🌺🌺🌺
Mei 1997, Los Santos.
Setelah musim panas berlalu, sekolah kembali dibuka. Belajar seperti biasa, melewati hari-hari bersama teman-teman disekolah. Dan disaat itulah kita bertemu.
Aku tidak sadar saat itu ternyata aku sudah jatuh cinta kepadamu. Perhatian dan setiap kali aku bercerita tentang diriku kau selalu setia mendengarkan. Walau terkadang kau sering mengomel dengan wajah cemberut mu, karena cerita yang aku ceritakan selalu diulang setiap harinya.
Kau sering marah jika aku tidak membawa bekal dan membuat perutku sakit. Dengan perhatian kamu menemaniku yang kesakitan di UKS sekolah. Betapa konyolnya, meskipun perut lagi sakit. Tapi dengan adanya dirimu membuatku tertawa melupakan rasa sakit tersebut.
Sepulang sekolah kau masih ingat kan. Saat bel berbunyi yang ketiga kalinya. Kita langsung berlari keluar dari kelas, tanpa sadar sambil berpegangan tangan. Senyuman bahagia selalu tergambar diwajah kita berdua.
Berlari menuju mobil Mustang milik mu, yang terparkir di halaman belakang sekolah. Bodoh sekali, tanpa sebab kita selalu tertawa jika saling memandang.
Di dalam mobil kita berganti pakaian secara bergantian. Jika aku sedang ganti pakaian kamu pasti menutup mata dengan rapat. Tapi jika kau yang sedang berganti baju. Dengan jahilnya aku akan mengintip dan membuatmu berteriak. Mengomel tanpa jelas dengan wajah semerah tomat. Itu adalah hal yang tidak bisa terlupakan. Ingin rasanya aku terus mengulangnya setiap hari.
Kita pergi ke Radiohead, entah untuk apa sebenarnya kita kesana. Aku pun tidak mengerti. Tapi apapun itu yang terpenting bersama dengan mu, semuanya jadi lebih berwarna. Walaupun kita harus duduk diam diatas menara memandangi keseluruhan kota. Itu pun rasanya sangat berkesan untukku.
Kau menggenggam tanganku dengan erat, lalu berteriak sekencang nya. Bahwa kita akan selamanya seperti ini. Waktu itu aku tidak mengerti apa alasan mu berteriak seperti itu. Tapi melihatmu tersenyum, membuat hatiku teduh.
Setelah pulang dari Radiohead. Kita akan menyelinap diam-diam ke dalam rumah mu. Berjalan seperti pencuri yang memasuki rumah k.orbannya. Tapi berbeda dengan kita, yang malah pergi ke dapur. Mengambil semua cemilan di dalam lemari es. Tak lupa juga dengan bir kaleng, yang kau curi dari dalam kamar kakakmu.
Lalu kita memanjat ke atap. Duduk disana sambil memakan cemilan dan minum bir. Kita tertawa bersama. Jika sudah menghabis kan dua kaleng bir. Kita akan duduk saling berdekatan dengan kepala yang menyatu.
Mulai membicarakan hal yang sangat lucu menurutku. Bagaimana kita akan menikah, memiliki sebelas anak pemain sepak bola, lalu hidup sederhana ditepi sungai, mencari kayu bakar agar hangat ditengah malam, minum bersama hingga menua dan mati.
Tahu tidak, itu adalah hal terkonyol. Menata masa depan diusia kita yang bahkan belum mencapai 18 tahun. Seakan-akan kita tahu yang akan terjadi di masa depan.
Saat ulang tahun ku yang ke 18. Kita sama-sama pergi ketempat pembuatan tato. Di sana kita membuat tato yang sama. Membuat tanda yang akan kita ingat seumur hidup. Sebuah cincin dijari manis yang akan selalu melekat dan tidak bisa hilang.
Aku begitu takut, meskipun hanya sebuah cincin di jari manis. Tapi tetap saja rasanya pasti sakit. Kau memegangi tanganku dengan erat dan mengusap air mata ku yang menetes tanpa sadar.
Aku tidak pernah membayangkan bahwa aku akan kehilangan dirimu. Karena yang aku rasakan bahwa kita tidak akan pernah terpisahkan.
Di kehidupan selanjutnya. Aku akan menjadi kekasih mu yang sesungguhnya. Kita akan menepati janji kita bersama menghadapi dunia ini.
Dan di kehidupan selanjutnya. Aku akan membuat mu bertahan di sisiku. Hingga aku tidak akan merasakan kau adalah satu-satunya yang hilang dari dalam hidupku.
Kehilangan dirimu, membuat ku tidak bisa bergerak. Bernafas pun seperti ada batu besar yang menyumbat di pembuluh darahku. Sesak dan sangat kosong, tidak ada nafas yang biasa kau berikan untuk membuatku tetap hidup.
Tapi semua nya sudah hilang. Kau pergi bersama dengan nafas itu. Hingga aku harus sekarat karena kehilangan mu. Menjalani hari-hari tanpa warna.
Aku adalah June dan Kau adalah Jhonny Cash-ku. Kita akan selalu bersama-sama hingga mau memisahkan kita.
Kadang saat aku sangat merindukan mu. Aku akan memutar rekaman kebersamaan kita. Sambil senyum-senyum sendiri dan terkadang menangis, merasakan sakit di dada ini.
Suatu hari, ada seorang teman yang datang kepadaku. Dia berkata bahwa kau sudah menghapus tato mu. Tato yang sama denganku. Melihatmu di kota, dan bernyanyi lagu Blues.
Inilah saat nya aku menghadapi kenyataan. Bahwa aku bukan lagi inspirasi buatmu. Kau telah menemukan kehidupan mu yang sebenarnya. Melupakan kisah kita, janji-janji yang kita pernah buat. Mungkin kau sekarang berpikir bahwa itu hanya masa lalu, dimana kita masih SMA dan tidak mengerti apapun.
Semua uang ini tidak bisa membelikan ku sebuah mesin waktu. Aku ingin kembali ke masa itu. Bersama mu dan selalu bersamamu.
Betapa aku sangat menyesal. Karena seharusnya aku memberitahumu sejak awal, bahwa kau begitu berarti untuk ku.
Karena sekarang aku harus membayar nya. Berharap di kehidupan selanjutnya kita akan kembali di pertemukan. Dan saat itulah aku tidak akan melewatkan kesempatan, untuk mengatakan betapa berharganya dirimu bagiku.
I Love You, cause your my life.
goodbye and see you again in the future.
🌺🌺🌺
Mei 2006, Los Santos.
Seorang pria tengah duduk di bangku tunggu, di stasiun kereta api. Air matanya menetes di atas kertas putih yang berisi tulisan. Surat dari seorang wanita yang pernah mengisi hari-harinya dengan kebahagiaan.
Pria itu terus meneteskan air matanya. Karena pemilik surat itu sudah tidak ada di dunia ini. Dia begitu menyesal karena pernah meninggalkan wanita itu, demi sebuah kesuksesan nya.
Kini dia kembali ke kota kecil itu. Berharap bertemu dengan wanita yang sudah menjadi inspirasinya selama ini. Tapi sayangnya, takdir tidak menyatukan mereka.
Seperti halnya harapan mereka dulu waktu mabuk di atas atap. Membicarakan masa depan bersama, tanpa tahu apa yang akan terjadi.
Sekarang, penyesalan adalah yang paling menyakitkan dirasakan pria itu. Wanita nya kini sudah tidak ada. Setengah nafas yang dibawanya pergi, sudah membuat wanita itu kesakitan selama ini.
Bodoh nya dia yang tidak memikirkan perasaan wanita itu. Kini kenangan tinggallah kenangan. Berharap agar mereka akan dipertemukan di masa depan. Sebagai sepasang kekasih yang tidak akan pernah terpisahkan lagi.
🌺🌺🌺
Thank you, yang sudah mau baca😭😭😭.
Maafkan aku yang membuatnya sangat emosional, tidak bisa menahan air mata🥺🥺.