''Surat Undangan pernikahan itu ku genggam erat di tanganku, hanya do'a restu yang ku persembahkan semoga engkau bahagia'' sayup-sayup lagu Poppy Mercury terdengar dengan penuh sayatan, setiap lirik yang terdengar masuk menusuk celah-celah hati yang ada mengingat kenangan awal pertemuanku dengan Ali kala itu.
berawal dari chat Facebook Messenger membawaku bertemu dalam nyata, tepatnya di Taman Sangkareang Lombok masa itu.
''hey, kamu eni kan?'' ucapnyasambil bertanya dengan sedikit ragu.
''iya, aku eni. kakak sendiri Kak Ali?'' Tanyaku balik.
sambil beranjak mencari tempat nyaman Ali bilang ''iya aku Ali, udah Lama kakak tungguin adek disini. oh yaa ternyata adek sama di foto cantikan aslinya yaa.'' sambil mengeluarkan kata-kata gombal dan muka genitnya saat itu.
''ah kakak bisa aja'' jawabku sambil malu-malu. ''oh yaa besok kakak enggak kerja?'' tanyaku lanjut.
''kerja dek. besok sepulang kerja apa boleh kita bertemu?''
''iya boleh kak'' jawabku dengan santai menahan girang di lubuk hati terdalam.
Kak Ali adalah cowok biasa saja, wajahnya tidak ganteng tapi menenangkan, tubuhnya memiliki tinggi yang sama denganku. dia bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Angkatan Darat Kota tempatku tinggal. Yang membuatku tertarik sejauh ini dengannya karena sifat dewasa Yang dia miliki, memegang tanggung jawab dan kepercayaan, apalagi dia adalah laki-laki yang mandiri.
sementara aku, aku adalah Mahasiswa Hukum Yang baru masuk semester 3, aku orang yang ceria dan pekerja keras katanya. sehingga itu yang membuatnya tertarik hingga saat ini.
hari demi hari kami lewati bersama hingga memasuki bulan ke 5, dengan penuh kasih sayang, penuh tanggung jawab dia selalu menjagaku, mengajarkan kedewasaan dan satu dua Bali memenuhi kebutuhan bulananku. saling mengisi, memberi satu sama lain saat butuh dan bahkan saling mengagumi dalam cinta yang setiap hari terus bertumbuh dan sejauh ini tidak ada laki-laki yang aku temui seperti dia.
pada malam selasa anniversary 5 bulan hubungan, kami pergi jalan-jalan ke Pantai Ampenan, dia datang menjemputku dengan menggunakan baju kemeja abu bawahan jeans hitam dengan sendal eiger kesukaannya. saling berbincang dan tertawa, hingga waktunya pulang di tengah perjalanan aku bertanya ''kak. kakak mau nikah?'' tanyaku dengan nada sedih dan takut kehilangan.
''enggak dek, siapa bilang.'' tanyanya lagi.
dalam balutan perasaan yang entah darimana setelah melihat sms pinjaman uang hingga 50jt waktu itu. akupun menjawab dengan keyakinan bahwa pertanyaan itu datang dari diriku.
''enggak kok dek, kakak enggak nikah, sama siapa juga kakak nikah? '' tanyanya lagi.
''sama mantannya kakak'' jawabku dengan penuh keyakinan lagi.
''adek terlalu banyak pikiran, sekarang masuk dan istirahat ya'' sambil menenangkanku dan menyuruhku masuk ke dalam untuk istirahat.
selama 2 bulan hubungan kami langgeng, telpon sms dan bertemupun kami sempatkan.
hingga saatnya 7 hari sebelum ulang tahunku aku berpesan ''kak jangan lupa kado yaa sebentar lagi adek ulang tahun'' ucapku sambil tersenyum.
''iya dek'' jawabnya.
3 hari sebelum ulang tahunku tidak ada kabar darinya, hingga saatnya tepat hari ulang tahunku, aku membuka beranda Facebooknya dan membaca banyak ucapan Samawa untuknya.
hatiku tersayat, sakit, perih. tanpa ada kata putus dia meninggalkanku menikah hingga aku menberanikan diri menghubunginya lewat sms dengan berkata ''selanat kak ya. semoga lancar sampe hari H, jangan lupa undangannya, terimakasih yaa kado indahnya.'' kataku.
2 hari tidak ada balasan, sampai dia menelpon dan berkata bahwa dia sedang di luar mengantarkan undangan.
akupun Yang pura-pura kuat keluar dengan kaki gemetar dan hati Yang hancur. sambil melambaikan tangan dan berucap ''hayyy'' aku tersenyum.
''dek maafkan kakak yaa, kakak gak ngabarin adek, maaf kakak datang di saat seperti ini, maaf kakak salah. ini undangan but adek, adek dateng yaa, bawa pacarnya'' ucapnya tanpa memikirkan perasaanku yang tergores dan sakit
''iya kak'' timpalku seadanya.
hari H pernikahannya akupun datang dengan sahabat karibku dewi, dengan mengendarai mobil brio merahnya sambil bernyanyi ria lagu popy mercuri yang berjudul Surat undangan.
sesampainya di lokasi, aku menaruh kado bawaanku yang isinya sprei bedcover dan selembar ucapak selamat bahagia. dengan senyum kecewa aku terduduk tanpa mengambil makan sedikitpun.
setelah itu aku dan sahabatku maju ke pelaminan mengucapkan selamat dengan mengeluarkan topeng senyum keikhlasan.
iapun tersenyum penuh penyesalan dan berkata ''terimakasih ya dek udah dateng''.
selanjutnya kami pun foto bersama. dan itu menjadi kenangan terakhir Yang saya miliki dengannya.
*NB : Jangan pernah berharap kepada sesuatu Yang bukan milikmu, karena itu akan menyakitimu, dan jangan menaruhkan rasa terlalu lebih kepada siapa Yang bukan jodohmu, karena itu akan menjadi serangan jantungmu.
*kamboja 💕