan itu saja aroma darah sudah tercium samar apalagi jika sudah memasuki hutan ini, karena itu banyak orang yang menghindari untuk masuk kedalam hutan ini.
Hari ini aku kembali ke hutan ini tanpa didampingi kakek Magonda, bahkan beliau tidak tahu jika saat ini aku sedang berada di depan pintu masuk Hutan Hantu Darah, tujuanku kali ini adalah untuk membebaskan sang iblis Gorasal.
Aku masih ingat dengan jelas dimana penjara iblis Gorasal terletak, meskipun tumbuhan merambat mulai menutupi jalan ke lokasi tersebut namun tidak mampu menghilangkan jejak lokasinya di ingatanku. Hanya butuh waktu sepeminuman teh untuk sampai di lokasi tersebut, penjara iblis Gorasal adalah sebuah pohon beringin besar yang di mantra-mantrai oleh kakek Magonda sehingga sang iblis terperangkap dalam sebuah ruang kecil di batang pohon beringin tersebut.
Aku meraba-raba batangnya, saat kutemukan sebuah tonjolan kecil namun keras di batang tersebut segera kuucapkan mantra yang telah kuhapalkan sejak kecil, mantra yang kudapatkan secara tak sengaja saat membaca buku rahasia kakek Magonda. Saat itulah perlahan bagian depan batang pohon bersegi empat mulai bergerak menghempaskan debu yang menutupinya sekian lama, saat bagian depan terbuka nampak ruang kecil dan didalamnya terlihat sosok tinggi besar berambut panjang memancarkan aura maut yang membuat orang biasa yang memandangnya mati ketakutan.
Itulah sosok iblis Gorasal!
"Iblis Gorasal...bangunlah!!!" Teriakku
Sosok menakutkan itu mulai bergerak perlahan, membutuhkan banyak waktu untuk mengumpulkan kembali energi dan kekuatan iblis Gorasal yang dilucuti oleh kakek Magonda sebelum iblis tersebut dipenjara.
"Aku akan membebaskanmu" aku lalu memberinya sebuah minuman yang aku buat dari darah bayi yang baru lahir, minuman itu mampu memberikan energi pada sang iblis sembari mengumpulkan kembali sisa-sisa kekuatannya.
Iblis Gorasal memandangku dengan tajam setelah ia mampu berdiri dan keluar dari ruang kecil penjaranya.
"Aku tidak akan berterima kasih untuk ini, tapi aku tahu cara membalas jasa...tapi...tunggu sebentar...aku ingat kamu, kamu adalah cucu si tua Bangka Magonda"
Aku tersenyum gugup.
"Iya betul...tapi jangan salah sangka, kakek Magonda tidak tahu apa-apa soal ini"
"Lalu apa rencanamu setelah membebaskanku?"
"Aku orang yang penuh ambisi, ada satu hal yang hanya kamu yang bisa menyelesaikannya iblis Gorasal...anggaplah itu sebagai bagian dari balas jasamu"
Disaksikan oleh suasana mistis dan aroma darah Hutan Hantu Darah aku dan iblis Gorasal malam ini telah memulai persekutuan jahat.