Bismillahirrahmanirrahim
Niat isun matek aji Jaran goyang
Sun goyang ring tengah layar
Sun sabetake gunung gugur
Sun sabetake lembah bangka
Sun sabetake segara asat
Sun sabetake ombak sirap......
Mantra ini mengandung kekuatan ghaib, dan bisa meluluhkan hati seseorang bahkan bisa membuat orang yang terkena menjadi tergila-gila pada seseorang yang memantrakannya.
Tengah malam seorang lelaki baru saja merapalkan mantra terlarang untuk seorang gadis yang telah menolak cintanya dan membuat dia sakit hati, hingga dia berani melakukan ritual ilmu pengasihan untuk meluluhkan hati gadis yang dia cintai. Lelaki itu bernama Amar seorang lelaki miskin dan yatim piatu, dia tinggal sendiri namun dia masih memiliki paman satu-satunya.
Flashback On
🍀Seminggu sebelumnya
"Dek Melati saya ingin menjadikan adek sebagai kekasih saya." ungkap Amar
"Heh apakah saya tak salah dengar kang?." tanya Melati dengan nada meremeh.
"Benar dek saya sudah jatuh ....... " belum Amar melanjutkan ucapan nya Melati sudah memotongnya.
"Hei kang Amar, saya tidak bisa menerima cinta anda.... apakah akang lupa jika saya adalah anak juragan terkaya di desa? harusnya akang mengaca, saya tak mau punya kekasih yang miskin seperti akang ingat itu kang, kalau begitu saya permisi." Maki Melati, dan berlalu pergi meninggalkan Amar. Amar mengepalkan tangannya menahan amarah karena secara langsung Melati telah merendahkannya.
"Awas kau Melati.... aku tak akan melepaskanmu." geram Amar, dia tak mantan gak akan mendapatkan hinaan itu dari mulut orang yang di cintainya, dan membuatnya merasakan sakit luar biasa. Amar pun pulang ke rumahnya dengan marah yang sudah membuncah , sesampainya di rumah Amar membanting semua perabotan rumahnya dan berteriak tidak jelas.
"Aaaaaaaa, Melati aku tak akan melepasmu..." teriak Amar.
Dua hari berlalu, Amar tak keluar dari rumahnya, karena dia tak mau bertemu dengan Melati hatinya masih sakit di kala mengingat ucapan Melati tempo hari lalu. Dia menatap kosong langit-langit kamarnya.
Tok.... tok.... tok...
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya, segera Amar membukakan pintu rumahnya, ternyata yang mengunjunginya adalah teman dekatnya Rama.
"Eh Rama... masuklah." ucap Amar, dan mempersilahkan nya masuk, Rama pun duduk di ruang tamu, Amar mengambil minum dan juga cemilan untuk menjamu temannya. Mereka duduk bersebrangan.
"Mar.... kamu kemana saja? saya cari tapi kamu gak ada." tanya Rama langsung.
"Oh maaf Ma, aku sedang tak enak badan jadi beberpa hari ini belum bisa ke sawah." dusta Amar, dia tak mungkin jujur jika dirinya baru mendapat tolakan cinta dari Melati. Karena Amar juga tahu jika Rama juga menaruh perasaan pada Melati. Bagaimana tidak Melati adalah kembang desa yang memiliki paras yang cantik dan menawan.Namun jika di bandingkan dengan dirinya,Rama adalah anak orang terpandang, pasti Rama akan kalah saing dengannya.
"Ohh ngono to, kirain kau pergi kemana."Mereka pun berbincang sesekali Rama membicarakan tentang Melati dan berencana akan melamarnya dan itu membuat Amar naik darah, namun dia menahannya agar Rama tak curiga jika dia juga menyukai Melati. Hingga menjelang sore Rama pun berpamitan pulang. Setelah kepergian Rama, Amar memukul pintu dengan keras membuat tangannya sedikit merah.
"Jancuk koen.... Kau tak akan bisa mendapatkannya Rama, karena Melati hanyalah milikku." Geram Amar, dia pun masuk ke dalam rumah membanting pintu dengan keras.
Setalah Rama menemuinya membuat Amar uring-uringan,karena saingannya untuk mendapatkan Melati adalah orang berada, dan pasti Melati akan menyetujui nya, hingga tiba-tiba saja terbesit dalam pikirannya untuk memelet Melati.
"Baiklah aku akan mecoba nya." Amar pun pergi ke rumah pamannya, karena Amar tahu jika pamannya bisa memberi ilmu pengasihan. Sesampainya di rumah sang paman.
"Paman beri aku ilmu pengasihan aku mohon."
"Untuk apa Mar? tidak paman tak akan memberikannya, karena berat untuk menjalaninya." jelas Paijan yang tak mau jika keponakannya melakukan hal terlarang.
"Aku akan membuat Melati bertekuk lutut padaku,karena dia sudah merendahkanku.Aku mohon paman berikanlah padaku. "pinta Amar yakin, karena Amar terus mendesak akhirnya Paijan menyetujuinya.
"Kau harus mengucap mantra itu pada tengah malam, dan jangan lupa letakan foto gadis itu dengan bunga sedap malam dan pecari putih dan lakukanlah selama tujuh hari, di sertai kau berpuasa selama empat puluh hari. " jelas Paijan dia memberikan secarik kertas berisi mantra yang biasa disebut Ajian jaran goyang, atau bisa di sebut dengan ilmu pengasihan untuk mencari jodoh, dia jua tak lupa memberikan foto Melati.
"Terima kasih paman... kalau begitu aku pulang." Amar pun pulang dengan wajah berbinar, akhirnya dia bisa mendapatkan Melati.
Flashback Off
Amar telah selesai merapalkan mantra pada Melati menggunakan media fotonya, dia mendapatkan foto Melati karena pamannya yang memberinya, ternyata Paijan menyimpan foto Melati, karena bukan hanya Amar yang memelet Melati tetapi sangat banyak, namun Paijan selalu menolaknya, hingga foto Melati ada yang tertinggal di rumahnya.
Kepulan asap hitam berkumpul setelah Amar merapalkan mantra, dan asap hitam itu keluar dari rumahnya menuju rumah Melati.
"Hahaha.... kau akan menjadi milikku Melati .... kita lihat saja." Amar menyeringai penuh kemenangan.
Kepulan asap hitam itu menuju kamar Melati yang tengah tertidur pulas, dan dengan sangat cepat kepulan asap hitam itu memasuki tubuhnya, dan membuat dia tiba-tiba terbangun dan berlari tidak jelas, Melati berteriak memanggil nama Amar dan keluar dari kamarnya.
"Amar..... Amar..... Amar.... " teriak Melati, membuat semua penghuni rumahnya terbangun. Ayah dan ibu Melati segera keluar kamar dan melihat apa yang terjadi. Mereka terkejut dengan keadaan Melati yang sudah seperti orang gila karena berteriak dengan memanggil nama seseorang.
"Melati...!! nak kamu kenapa?." panik Minah ibunya, dia pun mendekati Melati untuk menenangkannya, di susul dengan ayah Melati di belakangnya. Umar berusaha memegang Melati da dia berhasil mendudukan Melati, namun Melati masih memanggil nama Amar.
"Ya gusti.... istighfar nak... istighfar."teriak Minah mencoba menenangkan Melati.
"Bu Melati ingin bertemu kang Amar bu.... Melati mencintainya." ucap Melati dia menjadi tergila-gila pada Amar. Mendengar ucapan Melati mencintai Amar membuat Umar dan Minah heran, sejak kapan Melati menyukai lelaki miskin itu,pikir mereka.
"Tidak.... kau tidak boleh berhubungan dengannya." tegas Umar.
"Aku tidak mau ayah pokoknya Amar harus menikah denganku."bantah Melati dan dia kembali berteriak memanggil nama Amar. Melihat Melati terus berteriak, akhirnya Umar pasrah, dia pun menyetujui permintaan putrinya itu.
"Baiklah ayah akan mengusahakannya.Taoi besok sekarang kembalilah ke kamarmu. " ucap Umar, Melati menurut dan di antar ke kamar oleh Minah.
Keesokan harinya Melati menemui Amat di rumahnya. Dia terlihat sangat senang bertemu dengan Amar, dan langsung memeluk erat Amar, membuat Amar tersenyum penuh kemenangan akhirnya Melati bertekuk lutut.
"Kang Amar.... Melati rindu sama akang... apa akang mau nikah sama saya?." tanya Melati dengan bergelayut manja di lengan Amar.
"Apa menikah? apakah tidak terlalu cepat dek Melati?." tanya Amar pura-pura tak tahu, padahal hatinya bersorak gembira.
"Tidak kang.... Melati sangat mencintai tak akang. Jadi bagaimana apakah akang mau?." tanya Melati lagi.
"Iya akang mau." Amar pun menyetujuinya dia tak menyangka jika ajian jaran goyang sangatlah ampuh.
Dari kejauhan sepasang mata memperhatikan tingkah Amar dan Melati, terlihat jika dia tak menyukai pujaan hatinya bersama pria lain meskipun Amar adalah temannya, ya dia adalah Rama, dia tampak berfikir seperti ada yang aneh dengan tingkah Melati yang tiba-tiba saja sangat menyukai Amar.
"Ada yang janggal dengan Melati, pasti terjadi sesi tau padanya, aku harus mencari tahu." batin Rama dia merasakan jika ada kejanggalan. Rama pun pergi meninggalkan tempat itu, rasanya hatinya sangat panas melihat mereka bersama.
Sesampainya di rumah, dia melihat bapak Melati ada di rumahnya. Rama pun menyambut kedatangan mereka dan mempersilahkan mereka masuk. Rama menjamu mereka dan duduk menanyakan kedatangan mereka.
"Maaf...apa yang membawa bapak kemari?." tanya Rama sopan.
"Nak Rama... bapak kesini ingin membicarakan hal penting, karena bapak merasa ada hak yang aneh pada Melati." jelas Umar, dia pun menceritakan kejadian yang terjadi pada Melati tadi malam. Rama hanya manggut-manggut mendengar penuturan Umar.
"Benar dugaan saya." ucap Rama yang juga merasa ada hal janggal.
"Bantu kami nak Rama, saya rasa putri saya terkena pelet." Umar memohon pada Rama, karena Rama adalah orang yang kuat agamanya, dan Umar yakin jika Rama bisa menolong putrinya.
"Pak Umar tak boleh suudzon, kita harus cari tahu kebenarannya dulu, dan saya akan berusaha menolong Melati." jelas Rama, dia juga tak langsung percaya dengan ucapan Umar.
"Terima kasih nak Rama, bapak yakin jika nak Rama bisa menolong anak saya." harap Umar.
"Amin pak semoga saja kita bisa menyelamatkan Melati." Rama pun berharap dengan harapan yang sama.Umar pun berpamitan pulang.
Sudah seminggu Melati menjadi semakin dekat dengan Amar, dan selama itu Rama juga mengawasi gerak gerik Amar, Rama merasakan jika Amar melakukan hal terlarang pada Melati, hingga dia memutuskan untuk menemui temannya nanti malam. Namun sebelum itu Rama akan menanyakannya pada abah Kyainya. Selesai menemui abah Kyai dan mendapat saran Rama pun pulang.
Malam pun tiba kini Rama akan bersiap pergi ke rumah Amar. Beberapa menit sampai akhir Rama di rumah Amar, namun rumahnya terlihat sepi seperti tak ada orang. Dengan berani Rama pun mengetuk pintu, tapi tak ada yang membuka pintu, hingga dia mencoba membuka dan ternyata pintunya tak di kunci. Rama pun masuk melihat sekeliling, dia tak menemukan Amar hingga matanya tertuju pada ruangan, dia pun masuk ke ruangan itu, betapa terkejutnya Rama melihat ada banyak sesajen untuk ritual, dia melihat ke sebuah nampan yang berisi banyak sajen itu.
Rama memeriksa sajen itu, dan matanya menangkap sebuah foto, matanya membola di kala foto itu adalah Melati, Rama juga menemukan sebuah mantra, dia pun membacanya.
"Opo iki Amar. Kau menggunakan ajian jaran goyang untuk mengambil hati Melati. Astaghfirullah hal 'adzim." Rama tak habis pikir jika Amar melakukan hal busuk itu.
"Rama.... " teriak Amar yang sudah memasuki ruangan itu.
"Apa yang kau lakukan hah?!.. " bentak Amar yang melihat Rama memasuki ruangan rahasianya.
Bugh.....
Rama memukul Amar dengan kuat hingga sudut bibir Amar berdarah.
"Kau gila Mar.... taubat Mar.. iku musyrik." teriak Rama, namun Amar hanya tertawa.
"Tak usah ikut campur kau... sekarang pergi dari rumahku." usir Amar, dia menarik Rama keluar dari rumahnya.
"Istighfar Mar.... kau sudah sesat kembalilah ke jalan Allah." Rama berusaha meyadarkan Amar namun semuanya tak di idahkannya. Amar menutup pintu rumahnya keras.
Rama pun bernafas berat, dia kasihan pada Amar yang sudah salah jalan, dia akhirnya pergi meninggalkan rumah Amar. Di perjalanan pulang Rama mengingat ucapan abah Kyainya.
"Jika itu ajian jaran goyang, maka kau harus berada di rumah Melati tengah malam nanti dan bacakan Al-Quran, karena sang pengucapan mantra akan membacakan mantranya setiap malam."
Rama pun bergegas ke rumah Melati. Sesampainya di sana pak Umar segera mempersilahkan masuk, Rama pun menjelaskan segalanya pada pak Umar dan juga Minah, mereka mengerti dan setuju dengan Rama. Tengah malam pun tiba, Ram sudah berada di dalam kamar Melati, dia sudah terlelap dan Rama duduk dengan memegang Al-Quran di tangannya.
Sementara Amar sedang merapalkan mantranya lagi, dan kepulan asap hitam itu kembali melakukan tugasnya.Rama melantunkan ayat Al-Quran dengan suara keras, dan bebroa menit Rama melihat kepulan asap hitam mendekati tubuh Melati, Rama pun tetep fokus membaca alquran, hingga kepulan asap hitam itu tak jadi mengenai tubuh Melati.
"Alhamdulillah... terima kasih ya Allah." syukur Rama karena Melati tak jadi terkena ajian itu.
Sementara kepulan asap hitam itu kembali kepada Amar, dia sangat terkejut karena kepulan asap itu malah mengenai tubuhnya, dengan tiba-tiba dia menjadi seperti orang gila menjerit tidak jelas, hingga dia berlari ke luar rumah, dia berlari tanpa melihat pandangan hingga akhirnya dia terjatuh ke dalam jurang.
"Aaaaaaaaa" teriak Amar, dia terjatuh ke dalam jurang dan mati seketika.
Keesokan harinya warga menemukan mayat Amar dengan mata yang melotot dan bersimbah darah, Rama yang melihat itu menjadi sangat sedih melihat teman dekatnya mati dalam keadaan suul khotimah. Setelah kejadian itu Melati dibawa ke rumah abah Kyai untuk di ruqyah, dan benar saja ternyata Melati memang terkena ajian jaran goyang.
Satu bulan berlalu, kini keadaan Melati membaik, dia sudah pulih dan tebebas dari ajian jaran goyang. Kini Rama berniat ingin meminang Melati, dia datang dengan abah Kyai untuk melamar Melati. Sesampainya di sana mereka pun mulai acara lamarannya.
"Kedatangan saya kesini ingin meminangkan Melati untuk murid saya Rama."
"Kami menerima pinang abah Kyai." Melati pun sangat senang karena bisa mendapatkan Rama yang baik dan berakhlaq mulia, dia yakin jika Rama akan menjadi imam yang baik. Mereka pun sangat bahagia atas perjodohan Rama dan Melati.